News

You are here:Home NEWS DELTA FM - 100% Lagu Enak - Displaying items by tag: Banjir


Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menawarkan solusi untuk mengatasi permasalahan bencana banjir yang sering berulang di Kabupaten Bandung.

Wilayah tersebut, khususnya daerah Dayeuhkolot, Bojongsoang, dan Baleendah, memang "sudah terbiasa" dilanda banjir. Pada awal Maret 2017 lalu, misalnya, warga di daerah-daerah itu kembali mengalami bencana banjir. 

Terkait hal itu, Ridwan Kamil pun memberi cara pemecahan masalah dari sudut pandangnya, meski problem tersebut bukan sebagai kapasitasnya karena posisinya sebagai wali kota.

Pria yang akrab disapa Emil tersebut menawarkan dua cara untuk menuntaskan atau mengatasi masalah banjir itu, yakni dari sisi manajemen organisasi dan engineering atau teknik pekerjaan.  

"Solusi pertama ialah ada manajemen organisasi di Bandung Raya. Langkah pertama, saya akan buat itu dulu agar ada alokasi dana (untuk menyelesaikan masalah banjir)," ujar Emil saat berkunjung ke Redaksi Kompas.com, Senin (15/5/2017).

Selain itu, pria lulusan ITB ini pun mengungkapkan solusinya dari sisi teknik pekerjaan. Emil mempunyai teori bahwa yang namanya air itu mau dibentuk apa pun volumenya tidak akan berkurang.

Karena itu, dia berencana membuat sistem "parkir air".

"Yang kedua, solusi engineering. Saya mau bikin parkir air sebanyak-banyaknya," ucap Emil. 

"Sistemnya receh-receh (kecil-kecil) dengan maksud untuk menahan airnya disebar-sebar dulu, baru nanti volume ke daerah Baleendah atau Dayeuhkolot-nya (daerah terbiasa banjir) tidak begitu besar," tuturnya.

Untuk saat ini, soal parkir air, Emil mengaku hal itu tidak bisa dibuat di Kota Bandung karena lahannya sudah habis. 

"Namun, markir airnya tidak bisa di Bandung karena lahan habis. Mau beri ide ke kota lain, tetapi kapasitas saya wali kota Bandung. Kira-kira begitu," ujar Emil. (kompas.com)

Lebih dari 200 rumah di kota Rockhampton, Australia akan terendam setelah sungai Fitzroy mencapai titik puncak banjir karena badai Debbie.

Pihak berwenang mengatakan, ketinggian sungai Fitzroy akan mencapai 9 meter di kota yang berada di provinsi Queensland itu, Kamis (6/4) ini.

Banjir terjadi sembilan hari setelah Topan Debbie mencapai daratan Queensland utara, menyebabkan banjir di sepanjang pantai sejauh 1.200 km.

Pihak berwenang mengatakan Rockhampton kemungkinan dilanda 'banjir besar' selama setidaknya satu hari.

"Banjir ini luar biasa," kata Perdana Menteri negara bagian Queensland, Annastacia Palaszczuk.

Ketinggian sungai diperkirakan akan tetap berada di kisaran 9 meter sampai akhir pekan, setelah merendam setidaknya 300 bangunan -rumah dan fasilitas komersial.

Meskipun tanggul sementara sudah dibangun, banjir tetap menerjang banyak bangunan dan memaksa ditutupnya jalan dan bandara.

Anggota parlemen setempat, Tony Williams mengatakan, sektor bisnis akan perlu hingga dua tahun untuk pulih.

"Saya pikir bencana ini bagi sejumlah bisnis akan bagaikan paku di peti mati," kata Williams, ketua komite manajemen bencana di sana, seperti dikutip Seven News.

Topan Debbie menghantam pantai timur Australia, menyebabkan hujan deras yang mengakibatkan banjir di berbagai kawasan.

Dewan Asuransi Australia memperkirakan tagihan kerusakan bisa mencapai A$1 miliar (lebih dari Rp12 triliun). (bbcindonesia.com)

Banjir dan longsor yang menerjang Kabupaten Limapuluh Kota Provinsi Sumatera Barat menelan korban setidaknya lima orang, sementara dua orang luka berat, ratusan rumah hancur.

"Para korban tewas dan luka berat itu adalah orang yang berada dalam delapan kendaraan yang tertimpa longsor di Km 17 Koto Alam. Ini jalan yang menghubungkan Sumbar dengan Riau," kata Nasriyanto, Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Limapuluhkota.

Nasriyanto menjelaskan, banjir terjadi karena hujan deras yang mengguyur sejak Kamis (2/3) hingga Jumat keesokan harinya, mengakibatkan Sungai Sumpur meluap.

"Longsor kemudian terjadi di berbagai titik, terutama di tebing-tebing dan bukit-bukit," kata Nasriyanto, Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Limapuluhkota.

Disebutkannya, delapan kecamatan dan 13 nagari (desa) terdampak langsung oleh banjir dan longsor ini.

"BPBD masih mendata, tapi sementara ini ratusan rumah terendam banjir, antara lain 150 rumah di Jorong Ranah Pasar, 50 unit rumah di Jorong Ranah Baru, dan 50 unit rumah di Jorong Abai," tambahnya.

Sementara itu, lima dusun terputus dari dunia luar karena jalan-jalan nasional penghubung Sumatera Barat - Riau putus akibat longsor di sembilan titik. Di Kabupaten Limapuluhkota seluruhnya terdapat 13 titik longsor.

Situasi darurat bencana kini diterapkan di Kabupaten Limapuluh Kota selama 7 hari hingga 9 Maret 2017. (bbcindonesia.com)

Musim hujan yang sudah tiba belum sepenuhnya usai dan justru akan memasuki puncaknya di beberapa daerah.

Untuk mengantisipasinya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, BNPB, mengembangkan peta gratis yang antara lain berisi informasi ketinggian genangan air di sedikitnya tiga kota di Indonesia.

Menurut BNPB, akhir Januari dan bulan Februari adalah puncak musim hujan sehingga mereka memprediksi banjir, longsor dan puting beliung masih akan meningkat, setidaknya untuk wilayah-wilayah di NTT, NTB, pulau Jawa dan Bali, sebagian Sumatera, khususnya bagian selatan, serta Kalimantan, Sulawesi dan Maluku.

Dan tahun ini, menurut juru bicara BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, banjir akan mengenai daerah-daerah baru yang sebelumnya tak menghadapi ancaman banjir.

"Di peta sebenarnya tidak masuk zona merah, tetapi dengan adanya dampak perubahan iklim yang menyebabkan intensitas curah hujan demikian meningkat, kejadian hujan ekstrem makin sering terjadi dan masih tingginya kerusakan lingkungan, akhirnya muncul daerah-daerah baru yang rawan banjir, contohnya Bandung, Bima (NTB), Pasuruan, dengan kondisi yang ada sekarang menjadi sangat rentan," kata Sutopo.

Untuk menghadapi potensi ancaman banjir pada musim hujan yang masih tinggi BNPB bekerjasama dengan Massachusetts Institute of Technology (MIT) Urban Risk Lab meluncurkan PetaBencana.id.

Peta kebencanaan yang gratis ini, menurut Sutopo, bisa memberikan waktu yang cukup bagi warga di Jabodetabek, Surabaya dan Bandung, untuk menghindari area banjir dan memberikan informasi secara real time terhadap tinggi permukaan air di berbagai pintu air seperti Katulampa, Depok, dan Manggarai bagi warga Jabodetabek.

Banjir tapi tetap foto narsis

Peta, menurutnya, baru tersedia untuk tiga kota mengingat jumlah pengguna media sosial di tiga kota tersebut yang cukup besar. Dan dia mentargetkan informasi genangan air di tiga kota ini bisa mencapai sekitar 50 juta jiwa di tiga wilayah tersebut.

Salah satu penggagas peta bencana banjir ini adalah Etienne Turpin, peneliti Urban Risk Lab MIT dan salah satu direktur program peta bencana tersebut.

Menurutnya, saat mengunjungi Jakarta pada banjir 2013 lalu, dia melihat bagaimana orang-orang yang tengah terendam air, tetapi tak lupa mengambil swafoto (narsis) atau selfie dan dari sinilah dia melihat potensi kemunculan peta bencana banjir.

"Selfie menyelamatkan nyawa," katanya saat mempresentasikan peta bencana tersebut.

Menurutnya, dengan foto-foto selfie tersebut, maka ada data yang terkumpul, antara lain ketinggian genangan air jika dibandingkan dengan tinggi badan orang dewasa.

"Saat kami mulai proyek ini, banyak orang bilang Jakarta adalah kota yang kekurangan data, terutama soal performa infrastruktur dan elemen soal perencanaan kota. Tapi tidak, Anda hanya melihat di tempat yang salah. Saat melihat media sosial dan chat, kita mendapat jauh lebih banyak data dari yang kita butuhkan. Hanya saja kita harus mulai membagi data itu lebih efektif," kata Turpin.

Bukan hoax

Peta bencana seperti ini, jelas Turpin, biasa disebut alat pendukung pengambil keputusan yang biasanya hanya bisa dilihat badan pemerintah.

Namun Turpin menganggap penting 'demokratisasi' alat semacam ini sehingga masyarakat bisa mengakses secara langsung informasi penting secara real time atau pada saat mengakses sehingga 'bisa mengambil keputusan untuk keluarga dan orang-orang yang mereka sayangi'.

"Dan ketika mereka mengambil keputusan yang lebih baik, kota akan merespons kesiapan terhadap bencana dengan lebih baik," ujarnya.

Meski masyarakat bisa melaporkan secara langsung soal ketinggian air lewat akun media sosial mereka, namun muncul satu kekhawatiran.

Bagaimana memastikan data yang dilaporkan masyarakat adalah yang benar terjadi di lapangan dan bukan sesuatu yang menipu?

"Verifikasinya kan semuanya akan dilakukan di control room, apakah laporan itu akurat atau tidak."

"Kalau di Jakarta, karena sudah banyak jaringan CCTV, bisa kita pantau secara CCTV, kemudian melalui justifikasi, apakah betul di situ memang hujan lebat, dari peta curah hujan dari BMKG, apa betul sungainya sudah meluap, bisa dari tinggi muka air yang real time, sehingga kalau laporannya hoax bisa kita delete dari sini," jelas Sutopo.

Dan di musim hujan yang akan memasuki puncaknya ini, paling tidak warga tiga kota bisa mendapatkan informasi untuk bertindak dan sekaligus pula membagi informasi. (bbcindonesia.com)

Page 1 of 3

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net