News

You are here:Home NEWS DELTA FM - 100% Lagu Enak - Displaying items by tag: Aksi


Pemilihan majelis konstitusi Venezuela, yang ditentang banyak kalangan, diwarnai aksi kekerasan dan sedikitnya 10 kematian.
Selagi pemilu berlangsung pada Minggu (30/07), para demonstran menggelar unjuk rasa di berbagai kota.
Di negara bagian Tachira, sedikitnya dua remaja dan serdadu Garda Nasional meninggal dunia akibat ditembak. Kemudian, di kota Cumana, sekretaris Partai Acción Democrática ditembak dalam demonstrasi menentang pemilu.

Sesaat sebelum pemungutan suara berlangsung, Jose Felix Pineda—seorang pengacara berusia 39 tahun yang menentang pemilu— dilaporkan tewas ditembak di rumahnya di negara bagian Bolivar.
Adapun di ibu kota Caracas, sebuah ledakan dekat aksi unjuk rasa mencederai sejumlah polisi dan merusak motor mereka.
Aparat keamanan menggunakan kendaraan lapis baja untuk membubarkan demonstran di distrik El Paraiso, Caracas, di tengah suara tembakan.

Pemilu di Venezuela diselenggarakan Presiden Nicolas Maduro guna membentuk Majelis Konstitusi yang bakal berwenang mengubah konstitusi. Majelis ini akan berada di atas badan negara lainnya, termasuk kejaksaan agung.
Maduro menyatakan Majelis Konstitusi ini akan memberikan 'rekonsiliasi dan perdamaian,' namun dia tidak merinci bagaimana hal itu akan tercipta setelah kewenangan kejaksaan agung dilucuti dan pembentukan Majelis Konstitusi mutlak ditentang kubu oposisi.
Kubu oposisi menyebut pemilihan umum untuk membentuk Majelis Konstitusi adalah wujud pengambil-alihan kekuasaan oleh Presiden Maduro.
"Kami tidak mengakui proses penipuan ini," kata pemimpin oposisi, Henrique Capriles.

Pemilihan di Venezuela ini juga dikritik sejumlah negara di Amerika Latin. Keanggotaan Venezuela di blok ekonomi regional Mercosur telah dibekukan oleh Brasil, Argentina, Paraguay, dan Uruguay, menyusul keprihatinan atas kondisi hak asasi manusia di sana.
Pada Minggu (30/07), Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Nikki Haley, menilai pemilihan di Venezuela adalah 'pemilihan bohongan' dan 'selangkah menuju kediktatoran.' (bbcindonesia.com)

Aksi Alec Baldwin sebagai Donald Trump di acara Saturday Night Live mengecoh sebuah koran nasional sehingga mereka memasang foto yang salah.

Harian El Nacional di Republik Dominika sudah minta maaf karena secara tak sengaja menerbitkan foto Alec Baldwin dengan keterangan foto 'Presiden AS' di sebelah foto PM Israel, Benjamin Netanyahu.

Foto ini mendampingi artikel tentang permukiman Israel.

Harian tersebut juga telah meminta maaf pada pembaca dan "siapapun yang terdampak".

Foto tersebut dikirimkan ke harian dengan informasi soal Saturday Night Live, program satire AS yang sudah berjalan lama.

Tak ada yang menyadari kesalahan itu, kata El Nacional.

Saturday Night Live bukanlah acara televisi favorit Trump. Menurutnya, gaya Baldwin menirukannya "busuk".

"Tidak lucu, aktornya buruk, selalu menyerang. Acara televisi yang buruk!" dia pernah mencuit. (bbcindonesia.com)

MOSKWA -  Ratusan pesepeda di Kota Moskwa, Rusia menggelar aksi parade bersepeda musim dingin pada Minggu (8/1/2017). Sekilas, terdengar tidak ada yang istimewa dari aksi itu.

 

Namun, setelah mengetahui berapa temperatur udara ketika mereka bersepeda, pendapat itu seketika sirna.

Ya, dengan kostum ala sinterklas atau yang di Rusia dikenal pula dengan sebutan Ded Moroz, warga bersepeda menembus suhu minus 27 derajat celcius.

Tentu aksi ini menjadi istimewa, sebab menjadi acara bersepeda komunal terbaru di tengah suhu udara ekstrim.

Para peserta menggenjot sepeda mereka di sisi Sungai Moskwa yang membeku, sejajar dengan tembok Istana Kremlin. Rombongan ini bersepeda sejauh 15 kilometer.

Otoritas terkait di Moskwa menyebut aksi ini digelar sebagai bagian dari promosi penggunaan sepeda sebagai sarana transportasi di kota besar.

Seperti diberitakan AFP, penyelenggara acara ini menolak untuk membatalkan aksi, meski sempat muncul peringatan dari pemerintah terkait buruknya udara di Moskwa. 

"Tidak ada satu pun peserta aksi bersepeda musim salju ini yang harus pergi ke dokter setelah acara ini," tegas otoritas di Moskwa dalam pernyataan tertulisnya. 

"Saya merasa lebih baik ketimbang saat saya bermalas-malasan di atas sofa ketika musim liburan lalu," ungkap Mikhail.

Mikhail adalah seorang warga berusia 42 tahun yang bekerja sebagai mekanik dan ambil bagian dalam aksi tersebut. 

"Aksi ini memberikan kekuatan bagi saya, ini bagus dan luar biasa. Saya bersepeda setiap hari ke tempat kerja, tapi kesempatan hari ini berbeda, ini memberikan kenikmatan yang nyata," ungkap dia lagi.

Seperti kota-kota lain di Eropa, Ibu Kota Rusia ini pun sedang dilanda musim dingin ekstrim. 

Di wilayah Eropa dalam beberapa waktu terakhir dikabarkan tak kurang dari 23 orang tewas akibat deraan udara dingin tersebut. 

Jumat malam lalu menjadi malam Natal bagi pemeluk Kristen ortodok di Rusia.

 

 

Media setempat melaporkan, malam Natal tersebut menjadi yang paling dingin dalam 120 tahun terakhir. 

Suhu yang tercatat pada malam Jumat menuju Sabtu lalu mencapai minus 30 derajat celcius. 

Namun, suhu udara di Moskwa diperkirakan akan mengalami kenaikan dalam beberapa hari ke depan. Pada Selasa besok, diprediksi suhu akan menyentuh angka minus tujuh derajat celcius. (kompas.com)

Presiden AS Barack Obama, Kamis (15/12/2016), mengatakan Amerika Serikat akan membalas aksi Rusia yang mengintervensi pemilihan presiden AS.

 

 

"Saya kira tak ada lagi keraguan saat pemerintah asing mencoba mengganggu integritas pemilihan negeri ini maka kami harus bertindak," kata Obama kepada radio NPR.

"Dan kami akan (membalas), di saat dan tempat yang kami anggap tepat," tambah Obama.

Sebelumnya, Gedung Putih secara "resmi" menuding Presiden Rusia Vladimir Putin terlibat langsung serangan siber untuk memengaruhi pilpres AS.

"Semua yang kami tahu tentang bagaimana Rusia bekerja dan bagaimanan Putin mengendalikan pemerintahannya akan memperkuat dugaan ini," tambah Rhodes.

"Sekali lagi, saat Anda berbicara soal intrusi siber yang signifikan seperti ini maka kita berbicara terkait level pemerintahan tertinggi," tambah Rhodes kepada stasiun televisi MSNBC.

"Dan pastinya, Vladimir Putin secara resmi bertanggung jawab atas tindakan pemerintah Rusia," Rhodes menegaskan.

Komentar Rhhodes ini diperkuat juru bicara Gedung Putih Josh Earnest, yang mengatakan, keputusan intelijen AS pada Oktober lalu yang menuding seorang pejabat tinggi Rusia terlibat dalam peretasan ini sudah benar.

Selain menimbulkan masalah baru dengan Rusia, tudingan Gedung Putih ini juga memicu gesekan dengan presiden terpilih Donald Trump.

"Jika Rusia, atau entitas lain, meretas (pilpres), lalu mengapa Gedung Putih menunggu begitu lama untuk bertindak? Mengapa mereka mengeluh setelah kekalahan Hillary?" ujar Trump lewat akun Twitter-nya.

Tudingan terhadap Rusia ini langsung dibantah Kremlin yang menyebutnya sebagai tuduhan tak berdasar dan tak masuk akal.

"Sebuah omong kosong tak masuk akal ini tak memiliki dasar apapun," kata juru bicara Putin, Dmitry Peskov. (kompas.com)

Page 1 of 2

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net