Kemajuan ilmu kedokteran memang memungkinkan kita mendapatkan perawatan anti-penuaan. Namun, sebenarnya ada dua cara efektif untuk mencegah penampilan terlihat lebih tua sebelum waktunya.

Berdasarkan penelitian, hobi mengonsumsi minuman keras dan juga jadi perokok bisa membuat kita cepat tua, selain juga tidak sehat.

Kesimpulan penelitian itu dihasilkan dari penelitian brskala besar di Denmark yang melibatkan lebih dari 11.000 orang.

Para responden dalam studi itu diikuti dari tahun 1976 sampai 2003. Mereka ditanya tentang kebiasaannya makan, merokok, dan juga konsumsi alkohol. Selain itu juga dilakukan sejumlah pemeriksaan kesehatna untuk mengukur tanda penyakit jantung dan penuaan.

Penuaan dini merupakan tanda dari status kesehatan yang buruk dan bisa berkontribusi pada penyakit kronik, misalnya gangguan jantung.

Penelitian sebelumnya menemukan, rahasia awet muda ternyata ada di depan kita sehari-hari, yakni olahraga. Ilmuwan mengatakan kebugaran yang hebat ternyata menjaga seseorang tetap muda. Para ahli dari University of Guelph, Kanada, menemukan lansia yang di masa mudanya atlet elit ternyata punya otot yang lebih muda. (kompas.com)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump tak terima diejek 'tua' oleh pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Dia lantas mencurahkan isi harinya di Twitter.

Presiden berusia 71 tahun itu mempertanyakan hinaan tersebut dan menyindir Jong-un sebagai lelaki pendek dan gendut.

Trump bahkan secara sarkastis mengaku telah berupaya berteman dengan Jong-un di tengah ketegangan antara kedua negara akibat ambisi nuklir Korea Utara yang semakin mengkhawatirkan.

"Kenapa Kim Jong-un menghina saya dengan memanggil saya 'tua' saat saya tidak pernah menyebut dia 'pendek dan gendut'?" Saya sudah mencoba segigih mungkin untuk menjadi temannya [Jong-un], dan mungkin suatu saat itu akan terjadi," tutur Trump melalui akun Twitternya pada Minggu (12/11).

Kicauan Trump itu muncul menanggapi pernyataan Korut sebelumnya yang menyebut dia sebagai "penghancur yang tengah mengemis agar perang nuklir terjadi". Pyongyang juga menyebut Trump sebagai "dotard", kata dalam bahasa Inggris yang berarti orang sangat tua dan rentan.

Selama kunjungan ke Asia, Trump dianggap kerap melontarkan pernyataan yang menyerang Korut. Dia bahkan meminta negara sekutu di kawasan untuk mengisolasi Korut agar dapat menyetop pengembangan senjata nuklir negara itu.

Kicauan Trump di Tiwtter muncul tak lama usai dirinya menghadiri konferensi tingkat tinggi Forum Kerja Sama Asia-Pasifik (APEC) di Da Nang, Vietnam.

Kepada wartawan di Vietnam, Trump juga sempat mengisyaratkan bahwa peluang dirinya bersahabat dengan Kim Jong-un tetap ada, meski keduanya telah lama bermusuhan hingga saling melontarkan ancaman perang.

"Hal-hal aneh bisa saja terjadi dalam heidupan, tentu saja itu [bersahabat dengan Jong-un] adalah sebuah kemungkinan," papar Trump sebagaimana dikutip CNN.

"Akan menjadi hal yang baik bagi Korut, dan juga bagi tempat lainnya, bahkan dunia, jika hal itu terjadi. Tentunya, ini [persahabatan] adalah sesuatu yang bisa terjadi. Saya tidak tahu akan apakah akan terjadi, tapi akan sangat baik jika menjadi kenyataan," tuturnya menambahkan.

Lawatan Trump di Vietnam menjadi bagian dari rangkaian tur 12 harinya di Asia. Isu Korut pun menjadi isu utama yang dibawa Trump saat berkunjung Jepang, Korea Selatan, dan China beberapa hari lalu.

Di Jepang, Trump bersama Perdana Menteri Shinzo Abe sepakat menjatuhkan sanksi baru bagi Korut. Sementara di hadapan parlemen Korsel, Trump memperingatkan Kim Jong-un untuk tidak meremehkan dan menantang negaranya dengan senjata nuklir.

"Senjata yang Anda dapatkan tidak membuat Anda lebih aman, senjata-senjata itu hanya menempatkan rezim Anda dalam bahaya. Setiap langkah yang Anda ambil di jalan yang gelap ini meningkatkan bahaya yang Anda hadapi," ucap Trump merujuk pada Korut dalam pidatonya. (cnnindonesia.com)

Menjadi tua adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari. Namun terlihat lebih tua dibanding teman-teman sebaya adalah sesuatu yang berbeda. Dan hal itu ternyata bisa kita hindari dan kendalikan.

Seperti sudah sering ditulis, berbagai kebiasaan kita sehari-hari bisa membuat kita terlihat lebih tua daripada usia sebenarnya. Dan menurut American Society for Aesthetic Plastic Surgery, wajah yang tua ternyata membuat orang menjadi kurang percaya diri dan menjadi alasan untuk memperbaikinya dengan kosmetik. Entah itu lewat bedah plastik, suntikan botox, atau berbagai krim penghilang kerutan.

Padahal semua itu bisa dicegah dan kita tidak perlu mengeluarkan lebih banyak uang bila kita berusaha untuk mencegah penuaan sejak dini. Bagaimana caranya? Simak enam kebiasaan di bawah ini untuk mencegah kita terlihat lebih tua dari usia sebenarnya.

1. Lindungi dari Matahari

Sinar matahari baik untuk kesehatan kita. Namun dalam jumlah berlebihan bisa merusak kulit. Karenanya kita perlu melindungi kulit menggunakan tabir surya dan pakaian yang tepat saat beraktivitas di luar ruangan.

“Sinar ultraviolet bisa merusak kolagen, elastin, dan sel kulit kita. Ini bisa menyebabkan penuaan dini pada kulit lewat kerutan, bercak hitam, atau munculnya kanker,” ujar Joshua Zeichner, M.D., direktur riset kosmetik dan klinis di Mount Sinai Hospital.
Dalam penelitian selama empat tahun di Australia terhadap 900 orang, ditemukan bahwa mereka yang selalu menggunakan tabir surya, 24 persen lebih kecil kemungkinannya menunjukkan tanda-tanda penuaan kulit dibanding mereka yang jatang memakai tabir surya.

2. Cukup tidur

Tidur tidak hanya membuat kita segar kembali, namun juga membantu kita terlihat muda lebih lama. Anda tentu pernah bercermin dan melihat muka lelah saat kurang tidur. Terlihat tua kan?

Kulit kita juga bekerja mengikuti irama tubuh, seperti halnya tubuh kita merasa lelah dan mengantuk di malam hari, dan kembali segar di pagi hari setelah tidur. Saat kita terlelap itulahkulit dan tubuh kita memperbaiki kerusakan yang terjadi, misalnya karena terpaan sinar matahari, polusi, dan sebab lain.
Artinya, bila kita kurang tidur, proses peremajaan itu menjadi tidak sempurna, dan kulit seolah tidak siap untuk menghadapi hari berikutnya, kata Dr. Zeichner. Ini membuat kulit mengalami stres, sel-selnya kurang sehat, dan akhirnya menjadi tua lebih cepat.

“Cobalah untuk tidur setidaknya delapan jam. Sebelumnya, pakailah pelembab untuk wajah dan tubuh karena kulit juga bisa mengalami dehidrasi saat kita tidur. Kulit yang kering tidak bisa berfungsi dengan baik, dan tidak bisa memperbaiki diri dengan sempurna,” ujar Dr. Zeichner.

3. Makan buah dan sayur

Kebanyakan dari kita tidak menganggap buah sebagai makanan. Sementara asupan sayur pun sering kali kurang. Padahal kita disarankan makan sayur setidaknya 3 cangkir tiap hari.

Padahal berbagai study, termasuk dari American Academy of Dermatology, menyatakan bahwa makanan sehat yang terdiri dari buah-buahan dan sayuran bisa mencegah kerusakan yang membuat kulit menjadi tua sebelum waktunya.
Ini karena buah dan sayur mengandung banyak nutrisi, seperti antioksidan dan vitamin, yang membantu memerangi kerusakan akibat radikal bebas dan membuat sel kulit lebih sehat.

Riset menunjukan bahwa vitamin E bisa melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar ultraviolet dan mengurangi peradangan. Sedangkan vitamin A, C, dan B3 berfungsi mencegah kerusakan kolagen, mempertahankan elastisitas, dan mengurangi hiperpigmentasi.

Dari mana mendapatkan semua itu? Makanlah sayuran hijau dan berbagai buah-buahan yang berwarna –warni.

4. Kurangi gula

Makanan manis bukan hanya buruk untuk lingkar perut kita. Kudapan seperti donat, kue tart, es krim, dan minuman bersoda bisa memunculkan masalah pada wajah juga. Pasalnya, makanan jenis ini akan meningkatkan kadar gula dalam darah dan bisa memicu peradangan dan munculnya jerawat.

“Jerawat yang terus menerus muncul bisa menyebabkan bekas yang permanen dan membuat kolagen kulit rusak. Bahkan jika jerawat sudah pergi, bekasnyan akan mirip seperti noda hitam akibat matahari, yang membuat kulit terlihat tua,” ujar Dr. Zeichner.
Selain itu, makan terlalu banyak gula akan menyebabkan glikasi, suatu proses dimana molekul gula menempel pada kolagen di kulit. Ini membuatnya keras dan kurang elastis, sehingga menyebabkan munculnya kerutan.

5. Berhenti merokok

Sebelum menyalakan rokok, ingatlah bahwa yang akan menderita bukan hanya paru-paru kita, namun juga kulit.

Merokok bisa menyebabkan kita terlihat lebih tua dengan cepat, begitu menurut riset yang dipublikasikan dalam Plastic and Reconstructive Surgery. Dalam penelitian terhadap 79 orang kembar, di mana salah satunya perokok dan kembarannya tidak, ditemukan bahwa mereka yang merokok memiliki kantung mata lebih tebal, bibir lebih keriput, dan kulit yang tidak segar.
Bukan hanya bagian wajah, namun kulit di bagian tubuh lain juga mengalami keriput. Mengapa demikian? Alasannya, merokok mengurangi pasokan oksigen dan nutrisi ke kulit (dan bagian tubuh lain) karena menyebabkan pembuluh darah menyempit sehingga peredarannya terganggu.

Selain itu, rokok membuat area mulut dan gigi menghitam. Itu jelas akan membuat Anda tampak tua. Belum lagi kenyataan ada banyak sekali bahan berbahaya dalam rokok yang mempengaruhi kesehatan seseorang. Mereka yang tidak sehat akan cenderung terlihat lebih tua dari usianya.

Jadi, merokok bukanlah simbol anak muda. Justru kebiasaan itu akan membuat Anda cepat tua.

6. Kurangi minuman beralkohol

Meski minum anggur dalam jumlah tertentu disebut bermanfaat untuk kesehatan, namun mengkonsumsi alkohol dalam jumlah banyak akan menimbulkan dampak sebaliknya. Itulah sebabnya tak ada seorangpun yang terlihat ganteng atau cantik setelah mabuk semalam.

Menurut riset, alkohol bisa menurunkan antioksidan dalam kulit, ini bisa mempermudah terjadinya peradangan dan kerusakan kulit. Alkohol juga cenderung membuat kulit kering sehingga wajah kita akan terlihat kasar dan kusam.
Jika diminum dalam jumlah banyak, alkohol akan memicu kerusakan hati dan jantung, memperbesar risiko munculnya kanker, dan bisa menyebabkan depresi. Semua itu berujung pada tampilan dan kulit yang tidak sehat. (kompas.com)

Stres mungkin penyebab dari berbagai hal buruk yang terjadi pada kesehatan, terutama kesehatan mental. Bukan cuma itu, berteman akrab dengan stres juga membuat otak lebih tua beberapa tahun.

Tiap orang memiliki tingkat stres berbeda-beda. Yang perlu diwaspadai adalah stres besar yang dialami saat kita berusia muda, misalnya saja perceraian, kematian, atau bahkan pindah sekolah, karena dapat mempengaruhi fungsi kognitif di kemudian hari.

Tim dari University of Wisconsin School of Medicine and Public Health meneliti data dari 1.320 orang yang melaporkan mengalami stres selama masa hidup mereka dan menjalani tes neuropsikologis untuk mengukur kemampuan berpikir dan ingatan mereka.

Peserta rata-rata berusia 58 tahun dengan tingkat stress tinggi seperti kehilangan pekerjaan, kematian anak, perceraian, atau tumbuh dengan orangtua pemabuk dan pengguna narkoba.

Tes tersebut meneliti beberapa area, antara lain ingatan langsung, pembelajaran verbal dan ingatan, pembelajaran visual dan ingatan, serta kemampuan menceritakan kembali.

Hasilnya menunjukkan bahwa stres berat berkaitan dengan fungsi kognitif yang lebih buruk di kemudian hari. Studi ini dipresentasikan di Alzheimer's Association International Conference di London.

Dr. Maria Carrillo, kepala peneliti Alzheimer's Association, mengatakan peristiwa-peristiwa stres yang dipusatkan para peneliti sangat beragam, mulai dari kematian orangtua, pelecehan, kehilangan pekerjaan, kehilangan rumah, kemiskinan, tinggal di lingkungan yang kurang beruntung, hingga perceraian.

Ketika melihat secara khusus orang Afrika Amerika, ternyata mereka mengalami 60 persen kejadian yang lebih berat daripada orang Kaukasia selama masa hidup mereka.

Peneliti mengatakan, pada orang Afrika-Amerika, setiap pengalaman stres setara dengan kira-kira empat tahun penuaan kognitif. Dengan kata lain, penuaan di otak terjadi lebih cepat dari seharusnya.

Dr. Doug Brown, peneliti bidang Alzheimer mengatakan, kecemasan dan depresi juga dianggap berkontribusi terhadap risiko demensia.

Stres dalam jangka panjang memicu efek inflamasi atau peradangan pada sel-sel tubuh. Kondisi ini dianggap mempercepat timbulnya demensia.

Para ahli percaya bahwa gaya hidup dan pola makan sehat dapat membantu mengurangi risiko ini, bahkan bagi orang-orang yang mengalami peristiwa stres. (kompas.com)

Page 1 of 2

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM