Mantan agen intelijen Amerika Serikat dihadirkan di pengadilan lantaran dituduh berupaya menjadi mata-mata untuk Cina.

Ron Rockwell Hansen, 58, ditahan Badan Investigasi Federal AS (FBI) pada Sabtu (2/6) sesaat sebelum bertolak ke Bandara Seattle untuk menumpang pesawat menuju Cina.

Departemen Kehakiman AS mengatakan, Hansen mencoba meneruskan informasi ke pemerintah Cina. Atas jasanya tersebut, dia dituduh menerima sedikitnya US$800.000 atau Rp11,1 miliar.

Dia sepakat dibawa ke pengadilan untuk selanjutnya dipulangkan ke Negara Bagian Utah untuk menghadapi dakwaan.

Apa tuduhannya?
Hansen, yang bermukim di Syracuse, Utah, dituduh berupaya mengumpulkan atau meneruskan informasi mengenai pertahanan nasional AS guna membantu pemerintahan asing.

Sebanyak 15 tuduhan lainnya mencakup, antara lain, bertindak sebagai agen Cina yang tidak terdaftar resmi, menyelundupkan uang tunai, dan menyelundupkan barang-barang dari AS.

Jika terbukti menjalankan peran sebagai mata-mata Cina, Hansen bakal dipenjara seumur hidup.

Asisten Jaksa Agung, John Demers, menyebut aksi yang diduga dilakukan Hansen sebagai "sebuah pengkhianatan atas keamanan negara" dan "mencemarkan komunitas mantan agen intelijen".

John Huber, jaksa AS di Utah, menyebut tuduhan itu "sangat meresahkan".

Siapakah Ron Hansen?
Berdasarkan dokumen-dokumen pengadilan yang dikutip Departemen Kehakiman, Hansen pernah berdinas di Angkatan Darat AS sebagai seorang perwira dengan latar belakang intelijen sandi dan intelijen manusia.

Dia kemudian direkrut oleh Badan Intelijen Pertahanan (DIA) sebagai petugas intelijen sipil pada 2006.

Departemen Kehakiman menyebut Hansen, yang fasih berbahasa Mandarin dan Rusia, memegang akses dokumen sangat rahasia "selama bertahun-tahun" dan bepergian secara rutin antara AS dan Cina pada 2013-2017.

Dia diduga berupaya berulang kali memperoleh kembali akses ke informasi rahasia setelah berhenti bekerja untuk pemerintah AS sehingga membuat aparat curiga.

 

Apa yang dimaksud dengan DIA?
Badan Intelijen Pertahanan (DIA) merupakan sebuah lembaga di bawah naungan Departemen Pertahanan yang bertugas menganalisa dan menyebarkan informasi intelijen militer.

Tanggung jawab utama badan tersebut adalah menyediakan informasi intelijen militer asing untuk pasukan AS dalam misi pertempuran. Badan itu dibentuk pada 1961 dan kini memperkerjakan 17.000 karyawan.

Bagaimana hubungan AS-Cina?
Penangkapan Hansen mengemuka di tengah riak hubungan AS-Cina.

Pada Sabtu (2/6), Menteri Pertahanan AS, James Mattis, menuduh Cina mencoba mengintimidasi negara-negara tetangganya dengan menempatkan sejumlah rudal di pulau-pulau sengketa di Laut Cina Selatan.

Militer Cina menyebut komentar Mattis "tidak bertanggung jawab".

Secara terpisah, perundingan perdagangan antara kedua negara di Beijing dibayangi oleh tarif bea masuk yang akan diterapkan terhadap produk-produk Cina ke AS.

Akhir bulan lalu, Gedung Putih mengumumkan taruif bea masuk sebesar 25% terhadap impor Cina bernilai US$50 miliar atau Rp694 triliun.

Adakah kasus mata-mata lainnya?
Hansen merupakan mantan agen intelijen AS terkini yang ditangkap terkait aksi mata-mata Cina.

Sebelumnya, Jerry Chun Shing, mantan agen CIA, didakwa awal bulan ini atas dugaan berkonspirasi mengumpulkan atau menyampaikan informasi pertahanan nasional ke Cina.

Kemudian mantan agen CIA, Kevin Mallory, sedang menjalani persidangan di Virginia dengan tuduhan menjual informasi ke Cina. (BBC Indonesia)

 

Sebuah jet tempur Rusia terbang sangat dekat dengan sebuah pesawat mata-mata Amerika di angkasa Laut Hitam.

Jarak antara pesawat tempur Rusia, SU-27 dan pesawat mata-mata AS, EP-3 hanya 1,5 m.

Angkatan Laut AS mengatakan bahwa pesawat Rusia itu menempel pesawat AS selama lebih dari dua jam. Insiden tersebut terjadi di wilayah udara internasional.

Kementerian pertahanan Rusia beralasan, tindakan pesawat mereka sesuai dengan ketentuan intrnasional tentang penggunaan wilayah udara.

Angkatan bersenjata Rusia dan aliansi NATO beroperasi di wilayah udara bersama, meskipun ketegangan meningkat sejak Rusia mencaplok Krimea pada tahun 2014.

Dalam sebuah pernyataan, Angkatan Laut AS mengatakan jet tempur Rusia itu langsung melintas ke jalur penerbangan pesawat mata-mata Amerika.

Mereka menyatakan bahwa 'Rusia memiliki hak untuk terbang di wilayah udara internasional, tapi mereka harus berperilaku sesuai standar internasional yang disusun untuk menjamin keselamatan dan mencegah kecelakaan."

Di sisi lain, kementerian pertahanan Rusia mengatakan bahwa jalur penerbangan pesawatnya "sesuai dengan ketentuan internasional tentang penggunaan wilayah udara".

Dikatakan bahwa perilaku pilot mereka sama sekali tidak 'di luar standar' dan bahwa tindakan mereka merupakan upaya untuk 'mencegah (pesawat AS) agar tidak melanggar wilayah udara Federasi Rusia".

Pemerintah Rusia mengatakan begitu pesawat AS menjauh dari perbatasan, jet mereka langsung kembali ke pangkalan. (bbcindonesia.com)

Satu kapal mata-mata Rusia, Liman, tenggelam di lepas pantai Turki setelah bertabrakan dengan kapal barang, kata pihak berwenang Turki.

Otorita Laut Turki menyebutkan dalam pernyataannya pada Kamis (27/04) bahwa seluruh 78 awak kapal yang berada di kapal Liman berhasil dievakuasi dengan selamat.

Laporan-laporan menyebutkan kapal Liman bertabrakan dengan kapal barang Youzarsif H, sekitar 29 kilometer dari kota Kilyos, Turki, dan tenggelam pada pukul 14:48 waktu setempat.

Media Turki melaporkan kapal mata-mata Rusia menabrak kapal barang berbendera Togo yang mengangkut ternak.

Rusia sudah membenarkan bahwa lambung kapal Liman, yang menjadi bagian dari Armada Laut Hitam, mengalami lubang dan para awak berusaha membuat kapal tetap terapung.

Armada Laut Hitam Rusia melewati Selat Bosphorus dalam rangka misi-misi ke wilayah Laut Tengah, khususnya Suriah.

Penyebab tabrakan sejauh ini belum diketahui secara pasti tetapi lokasi kejadian dilaporkan diselimuti kabut pada saat itu.

 

Perdana Menteri Turki Binali Yildirim sudah menelepon sejawatnya dari Rusia, Dmitry Medvedev, untuk menyampaikan dukacita atas tabrakan itu, demikian dikatakan oleh sumber-sumber di kantor perdana menteri Turki sebagaimana dikutip oleh kantor berita Reuters.

Menurut Armada Laut Hitam Rusia, awak kapal Rusia telah mengikuti semua peraturan pelayaran dan manuver dan mengisyaratkan bahwa kecelakaan mungkin dipicu oleh kapal lain, lapor kantor berita Rusia, Interfax.

Mantan komandan Armada Laut Hitam, Laksamana Viktor Kravchenko, mengatakan kepada Interfax bahwa kejadian itu "tidak biasa".

"Sebelumnya pernah terjadi tabrakan-tabrakan tetapi saya tidak ingat kasus seperti ini yang melibatkan kapal (lain) ... kapal perang (kami) tenggelam setelah tabrakan." (bbcindonesia.com)

Tim pemenangan tuan rumah Piala Dunia 2018 yang berada di bawah naungan Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) telah menggunakan jasa seorang mantan personel badan intelijen Inggris, MI6.

Christopher Steele, yang pernah menjadi pengumpul data intelijen untuk MI6, diketahui menghimpun informasi mengenai Badan Sepakbola Dunia (FIFA) dan negara-negara saingan Inggris yang juga ingin menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018, terutama Rusia.

Belum diketahui apakah informasi yang dihimpun Steele mengenai Piala Dunia 2018 memicu investigasi terhadap dugaan korupsi di tubuh FIFA. Bagaimanapun, dia telah melaporkan temuannya ke divisi kriminalitas Eurasia pada Badan Investigasi Federal AS (FBI).

Steele disewa melalui badan intelijen swasta yang dia turut dirikan, Orbis.

Berdasarkan bukti-bukti yang ditampilkan harian the Sunday Times kepada Komite Kebudayaan Parlemen Inggris pada November 2014, Steele ditugasi tim pemenangan tuan rumah Piala Dunia 2018 karena para pejabat "ingin pemahaman lebih baik tentang siapa saingan mereka."

Pada akhirnya Rusia sukses menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018 dan Qatar tuan rumah Piala Dunia 2022.

Aparat Swiss kini masih menyelidiki dugaan penyuapan dan penyelewengan dalam proses seleksi tuan rumah perhelatan sepakbola terakbar dunia itu.

Sebagaimana dilaporkan koresponden olahraga BBC, Richard Conway, kenyataan bahwa FA menggunakan jasa Steele mengungkap kerasnya persaingan para negara-negara untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia. Bahkan, bisa diasumsikan bahwa amat mungkin bukan hanya Inggris yang menggunakan jasa intelijen.

Badan intelijen swasta

Sosok Steele terkuak ketika namanya disebut-sebut dalam dokumen mengenai presiden terpilih AS, Donald Trump. Dalam dokumen itu ada berbagai informasi tentang bisnis Trump dan dugaan kaitannya dengan Rusia.

Trump telah membantah dokumen itu dan menyebutnya "berita palsu".

Steele merupakan salah satu pendiri Orbis, badan intelijen swasta. Didirikan pada 2009, badan yang berkantor di Grosvenor Gardens, London Pusat, itu mengkhususkan pada intelijen dunia bisnis selain menawarkan jasa "pengumpulan informasi" dan "investigasi lintas batas negara". (bbcindonesia.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM