Andrea Pirlo mengungkapkan bahwa ia dan rekan-rekannya di skuat AC Milan seringkali mengerjai Gennaro Gattuso hingga pemain berjuluk Rino itu menjadi marah dan kemudian mencoba untuk menusuknya dan rekan-rekannya dengan garpu.

Gattuso memang dikenal sebagai sosok pemain yang begitu temperamental. Emosinya meluap-luap saat berada di atas lapangan. Ia juga tak akan segan adu pukul dengan pemain lawan.

Namun meski tahu bahwa Gattuso sosok yang temperamental, para pemain Milan ternyata sering mengerjainya. Para penggawa Rossoneri bahkan kerap mengerjainya secara beramai-ramai.

Aksi jahil Pirlo ternyata tak berhenti sampai di skuat Milan saja. Bahkan ketika Gattuso gabung dengan timnas Italia, ia pun sering kali dikerjai oleh eks playmaker Juventus tersebut dan sejumlah pemain lain.

Pirlo lantas menceritakan pengalaman gilanya tersebut dalam bukunya yang berjudul "I Think Therefore I Play." Ia pun menceritakan secara detil bagaimana Gattuso yang begitu marah ketika ia kerjai, sampai akhirnya berusaha menusuknya dengan garpu.

"Rino selalu menjadi target favorit saya. Terlepas dari kenyataan bahwa dalam beberapa kesempatan ia mencoba membunuh saya dengan sebuah garpu. Saat makan di Milanello, kami akan menciptakan  segala macam hal untuk menyiksanya. Ketika kami mendapati ada kata kerjanya yang salah (yang hampir selalu terjadi sepanjang waktu), kami akan segera melompat ke arahnya. Dan kemudian ketika ia benar-benar mengucapkannya dengan benar, kami akan memastikan bahwa ia masih salah hanya untuk membuatnya menjadi lebih kesal lagi. Saya, Ambrosini, Nesta, Inzaghi, Abbiati, Oddo: itu adalah kelompok orang-orang bajingan itu," tulis Pirlo.

"Anda bisa melihat kabut merah turun dan ia tidak bisa menyembunyikannya. Kita bisa tahu apa yang akan terjadi dan jadi kami akan menyita semua pisau. Gattuso akan meraih garpu dan mencoba menusukkannya ke tubuh kami. Pada lebih dari satu kesempatan, ia mencapai sasarannya dan garpu itu masuk ke kulit kami. Kami selembut tuna; Jenis yang bisa Anda tusuk dengan breadstick (sejenis roti yang panjang dan biasanya crispy). Beberapa dari kami akhirnya bahkan tidak bisa bermain karena salah satu serangan garpu Rino, bahkan jika penjelasan resmi dari klub adalah karena 'kelelahan otot'."

"Kami akan menyingkir saat ia jadi marah, tapi begitu ia sudah menjadi tenang dan pergi ke kamarnya, kami akan keluar lagi, menumpuk sofa di depan pintu dan menghalangi jalan keluarnya." (bola.net)

Penyanyi/penulis lagu/produser kenamaan, Pharrell Williams, akan bekerjasama dengan sutradara pemenang Tony Award, Michael Mayer, untuk mengerjakan sebuah film musikal yang kisahnya akan berangkat dari kisah hidup Pharrell sendiri.

Selain Pharrell, film juga akan diproduseri oleh rekannya, Mimi Valdes. Sementara Martin Hynes akan menulis naskahnya, sebagaimana yang dilaporkan oleh The Hollywood Reporter. Filmnya digambarkan sebagai sebuah musikal dengan cerita ala Romeo dan Juliet yang terinspirasi dari kehidupan masa kanak-kanak Pharrell di Virgina Beach.

Belum diketahui siapa yang akan memerankan Pharrell atau kapan akan mulai dikerjakan.

Pharrell sendiri memang cukup sering terlibat dalam pengerjaan film akhir-akhir ini. Ia sebelumnya turut memproduseri film peraih nominasi Oscar, Hidden Figures. Ia juga terlibat dalam film biografi Roxanne Shante, “Roxanne Roxanne”, yang berkisah tentang rapper perempuan yang populer di era 1980-an. Film dibintangi oleh Chante Adams, Mahershala Ali, dan Nia Long. Film melakukan screening pertamanya di Festival Film Sundance 2017 di bulan Januari lalu. (creativedisc.com)

Dalam dunia musik kontemporer, siapa yang tak mengenal pasangan legendaris nan ikonik, John Lennon dan Yoko Ono. Kini kisah mereka akan bisa disaksikan dalam sebuah film layar lebar yang mencoba menggambarkan kisah cinta mereka, serta tentunya aspirasi politik anti-perang yang John dan Yoko dengungkan.

Film yang belum diketahui judul atau kapan rilisnya ini akan diproduseri sendiri oleh Yoko bersama dengan Michael De Luca (“The Social Network”), serta Josh Bratman dari Immersive Pictures. Anthony McCarter, yang sebelumnya terlibat dalam produksi film peraih nominasi Oscar, “The Theory of Eveything”, akan menulis naskahnya, sebagaimana yang dilaporkan oleh The Hollywood Reporter.

Dalam sebuah pernyataan yang baru saja dirilis, De Luca menyebutkan, “The story will focus on ripe and relevant themes of love, courage and activism in the US – with the intention of inspiring today’s youth to stand up for and have a clear vision for the world they want.

John dan Yoko pertama kali bertemu di bulan November 1966, saat Yoko tengah melakukan pembukaan pameran seninya di lantai dasar Indica Bookshop di kota London. Saat itu sang frontman The Beatles masih menikah bersama dengan istri pertamanya, Cynthia. Setelah bercerai di bulan Agustus 1968, John kemudian menikahi Yoko di bulan Maret tahun depannya.

Selama 11 tahun usia pernikahan mereka, yang berakhir setelah kematian John, pasangan ini telah berkolaborasi dalam banyak proyek kreatif, termasuk produksi musikal milik John, “Double Fantasy” di tahun 1980. (creativedisc.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM