SAN DIEGO — Akibat terlalu bersemangat bermain Pokemon Go, dua pria harus dirawat di rumah sakit setelah jatuh ke dalam jurang di Encinitas, San Diego, AS.

Satu orang jatuh dari ketinggian 15 meter dan satu orang lainnya jatuh dari atas tebing setinggi 24 meter.

 

Demikian dijelaskan komandan pasukan pemadam kebakaran Robbie Ford kepada harian The San Diego Union Tribune.

Kedua pria itu kemudian dilarikan ke rumah sakit Scripps La Jolla, San Diego, tetapi kondisi keduanya sejauh ini belum diketahui.

Ford mengatakan, salah satu pria itu mengatakan kepada polisi bahwa mereka sedang asyik bermain Pokemon Go saat tanpa sadar mereka terjatuh dari tebing.

Tim penyelamat langsung merawat korban yang jatuh ke pantai di bawah tebing itu. Sementara itu, petugas pemadam kebakaran harus menggunakan tali untuk mengangkat korban lainnya yang tak sadarkan diri.

Meski sudah terpasang peringatan terkait kondisi tebing yang tak stabil, kedua orang ini tetap memanjat pagar pembatas untuk mencari Pokemon. Demikian keterangan kantor sherif San Diego.

Insiden ini adalah satu dari banyak berita terkait permainan Pokemon Go yang langsung menjadi hobi baru pengguna telepon pintar sejak diluncurkan awal bulan ini.

Sebelumnya dikabarkan, seorang remaja asal Wyoming, AS, menemukan jasad seorang pria di sebuah sungai setelah dia sampai ke tempat itu dalam upaya mencari Pokemon. (kompas.com)

PURWOREJO - Bencana longsor di Dusun Caok Kulon, Desa Karangrejo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, menyisakan cerita bagi Suparlan.

Suparlan masih ingat betul detik-detik sebelum longsor mengubur 15 warga, Sabtu (18/6/2016) sekitar pukul 19.00 WIB. Hujan deras yang mengguyur sejak pukul 15.00 WIB menjadi awal kecemasan dia.

“Saya sudah merasa aneh, kok tumben hujan air dari atas ngalirnya deras sampai rumah banjir. Baru kali ini terjadi,” kata Parlan membuka perbincangan dengan Tribun Jateng, Minggu (19/6/2016).

Satu jam hujan turun, tetangga Parlan berteriak longsor menimpa rumah si tetangga yang berada di atas rumah Parlan.

Ia lantas menengok kondisi rumah tetangganya itu yang sebagian rusak tertimpa longsor. Parlan semakin gundah longsor besar akan terjadi.

Sekitar pukul 18.30 WIB, warga dan Parlan disibukkan dengan tersumbatnya gorong-gorong yang membuat air meluap ke jalan. Akibat gorong-gorong meluap, laju pengendara terhambat dan terjadi kemacetan.

Kecemasan Parlan membuatnya tak berlama-lama mengurusi gorong-gorong dan pulang ke rumah yang jaraknya sekitar 100 meter dari jalan. Lagipula ia ingin shalat isya dan tarawih.

“Banyak pengendara antre, ada truk, mobil, dan beberapa motor. Kebanyakan mereka mau ke arah Desa Donorati. Saya sekitar pukul 19.00 WIB naik, pulang ke rumah. Perasaan sudah engga enak,” ujarnya.

Parlan ingin menceritakan kecemasan yang ia rasakan ke istrinya. Namun baru sampai di beranda rumah, terdengar bunyi keras mirip helikopter.

“Bunyinya gluduk, gluduk, bluukk, keras sekali kayak deru helikopter. Saya tengok ternyata tebing sudah rata menimpa pengendara dan satu rumah milik Muhtarom,” ujarnya.

Parlan pun lari tunggang langgang menuju arah masjid dimana warga akan menjalankan shalat tarawih. “Saya teriak, ’longsor...longsor’ ke orang-orang yang mau shalat isya. Waktu itu sudah mau takbir awal, tapi batal shalat langsung lari semua ke lokasi longsor,” ujarnya.

Ketika kembali ke lokasi warga menemukan Muhtarom yang merintih kesakitan terbenam lumpur setengah dada.

“Warga langsung menolong Pak Muh dan dibawa ke rumah sakit. Badannya tertimpa kayu-kayu. Istri Pak Muh, Muksodah (40) dan anak kedua, Aditya Mujahid (23) hilang belum ditemukan,” ujarnya. (kompas.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM