Ducati berjanji tak akan menelantarkan Jorge Lorenzo di sisa musim MotoGP 2018 bila akhirnya pebalap Spanyol itu benar-benar hengkang.

Ducati bakal mengumumkan masa depan Lorenzo sebelum balapan MotoGP Catalonia, 17 Juni mendatang. Namun sejauh ini sudah tersiar kabar Lorenzo telah mencapai kata sepakat dengan Honda untuk kontrak dua tahun.
Direktur Teknik Ducati Gigi Dall'Igna menegaskan mereka tak akan fokus pada Andrea Dovizioso seorang di tengah rumor pindah yang menghinggapi Lorenzo.


"Memiliki dua pebalap penting dan keduanya punya kemampuan memenangkan balapan, itulah yang kami inginkan," ucap Dall'Igna seperti dikutip dari GPOne.

 

Dall'Igna menyebut kemenangan Lorenzo di MotoGP Italia adalah buah kerja sama tim dengan Lorenzo. Usai menang, Lorenzo menyebut desain tangki baru di motor jadi penyebab kemenangannnya.

"Kemenangan itu bukan hanya karena tangki. Dalam tes di Barcelona, kami bekerja untuk melakukan sejumlah pembaruan."

"Terkait desain motor yang lebih efisien, Jorge Lorenzo sudah mendapatkannya. Ia kini tidak terlalu lelah seperti sebelumnya dan bisa menampilkan kualitas pada level yang lebih tinggi," tutur Dall'Igna.

 

Dall'Igna mengakui kemenangan Lorenzo di MotoGP Italia adalah kepuasaan tim dan Lorenzo. Penantian mereka sejak awal musim MotoGP 2017 akhirnya terbayar.

"Bukan hanya kami yang berharap lebih darinya, dia pun memiliki harapan yang sama. Dia membuktikan telah melakukan apa pun agar bisa menang bersama Ducati dalam 3-4 kesempatan. Di kesempatan lain, ia nyaris menjadi juara," ujar Dall'Igna.

Seri MotoGP 2018 berikutnya akan berlangsung di MotoGP Catalonia, 17 Juni mendatang. (CNN Indonesia)

Setelah meraih hasil mengecewakan di Qatar, Jorge Lorenzo menatap seri Argentina dengan optimistis. Menyusul hasil bagus dua motor Ducati pada tahun lalu.

Lorenzo menandai debut kompetitif bersama Ducati dengan finis kesebelas di Losail. Rider Spanyol itu kalah jauh dari rekan setimnya, Andrea Dovizioso yang mampu naik podium kedua.

Kini, tantangan lain dihadapkan pada Lorenzo. Pasalnya, Argentina bukanlah seri yang "ramah" untuknya. Sejak digelar pada 2014, Lorenzo hanya sekali naik podium dan musim lalu gagal finis. 

Sementara itu, Ducati mampu tampil oke di 2016 setelah dua edisi sebelumnya yang sulit. Ketika itu, Hector Barbera (Avintia Racing) dan Eugene Laverty (Aspar) bisa menggeber motor Ducati mereka untuk finis kelima dan keempat. Meskipun Dovizioso dan bekas rekan setimnya Andrea Iannone sama-sama retired.

Lorenzo yakin dirinya bisa meraih hasil yang lebih baik. "Di Qatar, kejuaraan dunia tidak dimulai dengan cara yang kami inginkan tapi sekarang kami harus membuka lembaran baru dan melanjutkannya," kata Lorenzo di GPOne. 

"Aku tidak sabar lagi menantikan akhir pekan GP Argentina, jadi aku bisa mengakumulasi jarak tempuh yang lebih banyak dan pengalaman di Ducati," lanjut eks pebalap Yamaha ini.

"Meskipun sirkuit Thermas adalah tempat di mana aku sedikit menderita di beberapa tahun terakhir, itu adalah lintasan yang istimewa. Tahun lalu Ducati tampil sangat baik dan kupikir aku akan bisa membuat langkah maju ke depan."

"Kami harus tetap fokus dan mulai bekerja dengan setingan yang bisa membuat kami cepat sesegera mungkin, karena di sini di Argentina segalanya adalah hal baru bagiku dengan Ducati," imbuh Lorenzo. (detik.com)

Setelah empat tahun bekerja sama, Ducati akhirnya melepas Andrea Iannone untuk memberi jalan pada Jorge Lorenzo. Bukan keputusan yang mudah bagi Ducati.

Mulai 2017, Iannone akan membalap bersama Suzuki Ecstar. Sedangkan Ducati masih tetap mengandalkan Andrea Dovizioso, yang kini bertandem dengan Lorenzo usai meninggalkan Movistar Yamaha.

Masa depan Iannone di Ducati mulai diragukan sejak Lorenzo mengumumkan akan bergabung dengan pabrikan Italia itu, April silam. Apalagi, di awal tahun ini Iannone membuat sejumlah eror yang merugikan pebalap lain, termasuk Lorenzo.

Terlepas dari kontroversinya, Iannone mampu menghadirkan kemenangan pertama Ducati di MotoGP dalam enam tahun. Sekalipun, pebalap Italia itu gagal memaksimalkan musim terakhirnya akibat mengalami cedera parah di San Marino. 

"Tidak pernah mudah ketika Anda memiliki dua pebalap yang kencang di tim Anda untuk memutuskan siapa yang harus pergi," ujar direktur Ducati Paolo Ciabatti, yang dikutip Autosport.

"Sebuah keputusan yang tidak mudah karena kedua Andrea sudah bersama kami sejak 2013, menjalani masa-masa yang sangat sulit bersama, membantu Ducati, dan Gigi [Dall'Igna, manajer umum] untuk membangun sebuah motor yang lebih baik dan saya pikir motor yang sekarang adalah motor yan sangat kompetitif."

"Pada akhirnya kami berkata, ini akan menjadi keputusan yang sulit tapi di dalam hidup Anda harus mengambil banyak keputusan yang sulit. Jadi kami membuat sebuah keputusan, Andrea Dovizioso yang akan bertahan."

"Saya pikir dia dan Lorenzo adalah sebuah tim yang sangat baik untuk masa depan dan jelas kami menyesal Iannone harus pergi karena dia mengantar kemenangan pertama kami sejak 2010 di Austria. Saya yakin dia akan kompetitif di Suzuki, jadi dia akan menjadi salah satu pesaing terkuat kami, tapi beginilah kehidupan," imbuh Ciabatti. (detik.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM