Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memecat Menteri Luar Negeri Rex Tillerson dan menunjuk Direktur CIA, Mike Pompeo, sebagai penggantinya.

Lewat pesan Twitter, Presiden Trump mengucapkan terima kasih kepada Tillerson dan menambahkan menteri luar negeri yang baru akan melakukan 'tugas yang hebat'.

Presiden Trump juga mencalonkan Gina Haspel sebagai perempuan pertama yang menjabat Direktur CIA.

Seorang pejabat Gedung Putih menjelaskan kepada BBC tentang waktu pengumuman pencopotan Tillerson itu: "Presiden ingin memastikan dia memiliki tim yang baru menjelang perundingan dengan Korea Utara dan berbagai perundingan dagang yang sedang berlangsung."

Pekan lalu Tillerson sedang dalam lawatan ke Afrika ketika dia tampaknya tidak mengetahui pengumuman Presiden Trump yang akan melakukan pertemuan dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.

Tim diplomat AS mengatakan dia merasa tidak sehat hari Sabtu dan belakangan kementerian luar negeri mengatakan lawatannya ke Afrika diperpendek sehari.

Sekilas 'hubungan' Trump-Tillerson

Bukan rahasia lagi jika Presiden Trump memiliki hubungan kerja yang tidak mudah dengan Menlu Tillerson.

Oktober tahun lalu, misalnya, Trump lewat Twitter mengkritik upaya mantan pimpinan puncak ExxonMobil untuk membuka dialog dengan Korea Utara lewat pesan "dia membuang-buang waktu berupaya berunding dengan Pria Roket Kecil itu."

Dalam bulan itu juga, Tillerson mengelar konferensi pers di Departemen Luar Negeri untuk membantah bahwa dia mempertimbangkan diri untuk mundur.

Namun Tillerson tidak membantah laporan-laporan bahwa dia pernah menyebut Presiden Trump sebagai 'pandir'.

Sepekan kemudian Trump secara terbuka mengatakan bahwa dia bisa mengalahkan Tillerson dalam tes kecerdasan, IQ.

Menurut laporan-laporan media, Tillerson merasa terkejut dengan yang menurutnya sebagai kesulitan yang dihadapi Presiden Trump untuk memahami kebijakan luar negeri yang mendasar sekalipun.

Sementara Trump dilaporkan merasa terganggu dengan bahasa tubuh dari menteri luar negerinya dalam rapat-rapat. Soalnya, seperti dilaporkan New York Times, Tillerson kadang suka memutar matanya atau membungkuk jika tidak setuju dengan keputusan mantan bosnya itu.

Laporan-laporan menyebutkan ada perpecahan di kalangan pemerintah Trump, antara panglima Angkatan Bersenjata dengan menteri luar negeri tentang kebijakan luar negeri Amerika Serikat menyangkut Korea Utara maupun Iran.

Tillerson -mantan pimpinan puncak perusahaan enegeri ExxonMobil- baru ditunjuk menjabat menlu sekitar satu tahun lebih.

Bulan Oktober tahun lalu, dia menggelar konferensi pers untuk membantah bahwa dia ingin mengundurkan diri menyusul laporan media tentang perselisihannya dengan Presiden Trump.

Kabar burung tentang rencana pengunduran dirinya itu dipicu oleh pesan Twitter seorang wartawan CNN di Gedung Putih yang mengatakan "bahwa Trump mengetahui Tillerson pernah menyebutnya sebagai 'pandir' pada musim panas ini." (bbcindonesia.com)

 

Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di luar negeri akan tetap bisa mengurus dokumen kependudukan tanpa perlu kembali ke tanah air, mulai tahun depan. Sebab, hal itu bisa dilakukan di di setiap kantor perwakilan Pemerintah RI di luar negeri.

“Mudah-mudahan tahun depan seluruh WNI yang berdokumen maupun tidak, yang keluar negeri secara legal maupun ilegal, bisa peroleh layanan kependudukan, seperti membuat Nomor Induk Kependudukan (NIK), di luar negeri dengan bantuan database baru yang terintegrasi nasional ini, ” papar Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Lalu Muhammad Iqbal, di sela acara Hassan Wirajuda Award 2017, di Jakarta, Selasa (19/12).

Selain pembuatan KTP, Iqbal melanjutkan, seluruh WNI di juga dapat mengurus dokumen kependudukan lainnya seperti akte kelahiran dan akte kematian saat berada di luar negeri.

Hal ini dimungkinkan karena rampungnya pusat data atau database WNI yang terintegrasi dan terkoneksi secara nasional, antara Kementerian Luar Negeri, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Dalam Negeri, serta Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).

Database WNI terintegrasi ini dibentuk menyusul penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara instansi-instansi di atas untuk bekerja sama meningkatkan perlindungan WNI di luar negeri.

Menurut Iqbal, database tersebut juga akan memudahkan Kemendagri untuk mendata jumlah WNI di luar negeri yang berhak memberikan suaranya saat Pemilu.

“Database ini juga penting saat momen pemilu di mana pemerintah melalui Kemendagri bisa mudah mendata berapa WNI di luar negeri yang layak memilih supaya tidak menghilangkan hak dan suara mereka,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, pihaknya juga akan meluncurkan aplikasi Safe Travel yang bisa digunakan sebagai pedoman setiap WNI yang tengah berkelana ke luar negeri.

Dengan aplikasi tersebut, Retno menuturkan, WNI akan rutin diberi pemberitahuan hingga peringatan di setiap negara yang tengah dikunjungi. Dia mencontohkan, jika terjadi suatu peristiwa atau bencana, aplikasi tersebut akan mengeluarkan peringatan dini, imbauan, hingga pedoman bagi para WNI untuk mendapatkan layanan KBRI atau KJRI setempat.

“Bahkan aplikasi itu bisa memandu kita sampai KJRI dan KBRI dalam keadaan darurat. Aplikasi ini diharapkan bisa menambah rasa aman bagi WNI saat berada di luar negeri,” tandasnya. (cnnindonesia.com)

Terdapat beberapa apparel buatan Indonesia yang sudah mendunia, di antaranya adalah MBB dari kota Bogor dan SPECS asal Jakarta. Produk apparel lokal tersebut sudah digunakan sejumlah klub dan Timnas di luar Indonesia.

Sejumlah klub yang berlaga di Liga 1 musim kemarin juga sudah ada yang menggunakan produk lokal. Ironisnya, Timnas Indonesia belum pernah menggunakan produk lokal sendiri sejak 1996. Sejak tahun itu, Timnas Indonesia lebih memilih menggunakan apparel dari luar negeri di antaranya Adidas, Diadora dan Nike.

Sementara itu klub luar negeri banyak yang memilih buatan Indonesia, di antaranya klub dari Malaysia hingga Timnas Liberia.

Timnas Liberia menggunakan jersey buatan SPECS. Bisa menyuplai seragam bagi negara di Afrika Barat tersebut adalah prestasi yang membanggakan. Mereka pun mengharapkan Timnas Indonesia juga akan menggunakan produk mereka.

"produk INDONESIA malah jadi apparel timnas LIBERIA,gimana TIMNAS INDONESIA anda mau menggunakan produk lokal," akun Twitter SPECS Indonesia memberikan sindiran.

Timnas Puerto Rico juga pernah menggunakan jersey buatan SPECS. Namun kali ini ada unsur ketidaksengajaan.

Ceritanya, mereka akan bertanding menghadapi Indonesia pada bulan Juni tahun ini. Mereka rencana mengenakan kostum kandang. Sayangnya, seragam tersebut hampir mirip dengan warna jersey Indonesia.

SPECS kemudian membuatkan seragam tandang warna biru untuk Puerto Rico.

Klub asal Malaysia ini pernah menggunakan jersey buatan SPECS di Liga Super Malaysia antara tahun 2010 hingga 2013.

Namun kemudian mereka pindah menggunakan produk lain dari Inggris. Dan sekarang mereka menggunakan jersey buatan produsen lokal, Kobert.

Selain Al Jazeera, MBB juga menjalin kerja sama dengan klub Suriah, Al Ittihad Aleppo. Klub yang pernah menjuarai liga domestik sebanyak enam kali ini menggunakan produk MBB selama musim 2017 kemarin.

Al Ittihad Aleppo adalah klub raksasa di Suriah. Mereka juga pernah menjadi juara Piala AFC pada 2010 lalu.

Selain dengan Al Ittihad, MBB juga menjalin kerja sama dengan sejumlah klub lain di Suriah termasuk dengan Jableh, Tishreen, Al Karamah dan Hutteen. (bola.net)

 

Anggota Komisi I DPR Evita Nursanty menilai kemenangan Donald Trump pada Pemilu Presiden Amerika Serikat (AS) 2016 harus disikapi dengan wajar.

 

 

Menurut dia, Indonesia dan negara lain masih perlu menunggu langkah politik luar negeri Trum selanjutnya.

"Ada yang khawatir tapi saya pikir politik luar negeri itu sangat dinamis. Semua negara itu saling membutuhkan termasuk untuk Asia, ASEAN dan khususnya Indonesia. Mungkin ada sedikit perubahan prioritas bagi Trump, tapi tidak akan 180 derajat," kata Evita, melalui pesan singkat, Rabu (9/11/2016) malam.

Evita memprediksi, Trump akan lebih banyak mengurus masalah perekonomian AS yang tak kunjung membaik.

Sebab, kata Evita, itulah yang dijanjikan Trump kepada rakyat AS.

Mengenai langkah politik luar negeri yang akan dilakukan Trump, Indonesia masih harus menunggu.

 

 

"Masalah luar negeri banyak juga yang harus dipikirkan Trump. Termasuk persoalan di Laut China Selatan, Timur Tengah, dan lainnya, termasuk penanganan Suriah, Irak, persaingan dengan China dan Rusia. Kita masih menunggu saja apa langkah riil lanjutannya," papar Evita.

Meskipun ada reaksi negatif di bursa efek saat sesi siang kemarin, Evita berharap itu hanya reaksi sementara.

"Saya kira untuk kita siapapun presidennya (AS) bagi kita tidak masalah. Kita hanya ingin fokus kepada kepentingan dalam negeri kita," lanjut politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu. (kompas.com)

Page 1 of 2

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM