Legenda sepakbola Brasil, Ronaldinho, ikut bermain dalam sebuah film bergenre action bela diri berjudul Kickboxer: Retaliation.

Film ini disutradarai oleh Dimitri Logothetis. Ia juga merupakan sosok yang menulis cerita film yang pembuatannya dimulai sejak tahun 2017 kemarin.

Film ini adalah sekuel dari film Kickboxer: Vengeance, yang dirilis tahun 2016 lalu. Sejumlah aktor terkenal ikut bermain dalam film berbujet 13 juta Dolar Amerika ini.

Di antaranya adalah aktor beladiri legendaris, Jean-Claude Van Damme, Christopher Lambert dan Alai Moussi. Tak ketinggalan pula, mantan juara dunia tinju kelas berat asal Amerika, Mike Tyson, juga ikut bermain di film ini.

Dalam film ini sang pemeran utama yakni Alain Moussi bermain sebagai Kurt Sloane. Sloane sendiri dipaksa untuk ikut dalam sebuah turnamen bela diri ilegal di Thailand.

Untuk mempersiapkan diri menghadapi turnamen itu ia akhirnya dibantu oleh Tyson. Di film ini ia memerankan tokoh seorang petinju asal Amerika bernama Briggs.

Dalam melatih Sloane, Briggs juga ditemani oleh sejumlah rekannya. Salah satunya adalah Ronaldo, yang diperankan oleh Ronaldinho.

Simak trailer dan klipnya berikut ini:

(bola.net)

Real Madrid gagal menang di kandang Levante pada jornada 22 La Liga 2017/18. Madrid hanya sanggup bermain imbang 2-2.

Bintang Madrid Cristiano Ronaldo diganti oleh pelatih Zinedine Zidane di tengah laga, dan dia tampak kecewa. Menurut Zidane, semua ada alasannya.

Madrid unggul lewat gol Sergio Ramos di menit 11, tapi Levante membalas melalui Emmanuel Boateng di menit 42. Madrid kembali memimpin berkat gol Isco di menit 81. Setelah gol Isco, Zidane mengorbankan Ronaldo dan menggantinya dengan Marco Asensio. Giampaolo Pazzini lalu menyamakan kedudukan di menit 89.

"Saya melakukan pergantian itu karena saya ingin menambah satu pemain di tengah," kata Zidane seperti dikutip Marca.

"Saya butuh tambahan kekuatan di lini tengah. Kami bertahan dengan Marco Asensio dan Karim (Benzema)."

"Lucas (Vazquez) juga harus masuk. Itu pergantian yang diperlukan." (bola.net)

Pierre-Emerick Aubameyang akhirnya resmi menjadi pemain Arsenal. Kedatangan pemain asal Gabon ini membawa angin segar bagi para pendukung The Gunners. Tapi di sisi lain, ia bisa membawa hal negatif dalam skuat asuhan Arsene Wenger.

Arsenal mendatangkan penyerang 28 tahun tersebut dengan harga 56 juta pounds. Ia menjadi pemain Arsenal termahal saat ini. Tidak disebutkan kontrak yang diberikan kepada mantan pemain AC Milan tersebut. Tapi katanya jangka panjang.

Sebagai penyerang, Aubameyang adalah pemain yang amat produktif dalam mencetak gol. Sepanjang kariernya bersama Borussia Dortmund, ia sukses mengumpulkan 141 gol dari 213 penampilan di semua kompetisi. Dan untuk musim ini saja, ia mencetak 21 gol dalam 24 pertandingan.

Tak ada pemain yang ada di Arsenal saat ini melebihi statistiknya. Alexandre Lacazette yang merupakan top skor Arsenal musim ini baru mencetak sembilan gol dari 28 pertandingan. Beda jauh dengan performa Aubameyang dilihat dari statistik.

Selain kemampuan mencetak gol, Aubameyang juga memiliki kecepatan dan kreativitas yang bagus. Atribut seperti ini tentunya semakin menambah daya gedor lini serang klub asal London tersebut.

Namun, tak ada yang sepenuhnya sempurna di dunia ini. Di balik kehebatan Aubameyang, ia menyimpan sisi negatif yang tak layak dilakukan seorang pemain profesional. Ini bisa memberikan pengaruh secara keseluruhan pada Arsenal.

Sebelum gabung dengan Arsenal, Aubameyang sudah dicoret dari daftar skuat Borussia Dortmund. Bukan karena performanya yang mengecewakan, melainkan karena sikapnya yang tidak disiplin. Lalu ketika diberikan kesempatan bermain lagi, Aubameyang tak bisa memberikan kontribusi terbaiknya. Hingga akhirnya, pemain bersangkutan dilepas ke Arsenal pada hari Rabu (31/1) kemarin.

Keuntungan Arsenal Dapatkan Aubameyang

Semoga saja sikap buruk Aubameyang tak berlanjut ketika sudah berada di Arsenal sehingga ia bisa memberi pengaruh positif pada klub yang sudah rindu dengan gelar juara Premier League tersebut. Uang 56 juta pounds yang sudah dikeluarkan Arsenal untuknya tentu bukan barang yang sedikit.

Jika Arsenal bisa menanganinya dengan baik, Aubameyang akan banyak memberikan kontribusi. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa Aubameyang adalah pemain amat sangat produktif dalam mencetak gol.

Sejak bergabung dengan Dortmund pada musim 2013/2014, Aubameyang tercatat telah mengumpulkan 98 gol di Bundesliga. Ia merupakan pemain asal Afrika paling banyak mencetak gol di Liga Jerman.

Aubameyang memang memiliki kemampuan melakukan penyelesaian akhir dengan baik. Mayoritas gol Aubameyang di Bundesliga terjadi di dalam kotak penalti, dengan kaki kanan sebanyak 64 kali, menggunakan kaki kiri 20 kali dan dengan sundulan 13 kali.

Selebihnya, Aubameyang mencetak gol dari titik putih penalti dan satu kali dengan bagian tubuh lainnya. Hanya satu kali Aubameyang mencetak dari luar kotak penalti. Melihat angka tersebut, pemain yang pernah berseragam Saint Etienne tersebut memang paling pas menjadi penyerang di dalam kotak penalti atau disebut Poacher.

Aubameyang bisa mengulangi produktivitasnya dalam mencetak gol tersebut di Premier League. Jika mendapat pelayanan dengan baik dari rekan-rekannya, ia bahkan bisa lebih baik lagi. Dan dalam hal ini ini, dalam skuat Arsenal terdapat raja assist yang bisa diandalkan. Mereka adalah Mesut Ozil dan Henrikh Mkhitaryan.

Selain bisa ditempatkan di posisi sebagai penyerang di dalam kotak penalti, Aubameyang juga bisa di posisi di posisi sayap. Dengan kecepatannya, Aubameyang bisa menjadi pemain yang sangat mematikan bagi lawan. Pada tahun 2013 lalu, Aubameyang tercatat mampu menempuh jarak 30 meter hanya membutuhkan waktu 3,7 detik. Durasi tersebut lebih cepat dari pelari tercepat dunia, Usain Bolt, ketika memecahkan rekor dunia menempuh jarak 100 meter di Berlin pada tahun 2009. Kecepatan ini sangat penting bagi Arsenal ketika melakukan serangan balik.

Sementara itu, Arsene Wenger jarang salah ketika memberikan penilaian pada pemain yang didatangkan ke dalam timnya. Pelatih asal Prancis tersebut sangat percaya bahwa Aubameyang memang akan sangat membantu timnya di lini serang.

"Kecepatannya, penyelesaian akhir, kualitas permainan dan fisiknya sangat kuat. Dan itu penting di Premier League," ucap Wenger jelang kedatangan Aubameyang ke London.

Kerugian Arsenal Dapatkan Aubameyang

Di balik kelebihan Aubameyang yang telah dipaparkan sebelumnya, Arsenal harus hati-hati dengan tingkah polah pemain tersebut. Di atas lapangan, kualitasnya memang tak perlu diragukan.

Borussia Dortmund sempat dibuat pusing dengan sikap tidak disiplin Aubameyang. Pemain tersebut beberapa kali telat datang latihan. Ini sangat menjengkelkan bagi petinggi klub Jerman tersebut.

"Auba adalah seorang pemain spesial. Kami cuma punya satu masalah, yaitu ketepatan waktunya. Saya harus mengatakannya dengan sangat jelas," ungkap Direktur Olahraga Dortmund, Michael Zorc, pada akhir 2017 lalu.

"Ini dimulai tahun lalu ketika dia sering datang terlalu telat. Lalu, sebagai sebuah klub, Anda punya masalah tentang bagaimana untuk menanganinya," jelasnya.

Masalah ini tidak akan jadi masalah jika Arsenal mampu menanganinya dengan baik. Tapi jika tidak, Aubameyang justru bisa merusak atmosfer yang ada di Arsenal.

Selain itu, Arsenal juga harus mencarikan posisi yang tepat bagi Aubameyang. Sepanjang musim ini, Aubameyang berposisi sebagai penyerang tunggal. Jika ini diterapkan, maka di sisi lain Alexandre Lacazette akan tersingkir. Sementara mantan pemain Lyon tersebut baru gabung Arsenal pada musim panas lalu.

Menurut catatan Whoscored, sepanjang musim ini Arsenal paling kerap menerapkan satu penyerang dalam formasi 3-4-2-1. Kehadiran Aubameyang dan keberadaan Lacazette akan menuntut Wenger perlu memikirkan formasi alternatif yang bisa mengakomodasi dua pemain bintangnya tersebut.

Terkadang perubahan formasi di tengah musim bukan sesuatu yang ideal karena bisa menimbulkan sistem yang sudah berjalan sebelumnya tersendat.

Tapi di luar itu semua, secara individu, Aubameyang adalah pemain spesial yang bisa dipercaya akan memberikan dimensi baru bagi lini serang Arsenal. (bola.net)

Megabintang Barcelona, Lionel Messi mengakui bahwa timnya musim ini menjadi lebih seimbang sepeninggal Neymar yang pada musim panas lalu memilih hijrah ke PSG.

Tiga musim ke belakang, Neymar menjadi bagian penting di Barca dengan membentuk tridente maut 'MSN' bersama Messi dan Luis Suarez. Namun kini La Pulga menyadari bahwa Blaugrana menjadi lebih baik tanpa Neymar.

"Tanpa Neymar kami lebih seimbang. Kepergiannya berarti adanya perubahan dalam cara kami bermain, kami kehilangan banyak potensi serangan, tapi itu membantu dari segi pertahanan," ujar Messi kepada World Soccer.

"Kami sekarang memiliki amunisi yang sangat baik di lini tengah, ini membuat kami lebih kuat di pertahanan," lanjutnya.

Barca musim ini tampil superior dengan baru sekali kalah di semua ajang. Selain masih kokoh di puncak klasemen La Liga, tim asuhan Ernesto Valverde juga baru saja melaju ke semifinal Copa del Rey. (bola.net)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM