Gempa dengan kekuatan 7,3 melanda perbatasan bagian utara Iran dan Irak, jumlah korban diperkirakan masih terus meningkat.
Sedikitnya 61 orang tewas dan 300 orang terluka di kawasan Iran, seperti dilaporkan oleh media pemerintah, dan enam korban tewas lain dilaporkan terjadi di Irak.
Gempa menyebabkan kepanikan, sehingga warga berhamburan keluar dari rumah mereka dan berkumpul di jalanan.
Warga di ibukota Irak, Baghdad melakukan salat dan doa khusus.
Korban terbesar ada di kota Sarpol-e Zahab, yang berjarak sekitar 15 km dari perbatasan, seperti dijelaskan oleh kepala dinas darurat Iran Pir Hossein Koolivand, dalam siaran di saluran televisi pemerintah Iran IRINN.

Kepada IRINN, Kepala Bulan Sabit Merah Iran Morteza Salim mengatakan, gempa merusak sedikitnya delapan desa.
"Beberapa desa lainnya mengalami pemadaman listrik dan gangguan sistem komunikasi," kata dia.
Upaya evekuasi oleh tim penyelamat terhambat tanah longsor, kata Koolivand.
Gempa terjadi di lokasi yang berjarak sekitar 30 km dari Halabja Irak, yang berada di dekat perbatasan dengan Iran, seperti disampaikan Badan Survei Geologi AS.
Getaran sampai terasa di Turki, Israel dan Kuwait. (bbcindonesia.com)

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani menyatakan kawasan perbatasan akan bangkit menjadi beranda terdepan seiring dengan mulai dibangunnya ekonomi di kawasan itu.

Hal itu dipaparkan Puan saat melakukan kunjungannya di Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua pekan lalu. Dia menuturkan pihaknya akan memasukkan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Distrik Sota sebagai prioritas tahun depan.

“Kami akan mulai masuk dari daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Setiap daerah perbatasan itu kita selalu upayakan agar dibangun sekolah, Puskesmas dan pos lintas batas negara,” kata Puan dalam keterangan tertulisnya, pekan lalu.

Pemerintah juga terus berkomitmen untuk mengembangkan ekonomi daerah-daerah perbatasan sebagai upaya mengurangi kesenjangan antar wilayah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat perbatasan.

Pada kunjungannya itu, Puan membagikan sejumlah bantuan berupa sembilan paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk ibu hamil, 24 paket PMT untuk balita, dan 150 Paket PMT untuk Anak Sekolah.

Selain itu, Menko PMK juga menyerahkan bantuan berupa 10 buah Toren Air, 50 buah jerigen, 1 buah penjernih air dan tenda posko, 75 paket makanan siap saji, 10 buah hidran air hingga Bantuan Kearifan Lokal sebesar Rp50 juta yang akan digunakan untuk pembelian peralatan musik.

Ada pula bantuan untuk Program Keserasian Sosial sebesar Rp109 juta yang akan digunakan untuk pembangunan balai musyawarah adat, penyuluhan hidup toleransi, dan revolusi mental. (cnnindonesia.com)

Presiden Donald Trump mengindikasikan bahwa dia akan mencoret sementara rencana mencari pendanaan untuk membiayai tembok perbatasan yang digagasnya dari anggaran negara yang akan disahkan pekan ini.

Pembangunan tembok perbatasan yang dibayar oleh Meksiko merupakan janji kampanye utama Donald Trump.

Penasihat dekat presiden, Kellyanne Conway, mengatakan bahwa pendanaan untuk pembangunan tembok itu akan dicoret dari rancangan anggaran yang harus disepakati hari Jumat mendatang.

Demokrat mengancam untuk memblokir ketetapan anggaran tersebut jika ada dana yang diperuntukkan bagi pembangunan tembok, dan pencoretannya sekarang dapat mencegah kemungkinan kebuntuan yang mengakibatkan lumpuhnya pemerintah.

Tapi presiden bersikeras di akun Twitter bahwa dia masih akan membangun tembok itu.

Presiden Trump dilaporkan mengatakan dalam sebuah pertemuan pribadi dengan sejumlah media konservatif pada Senin malam bahwa dia mungkin akan mengusahakan pendanaan tembok itu akhir tahun ini.

Kellyanne Conway mengkonfirmasi kepada Fox News bahwa tembok tersebut tidak perlu disahkan pendanaannya pekan ini, namun tetap menjadi 'prioritas yang sangat penting.'

Presiden Trump bercuit pagi ini: "Jangan biarkan media palsu mengatakan bahwa saya telah mengubah posisi saya tentang TEMBOK. Tetap akan dibangun dan membantu menghentikan narkoba, perdagangan manusia dll."

Tembok itu mungkin saja tetap dibangun di masa depan, tapi ini merupakan pelajaran nyata tentang perbedaan antara berbicara saat kampanye dan memerintah.

Kepala staf Gedung Putih Reince Priebus mengatakan bahwa 'kesediaan Presiden Trump untuk berkompromi tentang pembangunan tembok merupakan kejutan bagi Demokrat.'

Donald Trump mengajukan usulan $1.5 milyar (Rp.20 triliun) untuk pembangunan tembok itu melalui Kongres untuk dicantumkan dalam anggaran pengeluaran sampai akhir tahun fiskal berjalan.

Rencana tersebut telah membuat Demokrat bersatu dalam penentangan penuh.

Dan sejumlah anggota Partai Republik juga menolak perkiraan biaya $21,6 miliar- lebih dari $12 miliar yang dulu disebut Trump.

Politikus Republik dengan distrik di sepanjang perbatasan juga sangat kritis, menyadari bahwa di wilayah mereka terdapat populasi Hispanik yang besar.

Namun Gedung Putih berkeras bahwa tembok itu harus dibangun, dan tidak akan menerima terjadinya 'penundaan.'

"Prioritas belum berubah," kata juru bicara Sean Spicer. "Ada tembok yang akan dibangun.'

Menurutnya, tembok itu penting untuk mencegah perdagangan manusia, datangnya para anggota geng seperti MS-13, arus narkoba dan imigrasi ilegal. (bbcindonesia.com)

Insiden penerobosan wilayah udara Indonesia oleh pesawat Malaysia pada Sabtu pekan lalu, 25 Juni 2016, menambah panjang daftar pelanggaran batas Indonesia oleh Negeri Jiran. Setidaknya Tempo mencatat tiga macam pelanggaran yang pernah dilakukan Malaysia terhadap kedaulatan wilayah Indonesia. Apa saja?

1.    Kasus Pencabutan Patok Perbatasan

Patok perbatasan Indonesia dengan Malaysia terbagi di beberapa wilayah. Sepanjang 1.035 km di Kalimantan Barat sampai wilayah Serawak kurang lebih terpasang 544 patok batas. Sedangkan di perbatasan Kalimantan Timur hingga Sabah sepanjang 1.895 kilometer terdapat 4.780 patok batas.

Luasnya areal itu membuat Indonesia beberapa kali dirugikan. Pada 21 Mei 2009 tentara Malaysia memasang puluhan patok berupa tonggak kayu yang dipasang membelah areal persawahan di Dusun Seberang, Desa Sungai Pancang, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan.

Pada 5 Juni 2009, satuan Batalyon 613 Raja Alam melepas puluhan patok tanda batas yang dipasang sepihak oleh Malaysia di daerah Sungai Melayu RT 11, Desa Seberang, Kecamatan Sebatik Induk, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur. Desa tersebut berbatasan dengan Kampung Melayu di wilayah Sebatik yang dikuasai Malaysia.

2.   Kasus Ambalat

Salah satu potensi konflik Indonesia dengan Malaysia terletak di Ambalat yang mempunyai potensi 62 juta barel minyak dan 348 miliar kaki kubik gas bumi. Wilayah ini sudah dinyatakan menjadi wilayah Indonesia sejak tahun 1980, berdasarkan Deklarasi Djuanda tahun 1957. 

Malaysia mengklaim daerah Ambalat berdasar putusan Mahkamah Internasional (International Court of Justice, ICJ) yang memetakan Pulau Sipadan dan Ligitan menjadi milik Malaysia pada tahun 2002.

Konflik di Ambalat yang cukup ramai terjadi pada medio Mei 2009. Awalnya pada 24 Mei 2009, KRI Hasanudin-366 mengusir Kapal Diraja (KD) Baung 3509, helikopter Malaysian Maritime Enforcement Agency, dan pesawat Beechraft Malaysia yang mencoba memasuki blok Ambalat yang terletak di perairan Laut Sulawesi. 

Keesokan harinya, kapal perang Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) KD 3508 masuk ke dalam wilayah Indonesia sejauh 12 mil laut. "Mereka keluar setelah diberi peringatan tegas," kata Komandan KRI Untung Suropati Mayor Salim. KRI Untung Surapati 827 berhasil mengusir kapal perang tentara laut Diraja Malaysia tersebut.

Pada insiden yang terjadi hingga 2 Juni 2009 itu, Malaysia terus berupaya melakukan manuver-manuver memasuki wilayah Indonesia. Sayangnya kapal-kapal Indonesia hanya menghalau kapal Malaysia yang memasuki teritorial Indonesia. 

“Jika ditotal, berarti sudah yang ke-11 kalinya mereka (AL Malaysia) melanggar batas wilayah sejak Januari 2009 lalu,” ujar Kepala Dinas Penerangan TNI-AL (Kadispenal), Laksamana Pertama Iskandar Sitompul saat itu.

3.    Penyanderaan Petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)

Kali ini Malaysia lebih berani dengan menahan petugas KKP yang menangkap pencuri ikan asal Malaysia. Kejadiannya pada 13 Agustus 2010 sewaktu Kapal Patroli Kelautan dan Perikanan menangkap lima kapal nelayan Malaysia yang kedapatan mencuri ikan di perairan Tanjung Berakit Bintan, Kepulauan Riau. Saat membawa kapal Malaysia ke Batam, tiba-tiba muncul kapal Polisi Diraja Malaysia mengejar kapal Dolphin 015 milik DKP.

Kapal Malaysia sempat mengeluarkan tembakan sebanyak dua kali. Akhirnya kapal milik DKP berhenti dan pihak Polisi Malaysia minta nelayan dilepaskan. Namun permintaan itu ditolak pihak patroli DKP. 

Kemudian nelayan dipindahkan ke kapal Dholpin untuk dibawa ke Batam, dan tiga pegawai DKP ikut kapal nelayan dengan harapan kapal tersebut tidak melarikan diri. Tapi ternyata Polisi Diraja Malaysia justru membawa tiga pegawai DKP yakni Asriadi, Erwan dan Selvogrevo Wewengkang, ketiganya adalah satuan kerja DKP Batam.

Page 1 of 2

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM