Entertainment

Penyanyi dan pencipta lagu Melly Goeslaw (43) punya alasan tersendiri menggandeng Gita Gutawa (23) untuk menyanyikan soundtrack yang ditulisnya.

Soundtrack berjudul “Memang Kenapa Bila Aku Perempuan?” ini dibuat Melly untuk film Kartini.

Dalam acara peluncuran trailer dan soundtrack film Kartini di Djakarta Theater XXI, Jakarta Pusat, Selasa (21/3/2017), Melly mengungkap alasannya.

“Saya lihat (Gita) generasi yang beda sama saya. Kita beda dua tahun, ya?” ujar Melly sambil melirik ke arah Gita di sebelahnya, lalu tertawa.

“Gita 24 tahun, saya kebalikannya,” sambung Melly.

Menurut Melly, Gita mampu mewakili generasi millenials saat ini yang tidak hanya fokus pada karier, tetapi juga pendidikan.

“(Gita) sosok anak muda yang bukan cuma cinta seni. Dia semangat dan selektif bikin lagu. Kalau bikin album atau lagu, dia enggak mikirin komersial. Dia juga concern sama pendidikan,” ujar istri Anto Hoed tersebut.

Melly pun berharap lagu "Memang Kenapa Bila Aku Perempuan?" ini bisa menjadi inspirasi untuk para perempuan.

Sama seperti Gita yang berharap bahwa lagu kolaborasinya ini bisa menjadi salah satu lagu untuk memberdayakan perempuan di Indonesia.

"Indonesia sedikit banget soal empowering women. Kalau di luar ada Beyonce yang Run the World (Girls). Kalau di Indonesia sedikit ya, bahkan enggak ada," ujar Gita,

Maka dari itu, Gita ingin lagu ini bisa menjadi semangat untuk saling menguatkan perempuan dalam memperjuangkan cita-cita mereka. (kompas.com)

Penyanyi muda asal Kanada yang tengah menanjak namanya, Shawn Mendes, akan membintangi film live-action pertamanya.

Menurut berita yang dilansir oleh The Hollywood Reporter, Shawn akan membintangi sebuah film karya Ivan Reitman yang berjudul “Summer of Love”. Film akan bergenre drama musikal dan menjadi yang pertama pula bagi sutradara film “Ghostbusters” tersebut.

Belum diketahui bagaimana plot film, namun dipercaya berseting di musim panas 1967 di mana 100.000 anak muda bertemu di Haigh-Ashbury, San Fransisco, untuk memprotes Perang Vietnam. Peristiwa ini juga dikenang karena menampilkan aksi musik dari barisan musisi terkenal zaman itu, seperti The Who, The Grateful Dead, Jimi Hendrix, Janis Joplin dan The Byrds.

“Summer of Love” sebenarnya bukan kali pertama terlibat dalam film, karena sebelumnya ia sudah mengisi suara untuk film animasi rilisan 2013, “Underdogs”. (creativedisc.com)

Bek andalan Liverpool, Dejan Lovren menjajal kemampuan aktingnya dengan membintangi sebuah film dokumenter bertemakan perang saudara.

Film dokumenter berjudul 'Lovren: My Life as a Refugee' ini akan fokus menceritakan masa kecil Lovren yang terjadi di saat perang Bosnia bergejolak antara 1992 hingga 1995 silam.

Sebagai informasi, Lovren lahir di negara Republik Yugoslavia, akan tetapi ia dan keluarganya terpaksa meninggalkan negaranya menyusul pecahnya perang saudara ketika dirinya masih berusia tiga tahun.

"Ketika saya melihat apa yang terjadi saat ini saya mengingat (pengalaman) saya," ujar Lovren dalam video trailer film ini.

"Saya tumbuh di kota bernama Kraljeva Sutjeska. Itu nyata. Sejujurnya (keluarga) kami memiliki semuanya. Dan kemudian perang itu terjadi." lanjutnya.

"Orang masih tidak mau membicarakannya. Ibu saya berkata, 'Jangan ceritakan pada mereka' tapi saya berkata, 'Saya akan menceritakan pada mereka'," tutupnya.

Film dokumenter 'Lovren: My Life as a Refugee' ini bisa ditonton secara gratis di kanal LFC TV pada Rabu (8/2) besok. (bola.net)

Dalam dunia musik kontemporer, siapa yang tak mengenal pasangan legendaris nan ikonik, John Lennon dan Yoko Ono. Kini kisah mereka akan bisa disaksikan dalam sebuah film layar lebar yang mencoba menggambarkan kisah cinta mereka, serta tentunya aspirasi politik anti-perang yang John dan Yoko dengungkan.

Film yang belum diketahui judul atau kapan rilisnya ini akan diproduseri sendiri oleh Yoko bersama dengan Michael De Luca (“The Social Network”), serta Josh Bratman dari Immersive Pictures. Anthony McCarter, yang sebelumnya terlibat dalam produksi film peraih nominasi Oscar, “The Theory of Eveything”, akan menulis naskahnya, sebagaimana yang dilaporkan oleh The Hollywood Reporter.

Dalam sebuah pernyataan yang baru saja dirilis, De Luca menyebutkan, “The story will focus on ripe and relevant themes of love, courage and activism in the US – with the intention of inspiring today’s youth to stand up for and have a clear vision for the world they want.

John dan Yoko pertama kali bertemu di bulan November 1966, saat Yoko tengah melakukan pembukaan pameran seninya di lantai dasar Indica Bookshop di kota London. Saat itu sang frontman The Beatles masih menikah bersama dengan istri pertamanya, Cynthia. Setelah bercerai di bulan Agustus 1968, John kemudian menikahi Yoko di bulan Maret tahun depannya.

Selama 11 tahun usia pernikahan mereka, yang berakhir setelah kematian John, pasangan ini telah berkolaborasi dalam banyak proyek kreatif, termasuk produksi musikal milik John, “Double Fantasy” di tahun 1980. (creativedisc.com)

Page 1 of 5

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net