News

You are here:Home News DELTA FM - Relax dengan 100% Lagu Enak - Displaying items by tag: Banjir

Banjir dan longsor yang menerjang Kabupaten Limapuluh Kota Provinsi Sumatera Barat menelan korban setidaknya lima orang, sementara dua orang luka berat, ratusan rumah hancur.

"Para korban tewas dan luka berat itu adalah orang yang berada dalam delapan kendaraan yang tertimpa longsor di Km 17 Koto Alam. Ini jalan yang menghubungkan Sumbar dengan Riau," kata Nasriyanto, Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Limapuluhkota.

Nasriyanto menjelaskan, banjir terjadi karena hujan deras yang mengguyur sejak Kamis (2/3) hingga Jumat keesokan harinya, mengakibatkan Sungai Sumpur meluap.

"Longsor kemudian terjadi di berbagai titik, terutama di tebing-tebing dan bukit-bukit," kata Nasriyanto, Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Limapuluhkota.

Disebutkannya, delapan kecamatan dan 13 nagari (desa) terdampak langsung oleh banjir dan longsor ini.

"BPBD masih mendata, tapi sementara ini ratusan rumah terendam banjir, antara lain 150 rumah di Jorong Ranah Pasar, 50 unit rumah di Jorong Ranah Baru, dan 50 unit rumah di Jorong Abai," tambahnya.

Sementara itu, lima dusun terputus dari dunia luar karena jalan-jalan nasional penghubung Sumatera Barat - Riau putus akibat longsor di sembilan titik. Di Kabupaten Limapuluhkota seluruhnya terdapat 13 titik longsor.

Situasi darurat bencana kini diterapkan di Kabupaten Limapuluh Kota selama 7 hari hingga 9 Maret 2017. (bbcindonesia.com)

Musim hujan yang sudah tiba belum sepenuhnya usai dan justru akan memasuki puncaknya di beberapa daerah.

Untuk mengantisipasinya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, BNPB, mengembangkan peta gratis yang antara lain berisi informasi ketinggian genangan air di sedikitnya tiga kota di Indonesia.

Menurut BNPB, akhir Januari dan bulan Februari adalah puncak musim hujan sehingga mereka memprediksi banjir, longsor dan puting beliung masih akan meningkat, setidaknya untuk wilayah-wilayah di NTT, NTB, pulau Jawa dan Bali, sebagian Sumatera, khususnya bagian selatan, serta Kalimantan, Sulawesi dan Maluku.

Dan tahun ini, menurut juru bicara BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, banjir akan mengenai daerah-daerah baru yang sebelumnya tak menghadapi ancaman banjir.

"Di peta sebenarnya tidak masuk zona merah, tetapi dengan adanya dampak perubahan iklim yang menyebabkan intensitas curah hujan demikian meningkat, kejadian hujan ekstrem makin sering terjadi dan masih tingginya kerusakan lingkungan, akhirnya muncul daerah-daerah baru yang rawan banjir, contohnya Bandung, Bima (NTB), Pasuruan, dengan kondisi yang ada sekarang menjadi sangat rentan," kata Sutopo.

Untuk menghadapi potensi ancaman banjir pada musim hujan yang masih tinggi BNPB bekerjasama dengan Massachusetts Institute of Technology (MIT) Urban Risk Lab meluncurkan PetaBencana.id.

Peta kebencanaan yang gratis ini, menurut Sutopo, bisa memberikan waktu yang cukup bagi warga di Jabodetabek, Surabaya dan Bandung, untuk menghindari area banjir dan memberikan informasi secara real time terhadap tinggi permukaan air di berbagai pintu air seperti Katulampa, Depok, dan Manggarai bagi warga Jabodetabek.

Banjir tapi tetap foto narsis

Peta, menurutnya, baru tersedia untuk tiga kota mengingat jumlah pengguna media sosial di tiga kota tersebut yang cukup besar. Dan dia mentargetkan informasi genangan air di tiga kota ini bisa mencapai sekitar 50 juta jiwa di tiga wilayah tersebut.

Salah satu penggagas peta bencana banjir ini adalah Etienne Turpin, peneliti Urban Risk Lab MIT dan salah satu direktur program peta bencana tersebut.

Menurutnya, saat mengunjungi Jakarta pada banjir 2013 lalu, dia melihat bagaimana orang-orang yang tengah terendam air, tetapi tak lupa mengambil swafoto (narsis) atau selfie dan dari sinilah dia melihat potensi kemunculan peta bencana banjir.

"Selfie menyelamatkan nyawa," katanya saat mempresentasikan peta bencana tersebut.

Menurutnya, dengan foto-foto selfie tersebut, maka ada data yang terkumpul, antara lain ketinggian genangan air jika dibandingkan dengan tinggi badan orang dewasa.

"Saat kami mulai proyek ini, banyak orang bilang Jakarta adalah kota yang kekurangan data, terutama soal performa infrastruktur dan elemen soal perencanaan kota. Tapi tidak, Anda hanya melihat di tempat yang salah. Saat melihat media sosial dan chat, kita mendapat jauh lebih banyak data dari yang kita butuhkan. Hanya saja kita harus mulai membagi data itu lebih efektif," kata Turpin.

Bukan hoax

Peta bencana seperti ini, jelas Turpin, biasa disebut alat pendukung pengambil keputusan yang biasanya hanya bisa dilihat badan pemerintah.

Namun Turpin menganggap penting 'demokratisasi' alat semacam ini sehingga masyarakat bisa mengakses secara langsung informasi penting secara real time atau pada saat mengakses sehingga 'bisa mengambil keputusan untuk keluarga dan orang-orang yang mereka sayangi'.

"Dan ketika mereka mengambil keputusan yang lebih baik, kota akan merespons kesiapan terhadap bencana dengan lebih baik," ujarnya.

Meski masyarakat bisa melaporkan secara langsung soal ketinggian air lewat akun media sosial mereka, namun muncul satu kekhawatiran.

Bagaimana memastikan data yang dilaporkan masyarakat adalah yang benar terjadi di lapangan dan bukan sesuatu yang menipu?

"Verifikasinya kan semuanya akan dilakukan di control room, apakah laporan itu akurat atau tidak."

"Kalau di Jakarta, karena sudah banyak jaringan CCTV, bisa kita pantau secara CCTV, kemudian melalui justifikasi, apakah betul di situ memang hujan lebat, dari peta curah hujan dari BMKG, apa betul sungainya sudah meluap, bisa dari tinggi muka air yang real time, sehingga kalau laporannya hoax bisa kita delete dari sini," jelas Sutopo.

Dan di musim hujan yang akan memasuki puncaknya ini, paling tidak warga tiga kota bisa mendapatkan informasi untuk bertindak dan sekaligus pula membagi informasi. (bbcindonesia.com)

MEULABOH - Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Barat sejak Rabu (4/1/17) pagi hingga kini terus meluas ke 11 Kecamatan. Hanya tinggal satu kecamatan saja yang tak terendam banjir.

 

“Kondisi hari ini banjir terus meluas ke 11 kecamatan, hanya tersisa satu kecamatan, yaitu Panton Reu," kata Teuku Syahluna Polem, kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat kepada wartawan, Minggu (8/1/17).

Menurut Syahluna, ketinggian banjir akibat luapan air Sungai Kreung Woyla dan Kreung Meurebo itu bervariasi mulai dari 50 hingga 170 sentemeter.

“Ketinggian banjir bervariasi, sebelumnya wilayah Kecamatan Woyla hampir mencapai 2 meter, tapi sejak tadi pagi mulai surut di sana, sekarang malah naik ke Kecamatan Kaway XVI dan Meureubo dengan ketinggian rata-rata 1 meter," katanya.

Banjir selama lima hari ini berdampak pada 5.949 kepala keluarga atau 19.282 jiwa warga yang tersebar di 11 kecamatan.

 

 

Syahluna merinci, 11 kecamatan yang terendam banjir antara lain Kecamatan Johan Pahlawan, Meureubo, Samatiga, Arongan Lambalek, Woyla Induk, Woyla Timur, Woyla Barat, Sungai Mas, B ubon, Kawai XVI dan Kecamatan Pante Ceureumen. (kompas.com)

ACEH SINGKIL - Hujan deras yang mengakibatkan meluapnya Sungai Cinendang mengakibatkan jembatan sepanjang 10 meter di Desa Pulo Sarok, Kecamatan Singkil, Aceh Singkil, Rabu (30/11/2016) putus.

 

 

Sedangkan Jembatan Pancang Dua di Kecamatan Singkil Utara, dilaporkan nyaris rubuh. Kendaraan pun dilarang melintas ke jembatan itu.

"Hanya bisa dilalui sepeda motor sekarang ini khusus untuk Jembatan Pancang Dua," sebut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Singkil, Sulaiman.

Dia menambahkan, hujan juga menyebabkan jalan di Desa Ketapang Indah, Singkil Utara, ambles. Namun jalan yang ambles sudah dipasang jembatan darurat sehingga hari ini bisa dilalui kembali.

 

 

"Di Ketapang Indah jembatan darurat dari pohon kelapa sudah bisa dilalui," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, empat hari terakhir banjir melanda sejumlah kecamatan di Aceh Singkil. Ratusan rumah terendam dan ratusan warga mengungsi ke dataran lebih tinggi serta sejumlah lokasi pengungsian di kabupaten itu. (kompas.com)

Page 1 of 3

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net