News

You are here:Home NEWS DELTA FM - 100% Lagu Enak - Displaying items by tag: Menteri


"Punya empat anak yang masih kecil, makan apa kalau kapalnya dilarang berlayar karena menggunakan cantrang," ujar Teungku Iskandar Muda, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia sekertariat Cilacap, saat mengutarakan keluhannya kepada CNNIndonesia.com.

Iskandar, Selasa kemarin bertahan memenuhi seruan HNSI pusat untuk tidak ikut-ikutan mendemo Susi. Namun sikap itu tak berarti membuat Iskandar setuju jika cantrang dan sejumlah alat tangkap lainnya dilarang tanpa ada kebijakan bantuan.

"Larang cantrang, terus dilepas begitu saja, good job, Susi," kata Iskandar.

Susi Pudjiastuti pertama kali terjun ke ranah Pemerintahan adalah Oktober 2014 lalu. Susi yang diajak Presiden Joko Widodo kala itu memang ditugaskan untuk memberikan kesejahteraan secara menyeluruh bagi nelayan. Tak hanya itu, Susi juga diminta agar kejayaan bahari Indonesia bisa tetap lestari.

Susi langsung tancap gas. Berbagai kebijakan pun langsung dia keluarkan dengan tujuan utama mengembalikan stok perikanan menjadi tidak over fishing baik karena penggunaan cantrang, maupun karena banyak praktek illegal fishing di wilayah perairan Indonesia.

Larangan penggunaan alat tangkap cantrang belakangan menjadi kebijakan paling populer yang banyak dipermasalahkan nelayan.

Cantrang sendiri merupakan alat tangkap ikan yang sudah digunakan oleh nelayan Indonesia lebih dari 30 tahun lalu. Alat tangkap ini dilengkapi dua tali penarik yang cukup panjang yang dikaitkan pada ujung sayap jaring.

Bagian utama dari alat tangkap ini terdiri dari kantong, badan, sayap atau kaki, mulut jaring, tali penarik (warp), pelampung dan pemberat.

KKP melarang alat ini digunakan melalui Peraturan Menteri Nomor 2/PERMEN-KP/2015. Alasan pelarangan adalah alat tangkap tersebut termasuk dalam alat tangkap yang dapat merusak habitat ikan.

Tak hanya lewat Permen, pelarangan alat tangkap tersebut pun diperkuat pada 2016 silam lewat Surat Edaran Nomor 72/MEN-KP/II/2016.

Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menawarkan kredit perbankan kepada nelayan agar mereka dapat membeli alat tangkap baru selain cantrang.

“Kami pertemukan dengan perbankan yang mau memberikan kredit minimal Rp200 juta. Pokoknya sampai cukup kebutuhan mereka,” kata Susi beberapa bulan lalu.

Respons di lapangan, bukan hanya larangan cantrang, hampir semua kebijakan yang diciptakan oleh Susi ini malah menuai berbagai reaksi dan kecaman. Nelayan-nelayan kecil hingga pengusaha besar merasa dipangkas kehidupannya setelah kebijakan itu diberlakukan oleh Susi.

"Dia lebih peduli pada kesejahteran ikan, alih-alih kami yang merupakan manusia," timpal Iskandar.

Selasa kemarin pun sebenarnya bukan kali pertama Susi disuruh lengser dari jabatannya. Demonstrasi yang sama juga pernah terjadi pada 2016 lalu.

Susi pun dengan santai mengungkapkan, aksi-aksi tersebut tidak serta merta membuat dia pusing atau merasa tertekan. Sebab, kata dia, setiap tahun ada saja nelayan yang diajak pengusaha untuk memboikot dirinya,

"Ini (demo nelayan) adalah reguler event, pasti selalu ada," kata Susi setelah dia mengisi pidato di Grand Sahid Jaya, Selasa (11/7).

"Kalau terus urusi (cantrang) energi saya bisa habis," kata Susi.

Susi menegaskan dirinya tetap teguh dengan keinginannya menghapus penggunaan alat tangkap cantrang di perairan Indonesia per awal 2018. Keinginan itu tetap diprioritaskan meski terus mendapat nelayan karena dianggap menyengsarakan mereka.

"Padahal, saya tak ada niat sengsarakan mereka (nelayan). Saya cuma berikan larangan, kalian harusnya sadar kalau tidak ada cantrang di perairan Indonesia, ikan bisa melimpah. Ini namanya ekonomi berkelanjutan," katanya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan pun memberi nasihat pada Susi. Dia menyarankan agar Menteri asal Pangandaran itu melakukan inovasi terkait kebijakan larangan cantrang yang dikeluarkan pada 2015 lalu.

Susi, kata Luhut, seharusnya memikirkan kebijakan lanjutan ketika dia menerapkan larangan cantrang dengan, misalnya, menyediakan alat tangkap alternatif bagi nelayan-nelayan kecil yang tak bisa melaut.

"Inovasi itu bisa bermacam-macam. kalau sudah larang cantrang ya whats nextnya apa," kata Luhut.

Luhut menyebut kapal cantrang oleh regulasi nasional dan juga organisasi dunia FAO memang dinilai berdampak negatif terhadap lingkungan laut. Pemerintah pun, lanjut dia, sebenarnya telah menyediakan alat tangkap pengganti bagi nelayan yang sebelumnya menggunakan cantrang.

Bagaimanapun Luhut tidak memungkiri proses yang dibutuhkan KKP untuk mendistribusikan penggantian alat tangkap itu butuh waktu yang tidak sebentar. Sehingga polemik terkait alat tangkap ini terus terjadi, banyak nelayan yang merasa dirugikan, hingga tidak bisa melaut setelah cantrang tersebut dilarang.

"Larangan ini kan sudah sesuai prinsip ekonomi biru dan keberlanjutan sumber daya alam, tapi membiarkan nelayan atau buruh nelayan tidak sanggup melaut merupakan masalah yang harus ditanggapi dengan cermat," kata Luhut. (cnnindonesia.com)

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti angkat bicara soal fotonya yang tengah tidur di bandara. Foto itu belakangan menjadi viral di media sosial dan menjadi pemberitaan berbagai media massa.

Susi mengatakan, foto itu diambil saat ia menunggu pesawat di Bandara John F Kennedy, New York, Amerika Serikat, beberapa waktu lalu.

Saat itu, Susi baru saja menghadiri konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai kelautan. Susi mengaku Konferensi Laut PBB pada 5-9 Juni 2017 itu membuatnya kelelahan sehingga ia pun tertidur di Bandara.

"Ya orang ketiduran, capek," kata Susi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/6/2017).

Susi mengatakan, pesawat yang akan mengantarnya ke Indonesia baru akan berangkat dalam dua jam ke depan.

Susi merasa waktu tersebut sangat berharga untuk dimanfaatkan beristirahat. Setelah tidur sejenak, Susi merasa staminanya kembali pulih.

Foto Susi tengah tertidur pulas di bandara pertama kali dibagikan oleh akun Facebook atas nama Jim B Aditya, pada Senin (12/6/2017) pukul 00.01 tengah malam.

Akun tersebut memberikan pujian pada Susi. Menurut dia, saat itu Sang Menteri tertidur karena kelelahan setelah menjadi pembicara dalam konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai kelautan di New York.

"Perempuan tangguh ini layak diberi gelar Ibu Kelautan Indonesia. Tertidur kelelahan di VIP Lounge Bandara JFK, New York, setelah sehari sebelumnya tampil di acara konferensi PBB mengenai kelautan di New York, Amerika Serikat," tulis Jim melalui akun Facebook-nya.

Sekitar delapan jam setelah diunggah Jim, foto itu telah dibagikan sebanyak 715 kali, dan mendapat respons lebih dari 5.000 netizen. (kompas.com)

Pemerintah Australia, Rabu (18/1/2017), untuk pertama kalinya menunjuk seorang warga aborigin menjadi menteri.

Ken Wyatt ditunjuk menjadi menteri urusan manula dan kesehatan suku asli dalam "reshuffle" kabinet yang dilakuan PM Malcolm Turnbull menyusul mundurnya menteri kesehatan akibat skandal biaya perjalanan.

Wyatt adalah warga Aborigin pertama yang terpilih duduk di majelis rendah Australia pada 2010 dan pernah menjadi wakil menteri kesehatan.

"Ken pernah menjadi warga asli pertama yang duduk di parlemen dan orang pertama yang menjadi pejabat eksekutif di  pemerintahan," kata PM Turnbull.

"Kini Ken menjadi warga asli pertama yang menjadi menteri di kabinet pemerintah," ujar Turnbull kepada jurnalis di Sydney.

"Pengetahuan dan pengalamannya yang luas sebagai pejabat publik dalam hal kesehatan ditambah masa kerjanya sebagai wakil menteri, membuatnya menjadi pilihan ideal," Turnbull menegaskan.

Wyatt, yang lahir di Australia Barat, adalah seorang mantan guru yang fokus bekerja di bidang kesehatan dan pendidikan bagi warga suku Aborigin.

Dengan mengenakan jubah kulit kanguru, di hadapan anggota parlemen, Wyatt memberikan pidato pertamanya sebagai menteri.

Dia mengisahkan masa mudanya yang sederhanya mulai dari menangkap kelinci saat masih anak-anak hingga menjadi buruh.

"Pendidikan adalah hal utama yang menghasilkan kesuksesan saya," ujar Wyatt.

Wyatt mengatakan, warga asli Austraklia harus diberdayakan untuk mencari solusi terbaik bagi diri mereka sendiri.

Dia juga menyerukan peningkatan jumlah wakil suku Aborigin di parlemen Australia. (kompas.com)

SEMARANG - Sebanyak 2.300 peserta dari berbagai negara akan meramaikan BTN Tour de Borobudur 2016. Tidak hanya itu, tiga menteri juga dipastikan akan berpartisipasi pada event gowes sejauh 275 km itu.

Ketua Panitia, Hendri Dwiyanto mengatakan peserta dari luar negeri tertarik ikut karena tantangan rute yang disiapkan yang masuk dalam kategori profesional. Atlet pesepeda nasional tak ketinggalan akan meramaikan event tersebut.

"Sejauh ini total ada sekitar 2.300 peserta yang tercatat meramaikan Tour de Borobudur," kata Hendri, Kamis (17/11/2016).

Dalam kategori profesional tersebut Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo akan ikut berpartisipasi dengan start dari kantornya di Jalan Pahlawan, Kota Semarang. Tidak mengherankan, karena Ganjar memang hobi bersepeda dan sudah mengikuti sejumlah event.

"Pak Ganjar ikut kategori A dengan rute terjauh, 275 km," tandasnya.

Selain Ganjar, pejabat yang diundang adalah lima menteri. Namun baru tiga yang menyatakan kepastiannya yaitu Menteri Ketenagakerjaan, M Hanif Dhakiri, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, dan Menteri BUMN, Rini Soemarno.

"Menteri Pariwisata Arief Yahya tidak bisa hadir, sementara Pak Imam Nahrawi (Menpora) belum konfirmasi," pungkas Hendri.

Para menteri tidak bergabung dengan kategori yang sama dengan Ganjar, namun mereka masuk ke kategori C yaitu start dari Banaran Cafe Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Tour de Borobudur akan digelar hari Sabtu (18/11) sampai Minggu (19/11) mendatang dengan start kantor Gubernur Jateng di Semarang. Rute berikutnya yaitu Ambarawa-Boyolali-Solo-Salatiga-Kopeng-Magelang-Borobudur.

"Diharapkan Tour de Borobudur kali ini bisa sejalan dengan misi pemerintahan Jawa Tengah yang ingin mengembangkan pariwisata melalui olahraga," pungkas Hendri. (detiksport.com)

Page 1 of 2

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM