Warga diChad, di Afrika tengah, sejak lima bulan lalu dilarang memakai layanan populerWhatsapp,Faceboo, danTwitter melalui telepon genggam.
Pemerintah tak mengumumkan alasan di balik pelarangan media sosial, yang pasti sejak lima bulan silam Whatsapp, Facebook, Twitter dan sejumlah layanan media sosial lain diblokir.

Data yang diperoleh organisasi Internet Without Borders (IWB), seperti dikutip situs Quartz Africa, menyebutkan bahwa larangan media sosial dan layanan pesan diterapkan sejak 28 Maret.

Larangan diberlakukan setelah konferensi nasional yang digelar pemerintah merekomendasikan perubahan undang-undang dasar yang memungkinkan President Idriss Deby tetap berkuasa hingga tahun 2033.

Presiden Devy diangkat menjadi presiden Chad sejak 1990.

Tak heran jika sejumlah pihak menyebut konferensi nasional tersebut sangat kontroversial. Kelompok oposisi memboikot konferensi nasional ini.

Idriss Deby (kanan diusulkan oleh konferensi nasional agar menjabat presiden hingga 2033. (Reuters)

Pemerintah sudah menjadwalkan pemilu legislatif pada 2015, namun beberapa kali diundur.

Chad sangat tergantung dengan ekspor minyak. Melemahnya harga komoditas mendorong pemerintah memangkas subsidi bagi rakyat, yang disambut dengan beberapa aksi protes.

Julie Owono, direktur eksekutif IWB, kepada Quartz Africa, mengatakan memblokir layanan komunikasi 'bukan hal yang aneh bagi pemerintah Chad'.

"Internet diblokir ketika terjadi protes atau aksi-aksi demonstrasi menentang kebijakan pemerintah," kata Owono.

Kini, lima bulan sejak larangan bermedia sosial di telepon genggam pintar diterapkan, beberapa pengacara mengajukan gugatan ke pengadilan. (Detik.com)

Setiap minggunya Asri & Nino bakal bikinin kamu lagu!
 
Asri & Nino, akan memberikan clue, mengenai kata atau kalimat dalam bentuk satu bait lirik, untuk nantinya dibuat lagu secara spontan.
Hasil lirik yang sudah sobat Delta kirimkan, nantinya akan dibuat menjadi sebuah lagu yang akan dinyanyiin sama Asri & Nino secara akustik.
Sobat Delta bisa sharing 1 kalimat/lirik yang lagi ada di pikiran sobat Delta, sesuai tema yang diberikan sama Asri & Nino. (Kirim lirik yang mau dibuatin lagu sesuai dengan tema yang diberikan oleh Asri & Nino dengan cara tulis di kolom komentar Facebook).

Sobat Delta! Kali ini #POLRESS bersama #SoreSoreSeru bakalan hadir bersama Tokopedia nih! Selain kamu bisa ikutan keseruannya, kamu juga berkesempatan buat bawa pulang hadiah sebesar 500 ribu rupiah! Caranya gampang banget, tinggal tentuin pilihan di Polling Sore Sore bersama Sore Sore Seru yang kita update di Facebook DELTA FM RADIO dan tungguin pengumumannya setiap jam 16:30 WIB cuma di Delta FM.

Akhir-akhir ini sering muncul konten berbau kekerasan beredar di Facebook, terutama lewat fitur tayangan langsung Facebook Live. Mulai dari pemukulan, penembakkan, hingga pembunuhan dipertontonkan di depan mata ribuan pengguna.

Sebab itulah, pihak Facebook berencana merekrut 3.000 orang tambahan untuk membantu mengawasi aneka posting yang diunggah oleh miliaran penggunanya.

“Kalau ingin membangun komunitas yang aman, kami harus bertindak cepat,” tulis pendiri sekaligus CEO Facebook Mark Zuckerberg dalam sebuah posting yang diunggah pekan ini.

“Kami berupaya membuat video-video (berisi kekerasan) ini lebih mudah untuk dilaporkan supaya lebih cepat ditindak- entah untuk membantu orang yang butuh bantuan (misalnya hendak bunuh diri) atau menghapus posting yang bersangkutan,” imbuhnya.

Sebanyak 3.000 orang itu akan ditambahkan ke tim review Facebook yang sekarang sudah beranggotakan 4.500 orang. Tugas mereka mengawasi semua kontan yang beredar di jejaring sosial tersebut, bukan hanya video saja.

Para anggota tim review konten Facebook ini kebanyakan merupakan pekerja kontrak yang berlokasi di luar negeri, seperti India dan Filipina.  

Sebelumnya, Facebook dikritik karena lamban bereaksi dalam menanggapi konten-konten terlarang. Rekaman video berisi kekerasan bisa bertahan selama berjam-jam sebelum akhirnya dihapus.

Salah satu fitur Facebook yang menjadi sumber keprihatinan adalah Facebook Live. Sejak diluncurkan setahun lalu, sudah ada setidaknya 50 aksi kriminal atau insiden kekerasan yang ditayangkan secara langsung lewat Facebook Live, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Reuters, Jumat (5/5/2017).

Di Indonesia, pada Maret lalu pernah pula terjadi kasus seorang pria menggantung diri dan menayangkan prosesnya secara live di Facebook. Pada April, kasus serupa terjadi pula di Thailand, melibatkan seorang ayah yang membunuh anaknya yang beru berusia 11 bulan sebelum bunuh diri. (kompas.com)

Page 1 of 2

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM