Bos Repsol Honda, Alberto Puig meminta maaf atas insiden Marc Marquez menabrak Valentino Rossi pada MotoGP Argentina di Sirkuit Termas de Rio Hondo.

Marquez menabrak Rossi saat berusaha menyalip di tikungan 13 empat lap jelang balapan selesai. Puig meminta maaf atas insiden tersebut namun menegaskan insiden tersebut adalah murni kecelakaan, bukan kesengajaan.

"Bila kalian kembali melihat tayangan di TV, maka terlihat ada air di jalur tersebut. Jadi pada momen itu ban depan terkunci sehingga Marquez harus melakukan pengereman dan tergelincir."

"Marquez punya ruang saat itu [untuk membalap]. Tak benar bila Marquez masuk ke jalur tempat pebalap lain berada. Sayangnya, Marquez menyentuh Rossi dan kemudian Vale terjatuh di rumput. Yang kami pahami ini adalah kecelakaan dalam balapan dan kami tentu sangat meminta maaf atas hal ini," ujar Puig seperti dikutip dari Crash.

Puig membantah asumsi bahwa Marquez sengaja menabrak Rossi dan menginginkan Rossi keluar dari lintasan.

"Dalam situasi seperti ini, setiap orang punya pandangan masing-masing. Pengawas Lomba punya pandangannya dan juga demikian dengan para pebalap. Tentu saja kami percaya pada pebalap kami, percaya pada apa yang ia katakan," ucap Puig.

Puig sempat mengantar Marquez ke garasi Yamaha seusai lomba untuk meminta maaf namun kedatangan Marquez ditolak. Puig mengaku memahami situasi tersebut.

"Marc Marquez datang ke pit dan kalimat pertama yang dia ucapkan adalah ia ingin meminta maaf dan menjelaskan situasi yang ada. Saya rasa hal itu sudah menggambarkan karakter yang dimilikinya."

"Pergi kesana adalah keputusan Marquez namun kemudian mereka tak senang dengan kedatangan kami. Saya bisa memahami hal itu. Karena ketika hal tersebut terjadi pada pebalap tim lain, maka mereka juga tak akan gembira," kata Puig.

Marquez yang masuk finis di posisi kelima akhirnya tak mendapatkan poin karena penalti 30 detik membuat catatan waktunya ada di nomor urut ke-18. (cnnindonesia.com)

Marc Marquez ternyata bisa memahami cemoohan saat dirinya berhasil jadi juara GP San Marino. Namun, ia tak bisa menerima saat dirinya mendapatkan sorakan kegembiraan ketika terjatuh di sesi pemanasan.

Marquez sadar dirinya bertarung di markas lawan saat menjalani balapan GP San Marino. Selain karena seri tersebut adalah seri kandang bagi Ducati dan pebalap-pebalap Italia, hubungan buruk antara Marquez dengan Valentino Rossi membuatnya seolah jadi musuh utama.

Saat Marquez sukses jadi juara pun, ia justru menerima cemooh dari para penonton MotoGP yang ada di Misano. Bagi Marquez, hal itu merupakan sebuah kewajaran mengingat ia menggagalkan kemenangan Ducati hari itu. Namun Marquez tak bisa terima saat para penonton berteriak gembira ketika dirinya terjatuh di sesi pemanasan pagi hari.

“Sejujurnya apa yang terjadi di seri ini membuat saya sedih. Saya bisa memahami apa yang terjadi saat saya naik podium, namun saya tak bisa mengerti saat saya terjatuh namun penonton yang ada di tribun malah bersorak,” kata Marquez seperti dikutip dari Crash.

Bagi Marquez, rivalitas di dunia MotoGP antar pebalap dan pendukungnya adalah sebuah hal yang wajar. Namun para pendukung seharusnya juga tetap menaruh rasa hormat pada tiap pebalap yang berjuang di lintasan.

“Para pebalap sedang memacu motor di kecepatan 300 km/jam saat terjatuh. Kami semua berusaha tampil maksimal. Hidup kami dipertaruhkan dan kami bisa saja mengalami cedera. Hal itulah yang ada saat seorang pebalap terjatuh,” tutur Marquez.

Marquez berharap para pendukungnya tak melakukan aksi serupa saat seri MotoGP berlangsung di Spanyol.

“Saya harap di masa depan, para pendukung saya tak melakukan hal seperti ini pada pebalap lainnya karena rasa yang saya alami sangatlah tidak mengenakkan,” kata pebalap pemilik tiga titel juara dunia MotoGP ini. (cnnindonesia.com)

Marc Marquez menjadi kampiun MotoGP 2016 setelah dua pesaing utamanya sama-sama crash di MotoGP Jepang. Marquez benar-benar tak menyangka.

Sebelum balapan di Motegi tersebut Marquez memang sudah memiliki peluang untuk memastikan titel juara dunia musim ini, dengan tiga seri sisa, walaupun syaratnya juga tak mudah: ia harus menang di sirkuit yang belum pernah dimenanginya itu sementara Valentino Rossi meraih tak lebih dari satu poin dan Jorge Lorenzo tidak naik podium.

Itu mengapa pada beberapa kesempatan Marquez pun menepis kemungkinan sudah memastikan gelar juara di Motegi. Rider Repsol Honda tersebut bahkan mengaku cuma menargetkan kehilangan poin sesedikit mungkin.

Akan tetapi, kejutan hadir dalam balapan Minggu (16/10/2016) kemarin. Rossi terjatuh di putaran tujuh, disusul hal serupa pada Lorenzo dengan lima putaran tersisa menuju finis. Dalam catatan Motorsport.com, dalam masa tujuh tahun keduanya menjadi rekan setim, baru kali ini Rossi dan Lorenzo sama-sama gagal meraih poin dalam sebuah balapan.

Dengan dua rider Movistar Yamaha itu crash sehingga gagal menambah angka, Marquez yang pada akhirnya melintasi garis finis paling pertama pun dipastikan meraih titel juara dunia kelas primer ketiga dalam kariernya.

"Itu benar-benar aneh. Terkait dengan itulah pada hari Kamis saya sudah bilang mustahil memastikan gelar juara dunia (di Motegi). Sulit berpikir kalau mereka berdua sama-sama akan membuat kesalahan dalam balapan," kata Marquez.

"Saya tak tahu dengan Jorge, tapi Valentino mungkin sedang berusaha mengejar saya yang ketika itu tengah menggeber. Pada akhirnya saya pikir Valentino sudah memasang strategi tepat. Kalau ia hendak mejaga asa untuk menjuarai musim, seperti yang saya upayakan musim lalu, ia butuh memenangi balapan. Sudah pasti ia menggebar sampai batas, berusaha mengejar, lalu menyalip saya," tuturnya. (detik.com)

Pebalap MotoGP dari Repsol Honda Team (RHT), Marc Marquez dan Dani Pedrosa, bakal kembali datang untuk kedua kalinya ke Indonesia. Diboyong Astra Honda Motor (AHM), mereka berdua akan menyapa para penggemarnya pada 25 Oktober 2016, di Sirkuit Sentul, Bogor.

Jika sebelumnya produk terbaru All-New CBR150R yang ditunggangi, kali ini giliran CBR250RR terbaru yang bakal dipacu di lintasan sirkuit. Kedatangan mereka jadi kado spesial AHM untuk para konsumennya tahun ini, yang kedua kalinya.

Agustinus Indraputra, General Manager Marketing Planning and Analysis AHM mengatakan, mendatangkan Marquez dan Pedrosa, sebagai bentuk apresiasi AHM kepada para konsumen setia dan pendukung tim RHT MotoGP.

“Kami ingin memberikan apresiasi terhadap tingginya antusiasme masyarakat Indonesia terhadap gelaran MotoGP. Lebih dari itu, kami ingin mewujudkan mimpi para penggemar dan pecinta MotoGP, untuk dapat bertemu langsung oleh idola mereka,” ujar Indraputra dalam siaran resminya, Senin (10/10/2016).

“Silahkan datang langsung ke sirkuit Sentul pada 25 Oktober.  Acara spesial ini gratis tanpa pungutan biaya apapun. Wujudkan mimpi untuk melihat langsung dari dekat pebalap MotoGP idola kita semua, Marc Marquez dan Dani Pedrosa,” tutur Indraputra.

Pada acara “Meet & Greet” ini, Marc Marquez dan Dani Pedrosa akan berkolaborasi dengan brand ambassador Honda, Nidji. Turut juga hadir beberapa artis papan atas yang bakal meramaikan gelaran ini, seperti Endang Soekamti, Don Lego, dan Pewee Gaskins. (kompas.com)

Page 1 of 2

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM