Untuk pertama kalinya Arab Saudi merilis surat izin mengemudi (SIM) untuk perempuan, beberapa pekan sebelum larangan mengemudi bagi kaum hawa dicabut.

Sebanyak 10 perempuan Saudi dilaporkan menerima SIM keluaran kerajaan tersebut di berbagai kota, pada Senin (4/6).

"Saya akan dapat menyetir di kerajaan ini, merupakan mimpi yang terwujud," kata Rema Jawdat, salah seorang dari 10 perempuan pertama yang memperoleh SIM.

"Bagi saya mengemudi mencerminkan ketersediaan pilihan, pilihan untuk bergerak secara bebas. Kini kami punya pilihan itu," sambung Jawdat sebagaimana dikutip Kementerian Informasi Arab Saudi.

Pemerintah kerajaan tersebut kini memperkirakan bakal 'kebanjiran' permohonan pembuatan SIM dari para perempuan sebelum larangan mengemudi bagi mereka dicabut pada 24 Juni mendatang.

"Perkiraannya, pekan depan akan ada 2.000 perempuan yang bakal menjadi pengemudi ber-SIM di kerajaan," sebut Kementerian Informasi.

Namun tak semua perempuan tampaknya menyambut dengan antusias, kata Donny Bachtiar, seorang warga Indonesia yang sudah 10 tahun menetap di Dammam, Saudi.

"Yang menyambut dengan baik adalah anak-anak muda karena sekarang makin banyak perempuan muda di Saudi yang bekerja dan dengan peraturan baru ini, mereka nanti bisa ke kantor dengan mobil," kata Donny kepada BBC Indonesia.

Sementara untuk ibu-ibu, dalam pantauan Donny, mereka lebih senang bepergian dengan mobil yang dikendarai suami, anggota keluarga, atau sopir pribadi.

Alasan terbesarnya adalah situasi di jalan yang kadang dianggap tidak terlalu kondusif untuk mengendarai mobil.

 

Kecam penangkapan
Walau pemerintah Arab Saudi telah merilis SIM, sejumlah pegiat yang menyuarakan agar perempuan bisa mengemudi ternyata ditangkap.

Mereka ditahan bulan lalu dan dituduh sebagai "pengkhianat" lantaran bekerja dengan pihak asing.

Loujain al-Hathloul, seorang pegiat yang gencar menyuarakan agar perempuan diperbolehkan mengemudi, diyakini sebagai salah satu figur yang ditangkap.

Al-Hathloul sudah beberapa kali ditahan, termasuk pada 2014 ketika dia berupaya mengemudi melintasi perbatasan menuju Uni Emirat Arab. Saat itu dia ditahan selama 73 hari di pusat penahanan remaja.

Lembaga pelindung HAM, Amnesty International, menyebut gelombang penahanan itu "jelas-jelas taktik intimidasi".

Pada Minggu (3/6), kejaksaan Saudi mengatakan sebanyak 17 orang telah ditahan, namun delapan orang sudha dibebaskan "sementara".

 

Program putra mahkota
Selama ini Arab Saudi mengharuskan perempuan untuk meminta izin kepada ayah atau suaminya untuk melakukan berbagai kegiatan.

Khusus untuk mengemudi, ada aturan khusus yang melarang perempuan melakukannya. Agar perempuan bisa bepergian, mereka harus didampingi kerabat pria atau dibekali izin tertulis dari ayah atau suami.

Tak jarang sebuah keluarga menyewa seorang pengemudi untuk mengantarkan kerabat mereka yang perempuan.

Pencabutan larangan mengemudi bagi perempuan diumumkan pada September 2017 lalu sebagai bagian dari program modernisasi yang digagas putra mahkota, Pangeran Mohammed bin Salman. (BBC Indonesia)

Polisi di California, Amerika Serikat telah mengumumkan nama perempuan yang menembak tiga orang sebelum membunuh dirinya sendiri di markas YouTube di luar kota San Francisco.

Polisi mengatakan pelaku serangan bernama Nasim Aghdam, 39, warga keturunan Iran, penduduk San Diego. Dia beberapa kali menyebut diri sebagai binaragawati vegan, seniman dan pemusik rap.

Polisi juga mengatakan tidak terdapat tanda-tanda dia menyasar orang tertentu, berbeda dengan sejumlah laporan sebelumnya yang mengatakan pacar laki-lakinya adalah salah satu korban cedera.

Nasim menggunakan pistol dan polisi mengatakan pelaku kemudian menembak mati dirinya sendiri.

Kritis
Serangan yang dilakukan pada hari Selasa (03/04) tersebut melukai seorang pria dan dua perempuan yang berusia 32 dan 27 tahun. Korban pria yang berumur 36 tahun dilaporkan masih dalam keadaan kritis.

Penyerang dilaporkan mendekati teras luar dan tempat makan kompleks perkantoran di San Bruno sekitar jam makan siang.

Komandan polisi San Bruno, Ed Barberini, mengatakan petugas tiba di tempat kejadian pada pukul 12:48 (19:48 GMT) waktu setempat. Mereka melaporkan terjadinya kekacauan di tempat kejadian karena banyak orang yang melarikan diri.

Polisi di San Bruno sudah memastikan tidak terdapat bukti penyerang mengetahui para korbannya.

Penghasilan berkurang
Nasim seringkali muncul di YouTube dan pada salah satu videonya mengecam media tersebut karena dianggapnya mendiskriminasi dan menyaring postingnya.

Pada bulan Januari 2017, Nasim mengunggah video yang menyatakan tindakan YouTube membuat penontonnya berkurang.

"Video yang menyasar pengguna tertentu disaring dan direlegasi, sehingga orang nyaris tidak bisa menonton video mereka," kata Nasim.

Salah satu media Amerika melaporkan, penyensoran yang dilakukan YouTube memang telah membuat pemasukan Nasim berkurang.

Nasim menjalankan sejumlah saluran dan situs internet, berisi posting video berbagai hal termasuk topik yang menggarisbawahi kekerasan terhadap binatang. Berbagai saluran ini sekarang sudah dihapus.

Pemasang video dapat menerima uang dari iklan terkait, tetapi perusahaan dapat "menghapus saluran yang menguntungkan" atas dasar berbagai alasan, dengan mencabut iklan. Masih belum jelas apakah memang hal itu tersebut yang dialami Nasim. (bbcindonesia.com)

Ada banyak hal unik dan menarik dalam kehidupan keluarga bangsawan Inggris. Setiap hal unik tersebut juga seringkali mengandung makna tersembunyi.

Salah satunya adalah topi yang selalu dikenakan oleh kaum perempuan di lingkaran keluarga bangsawan tersebut.

Nyaris, kita tak pernah melihat Ratu Elizabeth tanpa topi di kepalanya. Yah, menurut protokol kerajaan, wanita harus mengenakan topi, untuk semua acara resmi.

Topi bukan sekadar aksesoris, tetapi bagian dari "keragaman demografi" -yang terpengaruh komposisi etnik, kekayaan, tingkat pendidikan, tingkat lapangan kerja, dan nilai-nilai regional.

Hingga tahun 1950an, jarang sekali ada wanita Inggris yang menunjukkan rambut mereka di depan umum.

Sementara itu, keluarga kerajaan selalu berusaha mempertahankan tradisi lama. Bagi wanita dalam anggota keluarga Kerajaan Inggris, penampilan formal harus selalu dilengkapi dengan topi.

Ini adalah ketentuan yang juga dimulai sejak tahun 1950-an.

Aturan ini telah berubah seiring berjalannya waktu. Setidaknya, hal itu terlihat bagaimana Kate Middleton sering tampil dengan menunjukkan rambutnya yang begitu indah.

Namun, keluarga kerajaan Inggris memiliki tanggung jawab untuk melestarikan tradisi lama yang telah pudar.

Sebagai gantinya, dalam setiap acara formal tradisi mengenakan topi tersebut masih dilaksanakan. Tentunya, hal ini juga digunakan untuk membedakan anggota keluarga kerajaan dengan masyarakat biasa.

"Harus ada sedikit perbedaan antara keluarga kerajaan dan rakyat biasa. Tidak dengan cara sombong, tapi apa gunanya keluarga kerajaan jika mereka sama seperti kita?" ucap ahli kerajaan Victoria Arbiter.

Sementara itu, mengenakan topi saat acara nonformal bukanlah suatu kewajiban bagi perempuan bangsawan Inggris.

Menurut Hilary Alexander, Direktur fashion the Daily Telegraph, topi juga merupakan bagian budaya yang lahir sebagai bagian dari kekayaan demografi dalam masyarakat Inggris.

"Ketika menghadiri acara khusus di masyarakat Inggris, acara khusus tidak lengkap tanpa topi," kata Alexander.

Nah, salah satu acara khusus bagi masyarakat Inggris ini juga akan terjadi pada tanggal 19 Mei. Tanggal tersebut adalah hari pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle. (kompas.com)

Kita baru saja membaca berita tentang pencabutan larangan mengemudi bagi perempuan Arab Saudi, yang rencananya baru akan diterapkan resmi pada 2018.

Pembatasan sosial yang mengikat perempuan Arab Saudi, satu-satunya negara yang mengekang perempuan dalam mengemudi, kini memang mulai dilonggarkan.

Berita bahwa Raja Salman telah mengeluarkan sebuah dekrit kerajaan yang akhirnya memberi keleluasaan bagi perempuan Arab Saudi untuk mengemudi tetap disambut baik baik.

Namun, meskipun Raja Salman menjanjikan banyak reformasi atas pembatasan sosial itu, ketidakpercayaan tetap ada di kalangan aktivis kerajaan ultrakonservatif tersebut, seperti dilaporkan The Independent, Rabu (27/9/2017).

"Kita berbicara tentang mengemudi, seolah-olah itu adalah hal yang paling penting - ini penting bagi gerakan perempuan ... tapi ada beberapa batasan hukum [yang juga merupakan masalah mendesak]," kata Madawi al-Rasheed, profesor antropologi sosial Arab Saudi di London School of Economics kepada Todayprogramme, Radio 4 BBC, Rabu (27/9/2017).

Raja Salman dan putra mahkota Mohammed bin Salman telah menerapkan "Vision 2030", sebuah cetak biru jangka panjang mengenai reformasi ekonomi dan sosial yang dirancang untuk memodernisasi Arab Saudi dan mengabaikan ketergantungan pada pendapatan minyak.

Meskipun telah ada beberapa reformasi untuk kaum perempuan, sejauh ini ada setidaknya delapan keputusan penting yang tidak dapat dilakukan oleh perempuan Arab Saudi.

1.Pernikahan

Izin untuk menikah harus diberikan oleh wali – dalam hal ini pemerintah provinsi – atau orangtua serta penjamin.

Perempuan yang ingin menikahi orang asing harus mendapatkan persetujuan dari kementerian dalam negeri. Pernikahan dengan pria non-Muslim sangat sulit untuk diwujudkan.

2.Rekening bank

Meskipun sekarang ada beberapa pekerjaan perempuan di Arab Saudi diperbolehkan dilakukan tanpa izin laki-laki, seperti bekerja sebagai asisten toko atau di tempat pameran.

Mereka juga tidak diizinkan untuk memiliki rekening bank sendiri. Hal itu dilakukan untuk mengendalikan keuangan mereka, kecuali atas izin dari pihak bertanggung jawab.

3. Soal berlaku adil

Dalam sistem hukum Arab Saudi, kesaksian seorang wanita hanya dipandang bernilai setengah dari pria.

Perempuan Arab Saudi juga hanya menerima setengah dari harta warisan yang berhak dimiliki oleh saudara laki-laki mereka.

4.Hal Bepergian

Paspor dan kartu identitas harus diperoleh dengan izin wali laki-laki. Wanita biasanya juga tidak diijinkan untuk meninggalkan rumah sendiri.

5.Soal Pakaian

"Dressing for beauty" adalah ilegal. Pakaian yang dikenakan harus sederhana dan make up tidak dianjurkan.

Gaun panjang abaya – mantel panjang yang dikenakan di atas pakaian lain – harus dipakai depan umum, meski dalam beberapa tahun terakhir aturan mengenai warna, hiasan, dan bagaimana jilbab yang dipakai sudah mulai melonggar.

6.Bergaul dengan pria

Percakapan dan waktu yang dihabiskan dengan pria yang bukan anggota keluarganya atau muhrimnya, sangat terbatas.

Di depan umum, restoran, universitas dan ruang lainnya harus bersama keluarga, karena umumnya untuk pria.

7.Perawatan medis

Untuk operasi dan prosedur untuk keselamatan nyawa memerlukan tanda tangan tertulis dari seorang saudara laki-laki.

8. Hak asuh anak-anak

Dalam kasus perceraian, perempuan hanya diperbolehkan mengawal anak mereka sampai mereka mencapai usia tujuh tahun (untuk anak laki-laki) dan sembilan tahun (untuk anak perempuan). (kompas.com)

Page 1 of 4

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM