Gelandang Chelsea Cesc Fabregas mengklaim permainan Tiki-Taka yang diperagakan oleh Spanyol saat ini hanya digunakan untuk bertahan saja ketimbang menyerang.

Skuat Spanyol terpaksa gigit jari sekarang ini. Sebab mereka dipastikan sudah tersingkir dari gelaran Piala Dunia 2018.

Pasalnya di babak 16 besar, mereka dikalahkan oleh tuan rumah Rusia. Kekalahan itu didapat melalui babak adu penalti, di mana sang tuan rumah unggul dengan skor 4-3.

Spanyol sejatinya tetap bermain dengan gaya khas mereka yakni Tiki-Takanya. Mereka juga mendominasi penguasaan bola, namun di waktu normal hanya bisa main imbang 1-1 saja. (bola.net)

Pertandingan di La Liga 2 belum lama ini sempat mengundang kehebohan di Spanyol. Kehebohan itu lantaran ulah pelatih klub Cultural Leonesa Ruben de La Barrera pada laga melawan tuan rumah Albacete di Stadion Belmonte, Sabtu (24/3).

Barrera yang asal Spanyol itu mencoba menggagalkan serangan balik tim lawan bukan dengan instruksi kepada para pemain Cultural Leonesa di lapangan.

Seolah masih ingin menjadi pemain, Barrera merebut bola dari kaki pemain Albacete Mariano Bittolo yang mencoba melakukan serangan balik di dekat garis lapangan.

Tanpa ragu Barrea menarik bola dengan menggunakan kaki kanannya sehingga bola keluar. Sang pemain lawan itu pun tampak kesal dengan aksi Barrera merebut bola darinya.

Barrera usai melakukan aksi tersebut menunjukkan wajah seolah tak bersalah sembari memberikan instruksi kepada pemainnya di lapangan.

Pengadil lapangan, Jose Lopez, langsung memberikan hukuman terhadap Barrera. Lopez mengusir Barrera dari lapangan pada menit ke-89 karena ulah konyolnya tersebut.

Usai pertandingan yang berakhir imbang tanpa gol itu, Barrera tetap mencoba berkilah membela aksinya itu. Ia yakin bahwa bola sudah ke luar lapangan sebelum digiring Bittolo untuk melakukan serangan balik.

"Itu merupakan tindakan berdasarkan naluri. Saya percaya bahwa bola sudah bergulir ke luar lapangan," ujar Barrera.

"Saya sempat bicara kepada wasit dan semoga saja ia akan memikirkan kembali apa yang ia interpretasikan di jalan yang sama."

Dikutip dari Marca, Asosiasi Sepak Bola Spanyol [RFEF] menjatuhi hukuman kepada Barrera berupa larangan mendampingi Cultural Leonesa di empat pertandingan.

Dengan demikian Barrera tidak bisa mendampingi Cultural Leonesa saat melawan Real Zaragoza, Barcelona B, Tenerife, dan Granada.

Barrera juga dijatuhi hukuman denda sebesar €3.006 atau setara Rp51 juta. Sementara Cultural Leonesa mendapat hukuman denda €800 atau setara Rp13,5 juta. (cnnindonesia.com)

Pakar sepakbola Spanyol, Guillem Balague, percaya bintang Barcelona, Lionel Messi, sudah mengalami perubahan di dua tahun terakhir.

Messi mencetak gol kemenangan dramatis untuk Barcelona di Clasico melawan Real Madrid pekan lalu. Pemain Argentina menunjukkan penampilan fantastis, usai sebelumnya juga mencetak gol penyeimbang untuk timnya di babak pertama di Bernabeu.

Messi bermain sedikit lebih mundur dan ke tengah ketika melawan Real. Menurut Balague, performanya di laga melawan Los Blancos benar-benar menunjukkan kejeniusan sang pemain.

"Kita sudah mengatakan dia telah berubah di dua musim terakhir. Saya kira anda melihatnya di laga melawan Real. Dia menunjukkan performa yang luar biasa, dan juga Luis Enrique, sejak awal," tutur Balague di Sky Sports.

"Dia memutuskan untuk menjadi seorang gelandang namun ia menyerang lewat tengah, yang tidak terjadi terlalu sering, karena dia dan Luis Enrique melihat sisi belakang Casemiro adalah titik lemah Madrid."

"Zidane tak bereaksi dengan itu dan itu sudah jadi salah satu faktor yang menentukan." (bola.net)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM