Brighton Pride merupakan salah satu festival musik terbesar. Namun tahun ini festival semakin besar saha dengan mengundang sang legenda pop, Britney Spears, sebagai headliner di hari Sabtu yang lalu.

Kebetulan tanggal Brighton Pride ini pas pula dengan jadwal tur “Piece of Me” Britney di Inggris dan Irlandia sehingga ia bisa memiliki slot untuk mengisi Brighton Pride dan memukau puluhan ribu (57.000 kalau menilik Britney) penonton yang sudah memenuhi Preston Park.

Britney tak lupa mengucapkan rasa antusiasnya atas atensi yang diterimanya di media sosial

Tidak tanggung-tanggung, Britney memainkan versi penuh “Piece Of Me” di Brighton Pride, dengan setlist yang cukup melimpah:

Act I

BRITNEY (Introduction)
Work Bitch
Womanizer
Break the Ice / Piece of Me

Act II

Darkness (Interlude)
…Baby One More Time
Oops!… I Did It Again

Act III

If I’m Dancing (Video Interlude)
Me Against the Music
Gimme More
Clumsy
Change Your Mind (No Seas Cortes)

Act IV

Scream & Shout
Boys
Do You Wanna Come Over?
Work It / Get Ur Freak On / WTF (Where They From)

Act V

Get Naked (I Got a Plan) v(Interlude)
I’m a Slave 4 U
Make Me…
Freakshow
Do Somethin’

Act VI

Magic Circus (Interlude)
Circus
If U Seek Amy
Breathe on Me
Slumber Party
Touch of My Hand

Act VII

Jungle Fever (Interlude)
Toxic
Stronger / (You Drive Me) Crazy

Encore:

Till the World Ends

Konser terakhir “Piece of Me” leg Inggris akan berlangsung di O2, London, Jumat, 24 Agustus dan Sabtu, 25 Agustus. Tanggal yang disebut terakhir merupakan tanggal tambahan karena adanya permintaan yang luar biasa dari fans yang ingin menyaksikan langsung aksi konser Britney. (Creative Disc)

Jakarta International Velodrome (JIV) yang terletak di Rawamangun, Jakarta, diklaim jadi yang terbaik di Asia Tenggara dan siap digunakan pada Asian Games 2018.

Project Director JIV, Iwan Takwin, mengatakan pembangunan JIV memakan waktu dua tahun mulai dari persiapan, konstruksi, sampai selesai. Proyek arena balap sepeda berkapasitas hingga 5.000 penonton tersebut dimulai pada 2015.

Bila VNM dibuat untuk SEA Games Kuala Lumpur 2017, JIV dibuat untuk Asian Games 2018.

"Dibanding dengan Malaysia, [velodrome] kapasitas kita lebih besar dan bisa mencapai 3.500 penonton. Di sana [VNM], kapasitas penonton hanya 1.000 sampai 1.500. Bangunannya [JIV] juga lebih luas. Di Malaysia, velodromenya tertutup jadi selalu harus menggunakan lampu," kata Iwan kepada CNNIndonesia.com di JIV, belum lama ini.

 

"[Velodrome] kami lebih ramah lingkungan, dari sisi desain juga kami lebih futuristik. Bisa dibilang di Asia Tenggara juga [JIV] yang terbaik, karena yang baru punya velodrome itu Malaysia dan Indonesia. Di Asia, kami bisa bersaing seperti dengan Hong Kong," katanya menambahkan.

Iwan mengatakan salah satu kelebihan velodrome di JIV adalah atap bangunan yang menggunakan membran tembus cahaya. Selama dua bulan, lanjut dia, pesepeda Indonesia menjalani pemusatan latihan nasional tanpa menggunakan lampu.

"Kalau tidak salah di Seoul juga pakai atap membran, ini [velodrome Seoul pakai atap membran] diketahui berdasarkan penuturan delegasi Korea Selatan yang datang ke sini beberapa waktu lalu," ucap Iwan.

 

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, arena JIV dan sekitarnya tampak sudah siap untuk menyelenggarakan Asian Games pada Agustus mendatang. Kendati begitu, pihak JIV menyoroti lahan parkir yang terletak di ruang terbuka.

Selain kapasitas tempat duduk penonton yang dinilai masih kurang karena kendala lahan, Iwan mengakui kapasitas kendaraan di lahan parkir menjadi salah satu kekurangan JIV.

"Sebetulnya [area parkir] sudah mencukupi untuk 275 mobil, 100 motor, dan 10 bus. Akan tetapi, kami perlu antisipasi kalau kegiatan rutin [olahraga/non-olahraga] sudah berjalan di sini. Apalagi sekarang animo masyarakat untuk bersepeda sudah meningkat," ucap Iwan.

"Kami mengharapkan tiap pekan ada kegiatan di sini [JIV]. Kami juga ada fasilitas komersial di lantai dasar seperti kafe atau tempat jual merchandise," ujarnya sambil menyebut biaya pembangunan yang mencapai Rp650 miliar.

Biaya Perawatan Ratusan Juta

 

Bermacam kegiatan olahraga ataupun non-olahraga di JIV sangat diperlukan untuk membantu biaya perawatan yang mencapai ratusan juta rupiah.

Iwan menyampaikan tingginya biaya perawatan terutama berasal dari lintasan balap sepeda yang materialnya menggunakan kayu Siberia. Hal ini menyebabkan kelembaban kayu tersebut harus dijaga dengan ketat di Indonesia yang memiliki iklim tropis.

"[Biaya perawatan] tentu tinggi terutama di trek ini, karena kami harus jaga kelembabannya. Itu yang utama. Jenis kayu bukan karakteristik tropis, jadi AC harus nyala terus. Maksimal kelembaban itu 70 persen," ujar Iwan.

"Kalau listrik sendiri itu sebulan mencapai 250 sampai 300 juta rupiah, itu tentunya harus didukung dengan kegiatan yang diselenggarakan di sini. Kami tidak bisa terpaku dengan satu kegiatan trek balapan sepeda saja," ujarnya kembali.

Senada dengan Iwan, Arlan Lukman selaku direktur venue dan lingkungan INASGOC membenarkan mahalnya biaya perawatan Velodrome. Kendati begitu, ia merasa bangga dengan aset olahraga Indonesia tersebut.

"Mesin pendingin ruangan harus nyala di velodorme setiap hari agar kelembaban lintasannya terjaga. Dan biaya listriknya itu bisa mencapai 400 juta rupiah per bulan," tutur Arlan.

"Namun, velodrome ini [JIV] itu setara dengan di London. Memang bangsa kita untuk hal bangun fasilitas tidak kalah dengan negara lain, tinggal perawatannya saja untuk masa mendatang," tuturnya kembali. (CNN Indonesia)

Para pedagang kaki lima di salah satu tempat yang populer bagi wisatawan Bangkok, Thailand bertekad untuk melawan peraturan yang melarang mereka menjajakan barang dagangan di jalan.

Para pedagang ini mengatakan penolakan dilakukan karena larangan itu mengancam keberlanjutan mata pencaharian mereka dan juga keberadaan ciri khas kota Bangkok.

Para petugas pemerintah kota Bangkok minggu lalu melarang para pedagang di trotoar jalan Khao San yang populer di kalangan wisatawan muda dengan penginapan murah. Jalan itu juga terkenal dengan penjual makanan, pakaian dan suvenir.

Kini para pedagang kaki lima ditempatkan di tempat tertentu dan hanya diizinkan berjualan dari pukul 06.00 pagi hingga tengah malam.

Sebagian besar PKL itu awalnya tidak mematuhi perintah tersebut dan melakukan aksi protes dengan alasan tidak diajak berunding dan tidak ada sosialisasi sebelumnya

"Pemerintah tidak mau mendengarkan kami," ujar Yada Pornpeturmpa, Ketua Asosiasi PKL Jalan Khao San.

"Tetapi kami akan memprotes dan mengajukan petisi kepada pihak berwenang hingga suara kami didengar," tambahnya.

PKL ini telah mengirim petisi ke Gubernur Bangkok Aswin Kwanmuang dan Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha agar aturan itu dibatalkan karena mengancam mata pencaharian mereka.

Namun, tampaknya langkah itu tampaknya tidak akan terwujud karena pemerintah kota Bangkok tetap bertekad menata kota itu.

"Aturan baru ini akan tetap diterapkan," ujar Wakil Gubernur Sakoltee Phattiyakul kepada wartawan.

Petugas polisi terus berpatroli di jalan tersebut pada Senin (6/8) dan mengatakan akan menutup gerobak pedagang kaki lima yang melanggar aturan tersebut.

Larangan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah militer Thailand untuk menerapkan ketertiban dan menata ulang kota yang terkenal dengan kehidupan malam dan jajanan murah.

Pihak berwenang juga telah menggusur rumah-rumah kumuh di sepanjang Sungai Chao Phraya untuk diganti dengan tempat berjalan kaki, dan awal tahun ini sekitar 300 orang digusur dari lokasi dekat benteng lama.

Kelompok-kelompok sipil mengatakan program penggusuran itu hanya membidik warga miskin yang tidak memiliki hak hukum karena mereka memang tidak memiliki surat sah untuk tinggal di lokasi tersebut.

Banyak kota-kota di Asia mencoba mengubah diri menjadi kota modern untuk menarik investor dan pedagang kaki lima dianggap sebagai penghalang dan perampas ruang terbuka umum yang seharusnya bisa dimanfaatkan oleh pengusaha resmi, warga dan pejalan kaki.

"Pedagang kaki lima dipandang tidak pantas dan masalah bagi keselamatan. Faktor-faktor ini yang ditekankan oleh pihak berwenang," ujar Sasiwimon Warunsiri dari Jurusan Ekonomi Universitas Kamar Dagang Thailand.

Warunsiri mengatakan para pedagang kaki lima ini mendapat penangguhan aturan karena para pejabat kota sudah menegaskan akan menerapkannya.

"Para pedagang kaki lima ini kemungkinan tidak punya pilihan," ujarnya kepada Thomson Reuters Foundation. (CNN Indonesia)

Gempa yang mengguncang Lombok membuat masyarakat kembali bertanya-tanya seberapa besar potensi bencana alam ini terjadi di Indonesia?

Apalagi jika melihat ke belakang, utamanya mengaca pada kejadian gempa yang menyebabkan tsunami di Aceh pada tahun 2004 ataupun di Padang pada tahun 2009.

Para ahli mengatakan, apabila dilihat secara geologi, baik dari lempengan dan patahan yang ada, gempa memang sudah pasti akan terjadi di Indonesia.

"Wilayah Indonesia itu sangat berpotensi terjadi gempa bumi karena posisinya yang berada di pertemuan tiga lempeng utama dunia, yaitu Eurasia, Indoaustralia dan Pasifik.

"Dari tumbukan ini terimplikasi adanya sekitar enam tumbukan lempeng aktif yang berpotensi memicu terjadinya gempa kuat," kata Dr Daryono kepala bidang informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

 

"Wilayah Indonesia juga sangat kaya dengan sebaran patahan aktif atau sesar aktif. Ada lebih dari 200 yang sudah terpetakan dengan baik dan masih banyak yang belum terpetakan sehingga tidak heran jika wilayah Indonesia itu dalam sehari itu lebih dari 10 gempa yang terjadi," Daryono menambahkan.

Sejumlah patahan aktif tersebut adalah patahan besar Sumatra yang membelah Aceh sampai Lampung, sesar aktif di Jawa, Lembang, Jogjakarta, di utara Bali, Lombok, NTB, NTT, Sumbawa, di Sulawesi, Sorong, Memberamo, disamping di Kalimantan.

Posisi Indonesia dikenal berada di Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) yaitu daerah 'tapal kuda' sepanjang 40.000 km yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik. Sekitar 90% dari gempa bumi yang terjadi dan 81% dari gempa bumi terbesar terjadi di sepanjang Cincin Api ini.

"Mungkin kalau kita melihat ke dunia, itu kelihatan bahwa Indonesia itu sangat merah dibandingkan dengan yang lain. Jepang, misalnya merah juga, Filipina saya pikir merah juga. California itu merah juga karena disitu ada zona San Andreas Fault yang besar dan bergerak sangat cepat," kata Danny Hilman Natawidjaja, peneliti utama bagian geologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Perbandingan Indonesia dengan bagian lain dunia dilakukan dengan menggunakan global seismic hazard atau bahaya seismik global, Danny menjelaskan.

"Zonasi seismic hazard itu sudah, yang dia representasikan adalah potensi guncangan gempanya, yang direpresentasikan dengan nilai percepatan gravitasi, G, makin tinggi yah makin banyak guncangannya.

"Nilai G lebih dari 5 menjadi merah. Nilai 3 dengan 5, kuning. Yang ada di bawahnya hijau biru dan sebagainya. Itu kelihatan bahwa Indonesia itu sangat merah dibandingkan dengan yang lain," Danny menambahkan.

 

Korban manusia dan infrastuktur
Gempa di Lombok yang terjadi hari Minggu (05/08) telah menyebabkan banyak korban meninggal disamping ribuan orang harus mengungsi. Sementara gempa Aceh 2004 yang berkekuatan 9,3 pada skala Richter, menyebabkan 180 ribu orang meninggal dengan kerugian Rp45 triliun.

Jadi apakah kerugian, termasuk kerugian material seperti rumah, jalan, jembatan dsb, akan terus terjadi mengingat tingginya potensi terjadinya gempa di Indonesia?

"Masyarakat kita akan terus menjadi korban setiap terjadinya gempa karena kita juga tidak melihat langkah-langkah konkrit yang benar-benar, semacam juklak bagaimana membangun bangunan tahan gempa itu diedukasikan secara masif sehingga masyarakat kita benar-benar memahami dan kemudian mindset itu berubah," kata Dr Daryono.

Sementara kepadatan penduduk dan bangunan di Jawa dan Sumatra dibandingkan di bagian timur, menyebabkan lebih besar kemungkinan risiko korban dan kerusakan.

"Kalau kita lihat dari potensi hazard-nya, bahayanya, Indonesia timur itu dua kali lipat potensinya dibandingkan dengan wilayah barat, tetapi yang nama risiko itu kan juga mempertimbangkan keberadaan populasi dan infrasturktur. Untuk saat ini infrastruktur dan populasi kebanyakan di Jawa dan Sumatra, daerah Papua dan Maluku kan masih sedikit," kata ahli geologi LIPI, Danny Hilman.

Mengingat besarnya potensi dan risiko gempa di Indonesia dan telah panjang catatan sejarahnya, bukankah langkah pencegahan seharusnya sudah diambil?

Pemerintah mengatakan berbagai cara untuk mengantisipasi bencana alam ini telah dilakukan, termasuk dengan menggunakan teknologi tinggi.

"Sistem monitoring gempa bumi, sistem processing dan diseminasi penyebaran itu sudah sangat bagus, menggunakan teknologi yang. Dalam waktu kurang dari tiga menit itu sudah bisa mendapatkan informasi parameter gempa. Waktu gempa, kekuatan, kedalaman dan lokasinya. Kita juga bisa mengeluarkan peringatan dini tsunami dengan cepat," kata Daryono dari BMKG.

Tahun 2017, Indonesia telah merevisi peta seismic hazard dimana seluruh wilayah sudah dizonasi dan dikuantifikasi terkait seberapa besar potensi guncangan seismiknya.

"Berdasarkan peta itu seorang ahli sipil bisa mendisain struktur tahan gempa yang cocok untuk seluruh wilayah di Indonesia. Kalau semua orang, semua bangunan mengikuti, mematuhi peraturan yang ada, saya pikir nggak ada masalah kapan ada gempa terjadi karena yang paling berbahaya waktu gempa itu bukan gempanya tetapi bangunan yang roboh," kata Danny Hilman Natawidjaja dari LIPI.

Jadi mengapa masyarakat tetap menjadi korban setiap terjadi gempa, dengan adanya berbagai hal seperti teknologi tinggi dan kesiapan zonasi?

"Masih jauh urusan awareness, urusan pemahaman. Mereka belum siap. Kenapa mereka belum siap? Mereka tidak tahu informasinya. Sangat sedikit masyarakat dari kami yang tahu. Tahu tentang itu wilayah gempa atau tahu disitu ada ancaman gempa, itu sangat sedikit.

"Mereka juga tidak tahu bagaimana cara untuk menanggulangi kalau itu terjadi," kata Hening Parlan dari Lembaga Lingkungan Hidup dan Bencana, Aisyiyah yang telah mengamati topik keberdayaan masyarakat dalam mengatasi bencana alam, seperti gempa selama 20 tahun. (BBC Indonesia)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM