News

You are here:Home News DELTA FM - Relax dengan 100% Lagu Enak - Displaying items by tag: Banjir

MEULABOH - Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Barat sejak Rabu (4/1/17) pagi hingga kini terus meluas ke 11 Kecamatan. Hanya tinggal satu kecamatan saja yang tak terendam banjir.

 

“Kondisi hari ini banjir terus meluas ke 11 kecamatan, hanya tersisa satu kecamatan, yaitu Panton Reu," kata Teuku Syahluna Polem, kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat kepada wartawan, Minggu (8/1/17).

Menurut Syahluna, ketinggian banjir akibat luapan air Sungai Kreung Woyla dan Kreung Meurebo itu bervariasi mulai dari 50 hingga 170 sentemeter.

“Ketinggian banjir bervariasi, sebelumnya wilayah Kecamatan Woyla hampir mencapai 2 meter, tapi sejak tadi pagi mulai surut di sana, sekarang malah naik ke Kecamatan Kaway XVI dan Meureubo dengan ketinggian rata-rata 1 meter," katanya.

Banjir selama lima hari ini berdampak pada 5.949 kepala keluarga atau 19.282 jiwa warga yang tersebar di 11 kecamatan.

 

 

Syahluna merinci, 11 kecamatan yang terendam banjir antara lain Kecamatan Johan Pahlawan, Meureubo, Samatiga, Arongan Lambalek, Woyla Induk, Woyla Timur, Woyla Barat, Sungai Mas, B ubon, Kawai XVI dan Kecamatan Pante Ceureumen. (kompas.com)

ACEH SINGKIL - Hujan deras yang mengakibatkan meluapnya Sungai Cinendang mengakibatkan jembatan sepanjang 10 meter di Desa Pulo Sarok, Kecamatan Singkil, Aceh Singkil, Rabu (30/11/2016) putus.

 

 

Sedangkan Jembatan Pancang Dua di Kecamatan Singkil Utara, dilaporkan nyaris rubuh. Kendaraan pun dilarang melintas ke jembatan itu.

"Hanya bisa dilalui sepeda motor sekarang ini khusus untuk Jembatan Pancang Dua," sebut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Singkil, Sulaiman.

Dia menambahkan, hujan juga menyebabkan jalan di Desa Ketapang Indah, Singkil Utara, ambles. Namun jalan yang ambles sudah dipasang jembatan darurat sehingga hari ini bisa dilalui kembali.

 

 

"Di Ketapang Indah jembatan darurat dari pohon kelapa sudah bisa dilalui," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, empat hari terakhir banjir melanda sejumlah kecamatan di Aceh Singkil. Ratusan rumah terendam dan ratusan warga mengungsi ke dataran lebih tinggi serta sejumlah lokasi pengungsian di kabupaten itu. (kompas.com)

BANDUNG - Banjir besar kembali melanda sejumlah obyek vital, termasuk stasiun kereta api di Bandung, Jawa Barat, Minggu (13/11/2016). Kondisi ini dipicu buruknya drainase yang tersumbat sampah dan mengalami sedimentasi. Akibatnya, aliran air terhambat dan meluap ke badan jalan. 

Saat yang sama terjadi pula angin kencang yang menumbangkan pohon di sejumlah kawasan di kota itu. Tak ada korban jiwa dalam kedua peristiwa itu.

Berdasarkan pemantauan Kompas, sejumlah ruas jalan, antara lain Jalan Pagarsih, Jalan Pasirkoja, Jalan Astanaanyar, Jalan Kalipah Apo, Jalan Stasiun Timur, Jalan Cicendo, Jalan BKR, Jalan Pelajar Pejuang, dan Jalan RE Martadinata, terendam hingga ketinggian 1 meter. Drainase di jalan-jalan itu dipenuhi sampah.

”Drainase yang buruk menjadi penyebab utama banjir. Saluran sempit dan di dalamnya dipenuhi sampah,” kata Ketua Dewan Pakar Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS) Supardiono Sobirin.

Kereta Api

Di Stasiun Kereta Api Bandung, banjir menggenangi rel dan terminal sekitar 30 sentimeter. Akibatnya, perjalanan enam kereta api terhambat. Keenam kereta itu seharusnya berangkat atau melewati Stasiun Bandung pukul 13.00-15.30. Itu meliputi empat kereta jarak dekat dan dua kereta jarak jauh. Ribuan penumpang berjubel di stasiun itu.

Kepala Daerah Operasi II Bandung PT Kereta Api Indonesia (Persero) Saridal mengatakan, KRD 390 jurusan Padalarang-Cicalengka, misalnya, tertahan di Stasiun Ciroyom, Kota Bandung. KA 24 Argo Parahyangan Jakarta-Bandung tertahan di Stasiun Cimahi dan KA 32 Argo Parahyangan Jakarta-Bandung tertahan di Stasiun Padalarang.

 

”Begitu air surut sore hari, kereta diberangkatkan,” kata Manajer Humas Daop II Bandung Ilud Siregar.

Menurut Maulana (38), warga di Jalan Pagarsih, banjir kali ini lebih besar dibandingkan sebelumnya. Selain di Jalan Pagarsih, banjir juga meluas ke Jalan Pasirkoja, Jalan Astanaanyar, dan Jalan Kalipah Apo.

”Arus banjir kali ini lebih kuat. Biasanya Jalan Kalipah Apo hanya terendam 10-20 sentimeter. Kali ini genangan sampai 50 cm,” ujarnya.

Wali Kota Bandung Ridwal Kamil mengatakan, banjir disebabkan tingginya curah hujan sehingga debit air meningkat.

”Hujan deras membuat volumenya besar. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah memberikan masukan, cuaca akan seperti ini sampai awal tahun dan masih terus berlangsung,” ujar Ridwan di Stasiun Bandung saat meninjau lokasi rel yang sempat tergenang air.

Berdasarkan data dari radar Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), refleksivitas curah hujan pada Minggu sore bergerak pada 15-25 milimeter per jam. Sementara infrastruktur Kota Bandung tidak mampu menahan air hujan lebih dari 10 milimeter per jam.

Sementara itu, jalan nasional Bandung-Tasikmalaya, tepatnya di Rancaekek Kabupaten Bandung, juga digenangi air dengan ketinggian 30 cm-50 cm. Air menggenangi badan jalan di depan pabrik PT Kahatex hingga PT Kewalram Indonesia sejauh 1 kilometer. Banjir yang dipicu meluapnya Sungai Cikijing itu juga menggenangi ratusan rumah warga.

Banjir hingga setinggi 1,5 meter juga melanda Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot, dan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Sebanyak 2.087 warga dari 627 keluarga mengungsi ke sejumlah lokasi.

Landa banyak daerah

Jalan Tol Jakarta-Cikampek juga digenangi banjir. Arus lalu lintas pun macet. Buruknya drainase juga memicu banjir di Kabupaten Karawang. Kasus ini mengganggu perjalanan kereta api.

 

”Sudah hampir setengah jam lebih kami tertahan,” ujar Wisnu (38), penumpang KA Tawang Jaya di Stasiun Cikampek.

KA tersebut berangkat dari Stasiun Tawang Semarang, Jawa Tengah, menuju Stasiun Senen, Jakarta Pusat.

Di Klaten, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei meminta pemerintah daerah dan masyarakat bersiaga menghadapi bencana yang kian tinggi memasuki puncak musim hujan.

”Gerakan pengurangan risiko bencana harus dilakukan untuk mengurangi jatuhnya korban,” ujarnya.

Kepala Humas BMKG Hary Tirto Djatmiko dan Kepala Bidang Informatika dan Pengendalian BPBD DKI Jakarta M Ridwan mengingatkan, cuaca buruk berupa hujan lebat disertai angin masih akan melanda Jakarta dan sekitarnya selama sepekan ke depan.

Di Sulawesi Selatan, 95 warga selamat dan seorang tewas dalam musibah air bah di wisata permandian alam Salo Merunge di Kecamatan Palakka, Bone, Minggu.

Kepala SAR Makassar Roki Azikin menjelaskan, air bah terjadi pukul 17.30 Wita. Saat itu masih banyak warga di permandian. Tanpa diduga, air bah menerjang membuat pengunjung terjebak. Petugas SAR mengevakuasi menggunakan tali dan perahu karet. (kompas.com)

Air Sungai Citarum kini lebih cepat meluap merendam rumah warga di sekitarnya meski hujan hanya turun selama 1-2 jam dalam dua hari terakhir. Penambahan endapan lumpur dan sampah yang dibawa anak Sungai Citarum diduga jadi pemicunya.

 

 

"Seminggu lalu, untuk mencapai ketinggian 1,5 meter, air Citarum butuh dua hari. Sekarang dalam dua jam (hujan) air bisa naik 40 sentimeter. Sekarang ketinggian di sekitar rumah sekitar 1 meter. Meskipun lebih lekas surut karena hujan tidak turun lama, kami tetap saja cemas," kata Adi Sumadi (60), warga RT 002 RW 007, Desa Muara, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Rabu (2/11/2016).

Kecamatan Baleendah merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Bandung yang banjir delapan hari terakhir. Kecamatan lainnya, yakni Dayeuhkolot, Banjaran, dan Rancaekek. Hingga pukul 20.00, ketinggian genangan air di sekitar pemukiman warga berkisar 40-150 cm. Banjir juga kembali menghanyutkan sampah dan endapan lumpur erosi di kawasan hulu.

"Citarum saat ini menjadi lebih banyak sampah dan endapan lumpur. Sampah plastik biasanya datang dari aliran Sungai Cikapundung di Kota Bandung. Sementara lumpur berasal dari Sungai Citarum hulu dan Sungai Cisangkuy di Pangalengan, Kabupaten Bandung," ujar Adi.

Adi memperlihatkan timbunan sampah plastik dan lumpur yang luber dan menutupi jalan depan rumahnya. Ketinggian endapan itu 15-20 cm, membentang hingga 100 meter. Endapan lumpur dan sampah itu, katanya, paling banyak dimuntahkan Citarum pada Sabtu (29/10)-Minggu (30/10/2016).

Nanang (45), warga Desa Muara, lainnya, mengatakan, endapan lumpur dan sampah juga menyumbat selokan-selokan kecil di sekitar rumah warga. Hal itu membuat genangan air lebih cepat naik meski hujan tak turun sederas dan selama biasanya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung Tata Irawan mengatakan, meski intensitas hujan mulai turun, 2.638 warga masih mengungsi. Mereka tersebar di 47 lokasi pengungsian di Baleendah, Katapang, Bojongsoang, Dayeuhkolot, dan Banjaran.

Sementara itu, jalur Bandung, Sumedang, dan Garut melalui Jalan Raya Rancaekek yang lumpuh akibat banjir pada Senin malam hingga Selasa malam, kemarin, kembali normal. Ketinggian banjir yang sebelumnya mencapai 80 cm pada Rabu malam di bawah 5 cm.

Abdullah (29), warga yang tinggal di Jalan Raya Rancaekek, mengatakan, banjir surut karena Selasa malam tidak hujan.

Namun, persoalan baru muncul. Banyak sampah, terutama plastik, yang terbawa banjir berserakan di jalan dan permukiman. Untuk mengurangi genangan, sejumlah polisi menyedot banjir untuk dialirkan ke Sungai Cikijing melalui drainase. Namun, buruknya drainase dan permukaan air Sungai Cikijing yang tinggi membuat penyedotan tak optimal. Bahkan, air dari drainase kembali meluap ke jalan.

 

"Kami sudah berupaya menyedot, tetapi aliran air menuju Sungai Cikijing lambat sehingga banjir di jalan tidak langsung cepat surut," ujar Kepala Seksi Pengamanan dan Penyelamatan Direktorat Sabhara Polda Jabar Komisaris Nana Sumarna.

Kekhawatiran banjir kembali meninggi sempat muncul saat hujan kembali turun pada Rabu sore. Namun, hujan tidak terlalu lebat dan hanya berlangsung 10 menit sehingga tidak membuat ketinggian banjir bertambah.

Di Jakarta, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Hary Tirto Djatmiko memperkirakan, hujan yang memicu banjir di Jalan Raya Rancaekek masih bertahan setidaknya hingga Jumat (4/11). "Parameter cuaca yang ada mendukung terjadinya hujan berintensitas lebat hingga 4 November," katanya.

Berdasarkan peringatan dini BMKG, pada Kamis (3/11/2016), hujan berintensitas lebat disertai petir pada sore hingga malam hari berpeluang terjadi di Ngamprah, Bandung, Banjar, Ciamis, Cimahi, Garut, Karawang Singaparna, Tasikmalaya, Purwakarta, Sumedang, dan Soreang. Selain itu, di Pantai Pangandaran, Cianjur, Cirebon, Indramayu, Cisaat, Kuningan, Majalengka, Sumber, Pelabuhan Ratu, dan Parigi.

Sementara pada Jumat, hujan lebat disertai petir pada siang hingga menjelang malam diperkirakan terjadi di Ngamprah, Bandung, Cimahi, Karawang, Cianjur, Cisaat, Kuningan, dan Pelabuhan Ratu.

Kemarin, banjir masih melanda 6 desa dan 1 kelurahan di Kecamatan Kurun, Kabupaten Gunung Mas, dan Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Banjir ini akibat meluapnya air Sungai Kahayan sejak Senin malam. Ketinggian air berkisar 50-100 cm dan status siaga darurat banjir telah ditetapkan. (kompas.com)

Page 1 of 2

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net