Stadion Riazor jadi salah satu tempat favorit Lionel Messi mencetak gol setelah Barcelona menjuarai La Liga dengan mengalahkan Deportivo La Coruna 4-2, Minggu (29/4) waktu setempat.

Di markas Deportivo itu Lionel Messi mencetak tiga gol, pada menit ke-38, 82', dan 85'. Satu gol Barcelona lainnya dicetak Philippe Coutinho menit ketujuh.

Sementara, tuan rumah Deportivo hanya bisa membalas melalui Lucas Perez (40') dan Emre Colak (64'). Kemenangan itu pun membuat Barcelona juara Liga Spanyol musim ini dengan menyisakan empat pertandingan.

Seperti dikutip dari Opta, Stadion Riazor merupakan salah satu tempat favorit Lionel Messi mencetak gol, selain Stadion Santiago Bernabeu. Total sudah 11 gol dikemas La Pulga di stadion tersebut dari delapan pertandingan.

Messi kali pertama mencetak gol di Riazor pada 5 Desember 2005. Di musim itu Messi mencetak dua gol saat Barcelona menang 3-1 atas Deportivo di kompetisi Liga Spanyol. Pada musim berikutnya pemain asal Argentina itu mencetak satu gol.

Namun, musim 2011/2012 Messi absen membobol gawang Deportivo. Keran gol Messi di Riazor berlanjut pada musim 2012/2013 dengan mencetak tiga gol. Itu hattrick pertama Messi di Riazor.

Messi mencetak hattrick kedua di Riazor pada 2014/2015 setelah kembali absen di musim 2013/2014. Pada musim 2015/2016, ayah tiga anak ini hanya mencetak satu gol dan gagal membobol gawang Deportivo di musim 2016/2017.

Sedangkan di Santiago Bernabeu, Lionel Messi total sudah mencetak 13 gol dari 19 pertemuan di semua kompetisi. (cnnindonesia.com)

FC Barcelona sama sekali tak bisa dibilang hanya berperan sebagai penonton netral mengenai pertanyaan tentang kemerdekaan Katalonia dalam beberapa tahun terakhir ini.
Klub itu telah dengan tegas mengaitkan warna mereka ke pilar gerakan yang merencanakan referendum kemerdekaan Katalonia pada 1 Oktober - sebuah referendum yang dinyatakan ilegal oleh pemerintah pusat di Madrid.

Namun posisi FC Barcelona menimbulkan pertanyaan yang lebih mendesak seiring dengan situasi yang jadi lebih memanas, dengan dikerahkannya polisi Garda Sipil untuk menangkapi para tokoh separatis dan menyita bahan-bahan persiapan referendum.
Akankah Katalonia yang merdeka membuat kompetisi La Liga Spanyol mendepak salah satu klubnya yang paling bergengsi itu?
Dan bagaimana dengan penggemar pertarungan klasik El Clasico yang terkenal di seluruh dunia antara Barca dan seteru beratnya Real Madrid, sebuah pertarungan yang sejauh ini menempatkan keunggulan Madrid dengan 95 kemenangan sementara Barcelona memenangkan 91 pertandingan?

Mereka yang bertanggung jawab di FC Barcelona bersikeras bahwa mereka bukan politikus; klub tidak memiliki posisi untuk memilih 'Ya' untuk kemerdekaan, tidak juga dalam memilih di liga mana mereka akan turun andaikata Katalonia memisahkan diri dari Spanyol.
Namun pada tahun 2014, FC Barcelona bergabung dengan Pakta Nasional untuk memutuskan sebuah wadah yang terdiri dari partai politik dan organisasi masyarakat sipil yang mendukung referendum kemerdekaan bagi Katalonia.

Pada hari Rabu, saat Garda Sipil menangkap pejabat pemerintah Catalan, klub tersebut mengeluarkan pernyataan politiknya yang mungkin paling terang-terangan, dengan mengatakan bahwa mereka membela "demokrasi, kebebasan berbicara, dan penentuan nasib sendiri".
Apapun yang terjadi selama beberapa minggu dan bulan ke depan, FC Barcelona tampaknya yakin bahwa mereka akan selalu dapat memilih di liga mana mereka akan bermain. Bahkan jika warga Katalan memilih untuk meninggalkan Spanyol, Barca percaya bahwa Spanyol tidak akan pernah ingin berhenti menonton El Clásico.
"Kami akan tetap di liga yang sama dengan Espanyol," kata wakil presiden FC Barcelona, Carles Villarubí, awal bulan ini mengacu klub kedua di Barcelona, namun penggemarnya dianggap pro-Spanyol.
Tapi Javier Tebas, presiden Liga Sepak Bola Profesional Spanyol, yang mengelola La Liga, menyerang balik, "Jika terjadi proses kemerdekaan di Katalonia, Barcelona tidak dapat memilih di mana mereka bermain."

  • FC Barcelona telah memenangkan 24 gelar La Liga, termasuk turnamen perdananya pada tahun 1929.
    Klub itu juga telah memenangkan 29 Piala Copa del Rey, dan mencatat rekor juara terbanyak.
  • Telah terjadi 235 pertandingan resmi antara Barcelona dan Real Madrid, sejak pertandingan Copa del Rey pada 1916. Real memenangkan 95, Barca 91 dan 46 pertandingan berakhir imbang.

Sebuah sumber yang merupakan pejabat penting klub Barcelona mengatakan kepada BBC bahwa tidak akan ada pernyataan resmi tentang apa yang tetap merupakan 'skenario hipotetis.'
Tapi, ia menambahkan, "Jika kemerdekaan Katalan muncul, klub harus mempertimbangkan pendapat para anggotanya sebelum membuat keputusan penting itu. "Kedua, dan dengan segala hormat, kami yakin bahwa kami adalah salah satu merek terkemuka di dunia sepak bola dan liga mana pun akan tertarik untuk memiliki kami di dalamnya, termasuk (La Liga) Spanyol."
Gabriel Rufián, anggota Kongres Spanyol dari sebuah partai kiri Katalan, mengatakan bahwa keberlanjutan Barça di liga Spanyol tidak akan lebih ganjil dibanding Monako yang bermain di liga Prancis.
Tampaknya tak banyak yang berkeinginan membayangkan sebuah liga nasional Katalan yang didominasi oleh salah satu klub terbesar dunia. Membayangkan Lionel Messi berurusan dengan para pemain belakang klub semiprofesional Katalan setiap hari Minggu, bukanlah gambaran yang bisa dibayangkan.
"Saya tidak bisa membayangkan Liga Spanyol tanpa Barcelona," kata pelatih Real Madrid Zinedine Zidane. "Saya tidak bisa membayangkannya, baik sebagai penggemar sepak bola maupun olahraga secara umum," tandas Zidane. (bbcindonesia.com)

Profesionalisme penyelenggara La Liga (LFP) memang kadang-kadang banyak dipertanyakan. Yang paling terlihat adalah ketika La Liga mencapai garis finis dan pemenangnya sudah ditentukan.

Tak seperti di beberapa liga lain yang sigap mempersiapkan trofi bagi tim yang menjadi juara, LFP seakan santai saja. Dalam beberapa tahun terakhir, pihak LFP sudah tak sanggup mengorganisir pemberian trofi kepada sang juara La Liga.

Pada 2014, Atletico Madrid tidak mendapatkan trofi La Liga saat mereka menjadi juara. Trofi juara baru diberikan pada awal musim 2014/15. Ini tentu konyol mengingat ada beberapa pemain Atleti yang pindah pada musim panas.

Hal yang sama kini dialami Real Madrid. La Liga tidak mempersiapkan trofi untuk mereka saat menang di La Rosaleda. Madrid pun tak bisa merayakan pesta juara mereka dengan trofi yang sebenarnya. Luka Modric dan Gareth Bale juga mempertanyakan hal itu. Kemungkinan besar Madrid baru akan diberi trofi itu musim depan.

Sebagai pembanding, Premier League memiliki rencana yang matang untuk presentasi trofi juara. Jika ada lebih dari satu tim yang berpeluang juara, maka pihak Premier League akan mempersiapkan beberapa trofi yang sama persis untuk tim-tim tersebut. Dengan demikian, tim yang menjadi juara bisa menikmati penuh momen kesuksesan itu.

Berikut videonya:

(bola.net)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM