Kedutaan Besar Republik Indonesia di Iran memastikan tidak ada penumpang WNI dalam daftar penumpang atau manifest pesawat yang jatuh di pusat Iran pada Minggu (18/2). Pesawat nahas berpenumpang 66 orang itu jatuh dalam perjalanan dari Teheran menuju Yasuj di bagian barat daya negara tersebut.

"Insya Allah kami sudah cek di manifestasi sejauh ini belum ada korban WNI," kata Tety Mudrika Hayati, pelaksana fungsi sosial dan budaya KBRI di Teheran, saat dihubungi CNNIndonesia.com dari Jakarta, Minggu (18/2).

KBRI di Teheran juga telah melakukan pengecekan lain, salah satunya dengan mengecek satu per satu WNI yang tersebar di Teheran dan kota lain di Iran seperti Qom, Mashad, Gorgan, Isfahan. Pengecekan pun dilakukan terhadap para mantan WNI yang ada di Iran.

Tety mengatakan para WNI tersebut dalam keadaan sehat.

"Namun demikian, kami imbau kepada WNI di sini untuk saling memantau dan saling menginfokan," ujarnya.

"Salah satu upaya monitoring dan menjalin silaturahmi, KBRI secara intens berkomunikasi dengan WNI kami di Iran dan mempunyai grup Whatsapp per kota ataupun Telegram," kata Tety.

Sampai berita diturunkan, otoritas Iran belum menemukan pesawat tersebut dan belum memastikan jumlah korban.

Pesawat milik Aseman Airlines dengan nomor penerbangan EP3704 menghilang dari radar 45 menit setelah take off dari Teheran.

Pesawat jenis ATS-72 ini telah beroperasi 25 tahun

Bulan Sabit Merah mengatakan telah mengirim 45 tim ke Gunung Deba di wilayah Zagros, namun belum menemukan tanda-tanda puing pesawat.

"Pegunungan tak bisa dilalui. Kabut tebal dan salju serta hujan membuat mustahil menggunakan helikopter," kata Morteza Salimi, kepala penyelamatan dan kebencanaan.

Ini menjadi musibah ketiga di Iran dalam beberapa bulan terakhir, setelah Negeri Para Mullah itu diguncang gempa yang menewaskan 620 orang pada November, dan tabrakan kapal tanker di lepas pantai China, bulan lalu yang mengakibatkan 30 pelaut Iran hilang.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah menyatakan duka cita akibat peristiwa tersebut. (cnnindonesia.com)

Uzbekistan, negara di Asia Tengah, terhitung mulai Sabtu (10/02) membolehkan warga negara Indonesia untuk berkunjung tanpa visa.

Indonesia masuk dalam daftar penerima fasilitas bebas visa bersama Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan dan Israel, menurut kantor berita AFP, hari Rabu (07/02).

Kebijakan bebas visa bagi sejumlah negara tertuang dalam keputusan presiden yang ditujukan untuk mendongkrak angka kunjungan wisatawan asing ke Uzbekistan.

Para pengamat mengatakan pariwisata akan menjadi salah satu andalan pemasukan negara dan menggairahkan perekonomian yang stagnan di bawah kepemimpinan Presiden Islam Karimov, yang meninggal dunia pada 2016.

Dalam keputusan yang ditandatangani oleh Presiden Shavkat Mirziyoyez ini disebutkan pula bahwa turis asing tak lagi dibatasi untuk memotret pemandangan indah ibu kota Tashkent.

Selain itu, wisatawan juga diizinkan menggunakan drone untuk memotret atau mengambil video suadana di Tashkent.

Uzbekistan menyatakan diri sebagai negara merdeka pada akhir Agustus 1991 setelah sejak 1920 menjadi bagian Uni Soviet.

Pernah dilewati Jalan Sutera
Negara ini terkenal dengan masjid-masjidnya yang indah, mausoleum, dan punya kawasan-kawasan yang dulunya menjadi bagian rute perdagangan kuno yang terkenal dengan sebutan Jalan Sutera.

Rute ini menghubungkan Cina dengan kawasan Mediterania.

Jalan Sutera melewati Samarkand yang memiliki masjid yang sangat indah dan sekolah-sekolah agama atau madrasah yang didirikan sejak abad ke-15.

 

Selain Samarkand ada pula Bukhara, tempat kelahiran Imam Bukhari, salah satu ahli hadis kenamaan.

Sejumlah literatur menyebutkan ia lahir di Bukhara pada 810 dan meninggal dunia pada 870 dan dimakamkan di Khartank di dekat Samarkand.

Selain Uzbekistan, setidaknya 80 negara menawarkan bebas visa atau visa on arrival kepada pemegang paspor Indonesia.

Namun sejumlah negara yang populer di kalangan wisatawan belum menyediakan kemudahan ini bagi WNI.

Negara yang belum membebaskan visa bagi pemegang paspor reguler Indonesia, di antaranya adalah Inggris, Prancis, Australia, dan Amerika Serikat. (bbcindonesia.com)

Konsulat Jenderal RI di Los Angeles, Amerika Serikat, menyatakan tidak ada warga Indonesia yang jadi korban kebakaran hutan mematikan di California beberapa pekan terakhir ini. Bencana itu dilaporkan telah menewaskan setidaknya 40 orang.

"Tidak ada laporan WNI yang terkena dampak kebakaran sejauh ini," ucap pejabat Penerangan Sosial dan Budaya, Endang Patricia Wirawan, kepada CNNIndonesia.com pada Senin (11/12).

Kebakaran di selatan California telah menghanguskan lebih dari 570.000 hektare atau setara luas New York. Sampai saat ini api telah melahap lebih dari 5.700 infrastruktur serta melumpuhkan pasokan listrik bagi sekitar 900 ribu rumah dan usaha.


Lebih dari 1.000 pemadam kebakaran yang didukung pesawat dan helikopter telah dikerahkan untuk menangani 16 titik kebakaran di wilayah itu.

Kebakaran itu pun mengakibatkan sekitar 100 ribu orang kehilangan tempat tinggal, termasuk 3.000 orang di Santa Rosa, sekitar 80 kilometer utara San Francisco.

Sementara itu, sebanyak 5 ribu warga terpaksa dievakuasi ke dua komunitas di dekat Santa Barbara, sekitar 160 kilometer dari Los Angeles.

Di saat yang sama, sekitar 15 ribu rumah sampai saat ini masih terancam api.

Endang mengatakan KJRI terus memantau situasi ini dan terus berkoordinasi dengan otoritas setempat. Dia mengatakan KJRI LA juga telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan bagi WNI di sana.

Berdasarkan data KJRI LA, sekitar 35 ribu WNI tinggal di wilayah California Selatan.

"Kami menyebarkan imbauan bagi WNI melalui simpul-simpul diaspora yang ada di sini. Kebetulan ini Desember dan banyak sekali acara liburan dan Natal di berbagai komunitas Kristen Indonesia di sini. Jadi kami juga memantau dari berbagai acara tersebut," kata Endang. (cnnindonesia.com)

Dua warga Indonesia (WNI) dievakuasi dari Pulau Mare, Kepulauan Kaledonia Baru, setelah gempa berkekuatan 7,3 skala Richter mengguncang perairan selatan Pasifik itu pada Senin (20/11) waktu setempat. Gempa tersebut turut memicu gelombang tsunami kecil di sepanjang pantai Kaledonia Baru dan sekitarnya seperti Vanuatu.

“Seluruh penduduk di Pulau Mare telah diungsikan ke tempat paling aman. Terdapat dua WNI pengelola Hotel Nengone Village. Keduanya melaporkan bahwa seluruh hotel telah dikosongkan dan pihak keamanan memandu pengungsian penduduk,” demikian pernyataan Konsulat Jenderal RI di Noumea, Kaledonia Baru, yang diterima CNNIndonesia.com.

KJRI memaparkan ada sekitar 350 WNI dan sedikitnya 7.000 diaspora keturunan Indonesia yang tinggal di Kaledonia Baru. Hingga saat ini, KJRI mengatakan tidak ada laporan korban jiwa akibat gempa dan tsunami tersebut.

Gempa pada Senin pagi itu dilaporkan berpusat di kedalaman 10 kilometer perairan selatan Pasifik, sekitar 82 kilometer timur Kaledonia Baru. Guncangan besar itu merupakan yang kedua terjadi di titik yang sama dalam 12 jam terakhir dan ketiga kalinya dalam tiga bulan terakhir.

Tsunami kecil pun sempat terdeteksi tak lama setelah gempa terjadi. Diperkirakan gelombang tsunami mencapai satu meter di atas permukaan air pasang biasa di beberapa bagian Kaledonia Baru dan sekitarnya.

Diberitakan Reuters, Pusat Peringatan Tsunami Pasifik (PTWC) di Hawaii telah mengeluarkan peringatan tsunami bagi pulau-pulau yang memiliki jarak 300 kilometer dari pusat gempa, namun tak lama telah dicabut.

Sementara itu, sejumlah warga di kepulauan berpenduduk sekitar 250 ribu jiwa itu melaporkan tidak ada kerusakan signifikan yang terjadi akibat gampa. Beberapa resort serta objek wisata di kepulauan Kaledonia Baru pun telah dikosongkan.

“Kami sedikit takut kami baru saja merasakan gempa bumi malam harinya dan hari ini adalah yang cukup besar kami rasakan,” kata Wayan Rigault, manajer bidang komunikasi Hotel Nengoe Village di Mare, daratan terekat dari pusat gempa.

Di Jakarta, Wakil Menteri Luar Negeri RI AM Fachir mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan di Kaledonia Baru, terutama terkait keselamatan para WNI di sana.

Dia mengatakan Indonesia siap menyalurkan bantuan kemanusiaan jika dampak gempa dan tsunami di wilayah itu dirasa besar dan signifikan.

“Kami akan lihat perkembangannya, tentu jika ada [dampak kerusakaan] dan di rasa perlu, kami akan bantu dalamhal bantuan kemanusiaan. Kita lihat dulu sejauh mana dampaknya baru kami akan ambil langkah,” kata Fachir usai membuka kegiatan “Oil Palm Course 2017” di Ruang Nusantara, Kementerian Luar Negeri RI, Senin (20/11). (cnnindonesia.com)

Page 1 of 2

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM