News

You are here:Home News DELTA FM - Relax dengan 100% Lagu Enak - Displaying items by tag: Banjir

Musim hujan yang sudah tiba belum sepenuhnya usai dan justru akan memasuki puncaknya di beberapa daerah.

Untuk mengantisipasinya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, BNPB, mengembangkan peta gratis yang antara lain berisi informasi ketinggian genangan air di sedikitnya tiga kota di Indonesia.

Menurut BNPB, akhir Januari dan bulan Februari adalah puncak musim hujan sehingga mereka memprediksi banjir, longsor dan puting beliung masih akan meningkat, setidaknya untuk wilayah-wilayah di NTT, NTB, pulau Jawa dan Bali, sebagian Sumatera, khususnya bagian selatan, serta Kalimantan, Sulawesi dan Maluku.

Dan tahun ini, menurut juru bicara BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, banjir akan mengenai daerah-daerah baru yang sebelumnya tak menghadapi ancaman banjir.

"Di peta sebenarnya tidak masuk zona merah, tetapi dengan adanya dampak perubahan iklim yang menyebabkan intensitas curah hujan demikian meningkat, kejadian hujan ekstrem makin sering terjadi dan masih tingginya kerusakan lingkungan, akhirnya muncul daerah-daerah baru yang rawan banjir, contohnya Bandung, Bima (NTB), Pasuruan, dengan kondisi yang ada sekarang menjadi sangat rentan," kata Sutopo.

Untuk menghadapi potensi ancaman banjir pada musim hujan yang masih tinggi BNPB bekerjasama dengan Massachusetts Institute of Technology (MIT) Urban Risk Lab meluncurkan PetaBencana.id.

Peta kebencanaan yang gratis ini, menurut Sutopo, bisa memberikan waktu yang cukup bagi warga di Jabodetabek, Surabaya dan Bandung, untuk menghindari area banjir dan memberikan informasi secara real time terhadap tinggi permukaan air di berbagai pintu air seperti Katulampa, Depok, dan Manggarai bagi warga Jabodetabek.

Banjir tapi tetap foto narsis

Peta, menurutnya, baru tersedia untuk tiga kota mengingat jumlah pengguna media sosial di tiga kota tersebut yang cukup besar. Dan dia mentargetkan informasi genangan air di tiga kota ini bisa mencapai sekitar 50 juta jiwa di tiga wilayah tersebut.

Salah satu penggagas peta bencana banjir ini adalah Etienne Turpin, peneliti Urban Risk Lab MIT dan salah satu direktur program peta bencana tersebut.

Menurutnya, saat mengunjungi Jakarta pada banjir 2013 lalu, dia melihat bagaimana orang-orang yang tengah terendam air, tetapi tak lupa mengambil swafoto (narsis) atau selfie dan dari sinilah dia melihat potensi kemunculan peta bencana banjir.

"Selfie menyelamatkan nyawa," katanya saat mempresentasikan peta bencana tersebut.

Menurutnya, dengan foto-foto selfie tersebut, maka ada data yang terkumpul, antara lain ketinggian genangan air jika dibandingkan dengan tinggi badan orang dewasa.

"Saat kami mulai proyek ini, banyak orang bilang Jakarta adalah kota yang kekurangan data, terutama soal performa infrastruktur dan elemen soal perencanaan kota. Tapi tidak, Anda hanya melihat di tempat yang salah. Saat melihat media sosial dan chat, kita mendapat jauh lebih banyak data dari yang kita butuhkan. Hanya saja kita harus mulai membagi data itu lebih efektif," kata Turpin.

Bukan hoax

Peta bencana seperti ini, jelas Turpin, biasa disebut alat pendukung pengambil keputusan yang biasanya hanya bisa dilihat badan pemerintah.

Namun Turpin menganggap penting 'demokratisasi' alat semacam ini sehingga masyarakat bisa mengakses secara langsung informasi penting secara real time atau pada saat mengakses sehingga 'bisa mengambil keputusan untuk keluarga dan orang-orang yang mereka sayangi'.

"Dan ketika mereka mengambil keputusan yang lebih baik, kota akan merespons kesiapan terhadap bencana dengan lebih baik," ujarnya.

Meski masyarakat bisa melaporkan secara langsung soal ketinggian air lewat akun media sosial mereka, namun muncul satu kekhawatiran.

Bagaimana memastikan data yang dilaporkan masyarakat adalah yang benar terjadi di lapangan dan bukan sesuatu yang menipu?

"Verifikasinya kan semuanya akan dilakukan di control room, apakah laporan itu akurat atau tidak."

"Kalau di Jakarta, karena sudah banyak jaringan CCTV, bisa kita pantau secara CCTV, kemudian melalui justifikasi, apakah betul di situ memang hujan lebat, dari peta curah hujan dari BMKG, apa betul sungainya sudah meluap, bisa dari tinggi muka air yang real time, sehingga kalau laporannya hoax bisa kita delete dari sini," jelas Sutopo.

Dan di musim hujan yang akan memasuki puncaknya ini, paling tidak warga tiga kota bisa mendapatkan informasi untuk bertindak dan sekaligus pula membagi informasi. (bbcindonesia.com)

MEULABOH - Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Barat sejak Rabu (4/1/17) pagi hingga kini terus meluas ke 11 Kecamatan. Hanya tinggal satu kecamatan saja yang tak terendam banjir.

 

“Kondisi hari ini banjir terus meluas ke 11 kecamatan, hanya tersisa satu kecamatan, yaitu Panton Reu," kata Teuku Syahluna Polem, kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat kepada wartawan, Minggu (8/1/17).

Menurut Syahluna, ketinggian banjir akibat luapan air Sungai Kreung Woyla dan Kreung Meurebo itu bervariasi mulai dari 50 hingga 170 sentemeter.

“Ketinggian banjir bervariasi, sebelumnya wilayah Kecamatan Woyla hampir mencapai 2 meter, tapi sejak tadi pagi mulai surut di sana, sekarang malah naik ke Kecamatan Kaway XVI dan Meureubo dengan ketinggian rata-rata 1 meter," katanya.

Banjir selama lima hari ini berdampak pada 5.949 kepala keluarga atau 19.282 jiwa warga yang tersebar di 11 kecamatan.

 

 

Syahluna merinci, 11 kecamatan yang terendam banjir antara lain Kecamatan Johan Pahlawan, Meureubo, Samatiga, Arongan Lambalek, Woyla Induk, Woyla Timur, Woyla Barat, Sungai Mas, B ubon, Kawai XVI dan Kecamatan Pante Ceureumen. (kompas.com)

ACEH SINGKIL - Hujan deras yang mengakibatkan meluapnya Sungai Cinendang mengakibatkan jembatan sepanjang 10 meter di Desa Pulo Sarok, Kecamatan Singkil, Aceh Singkil, Rabu (30/11/2016) putus.

 

 

Sedangkan Jembatan Pancang Dua di Kecamatan Singkil Utara, dilaporkan nyaris rubuh. Kendaraan pun dilarang melintas ke jembatan itu.

"Hanya bisa dilalui sepeda motor sekarang ini khusus untuk Jembatan Pancang Dua," sebut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Singkil, Sulaiman.

Dia menambahkan, hujan juga menyebabkan jalan di Desa Ketapang Indah, Singkil Utara, ambles. Namun jalan yang ambles sudah dipasang jembatan darurat sehingga hari ini bisa dilalui kembali.

 

 

"Di Ketapang Indah jembatan darurat dari pohon kelapa sudah bisa dilalui," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, empat hari terakhir banjir melanda sejumlah kecamatan di Aceh Singkil. Ratusan rumah terendam dan ratusan warga mengungsi ke dataran lebih tinggi serta sejumlah lokasi pengungsian di kabupaten itu. (kompas.com)

BANDUNG - Banjir besar kembali melanda sejumlah obyek vital, termasuk stasiun kereta api di Bandung, Jawa Barat, Minggu (13/11/2016). Kondisi ini dipicu buruknya drainase yang tersumbat sampah dan mengalami sedimentasi. Akibatnya, aliran air terhambat dan meluap ke badan jalan. 

Saat yang sama terjadi pula angin kencang yang menumbangkan pohon di sejumlah kawasan di kota itu. Tak ada korban jiwa dalam kedua peristiwa itu.

Berdasarkan pemantauan Kompas, sejumlah ruas jalan, antara lain Jalan Pagarsih, Jalan Pasirkoja, Jalan Astanaanyar, Jalan Kalipah Apo, Jalan Stasiun Timur, Jalan Cicendo, Jalan BKR, Jalan Pelajar Pejuang, dan Jalan RE Martadinata, terendam hingga ketinggian 1 meter. Drainase di jalan-jalan itu dipenuhi sampah.

”Drainase yang buruk menjadi penyebab utama banjir. Saluran sempit dan di dalamnya dipenuhi sampah,” kata Ketua Dewan Pakar Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS) Supardiono Sobirin.

Kereta Api

Di Stasiun Kereta Api Bandung, banjir menggenangi rel dan terminal sekitar 30 sentimeter. Akibatnya, perjalanan enam kereta api terhambat. Keenam kereta itu seharusnya berangkat atau melewati Stasiun Bandung pukul 13.00-15.30. Itu meliputi empat kereta jarak dekat dan dua kereta jarak jauh. Ribuan penumpang berjubel di stasiun itu.

Kepala Daerah Operasi II Bandung PT Kereta Api Indonesia (Persero) Saridal mengatakan, KRD 390 jurusan Padalarang-Cicalengka, misalnya, tertahan di Stasiun Ciroyom, Kota Bandung. KA 24 Argo Parahyangan Jakarta-Bandung tertahan di Stasiun Cimahi dan KA 32 Argo Parahyangan Jakarta-Bandung tertahan di Stasiun Padalarang.

 

”Begitu air surut sore hari, kereta diberangkatkan,” kata Manajer Humas Daop II Bandung Ilud Siregar.

Menurut Maulana (38), warga di Jalan Pagarsih, banjir kali ini lebih besar dibandingkan sebelumnya. Selain di Jalan Pagarsih, banjir juga meluas ke Jalan Pasirkoja, Jalan Astanaanyar, dan Jalan Kalipah Apo.

”Arus banjir kali ini lebih kuat. Biasanya Jalan Kalipah Apo hanya terendam 10-20 sentimeter. Kali ini genangan sampai 50 cm,” ujarnya.

Wali Kota Bandung Ridwal Kamil mengatakan, banjir disebabkan tingginya curah hujan sehingga debit air meningkat.

”Hujan deras membuat volumenya besar. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah memberikan masukan, cuaca akan seperti ini sampai awal tahun dan masih terus berlangsung,” ujar Ridwan di Stasiun Bandung saat meninjau lokasi rel yang sempat tergenang air.

Berdasarkan data dari radar Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), refleksivitas curah hujan pada Minggu sore bergerak pada 15-25 milimeter per jam. Sementara infrastruktur Kota Bandung tidak mampu menahan air hujan lebih dari 10 milimeter per jam.

Sementara itu, jalan nasional Bandung-Tasikmalaya, tepatnya di Rancaekek Kabupaten Bandung, juga digenangi air dengan ketinggian 30 cm-50 cm. Air menggenangi badan jalan di depan pabrik PT Kahatex hingga PT Kewalram Indonesia sejauh 1 kilometer. Banjir yang dipicu meluapnya Sungai Cikijing itu juga menggenangi ratusan rumah warga.

Banjir hingga setinggi 1,5 meter juga melanda Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot, dan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Sebanyak 2.087 warga dari 627 keluarga mengungsi ke sejumlah lokasi.

Landa banyak daerah

Jalan Tol Jakarta-Cikampek juga digenangi banjir. Arus lalu lintas pun macet. Buruknya drainase juga memicu banjir di Kabupaten Karawang. Kasus ini mengganggu perjalanan kereta api.

 

”Sudah hampir setengah jam lebih kami tertahan,” ujar Wisnu (38), penumpang KA Tawang Jaya di Stasiun Cikampek.

KA tersebut berangkat dari Stasiun Tawang Semarang, Jawa Tengah, menuju Stasiun Senen, Jakarta Pusat.

Di Klaten, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei meminta pemerintah daerah dan masyarakat bersiaga menghadapi bencana yang kian tinggi memasuki puncak musim hujan.

”Gerakan pengurangan risiko bencana harus dilakukan untuk mengurangi jatuhnya korban,” ujarnya.

Kepala Humas BMKG Hary Tirto Djatmiko dan Kepala Bidang Informatika dan Pengendalian BPBD DKI Jakarta M Ridwan mengingatkan, cuaca buruk berupa hujan lebat disertai angin masih akan melanda Jakarta dan sekitarnya selama sepekan ke depan.

Di Sulawesi Selatan, 95 warga selamat dan seorang tewas dalam musibah air bah di wisata permandian alam Salo Merunge di Kecamatan Palakka, Bone, Minggu.

Kepala SAR Makassar Roki Azikin menjelaskan, air bah terjadi pukul 17.30 Wita. Saat itu masih banyak warga di permandian. Tanpa diduga, air bah menerjang membuat pengunjung terjebak. Petugas SAR mengevakuasi menggunakan tali dan perahu karet. (kompas.com)

Page 1 of 2

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net