Jogja masih dianggap pantas menyandang predikat sebagai Kota Sepeda. Setidaknya, hal tersebut dapat dilihat dari semangat yang dimiliki oleh salah satu komunias pecinta dan pengguna sepeda 'Podjok' atau Paguyuban Onthel Djogjakarta.
Salah satu pendiri Podjok, Towil menyatakan saat ini Jogja masih laik disebut sebagai Kota Sepeda, meski demikian, pemuda gondrong ini mengaku bahwa semua pihak harus mengembalikan kejayaan kembali ketika sepeda menjadi hal yang sangat dekat dengan Jogja seperti dulu.
"Saat ini Jogja masih menjadi barometer sepeda di Indonesia. Itulah mengapa Jogja masih pantas menyandang predikat sebagai Kota Sepeda. Meski demikian, kita harus terus mengingatkan masyarakat akan masa kejayaan sepeda waktu itu," katanya di Bentara Budaya Yogyakarta, Selasa (29/6).
Sejak didirikan pada 19 November 2006 lalu, Podjok mempunyai agenda utama yaitu berusaha untuk mengembalikan predikat bersejarah Jogja sebagai Kota Sepeda. Agenda tersebut dipraktikkan dengan berbagai kegiatan bersepeda keliling Kota Jogja untuk kembali mengingatkan masyarakat tentang Jogja dan sepeda.
"Podjok mempunyai ageda rutin yaitu bersepeda keliling kampung dan kota untuk mengingatkan kembali masyarakat dengan sepeda. Selain itu juga mampu merekrut anggota-anggota baru bagi Podjok," terangnya.
Menurutnya, selain pihak Pemerintah Kota Yogyakarta pada khususnya yang telah 100 persen mendukung kembali kegiatan bersepeda melalui gerakan Sego Segawe (Sepeda kanggo sekolah lan nyambut gawe), dukungan juga diharapkan dari masyarakat Jogja.
Selain itu, sebagai Kota Sepeda, Jogja juga diharapkan punya sebuah pasar sepeda khusus yang menjadi surga bagi para pecinta sepeda. "Pasar Klithikan bisa menjadi pilihan bagi pecinta sepeda yang mencari segala onderdil sepeda," tuturnya.
Tak dipungkiri, pada satu dekade terakhir ini, Jogja memang sedang gencar-gencarnya menggelar berbagai cara untuk kembali mendapatkan pengakuan sebagai Kota Sepeda yang dengan sendirinya mulai pudar.
Tak hanya digembar-gemborkan, upaya yang dilakukan oleh pihak pemerintah, swasta, dan tentunya komunitas pecinta dan pengguna sepeda bahkan hingga membuat jalur khusus yang disayangkan penggunaannya kini masih belum optimal.