Pantai Birling Gap dikosongkan pada hari Minggu (27/08) setelah orang-orang melaporkan kesulitan bernapas, mata perih dan muntah saat 'suatu kabut' muncul.
RS Umum Eastbourne District mengatakan telah merawat 133 orang.
Polisi mengatakan, masih sedang menyelidiki 'kabut kimia' yang misterius itu.

Disebutkan, polisi menduga kabut itu berasal dari laut. Sebelumnya pernah terjadi hal serupa, dan zat itu datang dari sebuah unit industri di Prancis.
Betapa pun, dinas pemadam kebakaran East Sussex mengatakan bahwa 'sangat tidak mungkin' bahwa zat itu adalah klorin. Polisi mengatakan sejauh ini efek zat itu kendati tidak nyaman, namun tidak serius.
Seorang juru bicara kepolisian mengatakan laporan pertama datang sebelum pukul 17:00 (23:00 WIB), dengan 'sekitar 50 orang terkena iritasi pada mata dan tenggorokan.'

Awalnya muncul di Birling Gap, seterusnya gumpalan gas itu bergerak ke arah timur sepanjang pantai sampai ke Bexhill, kata polisi.
Pada Minggu (27/08) malam 133 pasien "didekontaminasi" di rumah sakit, kata dinas kesehatan setempat.
Tim penyelamat pantai dari Birling Gap, Eastbourne, Bexhill dan Newhaven bergegas membantu membersihkan pantai yang ramai saat para pengunjung cemas mereka terkena kebocoran klorin.

Kyle Crickmore, yang berada di pantai Birling Gap bersama keluarganya, mengatakan bahwa pantai dikosongkan dalam 10 menit setelah ada yang mulai merasa tidak sehat.
Dia menggambarkan bagaimana 'asap kabut bergulir entah dari mana' dan tercum 'bau klorin yang kuat di udara.'
"Ini hal tak biasa mengingat 10 menit sebelumnya hari begitu cerah ," katanya.
"Saat itu pantai sangat ramai dan cuacanya panas.'
"Pantai dikosongkan dalam waktu sekitar 10 menit, cukup mengejutkan mengingat banyaknya orang yang ada di sana."
Otoritas setempat mengatakan bahwa "kemungkinan beberapa jenis gas asap" melayang di udara sekitar pantai dan sejumlah besar orang di puncak tebing terkena gejala seperti iritasi, mata sakit dan muntah. (bbcindonesia.com)

WELLINGTON - Sekelompok sukarelawan membentuk rantai manusia di dalam air yang memagari areal pantai di pedalaman Selandia Baru, Jumat (10/2/2017).

 

 

Upaya itu dilakukan demi menyelamatkan sekitar 100 paus yang masih hidup, dari 400-an paus yang terdampar di sana.

Sekitar tiga per empat paus pilot yang terdampar di kawasan pantai Farewell Spit yang berada di ujung selatan negara itu, sudah mati ketika pertama kali ditemukan.

Kawasan itu diduga membingungkan bagi kawanan paus. Sebab, sebelumnya pernah terjadi kasus serupa di tempat yang sama.

Petugas dari Komunitas di Departmen Konservasi Selandia Baru, Kath Inwood menyebutkan, sekitar 300 sukarelawan terjun ke pantai itu, saat mengetahui ada temuan tersebut.

Seperti diberitakan AP,  para sukarelawan mencoba mengapungkan kembali paus-paus yang masih hidup.

Pagar manusia digunakan untuk mencegah paus-paus itu kembali ke pantai.

"Sangat menyedihkan melihat sekian banyak paus yang mati," kata Inwood said.

Perempuan itu mengatakan, para relawan sebelumnya mencoba untuk menjaga paus yang masih hidup agar tetap lembab dan sejuk, dengan menaruh selimut.

Upaya itu dilakukan sambil menunggu air pasang. Ketika air pasang datang, para relawan pun mulai membawa paus-paus itu kembali ke tengah agar mengapung.

Mengantisipasi jika paus-paus itu kembali terdampar, para relawan menunggu di areal pantai hingga waktu air pasang, Sabtu besok. 

Kelompok sukarelawan Project Jonah mencatat, ada 416 paus yang terdampar. Dari jumlah itu 75 persen di antaranya mati.

Departemen Konservasi mencatat, jumlah paus yang mati sekitar 250-300 ekor.

Selandia Baru menduduki peringat teratas di dunia untuk kasus paus terdampar. Peristiwa Jumat ini menjadi yang terbesar ketiga dalam catatan sejarah.

Peristiwa terbesar terjadi pada 1918, ketika sekitar 1.000 paus pilot terdampar di pantai Pulau Chatham . Lalu, di tahun 1985 ada 450 paus yang terdampat di pantai Auckland. (kompas.com)

Di Indonesia kebijakan kantung plastik berbayar di toserba dihentikan, tapi di Inggris kebijakan itu membuat sampah plastik di pantai-pantai Inggris berkurang hampir setengahnya.

Laporan Marine Conservation Society (MCS) dengan judul Great British Beach Clean menyebutkan, sekarang ini hanya ditemukan tujuh kantong plastik per 100 meter di garis-garis pantai Inggris yang dibersihkan.

Itu merupakan penurunan 40% dari rata-rata 11 kantung kresek yang ditemukan pada tahun 2015, dan merupakan angka terendah dalam 10 tahun.

MCS mengatakan penurunan ini menunjukan bahwa pemberlakuan kewajiban pembayaran 5p (sekitar Rp800) per kantong plastik di toko-toko serba ada, merupakan kebijakan yang benar.

MCS adalah salah satu yang mengkampanyekan kantong plastik berbayar yang mulai diberlakukan di Wales pada 2011, Irlandia Utara pada 2013, Skotlandia pada tahun 2014 dan Inggris pada bulan Oktober tahun lalu.

"Kami melihat terjadinya penurunan jumlah (sampah plastik) yang berarti, dan itu jelas merupakan akibat dari pemberlakuan biaya 5p yang sekarang berlaku di seluruh Inggris Raya," kata manajer pengawasan pantai MCS, Lauren Eyles.

"Ini menunjukkan wajib bayar kantung plastik itu benar, yang sudah kita duga akan menjadi kabar baik bagi lingkungan laut.

"Terima kasih kepada ribuan relawan hebat yang mengumpulkan data sampah pantai, kita sekarang dapat melihat dampak dari kebijakan kantung plastik berbayar ini."

The Great British Clean merupakan program pembersihan pantai yang dilakukan setiap tahun di sepanjang garis pantai Inggris Raya.

Tahun ini, sekitar 6.000 relawan membersihkan 364 pantai dan mencatat semua sampah yang mereka temukan.

Di Wales, yang sudah memberlakukan kresek berbayar selama lima tahun, mencatat jumlah kantung kresek lebih rendah setiap tahunnya sejak 2011 - kali ini hanya empat kantong untuk setiap 100 meter yang dibersihkan.

Menteri Lingkungan Therese Coffey mengatakan kebijakan kresek berbayar di Inggris mencatat 'sukses besar' dan telah mengumpulkann £29 juta (Sekitar Rp487 miliar) yang digunakan untuk organisasi-organisasi amal dan program kemanusiaan.

Salah satu dari mereka adalah MCS, yang menerima £28.400 (sekitar Rp475 juta) pada tahun lalu, yang digunakan untuk merekrut ribuan relawan pembersih sampah pantai.

Menteri Lingkungan Therese Coffey menambahkan: "Ini menunjukkan tindakan kecil dapat membuat perbedaan terbesar, tapi kita tidak boleh berpuas diri karena selalu ada hal lain lagi yang bisa kita lakukan untuk mengurangi limbah dan mendaur ulang apa yang kita gunakan."

Betapa pun, data yang dicatat para relawan menunjukkan kenaikan sampah kemasan minuman sebesar lebih dari 4% di pantai-pantai Inggris -baik itu botol plastik, botol kaca maupun kaleng aluminium.

Terjadi juga kenaikan sampah terkait balon sebesar 53%.

Kantung-kantung plastik sangat berbahaya khususnya bagi penyu yang menyangkanya sebagai ubur-ubur yang merupakan makanan mereka. Kantung kresek itu bisa menggangu sistem pencernaan yang mengakibatkan kelaparan dan kematian.

Beberapa spesies burung laut juga sangat tertarik pada bau sampah plastik dan menurut MCS, ditemukan plastik pada perut 90% bangkai burung fulmar (Procellariidae) yang ditemukan mati di Laut Utara. (bbcindonesia.com)

SIDNEY - Seorang peselancar remaja, berusia 17 tahun diserang ikan hiu saat mengarungi ombak di pantai timur Australia, Senin (26/9/2016).

 

 

Serangan ikan buas ini menyebabkan remaja tersebut mengalami luka di bagian pinggang dan harus dilarikan ke rumah sakit.  

Korban mengalami serangan hiu ketika sedang berselancar di pantai populer di Ballina, Lighthouse Beach.

Di tempat ini, dalam beberapa tahun terakhir memang beberapa kali terjadi serangan hiu terhadap manusia.

"Remaja itu menyelamatkan diri keluar dari air seorang diri, dan baru dibantu oleh seorang perawat yang kebetulan berada di dekat pantai itu," demikian pernyataan Kepolisian New South Wales.

"Dia mengalami satu luka gigitan di pinggang dan kini telah stabil dalam perawatan di RS Lismore," kata polisi yang dikutip AFP.

Selanjutnya, otoritas keamanan menyatakan wilayah pantai Ballina tertutup untuk umum hingga 24 jam ke depan. Keputusan ini diambil, meski masa libur sekolah sedang memuncak.

Selama 2015, ada 14 orang yang mengalami serangan hiu di pantai wilayah New South Wales. Angka ini meningkat tiga orang dari jumlah serangan pada 2014. 

Demikian data yang dilansir pengelola Kebun Binatang Sydney, Taronga. (kompas.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM