Argentina tutup fase grup dengan raihan sembilan poin berkat kemenangan 3-0 atas Bolivia, dalam laga terakhir Grup D Copa America Centenario di CenturyLink Field, Seattle, Amerika Serikat, pada Rabu (15/6/2016) pagi WIB.

Sejak awal laga, Argentina terlihat begitu perkasa bagi Bolivia. Statistik ca2016.com mencatat penguasaan bola Argentina hingga angka 82 persen.

Tim asuhan Gerardo Martino juga unggul telak dalam hal peluang. Sepanjang 90 menit, mereka tercatat melepaskan 10 tembakan, sedangkan Bolivia hanya diberi kesempatan dua kali menendang.

Seluruh gol Argentina dalam laga ini tercipta pada babak pertama. Gol pertama lahir dari tendangan bebas Lamela.

Tendangan gelandang Tottenham Hotspur itu sempat membentur pagar betis Bolivia, sehingga bola berubah arah dan masuk ke gawang Carlos Lampe.

Dua menit berselang, publik Argentina kembali bersukacita berkat gol Lavezzi. Ia menggandakan keunggulan timnya setelah memanfaatkan bola rebound.

Unggul 2-0, Tim Tango, julukan timnas Argentina, semakin percaya diri. Mereka sukses menutup babak pertama dengan kedudukan 3-0 lewat gol Cuesta pada menit ke-32.

Memasuki babak kedua, sang megabintang Argentina, Lionel Messi, tampil menggantikan Gonzalo Higuain. Para pendukungArgentina pun antusias menyambut kehadiran pemain FCBarcelona itu.

Pada menit ke-60, Messi nyaris mencetak gol melalui tendangan bebas. Namun, sepakannya masih menyamping tipis di sisi gawang Bolivia.

Memasuki interval ketiga, situasi laga masih belum berubah signifikan. Argentina masih sangat mendominasi jalannya pertandingan.

Meski begitu, pertahanan Bolivia kali ini bermain lebih baik ketimbang saat babak pertama. Tusukan-tusukan yang dilakukanArgentina sanggup dimentahkan oleh lini belakang Bolivia.

Alhasil, hingga wasit meniup peluit panjang, tak ada lagi gol tambahan yang tercipta. Kedudukan 3-0 untuk Messi dkk menjadi hasil akhir pada laga ini.

Kemenangan ini memantapkan posisi Argentina di urutan pertama klasemen Grup D, dengan memperoleh sembilan poin. Adapun posisi kedua diduduki oleh Cile dengan raihan enam poin.

Pada perempat final nanti, Argentina akan berhadapan dengan Venezuela, yang merupakan runner-up dari Grup C. Laga tersebut akan digelar di Gillette Stadium, Foxborough, pada Minggu (19/6/2016) pukul 06.00 WIB.

Argentina 3-0 Bolivia (Erik Lamela 13', Ezequiel Lavezzi 15', Victor Cuesta 32')

Susunan Pemain

Argentina: 1-Sergio Romero; 3-Facundo Roncaglia, 17-Nicolas Otamendi (2-Jonathan Maidana 75'), 15-Victor Cuesta, 13-Ramiro Funes Mori; 19-Ever Banega (6-Lucas Biglia 46'), 5-Matias Kranevitter, 18-Erik Lamela; 22-Ezequiel Lavezzi, 9-Gonzalo Higuain (10-Lionel Messi 46'), 11-Sergio Aguero
Pelatih: Gerardo Martino

Bolivia: 1-Carlos Lampe; 5-Nelson Cabrera, 22-Edward Zenteno, 3-Luis Gutierrez; 10-Jhasmani Campos, 15-Pedro Azogue, 8-Martin Smedberg-Dalence (19-Carmelo Algaranaz 85'), 13-Alejandro Melean, 2-Erwin Saavedra; 9-Yasmani Duk (4-Diego Bejarano 24'), 7-Juan Arce (16-Cristhian Machado 46')
Pelatih: Julio Baldivieso

Wasit: Victor Carrillo (Peru) (kompas.com)

Pebalap Formula 1 tim Mercedes, Lewis Hamilton finis pertama dalam GP Kanada yang berlangsung di Sirkuit Gilles-Villeneuve, Minggu (12/6/2016) waktu setempat.

Sang juara dunia musim 2015 itu menorehkan waktu tercepat 1 jam 31,08.296 detik dari 70 putaran.

Hamilton unggul lima detik dari rivalnya pebalap tim Ferrari,Sebastian Vettel yang tampil apik sejak start balapan.

Kegagalan Vettel menjadi juara dinilai akibat salah strategi tim Ferrari, pada lap ke-12 tim berlambang 'Kuda Jingkrak' itu memanggil ridernya masuk ke dalam pit.

Ferrari melakukan pergantian ban di saat virtual safety carberakhir, kesalahan Ferrari adalah memanggil Vettel untuk masuk pit dua kali.

Sedangkan tim Mercedes, Hamilton hanya satu kali masuk pit stop, sehingga pebalap asal Inggris tersebut diuntungkan menjaga jarak dengan Vettel.

Di sisi lain, pebalap kebanggan tanah air, Rio Haryanto bersama tim Manoor Racing Team hanya dapat finis terbuncit peringkat ke-19.

Hasil balapan GP Kanada:

1. Lewis Hamilton    GBR Mercedes-Mercedes    70 laps 1h 31m 05.296s
2. Sebastian Vettel    GER Ferrari-Ferrari    +5.0s
3. Valtteri Bottas    FIN Williams-Mercedes    +46.4s
4. Max Verstappen    NED Red Bull-TAG Heuer    +53.0ss
5. Nico Rosberg    GER Mercedes-Mercedes    +62.0s
6. Kimi Raikkonen    FIN Ferrari-Ferrari    +63.0s
7. Daniel Ricciardo    AUS Red Bull-TAG Heuer    +63.6s
8. Nico Hulkenberg    GER Force India-Mercedes    +1 lap
9. Carlos Sainz Jr    ESP Toro Rosso-Ferrari    +1 lap
10. Sergio Perez    MEX Force India-Mercedes    +1 lap
11. Fernando Alonso    ESP McLaren-Honda    +1 lap
12. Daniil Kvyat    RUS Toro Rosso-Ferrari    +1 lap
13. Esteban Gutierrez MEX Haas-Ferrari    +2 laps
14. Romain Grosjean FRA Haas-Ferrari    +2 laps
15. Marcus Ericsson    SWE Sauber-Ferrari    +2 laps
16. Kevin Magnussen    DEN Renault-Renault    +2 laps
17. Pascal Wehrlein GER MRT-Mercedes    +2 laps
18. Felipe Nasr    BRZ Sauber-Ferrari    +2 laps
19. Rio Haryanto    INA MRT-Mercedes    +2 laps

Gagal finis:

Felipe Massa    BRZ Williams-Mercedes
Jolyon Palmer    GBR Renault-Renault
Jenson Button    GBR McLaren-Honda (tribunnews.com)

Real Madrid memastikan diri ke final Liga Champions setelah menang 1-0 atas Manchester City pada laga semifinal kedua di Stadion Santiago Bernabeu, Rabu (4/5/2016) atau Kamis dini hari WIB. 

 

Kemenangan Real Madrid pada laga ini ditentukan lewat gol bunuh diri Fernando pada menit ke-20. El Real pun lolos dengan agregat 1-0.

 

Real Madrid akan kembali berjumpa dengan rival sekotanya, Atletico Madrid, dalam laga final Liga Champions yang digelar pada 28 Mei 2016, di Stadion San Siro, Milan. 

 

Sebelumnya, kedua tim tersebut bertemu pada partai final 2014. Kala itu, Real Madrid keluar sebagai juara setelah meraih kemenangan 4-1.

 

Berdasarkan catatan Sport Radar, Real Madrid tampil dominan atas tamunya. Mereka tercatat menguasai pertandingan hingga 55 persen.

 

Petaka bagi Manchester City dimulai pada menit ke-10. The Citizens, julukan Manchester City, kehilangan sang bek andalan, Vincent Kompany, karena mengalami cedera.

 

Real Madrid pun memanfaatkan situasi tersebut. Mereka kerap menusuk pertahanan Manchester City lewat celah di posisi yang ditinggalkan Kompany.

 

Hasilnya, pada menit ke-20, Real Madrid sukses membuka keunggulan melalui gol bunuh diri gelandang Manchester City, Fernando. 

 

Berawal dari sepakan Gareth Bale dari sisi kanan, bola kemudian membentur kaki Fernando dan mengarah ke tiang jauh Manchester City. Real Madrid unggul 1-0.

 

Pada menit ke-36, publik Real Madrid kembali bersorak setelah eksekusi bola mati Toni Kroos dituntaskan Sergio Ramos ke gawang Manchester City. Akan tetapi, gol itu dianulir karena Ramos sudah masuk dalam posisi offside.

 

Delapan menit berselang, pasukan Manuel Pellegrini nyaris menyamakan kedudukan lewat upaya Fernandinho. Namun, tendangan pria asal Brasil itu masih membentur tiang gawang.

 

Memasuki babak kedua, Real Madrid masih mendominasi jalannya pertandingan. Sejumlah serangan berbahaya dilancarkan oleh Cristiano Ronaldo dkk.

 

Real Madrid sempat menebar ancaman melalui serangan Luka Modric dan Ronaldo. Namun, kedua percobaan tersebut mampu digagalkan oleh Joe Hart.

 

Pada menit ke-64, Real Madrid kembali meneror pertahanan Manchester City lewat tandukan Bale. Ia hampir menggandakan keunggulan andai sundulannya tak membentur mistar gawang.

 

Demi menambah daya gedor, Manchester City menurunkan Raheem Sterling dan Kelechi Iheanacho. Kendati demikian, strategi itu belum mengubah permainan tim tamu secara signifikan.

 

Alhasil, hingga wasit Damir Skomina meniup peluit panjang, keadaan tidak berubah. Real Madrid pun dinyatakan lolos ke final dengan agregat 1-0.

 

Real Madrid 1-0 Manchester City (Fernando 20'-bd) (agregat 1-0)

 

Susunan Pemain

 

Real Madrid: 1-Keylor Navas; 3-Pepe, 4-Sergio Ramos, 12-Marcelo, 15-Daniel Carvajal; 22-Isco (10-James Rodriguez 67'), 8-Toni Kroos, 19-Luka Modric (16-Mateo Kovacic 88'); 7-Cristiano Ronaldo, 20-Jese (18-Lucas Vazquez 56'), 11-Gareth Bale

Pelatih: Zinedine Zidane

 

Manchester City: 1-Joe Hart; 4-Vincent Kompany (20-Eliaquim Mangala 10'), 30-Nicolas Otamendi, 3-Bacary Sagna, 22-Gael Clichy; 6-Fernando, 25-Fernandinho; 15-Jesus Navas (72-Kelechi Iheanacho 69'), 42-Yaya Toure (7-Raheem Sterling 61'), 17-Kevin de Bruyne; 10-Sergio Aguero

 

Pelatih: Manuel Pellegrini

Wasit: Damir Skomina

LEICESTER City baru dipastikan menjadi juara Premier League 2015-2016 usai satu-satunya pesaing tersisa yakni Tottenham Hotspur gagal menang atas Chelsea, Selasa (3/5/2016) dinihari WIB. Hasil tersebut membuat peluang Spurs mengejar raihan poin sang pemuncak klasemen pupus sudah, hingga gelar juara pun pasti menjadi milikThe Foxes.

Pencapaian Leicester ini melahirkan kekaguman dari para pencinta sepakbola. Betapa tidak, klub yang tadinya hanya menargetkan meraih 40 poin di akhir musim 2015-2016 ternyata keluar sebagai juara, mengalahkan klub-klub besar yang sejak awal musim bersaing kuat untuk juara, di antaranya Manchester City dan Arsenal.

Perjalanan Leicester di Premier League tidak langsung fantastis. Tim yang bermarkas di King Power Stadium itu promosi ke Premier League pada 2014-2015 usai menjuarai Championship 2013-2014. Di musim pertamanya, The Foxes kesulitan untuk menembus papan tengah.

Pada April 2015, ketika Premier League menyisakan sembilan pertandingan lagi, Leicester duduk di posisi terakhir klasemen sementara. Tim yang saat itu dilatih Nigel Pearson menjadi salah satu yang diyakini akan terdegradasi ke Championship.

Namun pada akhir musim, dewi fortuna ternyata masih berpihak kepada The Foxes.Leicester mampu memenangi tujuh dari sembilan laga terakhir, sehingga bisa bertahan di kompetisi kasta teratas Inggris dengan duduk di posisi 14 klasemen akhir musim.

Jelang musim 2015-2016, Leicester membuat kejutan dengan mendatangkan mantan pelatih Chelsea, Claudio Ranieri. Di awal musim, Ranieri dengan tegas mengatakan timnya mempunyai target untuk meraih 40 poin di akhir musim. Menurutnya, itulah poin yang dibutuhkan agar tidak terdegradasi.

Dengan target yang bisa dikatakan sederhana dibanding tim-tim lain, Leicester mampu memulai musim dengan baik dan terlihat tanpa tekanan. Di laga pertama musim, The Foxes menaklukkan Sunderland dengan skor 4-2, dua gol di antaranya dicetak Riyad Mahrez. Performa yang ditunjukkan Leicester saat itu dinilai sebagai salah satu performa terbaik dan menjanjikan.

Penampilan apik pasukan Ranieri rupanya berlanjut hingga beberapa pekan setelahnya. Dalam sembilan laga pertama, Leicester hanya sekali mengalami kekalahan. Pizza disebut-sebut sebagai salah satu sumber motivasi Mahrez dan kawan-kawan. Ranieri diketahui pernah berjanji akan membelikan pizza untuk seluruh pemain apabila mampu tampil lebih baik, terutama pada lini belakang. Hasilnya, lini pertahanan Leicester tampil memuaskan.

Page 90 of 90

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM