News

You are here:Home NEWS DELTA FM - 100% Lagu Enak - Displaying items by tag: Ekonomi


Saat ini nilai total perdagangan Indonesia Rusia tercatat sebesar US$2,11 miliar. Jumlah itu ditargetkan mencapai US$5 miliar atau sekitar Rp66 triliun pada 2020 mendatang.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita kepada wartawan pada Kamis (10/08) setelah kembali dari kunjungan kerja di Rusia.
Salah satu komoditas yang akan digenjot oleh Kemendag adalah minyak sawit, yang regulasinya lebih longgar dibandingkan Uni Eropa.

Sanksi ekonomi AS 'mempercepat' ekspansi
Menteri Enggartiasto mengatakan kerja sama dengan Rusia telah ditargetkan lama oleh pemerintahan Presiden Jokowi sebagai upaya mencari pasar baru.
Namun, sanksi ekonomi AS terhadap Rusia, menurutnya, 'akan mempercepat, tapi tanpa itu pun akan jadi prioritas'.
"Di tengah kondisi dimusuhi, Iran misalnya, itu responsnya bagus sekali dan peningkatannya pasti jauh lebih tajam," papar Enggartiasto.

Namun pengamat perdagangan internasional dari INDEF, Sugiyono, mengatakan hal itu akan lebih menguntungkan pihak Rusia dibandingkan Indonesia.
"Sangat membantu Rusia tapi belum tentu hal itu ekonomis untuk kita karena biasanya produk yang dipertukarkan dari sini maupun dari sini di tempat yang jauh itu ada biaya logistiknya. Itu harus dihitung, itu ekonomis atau tidak," kata Sugiyono.
Peneliti INDEF itu juga mempertanyakan optimisme Enggartiasto akan target volume perdagangan dengan Rusia.
"Masalahnya Kementerian Perdagangan sering kali membuat program yang optimistis. Secara umum, bagi kedua negara mendapat manfaat. Tapi rinciannya kepada produsen paling awal itu harus dijelaskan, termasuk juga komoditinya dari Rusia itu apa saja," kata Sugiyono merujuk kesepakatan barter komoditas pertanian Indonesia dengan pesawat tempur Sukhoi buatan Rusia baru-baru ini.
Pasar baru yang menjadi prioritas pemerintah saat ini adalah negara-negara besar Afrika, Timur Tengah, Eurasia dan Asia Selatan, seperti Pakistan, Bangladesh dan India.
Negara-negara ini menjadi prioritas karena jumlah populasi yang cukup besar, di atas 60 juta jiwa sehingga menjadi pasar yang potensial.
Dampak hubungan kepala negara
Menteri Enggartiasto juga mengatakan bahwa minat investasi pengusaha Rusia di Indonesia sangat tinggi.
"Investasi di bidang energi, infrastruktur, mereka sangat tertarik dan pengolahan mineral. Dan jumlahnya cukup signifikan untuk investasi," kata Enggartiasto.

Hal ini, menurutnya, karena pemerintah Rusia menyokong para pengusaha untuk berinvestasi di Indonesia.
"Kepercayaan itu kelihatan sekali dengan disampaikan 'kita lihat pemerintah sekarang dan hubungan antara Bapak Jokowi dengan Presiden kami, Putin, juga baik sehingga kami pasti akan menindaklanjuti.' Dan mereka sangat melihat itu, bagaimana hubungan kepala negara memberi dampak ke bawah."
Bagaimanapun, realisasi peningkatan perdagangan dan investasi itu masih harus ditunggu mengingat saat ini volume perdagangan baru mencapai US$2,11 miliar, suatu volume perdagangan yang dianggap terlalu kecil untuk dua negara besar seperti Indonesia dan Rusia. (bbcindonesia.com)

Perintah eksekutif Trump akan menelisik negara-negara yang menyebabkan defisit perdagangan AS, salah satunya Indonesia. Perlukah pemerintah RI khawatir?

Perintah eksekutif Presiden Donald Trump berisi dua bagian. Pertama, Trump memerintahkan agar dalam 90 hari Kementerian Perdagangan AS menyusun laporan faktor penyebab defisit perdagangan negara tersebut.

Kedua, peningkatan pendapatan cukai impor atas barang masuk ke AS.

Perintah eksekutif ini bertujuan untuk melindungi perekonomian AS dari politik dumping (harga barang ekspor lebih murah dibanding harga barang di negara produsen) yang dilakukan negara partner dagang atau currency manipulation (manipulasi kurs) agar harga barang dari negara partner menjadi lebih murah.

Dampak terhadap Indonesia

Lantas, apa dampaknya terhadap Indonesia?

Sangat sedikit, menurut Peneliti INDEF (Institute Development of Economics and Finance) Bhima Yudhistira Adhinegara.

Menurutnya, impor Indonesia sebagian besar dalam bentuk bahan baku mentah ataupun produk manufaktur seperti tekstil atau alas kaki yang tidak akan efisien jika diproduksi di AS karena upah buruh AS yang tinggi.

"Ini comparative advantage (keunggulan komparatif) karena biaya tenaga kerja AS memang terlalu tinggi untuk memproduksi tekstil dan garmen," terang Bhima..

"Kalau Amerika memaksakan menuduh kita (Indonesia) dumping, industri mereka yang akan kewalahan."

Menyasar Cina

Selain itu,menurut Bhima, sasaran perintah eksekutif tersebut adalah Cina, seperti yang juga diberitakan oleh media-media AS.

"Cina itu memang sering kali dituduh melakukan dumping atau manipulasi perdagangan ke Amerika karena dasarnya Cina banyak mengirim produk-produk dengan nilai tambah seperti elektronik dan sebagainya. Kemudian banyak dari Cina ke AS itu memang banyak mematikan usaha-usaha yang ada di AS," jelas Bhima.

"Indonesia juga bukan currency manipulator. Indonesia juga tidak mempermainkan rupiah kan dengan intervensi. Pemerintah bebaskan rupiah di pasar."

Prseiden Trump juga pada minggu lalu sempat mengetwit: " Pertemuan dengan Cina minggu depan akan menjadi sangat sulit karena kita sudah tidak bisa lagi memiliki defisit perdagangan yang sangat besar dan hilangnya pekerjaan."

Namun Direktur Dewan Perdagangan Nasional Gedung Putih, Peter Navarro, seperti diberitakan di media-media AS, menekankan bahwa perintah tersebut tidak ada hubungannya dengan kedatangan Presiden Xi Jinping pekan ini.

Antisipasi pemerintah RI

Dirjen Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan RI, Oke Nurwan, mengaku pihaknya masih memantau keputusan yang akan diambil oleh AS, dan akan melakukan negosiasi jika dilakukan pemberlakuan cukai atas barang ekspor Indonesia.

"Langkah-langkahnya macam-macam. Bisa pendekatan persuasif, antisipatif maupun ofensif," papar Oke.

Oke menjelaskan bahwa pendekatan persuasif berupa negosiasi bilateral atau multilateral. Pendekatan preventif dengan membina perusahaan penyuplai komoditi agar meningkatkan standar kualitas. Sedang pendekatan ofensif lewat gugatan ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Mitra dagang ke-4 terbesar

Amerika Serikat adalah mitra dagang terbesar ke empat bagi Indonesia, setelah Jepang, Cina dan Singapura.

Sepanjang tahun 2016, AS mengekspor ke Indonesia sebesar US$7,3 miliar sedang besar impor AS dari Indonesia mencapai US$16,1 miliar. Sehingga defisit neraca perdagangan AS sebesar US$8,8 miliar.

Defisit neraca perdagangan terjadi saat besar impor melebihi jumlah ekspor suatu negara.

Hal ini menyebabkan Indonesia menempati negara ke-15 yang memiliki defisit perdagangan terbesar dengan AS.

Posisi pertama ditempati oleh Cina dengan US$347 miliar, disusul dengan Jepang, Jerman, Meksiko, Irlandia, Vietnam, Italia , Korea Selatan, Malaysia, India, Thailnad, Prancis, Switzerland dan Taiwan.

Petisi biodiesel

Menurut Bhima, yang perlu dikhawatirkan justru petisi yang dikeluarkan Badan Nasional Biodisel AS (National Biodiesel Board/ NBB) terhadap produk biodiesel (bahan bakar nonminyak bumi, biasanya terbuat dari CPO atau minyak sawit mentah) Indonesia.

Petisi tersebut menyatakan bahwa Indonesia dan Argentina telah melakukan politik dumping dan subsidi atas produk biodiesel sehingga harga produk dari kedua negara jauh di bawah biaya produksi.

Seperti tertulis dalam pernyataan pers NBB pada (23/3) lalu: "Hal ini tercermin dalam dugaan margin dumping dalam petisi ini yaitu sebesar 23,3% untuk Argentina dan 34% untuk Indonesia."

Oke memaparkan bahwa menurut peraturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), petisi yang diajukan produsen biofuel ke pemerintah AS tersebut harus melewati tahapan penyelidikan sebelum diberlakukan cukai anti dumping.

"Nanti pemerintahnya yang akan melakukan investigasi ke Indonesia. Prosesnya kurang lebih satu tahun sampai 18 bulan. Pemerintah akan lakukan pembelaan", kata Oke.

"Cukai antidumping untuk produk-produk CPO Indonesia sudah diberlakukan di Uni Eropa. Dan itu kita anggap tidak benar, kita gugat ke WTO. Kalau AS begitu juga, kita gugat juga."

Bhima juga menjelaskan bahwa cukai antidumping yang ingin diberlakukan lewat petisi tersebut dapat membuat harga produk biodiesel Indonesia menjadi kurang kompetitif.

"Dengan cukai antidumping, produk seperti sunflower oil atau biofuel alternatif yang bisa diproduksi AS harganya bisa kompetitif dengan biofuel yang diproduksi Indonesia dan Argentina", jelas Bhima.

"Mereka berulang kali menuduh tapi motif utamanya sebenarnya persaingan usaha."

Menariknya, dari semua produsen biodiesel terbesar di dunia, hanya Indonesia dan Argentina yang diberikan petisi ini.

"Indonesia dan Malaysia 90% eksportir dunia untuk CPO termasuk biofuel. Kenapa Malaysia tidak? Memang ditemukan Indonesia dan Argentina sangat murah. Kenapa? Karena harga produksinya dengan biaya tenaga kerja yang relatif lebih murah dibanding Malaysia," terang Bhima. (bbcindonesia.com)

Setidaknya ada tiga hal yang menjadi modal ekonomi Indonesia tumbuh lebih tinggi pada tahun-tahun mendatang. Di antaranya adalah investasi swasta, efek program pengampunan pajak atau tax amnesty, dan pengembangan teknologi digital.

Proyeksi Bank Indonesia (BI) untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia 2017 adalah 5-5,4%. Sedangkan dalam rentang 2018-2021, ekonomi bisa tumbuh di kisaran 5,9-6,3%.

"Kami mencatat setidaknya terdapat 3 potensi ekonomi yang perlu dioptimalkan untuk menopang ketahanan ekonomi Indonesia," kata Gubernur BI, Agus Martowardojo, dalam pidatonya pada Pertemuan Tahunan BI di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (22/11/2016).

Potensi pertama, kata Agus, adalah kepercayaan dan keyakinan yang tinggi dari pelaku ekonomi terhadap pemerintah dan pemangku kebijakan lainnya. Ini didorong oleh kedisiplinan pemerintah mengelola kebijakan makroekonomi, termasuk pengelolaan kebijakan fiskal dengan target yang realistis dan bervisi jangka menengah panjang, serta kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas makroekonomi.

"Keyakinan pelaku ekonomi didorong pula oleh berbagai kebijakan reformasi struktural pemerintah yang telah dilakukan selama ini," jelas Agus.

Kedua adalah realisasi dari tax amnesty yang akan menjadi sumber pembiayaan ekonomi yang luar biasa. Sampai 14 November 2016, program tersebut berhasil mengumpulkan tebusan pajak sebesar Rp 94,8 triliun, dengan dan repatriasi sebesar Rp 142,7 triliun, dan dana deklarasi sebesar Rp 3.773,2 triliun.

"Kami melihat potensi ini dapat menjadi momentum kuat bagi Pemerintah untuk mempercepat reformasi perpajakan di Indonesia. Perluasan basis pajak yang dicapai melalui program Pengampunan Pajak diharapkan diikuti intensifiasi pajak guna semakin meningkatkan peran pajak sebagai sumber pembiayaan pembangunan," paparnya.

Peran pajak dalam pembiayaan pembangunan baru mencapai 11% dari PDB di 2015, lebih rendah dibandingkan capaian berbagai negara kawasan seperti Singapura dan Malaysia yang mencapai sekitar 14% dari PDB. 

"Kami meyakini intensifikasi pajak dengan memanfaatkan basis pajak yang lebih luas, akan menjadi modal penting bagi upaya memperlebar ruang fiskal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, tanpa mengganggu prospek kesinambungannya," ujarnya.

Potensi ketiga, menurut Agus, adalah potensi teknologi digital yang berkembang pesat. Pada tahun ini, kegiatan sharing economy dan digital economy meningkat pesat, sebagaimana terlihat dari aktivitas fintech dan e-commerce. Perkembangan positif ini bila dimanfaatkan dengan tepat akan dapat meningkatkan efisiensi dan mendukung kegiatan ekonomi domestik.

"Ketiga potensi yang mengemuka pada tahun 2016 tersebut bila diberdayakan dengan efektif dan optimal, tentu akan semakin memperkuat dan menggandakan manfaat dari potensi sumber daya domestik yang sebelumnya sudah ada, yakni sumber daya manusia dan sumber daya alam," jelas Agus.  (detik.com)

2 Oktober merupakan hari bersejarah dalam dunia perkainan di Tanah Air, yakni Hari Batik Nasional. Dalam sejarahnya, batik telah mendapat pengakuan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO. Bahkan UNESCO memasukkan batik dalam daftar Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity).

Seperti rilis yang diterima Liputan6.com, ketua Citra Kartini Indonesia - Perkumpulan Pemberdayaan Perempuan (CIRI), Ayu Reni Rosan mengatakan Presiden Jokowi melalui visi Nawacita terbukti serius memajukan ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar perekonomian negara. Banyak karya seni yang menjadi komoditi ekonomi kreatif yang lahir dari masyarakat dari Sabang sampai Merauke, antara lain batik dan tenun.

"Dengan kata lain masyarakat Indonesia sesungguhnya orang-orang kreatif dan sudah sejak lama mengandalkan buah kreativitas sebagai daya ekonominya," kata Ayu Heni Rosan di Kemang Timur, Jakarta Selatan, Minggu (02/10/2016).

Menurut Ayu, kain batik adalah salah satu bukti nyata ihwal tersebut. Bahkan UNESCO sudah menobatkan batik sebagai karya asli bangsa Indonesia dan merupakan salah satu warisan budaya dunia.

 

Sebagai wujud kepedulian CIRI turut melestarikan batik, Ayu belum lama ini mengundanghigh tea bersama 14 isteri para Duta Besar untuk Indonesia sharing kebudayaan bertajuk "Nusantara Art, Culture & Culinary Heritage Indonesia. Tampak Ayu didampingi pegiat pelestarian batik pesisiran khususnya Kudus, Miranti Serad Ginanjar.

"Para madame sangat antusias mendengar cerita proses dari membatik dan mencoba membatik, terutama Madame Agatha, isteri Dubes Polandia yang sangat antusias membatik dengan arahan Bu Miranti Serad," ujar Ayu.

Menurut Miranti yang juga pembina batik, berdasarkan hasil riset antropolog dan kurator dari British Museum, Polandia, DR Maria Wronska Frens, diketahui mempunyai Javanesse - Polski Batik (wax dyeing textile) di Cracow Workshop sejak 1913-1926 dengan teknologiwax dyeing.

Miranti juga mengutip hasil riset dua ilmuwan Cracow, yaitu Marian Raciborski dan Michal Siedlecki, bahwa di awal tahun tersebut bahkan di tahun 1980 The Art Academy Luczniva serius mengembangkan teknik wax dyeing tersebut.

"Kehadiran CIRI untuk saling mendukung sesama perempuan dalam mewujudkan peran perempuan dalam keluarga sebagai garda terdepan yang penuh dengan daya cipta dan kreatifitas untuk terus membuka wawasan akan pentingnya peran perempuan di berbagai bidang," tutur Miranti.

Ayu menuturkan lewat beberapa program yang sedang dirintis seperti; program pembinaan kain di pesisir, kain Batak, kain Bali, dan kain NTB lewat Indonesia Women Expo 2016, CIRI berharap mampu membuka dan memperluas kesempatan bagi kaum perempuan untuk lebih mengembangkan potensi dirinya serta meningkatkan kesejahteraan hidupnya melalui pengembangan aktivitas ekonomi yang lebih produktif.

"Kami percaya usaha kami ini tidak sia-sia, sehingga posisi tawar kaum perempuan dalam mengakses sumber daya ekonomi dengan memiliki daya cipta serta kreatifitas yang dapat membuat inovasi dalam pemberdayaan keluarga dan ekonomi menjadi lebih baik, karena dengan memberdayakan perempuan berarti memelihara kehidupan," tukas Ayu.

Citra Kartini Indonesia (CIRI) adalah perkumpulan nirlaba pemberdayaan perempuan baik itu kuliner, seni, fashion seperti ciri kain Nusantara, ciri kuliner Indonesia. (liputan6.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM