News

You are here:Home NEWS DELTA FM - 100% Lagu Enak - Displaying items by tag: Aksi

Aksi Alec Baldwin sebagai Donald Trump di acara Saturday Night Live mengecoh sebuah koran nasional sehingga mereka memasang foto yang salah.

Harian El Nacional di Republik Dominika sudah minta maaf karena secara tak sengaja menerbitkan foto Alec Baldwin dengan keterangan foto 'Presiden AS' di sebelah foto PM Israel, Benjamin Netanyahu.

Foto ini mendampingi artikel tentang permukiman Israel.

Harian tersebut juga telah meminta maaf pada pembaca dan "siapapun yang terdampak".

Foto tersebut dikirimkan ke harian dengan informasi soal Saturday Night Live, program satire AS yang sudah berjalan lama.

Tak ada yang menyadari kesalahan itu, kata El Nacional.

Saturday Night Live bukanlah acara televisi favorit Trump. Menurutnya, gaya Baldwin menirukannya "busuk".

"Tidak lucu, aktornya buruk, selalu menyerang. Acara televisi yang buruk!" dia pernah mencuit. (bbcindonesia.com)

MOSKWA -  Ratusan pesepeda di Kota Moskwa, Rusia menggelar aksi parade bersepeda musim dingin pada Minggu (8/1/2017). Sekilas, terdengar tidak ada yang istimewa dari aksi itu.

 

Namun, setelah mengetahui berapa temperatur udara ketika mereka bersepeda, pendapat itu seketika sirna.

Ya, dengan kostum ala sinterklas atau yang di Rusia dikenal pula dengan sebutan Ded Moroz, warga bersepeda menembus suhu minus 27 derajat celcius.

Tentu aksi ini menjadi istimewa, sebab menjadi acara bersepeda komunal terbaru di tengah suhu udara ekstrim.

Para peserta menggenjot sepeda mereka di sisi Sungai Moskwa yang membeku, sejajar dengan tembok Istana Kremlin. Rombongan ini bersepeda sejauh 15 kilometer.

Otoritas terkait di Moskwa menyebut aksi ini digelar sebagai bagian dari promosi penggunaan sepeda sebagai sarana transportasi di kota besar.

Seperti diberitakan AFP, penyelenggara acara ini menolak untuk membatalkan aksi, meski sempat muncul peringatan dari pemerintah terkait buruknya udara di Moskwa. 

"Tidak ada satu pun peserta aksi bersepeda musim salju ini yang harus pergi ke dokter setelah acara ini," tegas otoritas di Moskwa dalam pernyataan tertulisnya. 

"Saya merasa lebih baik ketimbang saat saya bermalas-malasan di atas sofa ketika musim liburan lalu," ungkap Mikhail.

Mikhail adalah seorang warga berusia 42 tahun yang bekerja sebagai mekanik dan ambil bagian dalam aksi tersebut. 

"Aksi ini memberikan kekuatan bagi saya, ini bagus dan luar biasa. Saya bersepeda setiap hari ke tempat kerja, tapi kesempatan hari ini berbeda, ini memberikan kenikmatan yang nyata," ungkap dia lagi.

Seperti kota-kota lain di Eropa, Ibu Kota Rusia ini pun sedang dilanda musim dingin ekstrim. 

Di wilayah Eropa dalam beberapa waktu terakhir dikabarkan tak kurang dari 23 orang tewas akibat deraan udara dingin tersebut. 

Jumat malam lalu menjadi malam Natal bagi pemeluk Kristen ortodok di Rusia.

 

 

Media setempat melaporkan, malam Natal tersebut menjadi yang paling dingin dalam 120 tahun terakhir. 

Suhu yang tercatat pada malam Jumat menuju Sabtu lalu mencapai minus 30 derajat celcius. 

Namun, suhu udara di Moskwa diperkirakan akan mengalami kenaikan dalam beberapa hari ke depan. Pada Selasa besok, diprediksi suhu akan menyentuh angka minus tujuh derajat celcius. (kompas.com)

Presiden AS Barack Obama, Kamis (15/12/2016), mengatakan Amerika Serikat akan membalas aksi Rusia yang mengintervensi pemilihan presiden AS.

 

 

"Saya kira tak ada lagi keraguan saat pemerintah asing mencoba mengganggu integritas pemilihan negeri ini maka kami harus bertindak," kata Obama kepada radio NPR.

"Dan kami akan (membalas), di saat dan tempat yang kami anggap tepat," tambah Obama.

Sebelumnya, Gedung Putih secara "resmi" menuding Presiden Rusia Vladimir Putin terlibat langsung serangan siber untuk memengaruhi pilpres AS.

"Semua yang kami tahu tentang bagaimana Rusia bekerja dan bagaimanan Putin mengendalikan pemerintahannya akan memperkuat dugaan ini," tambah Rhodes.

"Sekali lagi, saat Anda berbicara soal intrusi siber yang signifikan seperti ini maka kita berbicara terkait level pemerintahan tertinggi," tambah Rhodes kepada stasiun televisi MSNBC.

"Dan pastinya, Vladimir Putin secara resmi bertanggung jawab atas tindakan pemerintah Rusia," Rhodes menegaskan.

Komentar Rhhodes ini diperkuat juru bicara Gedung Putih Josh Earnest, yang mengatakan, keputusan intelijen AS pada Oktober lalu yang menuding seorang pejabat tinggi Rusia terlibat dalam peretasan ini sudah benar.

Selain menimbulkan masalah baru dengan Rusia, tudingan Gedung Putih ini juga memicu gesekan dengan presiden terpilih Donald Trump.

"Jika Rusia, atau entitas lain, meretas (pilpres), lalu mengapa Gedung Putih menunggu begitu lama untuk bertindak? Mengapa mereka mengeluh setelah kekalahan Hillary?" ujar Trump lewat akun Twitter-nya.

Tudingan terhadap Rusia ini langsung dibantah Kremlin yang menyebutnya sebagai tuduhan tak berdasar dan tak masuk akal.

"Sebuah omong kosong tak masuk akal ini tak memiliki dasar apapun," kata juru bicara Putin, Dmitry Peskov. (kompas.com)

LOS ANGELES - Otoritas di dua universitas di California mengaku sedang melakukan proses investigasi atas kasus penyerangan terhadap dua mahasiswi Muslim, yang diduga didasarkan atas kebencian. 

 

 

Kedua kasus serangan itu terjadi pada Rabu lalu, sehari setelah Donald Trump memenangi pemilihan presiden Amerika Serikat.

Dalam salah satu insiden tersebut, dua orang penyerang menghadapi korban mereka di Universitas Negeri San Diego.

Para pelaku diketahui membuat komentar tentang terpilihnya Trump dan keberadaan komunitas Muslim yang merupakan kelompok minoritas di sana.

Hal ini dijelaskan otoritas kepolisian setempat, yang dikutip AFP, Kamis atau Jumat WIB (11/11/2016).

Kendati diduga dilakukan berdasarkan kebencian, namun dompet, ransel dan kunci mobil perempuan itu turut diambil.

Korban pun lari untuk mencari pertolongan. Sesaat kemudian dia kembali ke lokasi kejadian bersama polisi. Namun dia menemukan mobilnya telah lenyap dibawa kabur pelaku.

Keterangan ini disampaikan Jurubicara Kepolisian setempat, Ronald Broussard.

Kasus ini sedang dalam tahap penyelidikan. Menurut Broussard, pelaku bakal didakwa dengan kekerasan karena kebencian, perampokan, dan pencurian mobil. 

"Komentar-komentar yang dialamatkan kepada korban menunjukkan bahwa korban diserang karena dia Muslim," ungkap Presiden Universitas Negeri San Diego, Elliot Hirshman dan Pejabat Polisi Josh Mays dalam keterangan tertulis.

Disebutkan, korban pun memang mengenakan pakaian tradisi Muslim lengkap dengan hijabnya. 

Sementara, di Universitas Negeri San Jose, polisi pun mendapatkan laporan serupa. Seorang wanita Muslim mendapat serangan di areal parkir kampus.  

Seorang laki-laki mendekati korban dari belakang, dan menarik jilbab, sambil mencekik dan kemudian melempar korban yang telah kehilangan keseimbangan.

Kronologi ini dikeluarkan otoritas setempat dan disebarkan kepada semua mahasiswa yang ada di kampus itu. 

"Otoritas kampus kini mengamati dari dekat tentang kondisi itu. Proses investigasi terus bergulir. Namun, belum ada tersangka yang ditangkap," kata Jurubicara universitas itu Pat Harris. 

"Kami tentu sangat menaruh perhatian atas apa yang terjadi di kampus kami. Tidak ada satu orang pun yang seharusnya mendapatkan pengalaman buruk semacam ini," kata Harris.

Terkait kasus sejeni, asosiasi mahasiswa Muslim di New York mengeluarkan pernyataan tentang ditemukannya tulisan "Trump" di pintu mushala tempat mereka shalat. 

Salah satu anggota organisasi itu mengaku bahwa dengan kasus ini, kampus pun tidak kebal terhadap kefanatikan yang melanda AS.

Seorang pelajar Muslim di Universitas Louisiana di Lafayette mengadu ke pada polisi bahwa dia diserang oleh dua orang laki-laki, yang salah satunya memakai topi bertulis 'Trump".

Pihak Kepolisian Lafayette belum memberikan pernyataannya terkait kabar tersebut. (kompas.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net