News

You are here:Home News DELTA FM - Relax dengan 100% Lagu Enak - Displaying items by tag: Donald Trump

Aksi Alec Baldwin sebagai Donald Trump di acara Saturday Night Live mengecoh sebuah koran nasional sehingga mereka memasang foto yang salah.

Harian El Nacional di Republik Dominika sudah minta maaf karena secara tak sengaja menerbitkan foto Alec Baldwin dengan keterangan foto 'Presiden AS' di sebelah foto PM Israel, Benjamin Netanyahu.

Foto ini mendampingi artikel tentang permukiman Israel.

Harian tersebut juga telah meminta maaf pada pembaca dan "siapapun yang terdampak".

Foto tersebut dikirimkan ke harian dengan informasi soal Saturday Night Live, program satire AS yang sudah berjalan lama.

Tak ada yang menyadari kesalahan itu, kata El Nacional.

Saturday Night Live bukanlah acara televisi favorit Trump. Menurutnya, gaya Baldwin menirukannya "busuk".

"Tidak lucu, aktornya buruk, selalu menyerang. Acara televisi yang buruk!" dia pernah mencuit. (bbcindonesia.com)

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Donald Trump merasa telah ikut memperjuangkan Los Angeles dalam bursa calon tuan rumah perhelatan Olimpiade musim panas tahun 2024.

 

 

Namun, Trump kemudian mengaku tak bisa memastikan, apakah perintah eksekutif terkait keimigrasian yang ditandatanganinya beberapa waktu lalu akan berdampak buruk terhadap Los Angeles.

Trump mengungkapkan komentarnya ini saat berbicara dalam wawancara di the Westwood One Sports Radio Network, Minggu atau Senin WIB kemarin. 

Seperti diberitakan AFP, Trump yang diharapkan memberi dukungan atas pencalonan itu merasa pembicaraannya dengan para pemangku jabatan di Komite Olimpiade telah berjalan baik.

"Anggota komite dari AS sudah meminta saya untuk berbicara tentang pencalonan Los Angeles ini dan saya sudah melakukannya," kata Trump.

"Saya pun akan tetap membantu mereka untuk itu," ujar Trump.

"Selanjutnya, mari kita lihat apa yang akan terjadi. Namun, saya akan sangat bahagia dan merasa terhormat jika mereka mau memilih Los Angeles dan mendukungnya," ujar Trump.

Selain Los Angeles, ada Paris, dan Budapest yang terpilih masih babak "final" dalam bursa pemilihan tuan rumah Olimpiade 2024.

Komite Olimpiade Internasional (IOC) menjadwalkan pemilihan akhir akan digelar dalam pemungutan suara yang digelar di Lima, Peru, bulan September 2017 mendatang.

"Saya pun sebenarnya sudah membuat pembicaraan dengan Komite Olimpiade Eropa, dan mereka, saya pikir, sangat senang bisa berbicara dengan saya," kata Trump.

"Mereka lalu menginginkan dukungan dari saya dan saya pasti akan memberikan itu dengan tegas dan jelas," kata dia.

"Saya akan sangat senang menyaksikan perhelatan Olimpiade bisa digelar di Los Angeles. Saya pikir itu akan luar biasa," kata Trump.

Ketika ditanya apakah kebijakan anti-imigran yang diambil Trump berpengaruh terhadap nasib Los Angeles di Olimpiade, Trump tak bisa memastikannya.

Menurut Trump, keamanan nasional menjadi prioritas utamanya saat ini. 

"Ya, saya tidak tahu ya. Namun, yang pasti kita harus menjamin keamanan di negara kita. Kita harus mengenali benar siapa yang datang ke sini," katanya.

"Kita harus memastikan bahwa mereka yang datang ke sini adalah orang baik. Jika ada orang yang datang dengan intensi buruk, saya ingin mencegahnya sebelum dia masuk ke AS," kata Trump.

"Selain itu, kita pun perlu membangun perbatasan yang kuat. Kami ingin kita memiliki pemeriksaan ekstrem, dan terus terang, kita tahu apa yang kita lakukan," ujar dia. (kompas.com)

SAN FRANSISCO - CEO Uber Technologies Inc Travis Kalanick memutuskan berhenti sebagai anggota kelompok penasihat bisnis Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Kamis atau Jumat WIB (3/2/2017).

 

 

Langkah itu diambil Kalanick di tengah meningkatnya tekanan dari aktivis dan karyawan yang menentang kebijakan imigrasi pemerintah AS.

Tak hanya dari karyawan, kritik pun datang dari para pengemudi Uber, yang sebagian dari mereka adalah imigran di AS.

"Bekerjasama dalam grup itu tak dapat diartikan sebagai bentuk dukungan kepada Presiden atau pun terkait dengan agenda tertentu. Namun sayangnya, hal itu telah disalahartikan," ungkap Kalanick, seperti dilansir Reuters.

Sebelumnya, merebak kampanye di media sosial yang menyasar Uber terkait keberadaan Kalanick di dalam grup itu.

Kampanye itu mendesak para pengguna Uber untuk menghapus akun mereka dan beralih ke kompetitor Uber, Lyft Inc.

Menanggapi kondisi ini, manajeman Uber mengirimkan email kepada seluruh pelanggan untuk mengatakan bahwa Uber turut prihatin dengan kondisi AS saat ini, dan akan memberi kompensasi kepada pengemudi yang terimbas.

Kalanick pun mengaku telah berbicara dengan Trump terkait persoalan keimigrasian itu. Dia juga menegaskan, tidak akan bergabung dengan dewan ekonomi di bawah Trump.

Tekanan terhadap Kalanick yang diminta tak bergabung dengan dewan ekonomi muncul, setelah perintah eksekutif Trump yang melarang warga dari tujuh negara mayoritas Muslim masuk ke AS. 

"Ada banyak cara bagi kita untuk terus melakukan advokasi untuk menghadapi dampak dari kebijakan ini," tulis Kalanick dalam pesan kepada karyawannya.

 

 

"Bertahan dalam dewan hanya akan menjadi bagian dari kebijakan itu," ungkap dia.

"Perintah eksekutif itu telah menyakiti banyak orang di berbagai komunitas yang hidup di AS," sambung Kalanick.

"Keluarga menjadi terpisah, orang-orang terdampar di luar negeri. Sementara ketakutan bahwa AS menjadi tempat yang tak ramah kepada imigran semakin membesar," kata dia lagi.

Terkait keputusan itu, Gedung Putih dalam pernyataan tertulisnya tidak memberikan tanggapan khusus terhadap Uber.

Disebutkan, Presiden Trump mengaku sangat mengerti dengan pentingnya dibangun dialog dengan para pemimpin dunia usaha, untuk mencari jalan demi membangun ekonomi AS yang lebih kuat.

Keputusan Kalanick ini bukan tak mungkin akan menjadi tekanan bagi CEO lain yang tergabung dalam kelompok yang sama.

Kelompok itu dijadwalkan akan menggelar pertemuan dengan Presiden Trump pada Sabtu WIB, besok.

CEO General Motors Co telah memastikan diri hadir dalam pertemuan itu. Sementara, CEO Walt Disney Co mengaku berhalangan karena telah memiliki jadwal perjalanan luar negeri.

Pemimpin bisnis lain yang dijadwalkan bergabung dalam pertemuan itu adalah, pada CEO dari JPMorgan Chase & Co, Blackstone Group LP, IBM Corp, dan Wal-Mart Stores Inc.

Sementara, pihak lain yang bukan bagian dari dewan tersebut adalah CEO Tesla Motors Elon Musk, CEO PepsiCo Indra Nooyi dan CEO Boston Consulting Group Rich Lesser.

 

Perusahaan teknologi informasi AS termasuk Microsoft, pemilik Google Alphabet Inc, Apple Inc dan Amazon.com telah menyatakan berseberangan dengan kebijakan Trump. (kompas.com)

WASHINGTONA - Ratusan diplomat Amerika Serikat menentang peringatan Gedung Putih.

 

Mereka menandatangani memo perbedaan pendapat kepada Kementerian Luar Negeri, yang mengkritik kebijakan imigrasi Presiden Donald Trump, Selasa atau Rabu WIB (1/2/2017).

Para diplomat itu "menggugat" kebijakan Trump yang membekukan pemberian visa bagi warga dari tujuh negara berpenduduk mayoritas Muslim.

Seperti diberitakan AP, langkah ini diyakini menjadi satu pernyataan bersama yang paling populer dan mendapat banyak dukungan terkait perbedaan pendapat dalam sejarah Kementerian Luar Negeri AS.

 

 

Pejabat Kemenlu menyebutkan, telegram itu diterima hanya berselang sehari setelah Jurubicara Gedung Putih Sean Spicer meminta pejabat yang tak setuju dengan kebijakan baru Trump untuk mengundurkan diri.

"Mereka harus mematuhi program itu, atau silakan mengundurkan diri," kata Spicer.

Kantor berita Reuters menyebut ada sekitar 900 diplomat yang menyematkan tandatangan dalam memo yang disebarkan melalui telegram sepanjang akhir pekan lalu.

Namun, hingga berita ini ditayangkan, belum diperoleh informasi terkait jumlah pasti diplomat yang memberi tandatangannya.

Pejabat yang mengungkap informasi ini mengaku tidak berwenang untuk membahas masalah ini secara terbuka, dan meminta identitasnya tak diungkap.

Di dalam dokumen itu ditegaskan, perintah eksekutif Trump yang ditandatangani akhir pekan lalu telah melawan nilai-nilai yang hidup di tengah Bangsa AS.

Perintah itu pun akan memicu sentimen anti-AS dalam pergaulan internasional.

"Kebijakan yang menutup pintu bagi 200 juta pendatang legal di AS, demi sebuah keyakinan untuk mencegah masuknya segelintir orang yang berniat mengancam AS dengan menggunakan sistem visa yang ada. Hal itu tak akan membuat negara ini lebih aman."

Demikian pernyataan para diplomat yang dituangkan dalam rancangan telegram perbedaan pendapat tersebut.

"Pelarangan ini melawan jiwa Bangsa Amerika dan melawan nilai dari konstitusi AS yang menjadi janji kami saat dilantik sebagai pejabat federal." 

Telegram perbedaan pendapat adalah sebuah mekanisme bagi para diplomat AS untuk menyampaikan perbedaan pandangan secara internal terkait kebijakan pemerintah AS.

Mekanisme ini dibuat saat pecah Perang Vietnam, dan terakhir banyak digunakan oleh diplomat untuk mengkritik Presiden Barack Obama terkait kebijakannya tentang konflik di Suriah.

Dalam kasus tersebut, Menteri Luar Negeri John Kerry bertemu dengan para diplomat yang berbeda pandangan itu untuk berdiskusi tentang keprihatinan mereka.

Hingga hari ini, pemilihan kandidat Menteri Luar Negeri dalam kabinet Trump Rex Tillerson masih menunggu persetujuan dari senat.

Belum diperoleh informasi, apakah Tillerson akan memberikan tanggapan atas munculnya memo tersebut. (kompas.com)

Page 1 of 6

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net