Jangan khawatir, Madonna akan tetap merilis sebuah album, yang dibuktikan dengan postingan Instagramnya di beberapa hari terakhir (lihat di bawah). Tapi, sebelum kita bisa mendengar lagu-lagu barunya, sang Ratu Pop juga memiliki kesibukan lain, membuat sebuah film sebagai proyek barunya.

Film berjudul “Taking Flight” dan ceritanya berdasarkan perjalanan hidup luar biasa dari seorang ballerina bernama Michaela De Prince, yang sukses menaklukkan halangan di negara Sierra Leona yang tengah diobrak-abrik peperangan dan kemudian menjadi seorang penari kaliber.

Kalau sudah menyaksikan “Lemonde” milik Beyonce, maka bisa melihat penampakan dari Michaela De Prince ini. Film rencananya akan segera mulai dikerjakan dengan naskah merupakan hasil adaptasi oleh Camilla Blackett, yang dikenal berkat karya-karyanya di televisi, seperti serial “Fresh Off the Boat” dan “New Girl”.

Ini tentunya bukan kali pertama Madonna mengarahkan sebuah film. Ia melakukan debut penyutradaraan di tahun 2008 lalu dengan menggarap sebuah drama komedi Inggris berjudul “Filth and Wisdom”. Madonna menyusulnya dengan sebuah film drama sejarah, “W.E.”, di tahun 2011. Selain kisah hidup ballerina Michaela De Prince, ada beberapa proyek film lain yang berada di daftar kerja Madonna, seperti adaptasi novel karya Sean Greer, “The Impossible Lives of Greta Wells”. (creativedisc.com)

Ribuan siswa di berbagai penjuru Amerika Serikat membolos untuk ikut serta dalam demonstrasi besar-besaran menuntut pengetatan aturan senjata demi menghindari penembakan massal di sekolah.

Dari Washington hingga Los Angeles, sekitar 2.500 siswa kompak meninggalkan kelasnya mengikuti kampanye Bolos Sekolah Nasional yang dimulai pukul 10.00 sesuai zona waktu masing-masing lokasi pada Rabu (14/3).

Di Washington, ratusan remaja berkumpul di depan Gedung Putih, mengacungkan poster dan spanduk bertuliskan "Buku Bukan Peluru" dan "Lindungi Manusia Bukan Senjata" sambil berjalan bersama menuju gedung parlemen.

Sesampainya di Gedung Capitol, semua serempak mengenang kembali peristiwa penembakan di Marjory Stoneman Douglas di Parkland, Florida, yang menewaskan 17 orang tepat satu bulan lalu.

"Kami ingin menunjukkan kepada Kongres dan para politikus bahwa kami tidak akan tinggal diam. Kami tidak akan diam terus. Parkland akan menjadi tragedi penembakan di sekolah yang terakhir," ujar Brenna Levitan yang mengikuti aksi bersama ibunya, kepada AFP.

Sementara itu, di dalam gedung parlemen, Dewan Perwakilan menggelar pemungutan suara dengan hasil akhir 407-10 untuk undang-undang pencegahan kekerasan bersenjata di sekolah.

Rancangan undang-undang itu mencakup aturan untuk meningkatkan keamanan, pemeriksaan kesehatan mental, dan menciptakan sistem pelaporan agar siswa dapat melaporkan ancaman.

Namun, rancangan itu tak mencantumkan aspek kontroversial yang selama ini menjadi tuntutan para siswa, yaitu pengetatan aturan senjata.

Aspek tersebut mencakup pemeriksaan latar belakang saat penjualan senjata, larangan pembelian senjata berat, dan meningkatkan usia minimal untuk jual beli beberapa jenis pistol.

Aksi serupa juga merambah ke sekitar Washington. Dari Maryland, siswa dari Montgomery Blair dikawal oleh mobil polisi menuju stasiun kereta bawah tanah, di mana mereka akan menaiki moda transportasi tersebut menuju Gedung Putih.

Tak hanya di Washington, aksi juga digelar di Florida. Berpakaian merah, para siswa di Stoneman Douglas datang ke tempat peringatan kematian teman-teman mereka sambil berpelukan dan menangis.

Di New York, para siswa LaGuardia keluar dari kelasnya selama 17 menit, mewakili setiap korban tewas dalam tragedi di Florida.

"Ini bukan masalah kiri atau kanan. Ini masalah keamanan publik. Kami bekerja sama, seperti yang sudah lama tidak kami lihat dilakukan oleh para orang dewasa," tutur salah satu murid, Cate Whitman, kepada CNN.

Namun, tak semua siswa setuju dengan gerakan akar rumput ini. Sekelompok siswa pendukung Partai Republik lebih memilih berkumpul di sebuah kafe untuk berdiskusi menyuarakan pendapat mereka.

"Saya 100 persen mendukung demo nasional untuk menunjukkan kepedulian terhadap korban di Florida dan penembakan sekolah lainnya. Namun, saya tidak mendukung mereka yang menggunakan peristiwa tragis ini untuk mendukung agenda politik seperti pengetatan aturan senjata," kata siswa sekolah Lapeer di Michigan, Austin Roth.

Salah satu sekolah di Daerah Cobb, Georgia, pun menyatakan akan memberlakukan hukuman khusus bagi siswa yang membolos demi mengikuti demo ini.

Meski demikian, salah satu siswa senior bernama Kara Litwin mengatakan bahwa ancaman hukuman itu mungkin bisa melemahkan tekad sejumlah murid, tapi masih banyak yang tetap berani keluar, termasuk dirinya sendiri.

"Perubahan tidak pernah terjadi tanpa penolakan. Ini adalah sebuah gerakan, bukan sekadar momen, dan ini hanyalah langkah pertama dari proses panjang kami," kata Litwin. (bbcindonesia.com)

Perseteruan Marca dengan Jose Mourinho nampaknya akan terus berlanjut. Marca dan Mourinho pernah memiliki hubungan yang baik sebelum akhirnya memanas pada akhir masa kerja Mourinho di Real Madrid.

Saat itu kubu Madrid terpecah dua, antara kubo Mourinho dengan kubu Iker Casillas. Mou kesal dan menuduh Casillas membocorkan rencana permainannya kepada pers, termasuk Marca. Sejak saat itu, Marca kerap menulis kritikan terhadap Mou dan Mou juga kerap mengkritik media ibukota Spanyol itu.

Kini setelah Manchester United disingkirkan Sevilla, Marca kembali mencerca. Marca mempertanyakan kemampuan Mourinho meracik tim karena setelah menghabiskan ratusan juta euro, United masih bermain defensif dan tersingkir di babak 16 besar.

Marca menulis: "Sevilla mendominasi sepanjang pertandingan dan mempermalukan Mourinho di bench United. Setan Merah kembali ke Liga Champions setelah memenangkan Liga Europa musim lalu. Mereka sudah menghabiskan 350 juta euro dalam dua musim terakhir saja. Sekarang mereka sudah tak punya harapan untuk juara liga dan juga sudah tersingkir di babak 16 besar Liga Champions."

Beberapa nama besar yang dibeli selama kepemimpinan Mourinho antara lain adalah Paul Pogba (105 juta euro), Henrikh Mkhitaryan (42 juta euro, tapi sudah ditukar dengan Alexis Sanchez), Eric Bailly (38 juta euro), Romelu Lukaku (84,7 juta euro), Nemanja Matic (44,7 juta euro), dan Victor Lindelof (35 juta euro). (bola.net)

Harry Styles memberi kejutan pada para penggemar saat ia membuka leg pertama untuk tur dunianya di Basel, Swiss, pada Minggu malam, 11 Maret lalu. Tidak hanya ia menghadirkan set-list berbeda, tapi juga melakukan debut dua buah lagu baru, ‘Oh Anna’ dan ‘Medicine’.

Mantan anggota One Direction ini menyebutkan jika lagu-lagu tadi awalnya ditulis selama proses penulisan materi untuk albu debutnya. Sayangnya dua lagu ini gagal masuk ke “final cut”. “Dua tahun lalu aku mulai mengerjakan album milikku,” kata Harry. “Kalian sangat luar biasa dalam proses ini. Aku ingin berterima kasih untuk dukungan kalian. Kami telah menulis begitu banyak lagu untuk albumnya dan kami memilih (hanya) 10. Dan kami belum pernah memainkan lagu-lagu ini sebelumnya.”

Awalnya Harry memainkan ‘Medicine’, di mana ia mengelilingi panggung saat menyanyikan lagu anthemik ini. “Can I take my medicine, take my medicine / Rest it on your fingertips / Up to your mouth, feeling it out/ Feeling it out,” nyanyi Harry.

Sementara itu ‘Oh Anna’ adalah sebuah lagu pop-rock yang mengandung snippet kecil dari hook gitar ikonik dari lagu hit George Michaels, ‘Faith’. Di dalam lagu Harry bernyanyi, “I don’t want your sympathy, but you don’t know what you do to me / Oh, Anna! / Every time I see your face, there’s only so much I can take / Oh, Anna!”

Belum diketahui apakah Harry akan merilis versi studio untuk ‘Medicine’ dan ‘Oh Anna’. Tapi pastinya para fans sudah meminta sang idola untuk merilisnya. Kita tunggu saja. Untuk sementara, dengar ‘Medicine’ dan ‘Anna’ yang dibawakan Harry secara live di bawah ini:

(creativedisc.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM