News

You are here:Home NEWS DELTA FM - 100% Lagu Enak - Displaying items by tag: Bisnis

Nama Katy Perry memang dikenal luas sebagai penyanyi. Selain juga pencipta lagu. Mengawali karir dengan musik gospel, saat ini Kary Perry justru condong pada musik pop yang akhirnya membuat namanya begitu dikenal. Tapi rupanya, penyanyi hits “Roar” tersebut tak cukup puas hanya dengan status penyanyi serta pencipta lagu. Katy Perry pun baru-baru ini dikabarkan mulai melebarkan sayap ke dunia fashion.

Bukan merilis fashion atau clothing line seperti banyak dilakukan oleh selebritis lain, Katy Perry rupanya lebih tertarik dengan bisnis footwear. Menariknya, bila selebritis lain seakan berlomba-lomba merilis sepatu dengan desain paling unik dan harga yang super mahal, Katy Perry justru sebaliknya.

Penyanyi cantik dari Amerika ini bertekad merilis sepatu dengan harga “murah”. Tentu saja, murah menurut standard para artis beken ya.

Dalam salah satu wawancara yang disadur dari Footwear News, Katy Perry mengungkap mengenai perjalanan karirnya sebagai desainer produk footwear dan sepatu. Ia yang tampil sebagai cover untuk edisi 30 Januari lalu tersebut pun menceritakan apa yang menginspirasinya untuk melebarkan sayap dari dunia hiburan yang membesarkan namanya. Sekaligus apa yang membuatnya memutuskan merilis produk dengan harga yang lebih terjangkau.

“Setiap orang memiliki kebutuhan berbeda untuk menghabiskan uangnya. Untuk kesehatan, untuk anak, hingga untuk keluarga,” ujar Katy Perry, “pada akhirnya, untuk menunjukan karakter tak perlu berharga mahal,”

Global Brands memprediksi sepatu rancangan Katy Perry “hanya” akan dibanderol seharga $59 – $299. Pasarnya pun mulai dari remaja berumur 16 tahun. (creativedisc.com)

SAN FRANSISCO - CEO Uber Technologies Inc Travis Kalanick memutuskan berhenti sebagai anggota kelompok penasihat bisnis Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Kamis atau Jumat WIB (3/2/2017).

 

 

Langkah itu diambil Kalanick di tengah meningkatnya tekanan dari aktivis dan karyawan yang menentang kebijakan imigrasi pemerintah AS.

Tak hanya dari karyawan, kritik pun datang dari para pengemudi Uber, yang sebagian dari mereka adalah imigran di AS.

"Bekerjasama dalam grup itu tak dapat diartikan sebagai bentuk dukungan kepada Presiden atau pun terkait dengan agenda tertentu. Namun sayangnya, hal itu telah disalahartikan," ungkap Kalanick, seperti dilansir Reuters.

Sebelumnya, merebak kampanye di media sosial yang menyasar Uber terkait keberadaan Kalanick di dalam grup itu.

Kampanye itu mendesak para pengguna Uber untuk menghapus akun mereka dan beralih ke kompetitor Uber, Lyft Inc.

Menanggapi kondisi ini, manajeman Uber mengirimkan email kepada seluruh pelanggan untuk mengatakan bahwa Uber turut prihatin dengan kondisi AS saat ini, dan akan memberi kompensasi kepada pengemudi yang terimbas.

Kalanick pun mengaku telah berbicara dengan Trump terkait persoalan keimigrasian itu. Dia juga menegaskan, tidak akan bergabung dengan dewan ekonomi di bawah Trump.

Tekanan terhadap Kalanick yang diminta tak bergabung dengan dewan ekonomi muncul, setelah perintah eksekutif Trump yang melarang warga dari tujuh negara mayoritas Muslim masuk ke AS. 

"Ada banyak cara bagi kita untuk terus melakukan advokasi untuk menghadapi dampak dari kebijakan ini," tulis Kalanick dalam pesan kepada karyawannya.

 

 

"Bertahan dalam dewan hanya akan menjadi bagian dari kebijakan itu," ungkap dia.

"Perintah eksekutif itu telah menyakiti banyak orang di berbagai komunitas yang hidup di AS," sambung Kalanick.

"Keluarga menjadi terpisah, orang-orang terdampar di luar negeri. Sementara ketakutan bahwa AS menjadi tempat yang tak ramah kepada imigran semakin membesar," kata dia lagi.

Terkait keputusan itu, Gedung Putih dalam pernyataan tertulisnya tidak memberikan tanggapan khusus terhadap Uber.

Disebutkan, Presiden Trump mengaku sangat mengerti dengan pentingnya dibangun dialog dengan para pemimpin dunia usaha, untuk mencari jalan demi membangun ekonomi AS yang lebih kuat.

Keputusan Kalanick ini bukan tak mungkin akan menjadi tekanan bagi CEO lain yang tergabung dalam kelompok yang sama.

Kelompok itu dijadwalkan akan menggelar pertemuan dengan Presiden Trump pada Sabtu WIB, besok.

CEO General Motors Co telah memastikan diri hadir dalam pertemuan itu. Sementara, CEO Walt Disney Co mengaku berhalangan karena telah memiliki jadwal perjalanan luar negeri.

Pemimpin bisnis lain yang dijadwalkan bergabung dalam pertemuan itu adalah, pada CEO dari JPMorgan Chase & Co, Blackstone Group LP, IBM Corp, dan Wal-Mart Stores Inc.

Sementara, pihak lain yang bukan bagian dari dewan tersebut adalah CEO Tesla Motors Elon Musk, CEO PepsiCo Indra Nooyi dan CEO Boston Consulting Group Rich Lesser.

 

Perusahaan teknologi informasi AS termasuk Microsoft, pemilik Google Alphabet Inc, Apple Inc dan Amazon.com telah menyatakan berseberangan dengan kebijakan Trump. (kompas.com)

Aktivitas Donald Trump di kerajaan bisnis yang ia jalankan berpotensi memicu konflik kepentingan ketika resmi dilantik menjadi presiden Amerika Serikat.

Trump memiliki bisnis baik di dalam Amerika sendiri maupun di sedikitnya 25 negara, termasuk Indonesia, yang kesemuanya berada di bawah payung usaha The Trump Organization.

Sebagai kepala eksekutif atau kepela pemerintahan tentu ia bisa mengeluarkan keputusan-keputusan, baik yang bersifat domestik maupun internasional, yang menguntungkan kerajaan bisnisnya, kata sejumlah politikus dari Partai Demokrat.

Sebagian besar penerimaan bisnis Trump berasal dari pembangunan berbagai properti dan lapangan golf, tapi ia juga menjual nama Trump ke sejumlah pengusaha properti di berbagai negara.

Sebagai presiden ia dibolehkan tetap berbisnis namun berdasarkan pengalaman masa lalu, presiden yang punya perusahaan menyerahkan pengelolaannya ke badan yang biasa disebut blind trust. Ini semacam perwalian atau administrator independen yang menjalankan perusahaan demi mencegah konflik kepentingan.

"Blind trust inilah yang akan memegang uang dan aset Trump selama ia menjabat sebagai presiden dan Trump tak punya suara atas uang dan aset tersebut," kata analis risiko Stephanie Hare kepada BBC, hari Rabu (11/01).

"Yang kita ketahui sejauh ini adalah payung usaha Trump akan dijalankan oleh dua anaknya. Artinya masih ada hubungan langsung antara Trump dan berbagai usaha yang dikendalikan dua anaknya. Situasi ini bisa berpotensi memicu konflik kepentingan," jelas Hare.

Di mana saja kepentingan bisnis Trump?

Bisnis Trump di Indonesia dan beberapa negara

Di Indonesia, Trump sudah meneken kerja sama untuk membangun resor mewah 'berbintang enam' di Bali dan Bogor, Jawa Barat. Koran New York Times memberitakan bahwa Trump mendirikan dua perusahaan pada pertengahan 2015 untuk menyiapkan pembangunan properti di Bali dan Bogor.

Mitra Trump di Indonesia, Hary Tanoesoedibjo, dan juru bicara The Trump Organization menegaskan bahwa dua proyek di Indonesia ini akan jalan terus dan Hary kepada New York Times mengatakan "tak akan ada konflik kepentingan" dalam proyek ini.

Di Buenos Aires, Argentina, perusahaan setempat mengumumkan akan membangun gedung perkantoran dengan menggandeng Trump setelah beberapa tahun mengalami penundaan.

Sedang di Kanada, The Trump Organization memiliki kesepakatan lisensi dengan dua hotel, masing-masing di Toronto dan Vancouver. Hotel di Vancouver akan dibuka Januari ini namun pembangunan hotel di Toronto harus dilelang karena pengembang dinyatakan bangkrut November lalu.

The Bank of China adalah salah satu bank terbesar di Cina dan mayoritas sahamnya dimiliki pemerintah. Bank ini mengeluarkan pinjaman US$850 juta kepada New York Building, yang antara lain dimiliki oleh Trump.

Salah satu bank milik pemerintah Cina, The Industrial and Commercial Bank of China, punya kantor di Trump Tower dan membayar sewa ke Trump Organization.

Sementara itu, menantu Trump yang kini diangkat menjadi penasehat senior Gedung Putih, Jared Kushner, tengah merundingkan proyek poperti di 666 Fifth Avenue di New York dengan perusahaan Cina, Anbang Insurance Group.

Masih ada proyek atau kepentingan bisnis Trump di India, Jepang, Filipina, Taiwan, Turki, dan Inggris, yang membuat banyak kalangan khawatir ini semua akan memicu konflik kepentingan ketika Trump resmi menjadi presiden menggantikan Barack Obama. (bbcindonesia.com)

Cristiano Ronaldo memperlebar sayap bisnisnya dengan meluncurkan jaringan pusat kebugaran bernama CR7 Clubs yang nantinya akan tersebar ke seluruh dunia.

Superstar Real Madrid ini dikenal memiliki tubuh yang atletis. Hal tersebut tak lepas dari kerja keras yang ditunjukkanya di sesi latihan, baik di atas lapangan maupun di pusat kebugaran.

Dari situlah, pria asal Portugal ini kemudian terinspirasi untuk membuat jaringan pusat kebugaran. Ia tak sendirian dalam merintis usaha ini. Ia bekerja sama dengan jaringan pusat kebugaran asal Amerika Serikat, Crunch.

Gym alias pusat kebugaran milik Ronaldo itu awalnya akan di-launching di kota Madrid terlebih dahulu. Barulah setelah itu akan dibuka cabangnya di seluruh dunia.

"Pemilik waralaba dapat bergabung atlet top dunia dalam membangun Crunch gym sendiri di Spanyol, di mana anggota CR7 akan merasakan peralatan mutakhir, daftar penuh pemrograman kelompok kebugaran yang inovatif, kesempatan untuk bekerja dengan pelatih pribadi ahli untuk perseorangan dan pelatihan kelompok kecil, bimbingan gizi, dan fasilitas seperti kamar ganti dengan layanan lengkap dan banyak lagi." Demikian pernyataan dari pihak Crunch.

Ronaldo sendiri mengaku sangat senang sekali bisa membangun pusat kebugaran miliknya sendiri. Ia mengatakan, semua orang yang gabung di gym miliknya itu akan memakai fasilitas kebugaran yang sama dengan yang selalu ia gunakan selama ini.

"Saya sangat gembira tentang kerjasama CR7 Fitness Club ini dengan Crunch Fitness. Kami dapat menawarkan kesehatan dan kebugaran yang luar biasa untuk semua orang di harga yang wajar dan para anggota dapat menggunakan peralatan fitness yang sama yang saya gunakan!" seru Ronaldo berpromosi seperti dilansir Mirror.

sebelum membuka usaha gym ini, Ronaldo sudah lebih dulu berbisnis di bidang perhotelan. Ia membangun sebuah hotel bernama Pestana CR7. (bola.net)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net