PSG membuat marah Barcelona dan L Liga musim panas lalu dengan membajak Neymar. perusahaan induk PSG memberi uang sebesar 300 juta euro kepada Neymar untuk memutus kontraknya di Barca untuk kemudian bergabung secara gratis menuju Paris.

Barcelona sudah berusaha sekuat tenaga untuk menghalangi transfer itu dengan segala cara. Barca bahkan sudah meminta bantuan dari banyak pihak, mulai dari klub-klub berpengaruh sampai UEFA untuk menjegal niat PSG untuk mendapatkan Neymar. Namun pada akhirnya Neymar tetap pindah ke PSG.

Belum reda kegaduhan dari transfer sensasional itu, PSG kembali membuat berita. Kali ini PG membajak salah satu pegawai Barca; Russell Stopford. Dia adalah Chief Digital Officer Barcelona. Stopford sebelumnya juga sudah pernah bekerja di Manchester City.

Pembajakan Stopford dianggap sebagai langkah untuk menumbuhkan brand mereka di kancah dunia. PSG sudah memiliki tim yang cukup kompetitif di atas lapangan, bahkan untuk ukuran Eropa sekali pun.

Pengalaman Stopford yang membantu pengembangan brand Man City mulai tahun 2009 dinilai akan sangat penting untuk membesarkan nama PSG di dunia digital. PSG juga ingin memaksimalkan pendapatan mereka dari aspek ini.

Sebagai catatan, kehadiran Neymar dan Kylian Mbappe musim panas ini sudah memberikan dampak luar biasa bagi PSG di ranah digital. Salah satu buktinya adalah akun YouTube resmi PSG mengalami kenaikan lima kali lipat sejak kedatangan kedua pemain muda tenar itu. (bola.net)

Edinson Cavani dan Neymar sempat terlibat adu argumen dalam duel Paris Saint-Germain lawan Lyon. Hal itu sendiri bukanlah merupakan hal baru dalam dunia sepak bola karena sebelumnya sudah banyak kejadian serupa.

Cavani dan Neymar merupakan andalan PSG di lini depan. Keduanya punya naluri tinggi dalam mengoyak pertahanan lawan dan mencetak gol.

Setelah dianggap mampu beradaptasi dengan baik di pola permainan PSG, Neymar mulai terlibat perselisihan dengan rekan setimnya, Cavani. Keduanya sempat berebut tendangan bebas dan tendangan penalti.

Perselisihan antara rekan setim seperti yang diperlihatkan oleh Neymar dan Cavani bukan hal baru dalam dunia sepak bola. Sudah banyak perselisihan yang terjadi sebelumnya, dari perang kata hingga tukar pukulan.

Berikut sejumlah perselisihan di antara rekan setim yang pernah terjadi di sepak bola seperti dikutip dari Sportster:

Kevin Mirallas-Leighton Baines (Everton)

Insiden yang terjadi pada tahun 2015 ini mirip dengan apa yang terjadi pada Cavani dan Neymar, yaitu pertengkaran karena berebut jadi eksekutor penalti.

Saat Everton mendapat tendangan penalti beberapa menit jelang babak pertama berakhir, Kevin Mirallas langsung memegang bola dan bersiap menendangnya.

Leighton Baines coba mengingatkan Mirallas karena Baines adalah eksekutor reguler. Namun Mirallas mengabaikan Baines dan juga sejumlah rekan setim lainnya.

Mirallas mengambil penalti tersebut, gagal, dan kemudian diganti di saat jeda pertandingan.

Steve McManaman-Bruce Grobbelaar (Liverpool)

Insiden antara McManaman dengan Grobbelaar terjadi pada tahun 1993 dalam derby lawan Everton. Saat itu Grobbelaar merupakan pemain veteran sedangkan McManaman masih jadi pemain muda Liverpool.

McManaman melakukan kesalahan karena tendangan sapuannya terlalu lemah sehingga Everton bisa mencetak gol.

Grobbelaar menumpahkan kemarahannya pada McManaman dengan berteriak di wajah McManaman bahkan sempat mencekik leher McManaman. McManaman sempat mendorong wajah Grobbelaar sebelum akhirnya pergi meninggalkannya.

Liverpool pun kalah 0-2 di akhir pertandingan.

Arjen Robben-Frank Ribery (Bayern Munich)

Dua sayap mematikan milik Bayern Munich ini pernah bertikai di lapangan saat laga lawan Real Madrid pada semifinal Liga Champions 2012.

Pertikaian terjadi saat Bayern Munich mendapatkan tendangan bebas. Robben dan Ribbery kemudian cekcok yang masih terus berlanjut hingga perjalanan ke ruang ganti hingga para pemain lainnya harus memisahkan mereka.

Bayern Munich menolak berkomentar tentang insiden tersebut dan beruntung 'FC Hollywood' keluar sebagai pemenang di akhir pertandingan.

Jens Lehmann-Marcio Amoroso (Borussia Dortmund)

Dalam duel tensi tinggi melawan Schalke, Jens Lehmann sangat kecewa karena gawangnya kebobolan. Lehmann merasa Amoroso harus bertanggung jawab atas gol tersebut. (cnnindonesia.com)

Salah satu momen paling diingat dari pentas Liga Champions musim lalu adalah comeback sensasional Barcelona atas klub kaya raya Ligue 1, PSG di fase 16 besar.

Dihajar 0-4 di partai leg pertama, Barca sukses menyingkirkan PSG secara dramatis dengan menang 6-1 di leg kedua yang digelar Camp Nou.

Rupanya, ada cerita menarik tersisa dari momen ini. Sebelum leg kedua dimainkan, Walikota Mont-de-Marsan, Charles Dayot lewat akun Facebook pribadinya bersumpah akan memakan tikus jika Barca bisa menyingkirkan PSG.

Well, Dayot akhirnya menepati janjinya selang beberapa bulan kemudian. Akhir pekan lalu sang walikota menyantap daging tikus dengan disaksikan banyak orang!

Dayot menyantap daging tikus dengan mengenakan jersey PSG sebagai kain serbet serta nampak jersey Barca di sampingnya. Sang walikota pun menyatakan daging tikus itu memiliki rasa seperti daging kelinci.

Berikut foto dan video selengkapnya. (bola.net)

Agen gelandang PSG, Javier Pastore, belum lama ini mengklaim bahwa pemain Argentina itu kemungkinan besar akan menutup perjalanan karir profesionalnya bersama tim juara Prancis.

Pastore, yang kini masih berusia 27 tahun, bergabung dengan tim Prancis dari Palermo di musim panas 2011 dan sudah membuat lebih dari 220 penampilan di tim ibu kota dalam enam tahun terakhir.

Sang gelandang sudah sering disebut akan meninggalkan PSG di beberapa musim terakhir, namun agennya, Marcelo Simonian, mengatakan bahwa Pastore amat mencintai Prancis, Paris, dan PSG.

"Pastore mencintai Prancis, Paris, dan PSG. Dan saya bisa katakan mungkin saja ia akan menutup karirnya di sini," tutur Simonian menurut TMW.

Pastore hanya turun sembilan kali sebagai starter di Ligue 1 untuk PSG musim ini, sementara di Liga Champions ia hanya bermain selama 15 menit.

Sebelumnya Pastore sempat disebut masuk dalam rencana belanja manajer Chelsea, Antonio Conte, di musim panas mendatang. (bola.net)

Page 1 of 2

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM