Presiden Donald Trump memutuskan tidak akan menghadiri pembukaan kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem.

Gedung Putih mengatakan bahwa delegasi AS akan dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri, John Sullivan. Anggota delegasi terdiri dari Menteri Keuangan, Steve Mnuchin, dan putri Trump, Ivanka, bersama suaminya, Jared Kushner.

Upacara peresmian Kedubes tersebut akan berlangsung pada 14 Mei, bersamaan dengan 70 tahun berdirinya negara Israel.

Dalam beberapa hari belakangan Trump sempat memberi isyarat akan menghadiri pembukaan kedutaan namun kini sudah pasti dia tidak akan datang.

Keputusan Presiden Trump memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem memicu kemarahan di kalangan warga Palestina dan sejumlah negara Islam.

Sebelumnya Amerika Serikat hanya memiliki kantor konsulat jenderal di Yerusalem.

Status Yerusalem merupakan inti dari konflik Israel-Palestina.

Israel memandang Yerusalem sebagai ibu kota 'abadi yang tidak dipisahkan' sementara Palestina menganggap Yerusalem Timur -yang diduduki Israel dapam perang tahun 1967- merupakan ibu kota negara masa depan mereka.

Kedaulatan Israel atas Yerusalem tidak pernah diakui secara internasional dan menurut kesepakatan damai Israel-Palestina tahun 1993, status akhir Yerusalem akan dibahas pada tahap akhir dari perundingan damai.

Sejak tahun 1967, Israel membangun belasan kawasan pemukiman -yang menjadi tempat tinggal 20.000 umat Yahudi- di Yerusalem timur. Pemukiman tersebut dipertimbangkan ilegal di bawah hukum internasional walau Israel menentang pandangan itu.

Pejabat senior Palestina, Saeb Erekat, sebelumnya menyebut bahwa rencana untuk meresmikan kedubes AS di Yerusalem sebagai 'provokasi terang-terangan'.

Sementara Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memujinya dengan menyebut sebagai 'hari besar bagi rakyat Israel'. (bbcindonesia.com)

Presiden AS Donald Trump mencerca penggrebekan yang dilakukan FBI terhadap kantor pengacara pribadinya sebagai 'aib' dan 'serangan terhadap negara kita.'

"Perburuan tukang sihir ini terus saja berlangsung," katanya kepada wartawan Gedung Putih.

Dalam penggeledahan di New York itu, para petugas menyita data "komunikasi istimewa" antara Michael Cohen dan kliennya, kata pengacaranya setelah kejadian itu, Senin (9/4).

Dokumen mengenai pembayaran ke aktris porno Stormy Daniels yang mengaku pernah melakukan hubungan seks dengan Donald Trump juga disita, kata media AS.

Penggrebekan itu bagian dari langkah hukum berdasarkan pada 'rujukan' dari Penyelidik Khusus Robert Mueller, yang sedang menangani dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden tahun 2016.

Donald Trump mengecam penyelidikan itu dan menyebut tim Mueller sebagai "kelompok orang yang paling bias".

Pengacara pribadi Trump, Michael Cohen berada dalam sorotan sejak ia mengaku telah melakukan pembayaran $130.000 (Rp1,8 miliar) untuk bintang film porno Stormy Daniels, yang nama aslinya adalah Stephanie Clifford, hanya beberapa hari sebelum pemilihan presiden 2016.

Stormy Daniels mengaku melakukan hubungan seksual dengan Trump tak lama setelah istrinya Melania melahirkan putra mereka dan mengatakan dia dibayar untuk bungkam tentang kejadian itu.

"Hari ini Kantor Jaksa AS untuk Distrik Selatan New York melaksanakan serangkaian surat penggeledahan dan menyita komunikasi khusus antara klien saya, Michael Cohen, dan kliennya," kata pengacara Cohen, Stephen M Ryan dalam sebuah pernyataan.

"Saya telah dikabari oleh jaksa federal bahwa langkah ini, sebagian, berdasarkan rujukan pada Kantor penyelidik Khusus, Robert Mueller."

Ryan menyebut penggrebekan itu "benar-benar tidak pantas dan tidak perlu".

Penggebekan itu berujung pada "penyitaan yang tidak perlu terhadap komunikasi klien dan pengacara yang dilindungi secara hukum. Taktik pemerintah ini juga salah karena Pak Cohen telah bekerja sama sepenuhnya dengan semua lembaga pemerintah, termasuk menyerahkan ribuan dokumen non-istimewa ke Kongres dan duduk untuk berbicara di bawah sumpah," kata pernyataan itu.

Presiden Trump, berkali-kali membantah berselingkuh dengan Stormy Daniels. Ia mengatakan tidak tahu menahu tentang pembayaran yang dilakukan Cohen terhadap perempuan itu, dan mengarahkan pertanyaan kepada pengacaranya.

Michael Cohen sedang diselidiki untuk pelanggaran finansial yang berkaitan dengan kampanye pemilihan presiden tahun 2016, lapor Washington Post.

Mueller dilaporkan memberikan informasi tentang keterlibatan Cohen kepada Wakil Jaksa Agung Rod Rosenstein, yang kemudian merujuk masalah ini kepada jaksa untuk Distrik Selatan New York, menurut Bloomberg News.

Protokol Departemen Kehakiman mengharuskan Mueller untuk berkonsultasi dengan Rosenstein mengenai bukti dan materi yang berada di luar yurisdiksinya. (bbcindonesia.com)

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara resmi mengusulkan hukuman mati untuk para pengedar narkotika pada Senin (19/3) waktu setempat, di negara bagian New Hamsphire. Ia beralasan pemerintah federal 'membuang-buang waktu' jika tak bersedia menjatuhkan hukuman mati pada pelaku-pelaku tersebut.

Pidato tersebut terlihat menyeimbangkan pernyataan Trump sebelumnya yang akan memerangi kejahatan narkotika, tetapi tak banyak menaikkan anggaran negara bagian untuk mendanai kampanye dan program kesehatan melawan narkotika. Namun, usulan hukuman mati ini secara otomatis menarik kecaman yang sebelumnya dilayangkan.

"Jika kita tidak menunjukkan sikap yang keras pada pengedar narkotika, kita membuang-buang waktu. Dan sikap tersebut, termasuk hukuman mati," kata Trump di Menchester, News Hampire, seperti dikutip dari CNN.com.

Usulan hukuman mati tersebut, termasuk pada opiod, salah satu jenis narkoba yang saat ini sedang hits di negara tersebut. Opioid atau opium merupakan jenis obat-obatan yang dapat digunakan untuk mengontrol, mengendalikan, atau menghilangkan rasa nyeri serta menimbulkan kecanduan, sehingga masuk dalam golongan narkotika.

Trump menyebut, selama ini para pengedar narkotika membunuh ribuan orang, tetapi tidak dihukum dengan tindakan pembunuhan yang dilakukannya.

"Ini adalah tentang memenangkan masalah yang sangat-sangat sulit dan jika kami tidak menjadi sangat keras pada pengedar ini, itu (memenangkan masalah) tidak akan terjadi," ungkap dia.

Jaksa Agung Jeff Session, anggota kabinet Trump yang cukup putus asa dengan usulan tersebut, mengatakan bahwa akan mencari celah untuk menyesuaikan hukuman mati tersebut.

Wakil Direktur Kantor Washington Civil Liberties Union Amerika Serikat menyebut usulan Trump tak masuk akal.

"Perdagangan narkotika bukanlah pelanggaran yang bisa dilakukan seseorang untuk mendapatkan hukuman mati," kata McCurdy.

Ia merujuk pada preseden Mahkamah Agung yang memberikan batasan dalam menggunakan hukuman ketika orang yang dihukum tidak melakukan pembunuhan.

Seiring dengan banyak pihak yang meragukan, Trump mengakui bahwa beberapa negara di Amerika Serikat mungkin tak siap dengan hukuman mati. "Mungkin negara kita belum seluruhnya siap, saya bisa memahaminya," terang dia.

Adapun Trump mengganmbarkan kampanye yang dilakukannya sebagai usaha skala besar untuk mendorong orang-orang tak menggunakan narkotika.

"Cara terbaik untuk melawan krisis narkotika adalah dengan menjaga orang-orang tetap pada tempatnya. Ini (iklan) adalah sesuatu yang saya minati, menghabiskan banyak uang untuk iklan hebat yang menunjukkan betapa buruknya (narkotika) itu," terangnya (cnnindonesia.com)

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menandatangani perintah larangan peranti senjata api bernama bump-stock yang mengubah kemampuan senapan semi-otomatis menjadi seperti senapan otomatis.

Berbicara di Gedung Putih, Trump menyatakan dirinya telah memerintahkan Departemen Kehakiman untuk mengajukan aturan yang menjadikan pembelian dan penjualan bump-stock ilegal.

"Kami harus berbuat lebih banyak untuk melindungi anak-anak kita," ujar Trump, seraya menambahkan dirinya akan membahas keamanan sekolah pekan ini.

Pekan lalu, seorang remaja berusia 19 tahun menembak mati 17 orang di sebuah SMA di Florida.

Insiden ini memicu unjuk rasa menuntut pengetatan hak membawa senjata api.

Para peserta demonstrasi, yang terdiri dari para pelajar beserta orang tua mereka, meneriakkan slogan 'Anda memalukan' terhadap Presiden AS Donald Trump dan sejumlah politisi.

Salah seorang penyintas bahkan memaparkan bagaimana Trump dan sejumlah politisi menerima sumbangan uang dari Asosiasi Senjata Nasional (NRA)—sebuah organisasi yang mendorong hak bersenjata bagi rakyat AS.

Apa yang dimaksud dengan bump-stock?
Intinya, bump-stock adalah aksesoris senjata api yang dapat meningkatkan kemampuan senapan semi-otomatis.

Alih-alih menekan pemicu setiap kali hendak menembak, seorang pengguna senapan semi-otomatis yang menggunakan bump-stock pada bagian popor senapan hanya menahan pemicu dengan jarinya sehingga peluru menyembur secara kontinyu seperti layaknya senapan otomatis.

Harga bump-stock berkisar US$100 atau Rp1,3 juta dan bisa dibeli tanpa melalui pemeriksaan latar belakang.

Aksesoris ini digunakan oleh pria pelaku penembakan di Las Vegas, pada Oktober tahun lalu, yang menewaskan 58 orang dan mencederai lebih dari 500 orang.

Hasil analisa audio menunjukkan bahwa sang pelaku, Stephen Paddock, mampu memuntahkan 90 peluru dalam 10 detik dari kamarnya di Mandalay Bay Resort and Casino.

Sejumlah pakar menilai Paddock, yang bunuh diri seusai melakukan serangan, tidak akan bisa menimbulkan korban sedemikian banyak tanpa penggunaan bump-stock.

Bukankah Kongres AS pernah hendak melarangnya?
Sejumlah anggota parlemen, termasuk Ketua DPR, Paul Ryan, mengaku belum pernah mendengar aksesoris senjata api semacam itu sampai peristiwa penembakan di Las Vegas.

Sesaat setelah insiden tersebut, baik kubu Demokrat maupun Republik sepakat bahwa penjualan bump-stock harus dilarang.

November lalu, Senator Demokrat, Dianne Feinstein, berinisiatif mengajukan aturan larangan bump-stock dan peranti lainnya yang meningkatkan kemampuan senapan semi-otomatis.

Namun, langkah itu menemui jalan buntu.

Asosiasi Senapan Nasional (NRA) dan sejumlah anggota parlemen dari Partai Republik berkilah bahwa aturan semacam itu seharusnya disusun Badan Alkohol, Tembakau, Senjata Api, dan Bahan Peledak.

Di tingkat negara bagian, pengajuan larangan bump-stock mengalami hasil beragam, seperti di South Carolina, Illinois, Washington, dan Colorado.

Mungkinkah Trump mempertimbangkan rencana pengendalian senjata api lainnya?
Pada Selasa (20/02), Gedung Putih mengindikasikan terbuka pada gagasan pembatasan usia bagi pembelian senapan penyerbu jenis AR-15, sebagaimana yang digunakan dalam penembakan di Florida.

"Saya pikir itu jelas suatu bahan untuk kami bahas dan kami berharap mencapai hasilnya dalam dua pekan mendatang," kata juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders, ketika ditanya soal pembatasan usia.

Pada akhir pekan lalu, Trump menyatakan dirinya mendukung rancangan undang-undang bipartisan yang disusun untuk memperbaiki langkah pemeriksaan sebelum seseorang bisa membeli senjata api.

RUU itu dimaksudkan untuk menambal celah pada sistem pemeriksaan latar belakang kriminal FBI yang digunakan memproses 25 juta pengajuan hak memiliki senjata tahun lalu.

Beragam celah pada sistem itu terungkap setelah insiden penembakan di sebuah gereja di Texas tahun lalu dan penembakan di Florida, pekan lalu.

Pada penembakan di Florida, pelakunya diduga punya latar belakang gangguan mental dan perilaku. (bbcindonesia.com)

Page 1 of 9

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM