Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali kembali erupsi pagi ini, Selasa (3/7). Tak cuma sekali, Gunung Agung dua kali erupsi dengan jarak waktu kurang dari 30 menit.

Hal itu diungkapkan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.

"Dua kali erupsi kecil Gunung Agung menyambut pagi ini 3/7/2018," tulis Sutopo dalam akun twitternya, Selasa (3/7).

Sutopo menyebut letusan pertama terjadi sekitar pukul 09.28 WITA dengan tinggi kolom abu hingga 2.000 meter dari puncak gunung disertai intensitas tebal condong ke arah barat.

"Letusan kedua pukul 09.46 WITA setinggi 500 m ke barat. Ststus Siaga. Bandara normal. Bali aman," ujar Sutopo.

Sementara dari pemantauan Pos Pengamatan Gunung Agung juga menyebutkan pada erupsi pukul 09.28 WITA teramati ketinggian kolom abu mencapai kurang lebih 2.000 meter dari atas puncak Gunung Agung.

Dari data di seismograf, erupsi tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 24 mm dan durasi erupsi kurang lebih 3 menit 38 detik. Kolom abu terpantau berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak condong ke arah barat.

Hingga saat ini, status Gunung Agung masih berada di Level III atau Siaga.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau kepada kepada masyarakat maupun pendaki untuk tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di zona perkiraan bahaya, yaitu di seluruh area pada radius 4 kilometer dari kawah puncak Gunung Agung.

Zona perkiraan bahaya tersebut sifatnya dinamis dan terus dievaluasi sehingga dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pemantauan aktivitas vulkanik Gunung Agung.

Selain pagi ini, tadi malam, Gunung Agung juga erupsi dengan tipe strombolian sekitar pukul 22.04 WITA. Erupsi tersebut melontarkan lava pijar dengan jarak lontaran mencapai 2.000 meter yang membuat hutan terbakar. (cnnindonesia.com)

Gunung Agung kembali memuntahkan abu vulkanik Kamis (28/6/) malam, kali ini dibarengi dengan keluarnya lava pijar di permukaan kawah gunung.

Kasubdit Mitigasi Bencana Geologi Wilayah Timur Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian ESDM Devy Kamil Syahbana menjelaskan bahwa saat ini lava telah membanjiri kawah Gunung Agung dalam radius 100 meter dari bibir kawah.

"Sekarang starting point-nya di kedalaman kawah 100 meter," katanya. Yang dimaksud adalah titik awal letusan.

"Tahun lalu titik awal letusannya di kedalaman kawah 200 meter. Jadi kalau tampak lebih terang mungkin karena dia lebih tinggi posisinya dari tahun lalu," katanya seperti dilaporkan Raiza Andini, seorang wartawan di Bali.

Secara visual, memang letusan itu tampak dari kejauhan.

"Petugas juga menangkap adanya sinar api di atas puncak kawah dan hingga kini masih terjadi" tambah Devy Kamil Syahbana pula.

Ia menyebut juga tentang kondisi kegempaan Gunung Agung: "saat ini tengah berlangsung tremor menerus dengan model microtremor dengan amplitudo 10-15 milimeter."

Ditegaskannya, masyarakat harus waspada dan menghindari zona bahaya, sekitar 4 km dari kawah gunung dengan tinggi 3142 meter di atas permukaan laut itu.

Asap dan debu yang membumbung, dicemaskan berpengaruh pada keamanan penerbangan. Akibatnya Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Denpasar, ditutup.

Ribuan penumpang terperangkap di Bandara, karena seluruh penerbangan ditunda.

Penerbangan-penerangan menuju Bali dari berbagai wilayah pun ditunda pula.

Gunung Agung sempat sangat aktif tahun lalu selama beberapa waktu lalu, menimbulkan kcemasan akan terjadinya letusan besar. Namun kemudian letusan-letusan mereda. Kendati terjadi letusan-letusa kecil dari waktu ke waktu. (BBC Indonesia)

Gunung Agung kembali mengeluarkan letusan, hanya beberapa hari setelah status kesiagaannya diturunkan dari level IV atau awas menjadi siaga level III, pengungsi yang belum sempat kembali memilih untuk tetap tinggal.

Gunung dengan tinggi 3142 meter di atas permukaan laut itu itu mengeluarkan abu vulkanik setinggi 1500 meter dari puncaknya pada pukul 11.53 Wita, Selasa (13/2), lapor Raiza Andini, seorang wartawan di Bali.

Kolom abu setinggi 1500 meter tersebut mengarah ke timur dan timur laut, kata Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian ESDM I Gede Suantika.

"Ini agak lebih kecil ya kekuatannya dibandingkan bulan lalu itu sampai 2500 meter," kata Suantika yang dihubungi lewat sambungan telefon.

Letusan sebelum ini yang dimaksud Suantika, terjadi pada tangal 19 Januari 2018 silam.

Masyakat diserukan untuk menjauhi radius zona merah yakni empat kilometer dari puncak Gunung Agung.

Sementara itu, para pengungsi yang belum dipulangkan menyusul diturunkannya status siaga akhir pekan lalu, sempat kaget melihat awan hitam dari Gunung Agung. Mereka untuk memutuskan iuntuk tetap tinggal, meski pemerintah sebelumnya merencanakan pemulangan mereka ke kampung masing-masing.

"Takut gunungnya belum stabil, saya enggak mau pulang dulu," ungkap Made Satria warga Desa Temukus Kec. Besakih.

 

Lepas dari itu, lalulintas penerbangan ke dan dari bandara Ngurah Rai, Denpasar, masih normal.

I Gede Suantika dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mengatakan letusan itu dalam kategori peringatan penerbangan terkait gunung berapi (Volcano Observatory Notice for Airnav, VONA) masih berkode oranye, yakni belum membahayakan bagi aktivitas Bandara I Gusti Ngurah Rai.

"Arah angin ke timur jadi jauh dari bandara," kata Suantika pula.

Dalam data yang dihimpun petugas PVMBG dalam kurun waktu enam jam 06.00-12.00 wita menunjukkan bahwa adanya letusan sebanyak satu kali dengan amplitudo 21 milimeter dengan durasi 140 detik kemudian terdeteksi satu kali gempa vulanik dangkal beramplitudo 12 milimter berdurasi 20 detik, dan vulkanok dalam berjumlah satu kali dengan amplitudo 12 milimeter berdurasi 100 detik.

Sebelum ini, sudah 20 hari tidak terjadi erupsi Gunung Agung, setelah letusan terakhir tanggal 24 Januari 2018. (bbcindonesia.com)

Gunung Agung kembali erupsi, Senin (1/1) sekitar pukul 22.40 Wita dan mengakibatkan lima desa di Bali terpapar hujan abu.

"Gunung Agung erupsi keluarkan abu vulkanik pada 1/1/2018 pukul 22.40 Wita. Hujan abu vulkanik terjadi di Desa Badeg, Yeha, Temukus, Besakih dan Muncan. Erupsi hanya sesaat. Status Awas. Kondisi gelap malam dan berawan," tulis Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan di akun twitternya @Sutopo_BNPB.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM dalam situs resminya, menyatakan, berdasarkan pantauan dari pukul 18.00-24.00 Wita, tampak asap kawah bertekanan sedang, berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tebal dan tinggi 700-1.500 meter di atas puncak kawah.

"Teramati letusan dengan tinggi 1.500 meter dan warna asap kelabu," demikian pernyataan PVMBG.

PVMBG mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Agung agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di dalam area kawah Gunung Agung dan di seluruh area di dalam radius delpana kilometer dari kawah Gunung Agung.

"Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling terbaru," tulis PVMBG. (cnnindonesia.com)

Page 1 of 3

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM