Pep Guardiola tampaknya tak kuat lagi menahan kantuk saat konferensi pers usai Manchester City mengalahkan FC Basel 4-0 di Stadion St. Jakob-Park, Selasa (13/2).

Pada sesi tanya jawab dalam tayangan video dilansir dari UEFA, pelatih asal Spanyol itu bahkan sempat tertidur mendengar pertanyaan salah satu wartawan dari Swiss.

Pelatih yang sudah meraih dua trofi Liga Champions di Barcelona itu tampak tertunduk beberapa saat sembari memejamkan mata.

Sejurus kemudian, ia langsung menegakkan kepalanya lagi dengan mata merah dan berusaha tetap terjaga dari tidur.

Guardiola memang terlihat seperti kebosanan mendengar pertanyaan wartawan yang menggunakan bahasa Jerman sebagai bahas resmi di negara itu.

Sebelum tertidur, ia tampak mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan dengan maksud agar tetap terjaga di konferensi pers tersebut.

Pelatih berkepala plontos itu memang kurang mengerti bahasa tersebut meski pernah tiga musim melatih klub Bundesliga Jerman, Bayern Munich.

Tak pelak, situasi itu semakin menambah suntuk Guardiola sebelum menunggu diterjemahkan ke dalam bahasa Spanyol atau Inggris.

Setelah sempat tertidur, Guardiola mulai menyimak pertanyaan wartawan tersebut yang diterjemahkan penerjemah. Ia kemudian menjawab pertanyaan tersebut.

"Menang 4-0 jauh dari rumah merukana hasil yang luar biasa, kami hampir ke perempat final, tapi ini Liga Champions."

"Masih ada 90 menit tersisa dan kami akan menjalani pertandingan dengan amat serius," terang Guardiola. (cnnindonesia.com)

Jose Mourinho menyemprot wartawan yang mempermasalahkan dimasukkannya Fellaini, sementara Liverpool yang sempat unggul 2-0 dan 3-1, kalah 3-4 dari Bournemouth

Dalam pertandingan Liga Primer di kandang Everton, Manchester United unggul 0-1 lewat gol lambung jarak jauh dari Zlatan Ibrahimovic di menit ke 42.

Untuk mengamankan tiga angka, di menit ke 85 pelatih Jose Mourinho menarik Henrikh Mkhitaryan, menggantinya dengan Marwan Fellaini. Dan dua menit kemudian, praktis dalam sentuhan pertamanya dengan bola, Fellaini menjatuhkan Idrissa Gueye di kotak penalti, dan wasit Michael Oliver tak ragu menjatuhkan hukumannya.

Leighton Baines tak menyia-nyiakan tugasnya sebagai algojo penalti. Kedudukan 1-1, dan Manchester United yang menguasai pertandingan, unggul hingga semenit menjalang bubaran waktu normal, harus puas dengan hasil imbang.

Wartawan bertanya saat jumpa pers tentang keputusannya memasukkan Fellaini, yang ternyata jadi biang hukuman penalti, Mourinho naik pitam.

"Saya pikir Anda menguasai (pengetahuan) sepakbola lebih dari ini," katanya dengan nada tinggi, sambil menegaskan, bahwa sudah jelas karena Fellaini yang bertumbuh tinggi diperlukan menghadapi bola-bola mati dan permainan langsung Everton di saat-saat akhir pertandingan.

"Everton bukan lagi tim yang mengandalkan pada permainan mengumpan. Everton kini adalah tim yang bermain langsung: kiper bermain langsung, Ashley Williams bermain langsung, Ramiro Funes Mori bermain langsung. Semuanya mengandalkan permainan langsung ke depan." kata Mourinho.

Jadi, "kalau di bangku cadangan ada pemain setinggi dua meter, Anda memainkannya di depan garis pertahanan untuk membantu tim memenangkan pertandingan."

Ini hasil seri yang keenam bagi United sejak Oktober, dan bagi Mourinho ia kini hanya mencatatkan sembilan kemenangan dalam 30 pertandingan terakhir bersama MU, dan sebelumnya Chelsea.

Liverpool membuang kemenangan di tangan

Nasib lebih sial dialami Liverpool. Mereka unggul 2-0, lalu 3-1 hingga 15 menit menjelang bubar dalam pertandingan di kandang Bournemouth. Kemenangan seakan sudah di tangan.

Namun Bournemouth membalikkan keadaan dengan mencetak tiga gol dalam 14 menit terakhir, untuk mencetak kemenangan sensasional 4-3.

Liverpool unggul 2-0 lewat dua gol yang dicetak dalam dua menit: Sadio Mane menjebol gawang Bournemouth di menit ke 20 dan Divock Origi di menit ke 22.

Bournemouth memasukan Ryan Fraser di menit ke 55 yang mengubah permainan mereka.

Sesaat setelah masuk, Fraser dijatuhkan James Milner di kawasan gawang Liverpool, dam Callum Wilson mengeksekusi penalti dengan baik, membuat kedudukan menjadi 1-3.

Gol Emre Can di menit ke 64 memulihkan keunggulan dua gol Liverpool.

Namun sejak menit ke 75, Liverpool bagaikan dilanda badai: Bournemouth berhasil membalikkan keadaan melalui gol Ryan Fraser (menit ke 76), Steve Cook (menit ke 78), dan akhirnya, tiga menit lewat waktu normal, Nathan Aké meruntuhkan Liverpool dan mencatatkan kemenangan sensasional ini.

Manajer Liverpool, Juergen Klopp tak menyembunyikan kekecewaannya. "Kami ibaratnya membuka gerbang (di 15 menit terakhir) dan mereka pun berlarian masuk dan mencetak sejumlah gol yang menakjubkan. Jadi itu hasil yang pantas juga," katanya.

"Sekarang ini rasanya menyesakkan, namun terkadang kita memerlukan (hasil seperti ini)."

"Kita bukan bermain seluncur es. Ini bukan tentang bagaimana kelihatannya. Kita bisa bermain bagus. Tak ada yang pasti saat kedudukan masih 2-0. Anak-anak tahu bahwa kami membuang kemenangan itu -kami sendiri yang membuat Bournemouth bisa membalikkan keadaan. Kesalahan kami sendiri yang membuat mereka bisa kembali bangkit."

Dalam pertandingan-pertandingan lain sebelumnya, Manchester City kalah 1-3 dari Chelsea, Arsenal menang besar 5-1 di West Ham. (bbcindonesia.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM