Medali emas kembali bertambah bagi Indonesia di Asian Games 2018. Pencak silat lagi-lagi jadi cabang olahraga (cabor) yang mempersembahkan medali emas bagi kontingen Indonesia di Asian Games 2018.

Kali ini giliran Ayu Sidan Wilantari/Ni Made Dwiyanti yang mempersembahkan medali emas. Mereka turun di nomor seni ganda putri yang berlangsung di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Rabu (29/8/2018) pagi WIB.

Raihan emas milik Ayu/Made membuat Indonesia kini telah mengumpulkan 26 medali emas di ajang empat tahunan itu. Performa Ayu/Made bisa dibilang luar biasa hingga akhirnya mereka mempersembahkan medali emas.

Saat mereka tampil, sempat terjadi insiden karena kesalahan teknis panitia dalam hal waktu. Penampilan yang masih menyisakan delapan detik, tiba-tiba gong berbunyi yang merupakan tanda berakhirnya waktu. Meski begitu, hal itu tidak memengaruhi penampilan Ayu/Made untuk melanjutkan penampilan hingga tiga menit usai.

Hasilnya mereka pun memperoleh nilai tertinggi dengan nilai 574 poin. Sementara itu, medali perak menjadi milik pasangan Thailand, Saowanee Chantahmunee/Oraya Choosuwan yang memperoleh nilai 564 poin. Sementara medali perunggu direbut pasangan Malaysia, Nor Hamizah Shahrudin/Motlaya Vongphakdy dengan nilai 558 poin.

Ini merupakan medali emas ke-10 yang diraih cabor pencak silat dari 10 nomor final yang sudah dipertandingakan. Hal ini juga merupakan medali emas kedua bagi Indonesia dari cabor pencak silat yang diraih pada final hari kedua.

Indonesia masih berpeluang menambah perolehan medali emas di cabor silat, di mana masih ada empat wakil Tanah Air yang belum berlaga. Setelah penampilan Ayu Sidah Wilantari/Ni Made Dwiyanti akan dilanjutkan dengan final nomor seni regu putri. Tim Merah Putih akan menurunkan Pramudita Yuristya, Lutfi Nurhasanah, dan Gina Tri Lestari. (Okezone.com)

Entah karena pekerjaan atau kewajiban sosial, banyak pasangan saat ini merasa sulit untuk menghabiskan waktu bersama dalam durasi dan kualitas yang optimal. Baik itu untuk kencan atau sekadar menonton film, banyak pasangan yang jarang melakukannya, hingga akhirnya berimbas pada kehidupan seks mereka. Berdasarkan hasil riset yang digelar US Travel Associaton, pasangan yang berlibur bersama memiliki kehidupan seks yang lebih baik dan koneksi yang lebih dalam. Riset ini juga menunjukan, sebesar 77 persen pasangan yang berlibur bersama lebih bisa saling memahami, dibandingkan dengan 63 persen pasangan yang tidak pernah berlibur bersama. Seperti dikutip dari laman Timesnownews, disebutkan pasangan yang melakukan perjalanan bersama, setidaknya setahun sekali, jauh lebih bahagia dalam hubungan mereka, dan memiliki hubungan yang lebih sehat. Menurut periset, ketika pasangan berlibur bersama, mereka lebih terbuka untuk berkomunikasi, dan membantu mereka untuk "terhubung" kembali. Bahkan, pasangan cenderung berbagi pikiran mereka saat berlibur bersama yang akhirnya membuat mereka merasa lebih dekat.

Para peneliti menyimpulkan, berlibur bersama pasangan memberi manfaat jangka panjang, membantu membangun dan memelihara hubungan, serta memperkuat romantika dan keintiman. Selain mampu memperbaiki kehidupan seks, berlibur bersama pasangan juga dipercaya mampu menyalakan kembali romantisme yang mulai memudar. Riset ini juga melaporkan, pasangan yang berlibur bersama lebih mungkin untuk memiliki tujuan dan keinginan yang sama. Mereka juga cenderung memiliki keseimbangan waktu yang baik, saling berbagi hobi dan minat, memiliki kesesuaian pemikiran soal keuangan, dan tertawa bersama. Dengan berlibur pun, mereka dapat menangani semua perbedaan dalam hubungan dengan sebaik mungkin. Dengan kata lain, hubungan mereka bisa terjalin layaknya sahabat sejati. (kompas.com)

Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengundi nomor urut pasangan calon (paslon) kepala daerah di Pilkada serentak 2018, pada Selasa (13/2). Sejumlah daerah sudah melakukan persiapannya menyambut paslon dan tim suksesnya. Sosialisasi pun akan digelar.

Ketua KPU Jawa Barat Yayat Hidayat mengatakan, pengundian nomor urut akan dihadiri semua paslon dan tim suksesnya di SOR Arcamanik yang berkapasitas 1.400 kursi. Sebanyak 800 kursi di antaranya diperuntukan bagi tim sukses paslon.

"Jadi masing-masing paslon mendapat undangan 200 orang," kata Yayat, Senin (12/2).

Selain paslon, undangan diberikan kepada 30 rektor dari berbagai kampus di Jabar, anggota KPU kabupaten/kota, tokoh masyarakat, Bupati, Wali Kota dan Anggota DPRD.

Jajaran KPU Jabar akan berada di SOR Arcamanik sejak pukul 08.00 WIB. Sementara, para pendukung paslon dijadwalkan sudah masuk gedung pukul 17.00 WIB. Dua jam kemudian, para tamu undangan masuk gedung.

"Sekitar pukul 20.40 WIB dilakukan pengundian nomor urut," imbuhnya.

Yayat juga mengingatkan kepada paslon dan tim pemenangan untuk tidak melakukan kampanye sebelum 15 Februari 2015. Salah satu bentuknya, blusukan sambil mengajak masyarakat untuk memilih.

"Masa penetapan calon ini sampai pada tanggal 14 Februari. Hati-hati, kalau tidak, bisa terjerembab pada kampanye di luar jadwal. Sanksinya diskualifikasi," cetus dia.

KPU mengesahkan empat paslon di Pilkada Jabar 2018, yakni Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (diusung oleh PKB, PPP, Partai Hanura dan Partai NasDem), Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (diusung oleh Partai Golkar dan Partai Demokrat), Mayjen (Purn.) Sudrajat-Ahmad Syaikhu (diusung oleh PKS, Partai Gerindra, PAN), serta Mayjen (Purn.) Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan (diusung oleh PDIP).

Terpisah, Ketua KPU Sumatera Selatan Aspahani, seperti dikutip dari Antara, mengatakan, penetapan nomor urut paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel akan dilaksanakan melalui rapat pleno terbuka, pada Selasa (13/2).

Selain itu, pihaknya juga akan menyosialisasikan semua paslon melalui pawai terbuka dari lokasi pengundian sampai ke KPU Sumsel. Rutenya, Jalan R. Sukamto, simpang Polda, Jalan Jenderal Sudirman, dan Jl. Ampera.

Menurut dia, gelaran itu sifatnya sosialisasi KPU, bukan pawai atau kampanye. Tiap paslon dibatasi untuk menyertakan tiga kendaraan yang terdiri atas satu buah mobil terbuka dan dua mobil penumpang, dan tanpa sepeda motor.

Empat pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel yang telah ditetapkan untuk pemilihan gubernur Sumsel 2018 adalah Dodi Reza Alex- HM Giri Ramanda, Ishak Mekki-Yudha Pratomo, serta Herman Deru-Mawardi Yahya dan Aswari Rivai-Irwansyah.

Sementara, calon Gubernur Nusa Tenggara Timur Beny K. Harman mengaku tidak mempermasalahkan soal nomor urut yang akan diperoleh dalam undian nomor urut, pada Selasa (13/2).

"Saya yakin semua nomor bagus dan baik. Sekarang yang dibutuhkan masyarakat NTT perubahan menjadi lebih baik," katanya kepada Antara, di Kupang, Senin (12/2).

Sebelumnya, KPU sudah melakukan penetapan paslon, pada Senin (12/2). Pada 13 Februari, KPU akan melakukan pengundian nomor urut pasangan calon. Agenda tersebut juga dilakukan di masing-masing KPU Daerah dengan sepengetahuan KPU pusat.

Rangkaian pelaksanaan Pilkada serentak 2018 dilanjut dengan masa kampanye yang jatuh pada 15 Februari hingga 23 Juni. Pada rentang waktu tersebut juga dilakukan debat publik antara pasangan calon yang berkontestasi. Kampanye melalui media massa baru dimulai pada 10-23 Juni.

Pada 24-26 Juni, KPU menerapkan masa tenang. Tidak boleh lagi ada yang melakukan kampanye. Berbagai alat peraga kampanye seperti spanduk dan baliho juga dibersihkan oleh KPU dari tempat-tempat umum.

Agenda selanjutnya yakni pemungutan suara pada 27 Juni. Pemungutan suara dilaksanakan di 17 Provinsi, 115 kabupaten, dan 39 kota secara serentak.

KPU lalu melakukan penghitungan suara dari 27 Juni hingga 3 Juli.

KPU akan mengumumkan hasil penghitungan suara pilkada di tingkat kabupaten/kota pada 4-6 Juli. Sementara itu, KPU akan mengumumkan hasil penghitungan suara pilkada di tingkat provinsi pada 7-9 Juli.

"Penetapan pasangan calon terpilih itu kita menunggu putusan Mahkamah Konstitusi kalau ada pasangan calon yang menggugat. Maksimal tiga hari setelah putusan dibacakan, baru kita umumkan," ucap Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi.

Merujuk dari data KPU, pilkada serentak tahun ini setidaknya akan melibatkan 163.146.802 pemilih. Pemilihan gubernur Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur yang akan menjadi sorotan utama, karena melibatkan 91.179.616 pemilih. (cnnindonesia.com)

Banyak orang akan mengatakan bahwa mereka adalah orang yang suka menabung, sedangkan pasangannya merupakan orang yang boros.

Menurut data SunTrust Bank, 28 persen orang mengklaim mereka suka menabung (saver), sedangkan pasangannya sebagai orang yang menghabiskan uang (spender). Namun, hanya 13 persen yang mengakui mereka adalah tipe spender dengan pasangan saver.

Belum jelas mengapa ada perbedaan yang besar dari kedua tipe tersebut. Tetapi, ini mungkin disebabkan kita lebih suka menjelaskan bahwa pengeluaran kita dipengaruhi hal-hal eksternal dan cenderung menyalahkan pasangan yang boros.

"Ini mungkin karena mereka melihat pasangan mereka yang tipe spender sebagai dampak dari tidak suka menabung. Sementara, saat mereka yang menganggap diri sebagai saver pada suatu waktu tidak bijak dalam mengelola keuangan, mereka akan menyalahkan keadaan. Misalnya, karena ada diskon besar sehingga terpaksa mengeluarkan uang lebih," ujar psikolog asal Los Angeles, Crystal Lee.

Perdebatan soal finansial adalah hal biasa dalam rumah tangga. Perbedaan dengan pasangan dalam menghabiskan uang adalah salah satu penyebabnya. Jika dibiarkan, perbedaan ini dapat memicu perpisahan.

Studi yang dipublikasikan oleh The journal Family Relationship dan melibatkan 4.500 pasangan menemukan bahwa pasangan yang beradu argumen soal finansial pada awal hubungan cenderung akan bercerai.

Sementara itu, data dari bankrate.com mengungkap, 6 dari 10 orang Amerika (61 persen) mengatakan bahwa mereka tidak memiliki uang simpanan yang cukup untuk hal-hal darurat, seperti biaya berobat atau perbaikan kendaraan.
Pakar keuangan menyebut, kita seharusnya memiliki dana darurat minimal sejumlah 3-6 bulan gaji. Artinya, mayoritas orang tidak memiliki tabungan yang cukup untuk jika sewaktu-waktu berhenti bekerja.

Alasan lain orang kerap menganggap dirinya tipe penabung adalah mereka tidak memahami perbedaan yang suka menabung dan menghabiskan uang. Apakah kamu di antaranya?

Beberapa pertanyaan ini akan membantumu menjawabnya.

1. Punya gaji besar tapi belum menyisihkan uang yang cukup untuk menabung?

Pakar mengatakan bahwa setidaknya kamu memiliki tabungan sejumlah enam kali gaji untuk dana darurat dan rutin menyisihkan 10 persen atau lebih dari gaji untuk dana pensiun.

"Mereka yang suka menghabiskan uang adalah seseorang yang bisa menabung seperti jumlah tersebut, tapi tidak melakukannya," kata perencana finansial tersertifikasi sekaligus kepala sekolah Freedom Financial Couneling, Jean Marie Dillon.

Namun, banyak juga orang yang tidak melakukannya karena alasan pendapatan atau sedang membayar cicilan utang. Ini tidak menjadikan mereka golongan "spender" atau yang suka menghabiskan uang, terutama jika mereka mencicil utang melebihi pembayaran minimal.

2. Apakah menabung untuk masa tua memberimu kebahagiaan?

Pakar finansial personal di NerdWallet, Kimberly Palmer, mengatakan bahwa tipe "saver" atau suka menabung adalah mereka yang senang menyimpan uang. Tidak selalu dalam angka yang spesifik, 15 persen gaji misalnya, tapi dilakukan secara konstan dan mereka senang mentransfer uang ke tabungannya. Sementara para "spender" lebih senang membeli barang-barang daripada menabung untuk masa depan.

3. Secara umum, apakah tabunganmu bertambah atau utangmu berkurang?

Kita mungkin mengalami kemunduran karena perlu membayar tagihan tertentu, tapi secara umum apakah jumlah uang yang kita tabungkan bertambah? Atau utang kita berkurang? Jika ya, maka kita masuk ke tipe saver.

"Sementara, bagi mereka yang tipe spender akan memiliki jumlah utang yang terus bertambah. Terutama utang karena membeli sesuatu," ujar perencana finansial tersertifikasi, Scott Cole. (kompas.com)

Page 1 of 4

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM