Edinson Cavani dan Neymar sempat terlibat adu argumen dalam duel Paris Saint-Germain lawan Lyon. Hal itu sendiri bukanlah merupakan hal baru dalam dunia sepak bola karena sebelumnya sudah banyak kejadian serupa.

Cavani dan Neymar merupakan andalan PSG di lini depan. Keduanya punya naluri tinggi dalam mengoyak pertahanan lawan dan mencetak gol.

Setelah dianggap mampu beradaptasi dengan baik di pola permainan PSG, Neymar mulai terlibat perselisihan dengan rekan setimnya, Cavani. Keduanya sempat berebut tendangan bebas dan tendangan penalti.

Perselisihan antara rekan setim seperti yang diperlihatkan oleh Neymar dan Cavani bukan hal baru dalam dunia sepak bola. Sudah banyak perselisihan yang terjadi sebelumnya, dari perang kata hingga tukar pukulan.

Berikut sejumlah perselisihan di antara rekan setim yang pernah terjadi di sepak bola seperti dikutip dari Sportster:

Kevin Mirallas-Leighton Baines (Everton)

Insiden yang terjadi pada tahun 2015 ini mirip dengan apa yang terjadi pada Cavani dan Neymar, yaitu pertengkaran karena berebut jadi eksekutor penalti.

Saat Everton mendapat tendangan penalti beberapa menit jelang babak pertama berakhir, Kevin Mirallas langsung memegang bola dan bersiap menendangnya.

Leighton Baines coba mengingatkan Mirallas karena Baines adalah eksekutor reguler. Namun Mirallas mengabaikan Baines dan juga sejumlah rekan setim lainnya.

Mirallas mengambil penalti tersebut, gagal, dan kemudian diganti di saat jeda pertandingan.

Steve McManaman-Bruce Grobbelaar (Liverpool)

Insiden antara McManaman dengan Grobbelaar terjadi pada tahun 1993 dalam derby lawan Everton. Saat itu Grobbelaar merupakan pemain veteran sedangkan McManaman masih jadi pemain muda Liverpool.

McManaman melakukan kesalahan karena tendangan sapuannya terlalu lemah sehingga Everton bisa mencetak gol.

Grobbelaar menumpahkan kemarahannya pada McManaman dengan berteriak di wajah McManaman bahkan sempat mencekik leher McManaman. McManaman sempat mendorong wajah Grobbelaar sebelum akhirnya pergi meninggalkannya.

Liverpool pun kalah 0-2 di akhir pertandingan.

Arjen Robben-Frank Ribery (Bayern Munich)

Dua sayap mematikan milik Bayern Munich ini pernah bertikai di lapangan saat laga lawan Real Madrid pada semifinal Liga Champions 2012.

Pertikaian terjadi saat Bayern Munich mendapatkan tendangan bebas. Robben dan Ribbery kemudian cekcok yang masih terus berlanjut hingga perjalanan ke ruang ganti hingga para pemain lainnya harus memisahkan mereka.

Bayern Munich menolak berkomentar tentang insiden tersebut dan beruntung 'FC Hollywood' keluar sebagai pemenang di akhir pertandingan.

Jens Lehmann-Marcio Amoroso (Borussia Dortmund)

Dalam duel tensi tinggi melawan Schalke, Jens Lehmann sangat kecewa karena gawangnya kebobolan. Lehmann merasa Amoroso harus bertanggung jawab atas gol tersebut. (cnnindonesia.com)

Pengalaman berkesan didapat oleh pesinetron cantik, Fiona Fachru Nisa di ajang Piala AFF U-18 2017. Fiona berkesempatan mendukung timnas Indonesia U-19 secara langsung di Myanmar.

Runner-up Miss Celebrity 2011 ini mengaku sangat bangga menjadi warga Indonesia yang bisa hadir menyaksikan perjuangan timnas U-19 di stadion. Kesempatan itu sekaligus membuatnya jadi melek soal sepakbola.

Timnas besutan pelatih Indra Sjafri itu baru saja menyelesaikan babak semifinal Piala AFF U-18 melawan Thailand, pada Jumat (15/9/2017). Sayang, skuat Garuda Nusantara harus takluk 2-3 dalam drama adu penalti.

Hingga babak empat besar ini, dukungan terus diberikan oleh suporter Merah Putih. Tak terkecuali Fiona yang bisa menonton langsung salah satu laga penyisihan grup B Piala AFF ini.

"Pengalaman jadi suporter, rasanya bangga banget bisa mendukung dan memberi semangat untuk kemenangan Indonesia secara langsung. Dan saya melihat banyak suporter Indonesia dari berbagai macam daerah, mereka rela terbang ke Myanmar hanya untuk mendukung Indonesia," tutur Fiona kepada Bola.net.

"Walaupun berbeda suku tapi kita semua tetap satu. Itu membuat aku menjadi lebih bangga menjadi warga Indonesia," tambahnya.

Keberadaan Fiona rupanya bukan karena kebetulan. Dia berada di sana untuk menemani perjalanan sang suami, Roni Fauzan yang didapuk sebagai manajer timnas U-19.

"Serunya sekarang saya jadi lebih mengerti tentang bola karena jujur dulu saya buta tentang bola. Seru melihat semangat timnas U19 saat latihan dan bertanding. Dan aku sangat salut mereka tidak pernah lupa berdoa," ucapnya. (bola.net)

Akun resmi Playstation melontarkan sindiran telak pada Jose Mourinho usai sang manajer mengkritik skuat Manchester United yang dinilainya bermain tidak serius saat melawan Basel.

Setan Merah menjamu Basel di matchday 1 Liga Champions grup A di Old Trafford, Rabu (13/09) dini hari WIB. Saat itu, MU sendiri sebenarnya bisa menang telak dengan skor 3-0.

Akan tetapi, usai pertandingan Mourinho justru melemparkan kritikan pada anak-anak asuhnya. Ia menyebut skuat MU berhenti bermain secara serius usai unggul 2-0.

"Kami bermain sepakbola fantasi, sepakbola Playstation. Saya tidak suka - flick dan trik-trik (itu)," ketus Mourinho, seperti dilansir BBC.

Entah karena merasa tak terima atau hanya sekedar ingin meramaikan suasana, ucapan Mourinho itu akhirnya mendapat respon dari akun resmi PlaystationUK. Mereka menuliskan sebuah sindiran yang menohok.

"Maaf Mourinho, tidak ada (strategi) parkir bus di Playstation.. kami ada di sini untuk menghibur!"

Gol-gol Setan Merah di pertandingan tersebut dicetak oleh Marouane Fellaini di menit 35 dan Romelu Lukaku di menit 53. Sementara satu gol lagi dicetak oleh Marcus Rashford di menit 84. (bola.net)

Babak grup Liga Champions Eropa musim 2017/2018 sudah bergulir Selasa (12/9). Untuk musim ini tidak ada perubahan uang hadiah di turnamen klub terbesar di Eropa tersebut.

Dikutip dari situs resmi UEFA, satu kemenangan di babak grup Liga Champions masih dihargai €1,5 juta atau setara Rp23,7 miliar. Sedangkan untuk hasil imbang masing-masing klub akan mendapatkan €500 ribu atau setara Rp7,9 miliar.

Tim yang mampu lolos ke babak 16 besar akan mendapatkan masing-masing €6 juta (setara Rp94,8 miliar). Selanjutnya untuk babak perempat final setiap klub akan diguyur €6,5 juta (setara Rp102,7 miliar), dan semifinal €7,5 juta (setara Rp118,5 miliar).

Tim yang kalah di final akan mendapatkan €11 juta (setara Rp174 miliar), sedangkan tim yang menang di final berhak mendapatkan €15,5 juta atau setara Rp245 miliar.

Dengan demikian satu klub bisa mendapatkan hingga €57,2 juta (setara Rp905 miliar) dalam keikutsertaan mereka di Liga Champions musim ini. Jumlah itu di luar uang yang didapat dari babak kualifikasi.

Total, UEFA menyediakan uang hadiah hingga €2,35 miliar (setara Rp37,18 triliun) untuk tiga ajang berbeda musim ini, yakni Liga Champions, Liga Europa, dan Piala Super Eropa.

Uang hadiah di Liga Champions musim ini masih menggunakan sistem uang hadiah yang diterapkan sepanjang 2015 hingga 2018. Dengan demikian musim depan UEFA seharusnya berpeluang menaikkan uang hadiah untuk klub di Liga Champions.

Uang hadiah Liga Champions musim 2017/2018:

Kemenangan di babak grup: €1,5 juta
Hasil imbang di babak grup: €500 ribu
Lolos ke babak 16 besar: €6 juta
Lolos ke perempat finals: €6,5 juta
Lolos ke semifinal: €7,5 juta
Finalis yang kalah: €11 juta
Menang di final: €15,5 juta

(cnnindonesia.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM