Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) telah mengonfirmasi bahwa Lee Chong Wei mundur dari dua turnamen penting yang berlangsung pada Agustus 2018. Kedua turnamen besar tersebut adalah Asian Games dan Kejuaraan Dunia 2018.

BAM memberikan pernyataan pada Selasa 24 Juli 2018 terkait gangguan pernapasan yang dimiliki Chong Wei sehingga ia harus batal ikut serta di ajang bergengsi tersebut. Hal ini tentu sangat disayangkan. Sebab tak hanya Chong Wei yang merupakan harapan besar bagi Malaysia di dua ajang tersebut, tetapi juga sosok idola bulu tangkis di penjuru dunia.

 

“Kami harus menyesal untuk mengumumkan bahwa Datuk Lee telah memberi tahu BAM bahwa dia tidak sehat dan menderita gangguan terkait pernapasan. Dokternya menyarankan dia untuk beristirahat dan menjalani perawatan,” pernyataan BAM, yang dilansir dari The Star, Kamis (26/7/2018).

Maka dari itu BAM mendesak semua pihak untuk menghormati privasi Chong Wei untuk bisa memulihkan dri dari penyakitnya. BAM pun berharap pemain peringkat dua dunia itu agar segera pulih dan kembali membela Malaysia di kejuaraan bulu tangkis internasional lainnya.

 

“Selama periode pemulihan ini, kami meminta publik dan media untuk menghormati privasi Datuk Lee dan keluarganya. Kami berdoa untuk pemulihannya yang cepat dan berharap untuk menyambutnya kembali di Akademi Badminton Malaysia,” tambahnya.

Dengan ini, maka Chong Wei harus kembali mengubur mimpinya untuk meraih medali emas pertamanya di ajang Kejuaraan Dunia dan juga Asian Games. Kejuaraan Dunia sendiri akan diselenggarakan di Nanjing China, 30 Juli – 4 Agustus 2018. Sementara Asian Games akan diadakan di Jakarta pada 18 Agustus – 2 September 2018. (OKEZONE.com)

Beberapa titik jalan utama di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, direncanakan bakal menjadi jalur lintasan balap sepeda Asian Games 2018. Jalur yang dilewati ini, yakni terbentang dari mulai Kecamatan Cibatu (perbatasan Subang) hingga Sadang.

Jajaran Satlantas Polres Purwakarta, kabarnya telah melalukan survei jalur yang akan menjadi lintasan balap sepeda Asian Games ini. Hal tersebut dilakukan, guna memastikan kondisi jalan yang akan dilalui para peserta lomba ini.

Kasat Lantas Polres Purwakarta, AKP Rizky Adi Saputro mengatakan, hasil pengecekan jalur lintasan balap sepeda yang dilakukan jajarannya ini menyimpulkan, jika di rute tersebut terdapat beberapa titik jalan yang kondisinya masih belum memadai.

"Hasil pengecekan kami, ada beberapa titik jalan yang kondisinya kurang memungkinkan. Misalnya, bergelombang dan permukaannya tidak rata," ujar Rizky saat dihubungi Okezone melalui selulernya.

Adapun jalur yang masih belum memadai ini, salah satunya seperti yang terpantau di sekitar Pasar Minggu, Kecamatan Campaka. Sedangkan, untuk jalur Sadang-Bungursari kondisinya relatif bagus.

"Memang, ada beberapa hal yang perlu diantisipasi," jelas dia.

Menurut dia, memang perlu ada perhatian serius dari semua pihak untuk suksesi event tingkat Asean ini. Terkait kondisi jalur tersebut, pihaknya juga telah melayangkan surat ke dinas terkait supaya jalur yang akan dilalui para pembalap ini bisa segera dibenahi.

"Kita sudah koordinasi dengan dinas terkait. Pihak dinas, akan mengupayakan dua minggu sebelum pelaksanaan balap sepeda, jalur tersebut bisa diperbaiki," tambah dia.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Pengairan (PU-BMP) Kabupaten Purwakarta, Budi Supriyadi mengaku, pihaknya tak bisa berbuat banyak menyikapi kerusakan jalan yang terjadi di rute balap sepeda Asian Games 2018.

Pasalnya, jalan yang menjadi jalur lintasan pembalap sepeda ini berstatus milik provinsi. Sehingga, upaya untuk pemeliharaannya pun menjadi kewenangan pemerintah di tingkat provinsi.

"Jalur itu (Sadang-Cibatu) kan milik pemerintah provinsi. Jadi, kami tidak bisa berbuat banyak," ujar Budi.

Budi mengaku, pihaknya tak berani kalau harus menghandle pemeliharaan dan perbaikan di jalur ini. Kendati, selama ini jalur tersebut sangat berperan penting. Karena, secara kewenangan sepenuhnya ada di pihak Pemprov Jabar.

Namun demikian, Budi mengaku, menyikapi kondisi tersebut pihaknya hanya siap membantu dalam hal inventarisasi kerusakannya saja. Jadi, titik mana saja jalan yang dianggap mengalami keruskanan ini, nantinya akan langsung dilaporkan ke dinas di Pemprov Jabar.

"Pantauan terakhir kami saat mudik lebaran kemarin, jalur tengah ini relatif bagus ya. Tapi, untuk memastikan lagi, kami akan segera melakukan pengecekan ulang. Bagaimana hasilnya, nanti akan segera dilaporkan ke provinsi," jelas dia. (OKEZONE.com)

Samantha Edithso menjadi salah satu atlet yang mendapat apresiasi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) atas prestasinya meraih gelar juara dunia catur dalam FIDE World Championship 2018 U-10 di Belarusia.

Bocah perempuan 10 tahun asal Bandung itu menjadi juara dunia dalam kategori catur cepat. Selama berkompetisi, Samantha mengaku bertemu lawan-lawan yang seusia dia atau bahkan lebih muda. Ia pun bertekad mencatatkan sejarah menjadi grand master termuda di dunia.

"Lawan saya ada yang dari Uzbekistan, Vietnam, Rusia, Lithuania, Azerbaijan. Saya sangat bersyukur, saya belajar bahwa banyak sekali di dunia ini yang susah dilalui," kata Samantha di Kemenpora RI pada Senin (23/7).


"Jadi walau juara dunia, jalan saya masih jauh untuk menjadi pecatur terbaik. Cita-cita saya adalah menjadi juara dunia senior dan grand master," katanya menambahkan

Murid dari sekolah catur Tunas Priangan Bandung ini merasa senang sekali diundang ke ruang kantor Menpora Imam Nahrawi. Apalagi, Menpora menghadiahkan dia uang sebesar Rp40 juta.

"Hadiah ini ingin saya tabung dan sebagian diberikan ke pelatih," pungkas dia.

Samantha tidak mengira catur bisa membawa namanya menjadi terkenal khususnya dalam dunia catur Indonesia. Padahal, ia memulai olahraga tersebut dengan coba-coba saja.

"Pertama kali cuma iseng-iseng saja ikut ekstrakurikuler di sekolah, terus lama kelamaan kan latihan privat selama dua bulan. Ketika itu saya mengikuti kejuaraan nasional, kebetulan saya juara," ucap Samantha yang pertama kali main catur pada usia enam tahun.

Ia berlatih setiap hari dengan durasi empat jam. Hal ini diperlukan agar Samantha dapat meraih gelar Grand Master secepat mungkin.

"Sekarang rekor dunia itu umur 13-15 tahun. Saya ingin memecahkan rekor peraih grand master termuda," ucapnya melanjutkan. (CNN Indonesia)

Ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir kalah di final Singapura Open 2018 pada laga yang berlangsung di Singapore Indoor Stadium, Minggu (22/7).

Tontowi/Liliyana yang merupakan unggulan pertama dikalahkan unggulan kedua asal Malaysia Goh Soon Huat/Shevon Jemie Lai dalam pertandingan dua gim langsung 19-21 dan 18-21. Ini adalah pertemuan sekaligus kekalahan pertama Tontowi/Liliyana dari pasangan Malaysia tersebut.

"Hasil ini menjadi bahan koreksi buat kami. Saya pribadi juga sudah bersyukur juga bisa sampai final. Tapi namanya sudah di final, kami pasti ingin menang juga. Memang tinggal sedikit lagi, kami tadi bisa menang hanya fokusnya aja. Mungkin ini faktor kelelahan, karena minggu lalu ikut di Indonesia Open dan persiapan hanya seminggu kurang," ujar Liliyana dikutip dari situs resmi PBSI.


Sementara itu Tontowi menganggap dirinya dan Liliyana salah strategi permainan melawan Goh/Shevon. Tontowi/Liliyana dikatakan pebulutangkis 31 tahun itu seharusnya menampilkan tempo permainan yang cepat.

"Di permainan tadi kami bermain di beberapa poin, memperlambatkan tempo permainan. Harusnya kami main cepat. Harus juga kami bisa mengimbangi permainan lawan tadi. Kami juga gampang mati sendiri," ucap Tontowi.

Selanjutnya Tontowi/Liliyana memasuki persiapan tampil di Asian Games 2018. Liliyana mengatakan kekalahan di Singapura Open 2018 menjadi pelajaran berharga bagi mereka.

"Dengan hasil ini saya tetap bersyukur bisa sampai final dan menatap ke depannya kami persiapan untuk Asian Games, karena juara menjadi (target) nomor satu bagi kami saat ini. Hasil ini menjadi pelajaran buat kami, untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan dan kekurangan hari ini," ujar Liliyana.

Satu wakil Indonesia masih akan tampil di final Singapura Open 2018, yakni ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang akan menghadapi Ou Xuanyi/Xiangyu Ren. (CNN Indonesia)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM