Uzbekistan, negara di Asia Tengah, terhitung mulai Sabtu (10/02) membolehkan warga negara Indonesia untuk berkunjung tanpa visa.

Indonesia masuk dalam daftar penerima fasilitas bebas visa bersama Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan dan Israel, menurut kantor berita AFP, hari Rabu (07/02).

Kebijakan bebas visa bagi sejumlah negara tertuang dalam keputusan presiden yang ditujukan untuk mendongkrak angka kunjungan wisatawan asing ke Uzbekistan.

Para pengamat mengatakan pariwisata akan menjadi salah satu andalan pemasukan negara dan menggairahkan perekonomian yang stagnan di bawah kepemimpinan Presiden Islam Karimov, yang meninggal dunia pada 2016.

Dalam keputusan yang ditandatangani oleh Presiden Shavkat Mirziyoyez ini disebutkan pula bahwa turis asing tak lagi dibatasi untuk memotret pemandangan indah ibu kota Tashkent.

Selain itu, wisatawan juga diizinkan menggunakan drone untuk memotret atau mengambil video suadana di Tashkent.

Uzbekistan menyatakan diri sebagai negara merdeka pada akhir Agustus 1991 setelah sejak 1920 menjadi bagian Uni Soviet.

Pernah dilewati Jalan Sutera
Negara ini terkenal dengan masjid-masjidnya yang indah, mausoleum, dan punya kawasan-kawasan yang dulunya menjadi bagian rute perdagangan kuno yang terkenal dengan sebutan Jalan Sutera.

Rute ini menghubungkan Cina dengan kawasan Mediterania.

Jalan Sutera melewati Samarkand yang memiliki masjid yang sangat indah dan sekolah-sekolah agama atau madrasah yang didirikan sejak abad ke-15.

 

Selain Samarkand ada pula Bukhara, tempat kelahiran Imam Bukhari, salah satu ahli hadis kenamaan.

Sejumlah literatur menyebutkan ia lahir di Bukhara pada 810 dan meninggal dunia pada 870 dan dimakamkan di Khartank di dekat Samarkand.

Selain Uzbekistan, setidaknya 80 negara menawarkan bebas visa atau visa on arrival kepada pemegang paspor Indonesia.

Namun sejumlah negara yang populer di kalangan wisatawan belum menyediakan kemudahan ini bagi WNI.

Negara yang belum membebaskan visa bagi pemegang paspor reguler Indonesia, di antaranya adalah Inggris, Prancis, Australia, dan Amerika Serikat. (bbcindonesia.com)

Presiden Joko Widodo menawarkan kerja sama pembangunan tiga megaproyek kepada Presiden Cina, Xi Jinping, di sela-sela pertemuan jalur sutra modern atau belt and road yang digagas Cina di Beijing, pada Minggu (14/05).

Ketiga megaproyek itu, menurut Presiden Jokowi sebagaimana dilansir kantor berita Antara, meliputi pembangunan di Sumatera Utara, Sulawesi Utara, dan Kalimantan Utara.

Di Sumatera Utara, Presiden Jokowi menawarkan kesempatan berinvestasi pada pembangunan fasilitas Pelabuhan Kuala Tanjung dan akses jalan dari Kota Medan hingga Sibolga.

Kemudian di Sulawesi Utara, terdapat rencana peningkatan infrastruktur di Bitung-Manado-Gorontalo dengan membangun akses jalan, jalur kereta api, pelabuhan, serta bandara.

Adapun di Kalimantan Utara, Presiden Jokowi menawarkan peluang kerja sama investasi proyek infrastruktur energi dan pengembangan pembangkit listrik.

Seperti dikutip biro pers Istana, Presiden Jokowi mengatakan ingin menciptakan momentum segar terutama untuk kerja sama Cina-Indonesia dalam rangka one belt one road.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi usai pertemuan mengatakan kepada wartawan bahwa beberapa proyek kemungkinan dapat dikerjasamakan dalam konteks inisiatif belt and road.

"Namun Presiden Jokowi mengatakan bahwa Indonesia terbuka bekerja sama dengan pihak manapun dengan prinsip-prinsip yang saling menguntungkan dan bermanfaat bagi rakyat, serta mengutamakan kerja sama yang sifatnya Public Private Partnership," ucap Retno.

Merebut pengaruh

Belt and Road Initiative secara harfiah berarti 'Inisiatif Sabuk dan Jalan'. Namun, yang dimaksud pemerintah Cina adalah sebuah koridor ekonomi yang menghubungkan Cina dengan berbagai kawasan di dunia.

Seperti jalur sutera, 'sabuk' adalah serangkaian jalur darat dari Cina ke Eropa melalui Asia Tengah dan Timur Tengah. Adapun 'jalan' adalah rute laut yang menghubungkan laut bagian selatan Cina ke perairan di sebelah timur Afrika dan Mediterania.

Untuk mewujudkan beragam proyek infrastruktur di sepanjang koridor jalur sutera modern itu, Presiden Xi Jinping menyatakan pemerintah Cina akan menanam modal sebesar US$124 miliar.

Langkah Cina tersebut dipandang sebagai strategi untuk merebut pengaruh di dunia.

"Perebutan pengaruh sedang terjadi, tapi tidak dalam arti frontal. Kekuatan Cina meningkat luar biasa. Cina menawarkan alternatif untuk menghubungkan negara dengan dalih itu adalah kerja sama yang menguntungkan semua pihak, walau keuntungan lebih besar ada pada Cina," kata Tirta Mursitama, ketua departemen hubungan internasional Universitas Bina Nusantara, Jakarta, kepada BBC Indonesia.

Sebelum Indonesia dipastikan memperoleh investasi dari Cina, Tirta mengingatkan agar pemerintah Indonesia menggencarkan negosiasi yang gigih mengingat Cina dinilai menginginkan keuntungan besar dalam konteks bisnis maupun politik.

"Kita mungkin mendapatkan sesuatu, tapi tidak dengan harga yang murah. Pasti mereka minta tradeoff (timbal balik). Masalahnya, seberapa besar yang kita bisa tawarkan?" kata Tirta.

Selain menawarkan kerja sama pembangunan tiga megaproyek, Presiden Jokowi dan Presiden Xi menyaksikan penandatanganan dokumen kerja sama yaitu implementasi kemitraan komprehensif strategis Indonesia-Cina pada 2017-2021

Penandatanganan dokumen kerja sama kedua yaitu Kerja Sama Ekonomi dan Teknik Cina-Indonesia yang ditandatangani oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro dengan Menteri Perdagangan Cina, Zhong Shan.

Kemudian kerja sama ketiga yaitu fasilitasi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ditandatangani oleh Direktur Utama PT KCIC Hanggoro dengan Direktur Utama Bank Pembangunan Nasional Cina, Hu Huaibang, dengan nilai komitmen kerja sama sebesar US$4,498 miliar. (bbcindonesia.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM