Beberapa transfer belakangan ini memiliki kecenderungan untuk memakan waktu yang cukup lama sehingga membuat para fans tidak sabar. Sebut saja kepindahan Alexis Sanchez dan Philippe Coutinho yang terkesan berlarut-larut.

Namun, banyak pula momen-momen mengejutkan yang terjadi dalam sejarah transfer pemain sepakbola. Berikut adalah beberapa contoh transfer yang membuat semua penggemar sepak bola heran seperti dilansir FTB90.

Julien Faubert ke Real Madrid (2009)
Pemain sayap Prancis Julien Faubert tiba di West Ham pada Juli 2007 dengan ekspektasi tinggi. Dia mengesankan di liga Prancis dengan Bordeaux, dan dianggap sebagai pembelian bagus bagi penggemar Hammers.

Cedera ternyata menghambat waktunya di sana, dan pada pertengahan musim 2008-2009 ia masih belum mencetak gol untuk klub tersebut.

Pada tanggal 31 Januari 2009 Faubert, pemain yang tidak bisa masuk tim utama West Ham, secara mengejutkan bergabung dengan Spanyol Real Madrid dengan status pinjaman sampai akhir musim. Bahkan legenda Los Blancos Alfredo Di Stefano tampak bingung saat perkenalannya.

Tidak mengherankan kalau dia tidak sukses di sana. Faubert hanya tampil dua kali untuk Madrid, dan bahkan sempat tertidur saat berada di bangku cadangan saat bermain melawan Villarreal. Dia kembali ke West Ham pada akhir musim, tapi setidaknya bisa menceritakan cucunya kalau dia pernah bermain untuk Real Madrid.

Jay-Jay Okocha ke Bolton Wanderers (2002)
Bolton baru saja bertahan pada musim pertama mereka di kasta tertinggi dengan finis di posisi ke-16 pada musim 2001-2002. Mereka mencari pemain baru, dan mereka beruntung saat mengetahui bahwa gelandang serang PSG Okocha tersedia dengan status bebas transfer.

Okocha adalah pemain bintang Nigeria di Piala Dunia musim panas itu, dan mungkin bisa mendapatkan sejumlah klub besar, namun secara sensasional ia memilih Bolton dengan alasan ingin bermain di Premier League sebagai faktor kunci.

Transfer itu bisa dibilang sukses. Okocha akan selalu dikenang sebagai legenda Bolton, setelah menghibur para penggemar selama empat tahun dengan permainanya, dan mencetak 14 gol dalam 124 penampilan untuk membantu tim lolos ke Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.

Carlos Tevez dan Javier Mascherano ke West Ham (2006)
Penggemar West Ham dan banyak pihak tidak percaya saat menerima berita pada 31 Agustus 2006 kalau dua bintang muda paling cemerlang di sepak bola datang ke Upton Park.

Pemain internasional Argentina Tevez dan Mascherano, keduanya saat itu 22 tahun dan bermain untuk klub Brasil Corinthians, telah dikaitkan dengan kepindahannya ke klub-klub besar seperti Manchester United dan Real Madrid. Karena status kepemilikan mereka cukup sehingga membuat tim lain mundur, West Ham berhasil menuntaskan transfer kedua pemain tersebut.

Namun, Mascherano gagal tampil mengesankan, hanya bermain lima kali dan bergabung dengan Liverpool pada Januari. Tevez lebih sukses, mencetak tujuh gol dan menyelamatkan West Ham dari degradasi, namun pergi pada musim panas berikutnya untuk bergabung dengan Man United.

Meskipun begitu, West Ham diketahui telah melanggar peraturan transfer, dan didenda sebesar 5,5 juta pounds. Untungnya poin mereka tidak dikurangi karena akan membuat mereka terdegradasi.

Sol Campbell ke Notts County (2009)
Sol Campbell menandatangani kontrak lima tahun dengan klub League Two setelah klub diakuisisi yang juga membuat mantan bos Inggris Sven-Goran Eriksson mengambil alih kursi kepelatihan di Meadow Lane.

Dari kontrak yang seharusnya lima tahun Campbell hanya bertahan dalam satu pertandingan. Baru tiga hari setelah debutnya melawan Morecambe, mantan pemain Arsenal itu memutuskan untuk mengakhiri kontraknya.

Eriksen mengikuti jejak tersebut beberapa bulan kemudian, dan dengan demikian ia mengakhiri salah satu kisah paling aneh dalam sejarah liga yang lebih rendah.

Michael Owen ke Manchester United (2009)
Setelah mencetak 118 gol dalam 216 penampilan untuk Liverpool, penggemar The Reds tidak menginginkan Michael Owen merasa sakit saat meninggalkan klub untuk bergabung ke Real Madrid, atau saat dia pergi ke Newcastle.

Namun, Owen kemudian mencoreng reputasinya di Liverpool saat ia menandatangani kontrak dengan klub rival Manchester United di tahun 2009.

Melihat Owen dalam seragam United pasti butuh waktu, terutama setelah dia bermain dengan nomor punggung tujuh yang sebelumnya seperti dipakai legenda The Red Devils seperti George Best, Eric Cantona dan Cristiano Ronaldo.

Owen punya momen terbaik di United, terutama saat mencetak gol kemenangan di menit akhir saat mengalahkan Manchester City dengan skor 4-3.

Bojan Krkic ke Stoke City (2014)
Setelah bermain untuk Barcelona, AS Roma, AC Milan dan Ajax, Bojan secara mengejutkan melanjutkan karirnya dengan Mark Hughes di Stoke City.

Transfer tersebut membuat fans Stoke sangat gembira karena menganggap pihak klub telah berhasil mendatangkan pemain sempat disebut Lionel Messi baru.

Namun, karirnya di Britania Stadium tidak terlalu sukses dan belakangan ini dipinjamkan ke klub seperti Mainz dan Alaves untuk mencari menit bermain. Sayangnya, Bojan tak punya kesempatan untuk bisa mencapai standar seperti Messi. (bola.net)

Movistar Yamaha resmi memperkenalkan desain motor baru YZR-M1 yang akan ditunggangi Valentino Rossi dan Maverick Vinales dalam upacara di Madrid, Spanyol, Rabu (24/1). Jika dilihat sepintas, tak banyak berubah dari desain yang lama.

Melihat lebih seksama lagi, perubahan hanya terdapat pada kedalaman warna biru motor tersebut yang lebih gelap dari edisi musim sebelumnya. Pun dengan warna logo Movistar sebagai sponsor utama di sisi motor, mengalami perubahan warna.

Jika pada musim sebelumnya logo bertuliskan M tersebut berwarna hijau muda, untuk MotoGP 2018 berganti menjadi putih.

Yang menarik, bendera Indonesia masih tersemat di bagian sisi kanan kepala motor Vinales, rekan Rossi. Penampakan bendera Merah Putih itu terlihat jelas pada foto di acara launching penampilan baru motor tim Movistar Yamaha edisi MotoGP 2018. Di sisi kanan bendera Merah Putih juga masih terdapat tulisan moto Yamaha Indonesia: “Semakin di Depan.”

Belum bisa dipastikan jika Merah Putih juga menghiasi motor Rossi atau tidak karena dari foto hanya tampak sisi kiri motor The Doctor.

Bendera Indonesia memang bukan yang kali pertama tersemat di salah satu bagian motor Movistar Yamaha. Bendera Merah Putih tersebut pernah ikut menghiasi M1 yang ditunggangi Rossi dan Vinales pada balapan MotoGP musim lalu.

Kali ini, bendera Indonesia tetap terdapat di motor Movistar Yamaha yang akan ditunggangi Vinales di MotoGP 2018.

Sementara itu dikutip dari Autosport, Direktur Movistar Yamaha Massimo Meregalli mengatakan terpenting adalah membuat motor M1 konsisten untuk berlaga di MotoGP 2018.

“Jika kami bisa memastikan bahwa motor bisa konsisten, kami bisa bersaing meraih gelar juara. Itu merupakan tujuan utama kami musim ini,” tegas Meregalli.

Untuk sasis motor, Yamaha juga sudah mencoba tipe edisi 2016 dan 2017 lalu pada tes pramusim tahun ini. Belakangan Rossi mengatakan kemungkinan sasis 2017 yang akan dipilih untuk pengembangan spesifikasi untuk motor 2018. (cnnindonesia.com)

Deloitte Football Money League baru saja merilis daftar klub-klub dengan penghasilan terbesar dunia untuk musim 2016-17. Firma akuntansi kelas dunia itu menempatkan Manchester United sebagai klub dengan penghasilan terbesar sepanjang musim lalu.

Secara umum, Premier League memang sangat dominan dalam hal penghasilan tahunan seperti ini. Kesuksesan Premier League menjual mahal hak siar televisi mereka membuat klub-klub Inggris mendapatkan jaminan penghasilan yang tinggi setiap tahun. Di 10 besar klub dengan penghasilan terbesar, ada lima klub Inggris. Di daftar 30 besar, ada 14 klub Inggris yang masuk.

Manchester United mampu menjaga posisi mereka di puncak klub dengan penghasilan tertinggi, tetapi Real Madrid mengancam tepat di belakang mereka. Jarak antara United dan Madrid sangat tipis.

Berikut adalah daftar klub dengan penghasilan terbesar versi Deloitte:
Manchester United - 676,3 juta euro
Real Madrid - 674,6 juta euro
Barcelona - 648,3 juta euro
Bayern Munchen - 587,8 juta euro
Manchester City - 527,7 juta euro
Arsenal - 487.6 juta euro
PSG - 486,2 juta euro
Chelsea - 428 juta euro
Liverpool - 424,2 juta euro
Juventus - 405,7 juta euro

Pendapatan klub-klub Inggris sepertinya akan terus naik karena hak siar Premier League diperkirakan akan terus naik. Dalam beberapa bulan ke depan, EPL akan menjual hak siar mereka untuk tahun 2019 sampai 2022. (bola.net)

Alexis Sanchez dikenal sebagai pemain dengan kecepatan, energik, dan kemampuan mencetak gol yang cukup baik. Memiliki dua kaki yang sama-sama 'hidup', Sanchez pun kerap menghantui pertahanan lawan ketika dipasang sebagai penyerang, pemain sayap, maupun gelandang serang.

Kapabilitasnya menyediakan assist atau menyumbang gol kini diharapkan oleh Jose Mourinho, yang menginginkan Sanchez datang untuk menambal lini depan Manchester United.

Selain kemampuan yang kerap diperagakan dalam setiap pertandingan, terdapat fakta lain yang menarik dalam kehidupan keseharian Sanchez.

1. Ketika masih kecil, Sanchez pernah mendapat panggilan Dilla yang merupakan kependekan dari Ardilla yang berarti tupai karena lincah mengambil bola yang tersangkut di pohon atau bangunan tinggi lainnya ketika sedang bermain di jalanan.

2. Gaya lari dan kecepatannya di lapangan tidak lepas dari pengaruh masa kecilnya ketika bermain bola telanjang kaki. Sanchez baru memiliki sepatu bola di usia 15 tahun yang merupakan pemberian wali kota setempat.

3. Saat berusia 16 tahun, Sanchez yang sudah bermain untuk klub Cobreloa membayar denda 1000 dollar yang dikenakan pada sang ibu lantaran tidak memiliki izin menjual ikan.

4. Ketika hidup di Italia, Sanchez pernah kehilangan kunci mobil ketika sedang berbelanja. Alih-alih menumpang kendaraan lain untuk balik ke rumah, mantan pemain Udinese itu berlari untuk mengambil kunci mobil cadangan.

5. Hubungannya dengan Pep Guardiola yang dibentuk ketika Sanchez membela Barcelona pada 2011 terjaga dengan baik. Keduanya saling memuji meski sudah tidak berada di satu klub yang sama.

6. Di daerah Tocopilla, tempat kelahirannya, terdapat nama Alexis Sanchez. Pemain yang identik dengan nomor punggung tujuh itu juga sering menyumbangkan hadiah dan pakaian di daerah tersebut pada masa Natal.

7. Di timnas Chile pemain berusia 29 tahun itu tercatat sebagai pencetak gol terbanyak dengan 39 gol. Selain menjadi pemain yang paling sering berkostum timnas (119 kali), Sanchez juga menjadi pemilik rekor pemain termuda yang pernah membela La Roja. Caps pertamanya dibukukan saat masih berusia 17 tahun. (cnnindonesia.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM