Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi memberi selamat kepada peraih medali pertama buat Indonesia di Paralimpiade 2016. Menpora juga menyebutnya sebagai kado istimewa di Hari Olahraga Nasional (Haornas).

Haornas jatuh tepat pada hari Jumat (9/9/2016) ini. Secara bersamaan, ada atlet angkat berat Widiasih Ni Nengah yang meraih perunggu angkat berat kelas-41 kg di Paralimpiade yang berlangsung 7-18 September 2016.

"Selamat dan sukses untuk Widiasih Ni Nengah yang telah membuka sejarah baru bagi paralimpian Indonesia. Sungguh ini kado istimewa bagi bangsa Indonesia yang sedang merayakan hari olahraga nasional 2016 #Haornas2016," kata Imam lewat pesan singkatnya kepada detikSport, Jumat pagi.

"Semoga medali pertama ini memotivasi atlet lain untuk mengibarkan sang Merah Putih dan mengkumandangkan Indonesia Raya dari Rio De Jenairo Brasil untuk dunia," lanjutnya.

Secara terpisah Dr. Sukarno selaku Chef de Mission (CdM) Paralimpiade untuk kontingen Indonesia menyatakan bahwa keberhasilan Ni Nengah tidak lepas dari doa seluruh masyarakat Indonesia.

"Terimakasih berkat doa saudara dan seluruh masyarakat Indonesia, atlet kita Ni Nengah dengan semangat dan kegigihannya telah berhasil memperoleh medali perunggu," ucapnya.

"Semoga ini menjadi motivasi atlet yang lain, yang masih menunggu jadwal yang bertanding. Mohon doa dari tanah air agar atlet kita bisa memberikan yang terbaik," imbuhnya. (detiksport.com)

Balikpapan - Ihsan Maulana Mustofa dan Sony Dwi Kuncoro lolos ke babak kedua Indonesian Masters. Dari nomor ganda putra, Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi juga melaju.

Ihsan menyusul langkah Jonatan Christie dan Muhammad Bayu Pangisthu yang sudah lebih dulu lolos. Dalam pertandingan babak pertama di Gedung Dome, Balikpapan, Rabu (7/9/2016), Ihsan menang dua gim langsung atas Abdul Kadir Zailani, 21-12, 21-13.

Ihsan selanjutnya akan menghadapi wakil Korea, Kwang Hee Heo yang lolos setelah menyingkirkan Khosit Phetpradab dengan skor 21-17, 21-15.

Juga melangkah ke babak kedua adalah Sony Dwi Kuncoro. Sony yang ditempatkan sebagai unggulan keenam itu harus bertarung sepanjang tiga gim melawan Adulrach Namkul (Thailand) sebelum akhirnya menang 17-21, 21-14, 21-17.

Indonesia juga menambah wakil dari nomor tunggal putra lewat Firman Abdul Kholik. Firman lolos dengan menyingkirkan Arif Wahyu Setiawan dengan skor 21-14, 21-13.

Dari nomor ganda putra, Angga/Ricky yang merupakan unggulan kedua itu juga melewati babak pertama dengan mulus. Angga/Ricky menang dua gim langsung atas Chee Tean Tan/Wee Gieen Tan (Malaysia) dengan skor 21-12, 23-21.

Di babak kedua, Angga/Ricky akan berhadapan dengan wakil Hong Kong, Chan Tsz Kit/Law Cheuk Him.

Pasangan debutan, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira, harus bekerja keras untuk lolos ke babak kedua. Menghadapi He Jiting/Tan Qiang (China), Kevin/Wahyu harus bertarung sepanjang tiga gim sebelum akhirnya menang 28-30, 21-12 dan 21-17.

Sementara itu dari nomor tunggal putri, Hanna Ramadini dan Dinar Dyah Ayustine sukses melangkah ke babak kedua. Hanna lolos dengan mengalahkan Gadde Ruthvika Shivani, 21-14, 21-14. Sedangkan Dinar menang atas Lee Min Ji, 21-13, 21-14.

Tapi langkah keduanya tak diikuti oleh tunggal putri pelatnas lainnya, Gregoria Mariska. Gregoria tak mampu melangkah lebih jauh setelah dikalahkan Goh Jin Wei (Malaysia) dengan skor 23-25, 12-21. (detiksport.com)

PON akan dilaksanakan pada 17-29 Sepetmber 2016 di Jawa Barat. Segala persiapan pun terus dimatangkan guna mendapat hasil maksimal. Termasuk untuk gelaran upacara pembukaan dan penutupan PON yang akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GLBA). 

Sekretaris Umum PB PON, Ahmad Hadadi, mengatakan untuk seluruh upacara pembukaan dan penutupan pihaknya mengeluarkan dana sebesar Rp 90 miliar. Semua sudah disiapkan timnya sejak tahun lalu. 

"Anggaran itu termasuk persiapan selama hampir dua tahun seperti latihan pembukaan dan penutupan yang melibatkan tiga ribu mahasiswa dan para penari profesional," kata Hadadi dalam jumpa pers di Kementerian Pemuda dan Olahraga di Jakarta, Selasa (6/9/2016). 

Dia juga menyebut dana itu termasuk untuk penyiapan tata lampu, pesta kembang api, penataan panggung, dan lainnya. 

"Sementara untuk penyelenggaraan upacaranya sendiri tidak sampai sebesar itu, ya kira-kira Rp 30 miliar, dari angka Rp 90 M itu," tambahnya. 

Sedangkan untuk keseluruhan biaya penyelenggaraan PON, Hadadi menyebut Jabar telah menyiapkan dana sebesar Rp 3,2 triliun sejak 2013. Itu mereka dapatkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan dibantu Kemenpora sebesar Rp 95 miliar. Dengan rincian Rp 60 miliar untuk PON dan Rp 30 miliar untuk Peparnas (pekan Paralimpiade Nasional). 

"Tapi yang dana dari Kemenpora belum turun padahal MoU (Nota Kesepahaman)nya sudah kami lakukan. Ya kami berharap bisa cepat turun. Mohon doanya saja supaya lancar semua," ucap dia.

Menyoal konsep upacara pembukaan dan penutupan, Hadadi menuturkan konsep diambil dari situasi Jawa Barat yang dikemas melalui seni budaya yang ditampilkan dan melibatkan lebih dari 3 ribu penari. 

"Jadi pembukaan PON akan mengajak masyarakt untuk bersama-sama menyebarkan perdamaian, persahabatan, sportifitas, dan kedisiplinan," tandas dia. (detiksport.com)

PON akan dilaksanakan pada 17-29 Sepetmber 2016 di Jawa Barat. Segala persiapan pun terus dimatangkan guna mendapat hasil maksimal. Termasuk untuk gelaran upacara pembukaan dan penutupan PON yang akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GLBA). 

Sekretaris Umum PB PON, Ahmad Hadadi, mengatakan untuk seluruh upacara pembukaan dan penutupan pihaknya mengeluarkan dana sebesar Rp 90 miliar. Semua sudah disiapkan timnya sejak tahun lalu. 

"Anggaran itu termasuk persiapan selama hampir dua tahun seperti latihan pembukaan dan penutupan yang melibatkan tiga ribu mahasiswa dan para penari profesional," kata Hadadi dalam jumpa pers di Kementerian Pemuda dan Olahraga di Jakarta, Selasa (6/9/2016). 

Dia juga menyebut dana itu termasuk untuk penyiapan tata lampu, pesta kembang api, penataan panggung, dan lainnya. 

"Sementara untuk penyelenggaraan upacaranya sendiri tidak sampai sebesar itu, ya kira-kira Rp 30 miliar, dari angka Rp 90 M itu," tambahnya. 

Sedangkan untuk keseluruhan biaya penyelenggaraan PON, Hadadi menyebut Jabar telah menyiapkan dana sebesar Rp 3,2 triliun sejak 2013. Itu mereka dapatkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan dibantu Kemenpora sebesar Rp 95 miliar. Dengan rincian Rp 60 miliar untuk PON dan Rp 30 miliar untuk Peparnas (pekan Paralimpiade Nasional). 

"Tapi yang dana dari Kemenpora belum turun padahal MoU (Nota Kesepahaman)nya sudah kami lakukan. Ya kami berharap bisa cepat turun. Mohon doanya saja supaya lancar semua," ucap dia.

Menyoal konsep upacara pembukaan dan penutupan, Hadadi menuturkan konsep diambil dari situasi Jawa Barat yang dikemas melalui seni budaya yang ditampilkan dan melibatkan lebih dari 3 ribu penari. 

"Jadi pembukaan PON akan mengajak masyarakt untuk bersama-sama menyebarkan perdamaian, persahabatan, sportifitas, dan kedisiplinan," tandas dia. (detiksport.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM