News

You are here:Home NEWS DELTA FM - 100% Lagu Enak - Displaying items by tag: Mobil


DKI Jakarta berencana menaikkan bea balik nama dari 10% menjadi 20% untuk mengatasi pertambahan kendaraan baru, namun calon pembeli mengaku tak terpengaruh dan pengamat menyebut pajak itu harusnya naik setidaknya 30%.
Sebagai gambaran, untuk mobil baru seharga Rp200 juta, konsumen harus menyediakan dana tambahan sebesar Rp40 juta untuk bea balik nama.

Kepala Dinas Perhubungan Jakarta Andri Yansyah mengatakan bahwa rencana menaikkan pajak itu semata untuk membatasi jumlah kendaraan pribadi di Jakarta, bukan untuk menambah pendapatan daerah.
"Kenaikan pajak kendaraan pribadi termasuk pengenaan parkir yang sangat tinggi, itu salah satu instrumen untuk memaksa atau mendorong masyarakat meninggalkan kendaraan pribadi agar mereka mau menggunakan angkutan umum," kata Andri.
"Sehebat apa pun angkutan umum kita, kalau tidak dibarengi dengan pembatasan lalu lintas, sampai kapan pun sama saja bohong," tambahnya.
Harus lebih tinggi
Namun rencana kenaikkan itu dianggap terlalu rendah untuk bisa memberikan dampak. Menurut pengamat transportasi Danang Parikesit, kenaikan bea balik nama menjadi hanya 20% tidak akan berpengaruh.
"Kalau kita lihat di teori mikroekonomia, sebenarnya batas ambang minimal untuk mempengaruhi keputusan orang itu kan 30%, sepertiga lah dari tarifnya. Jadi di atas itu orang baru mikir-mikir beli atau tidak. Tapi kalau di bawah itu tidak akan ada pengaruh terhadap daya beli masyarakat untuk beli kendaraan," kata Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia itu.

Sebelumnya Pemprov Jakarta menerapkan pembatasan mobil berdasarkan jumlah penumpang minimal tiga orang untuk lewat jalan-jalan utama tetapi akhirnya dihapus setelah dianggap gagal.
Saat ini Jakarta menerapkan pembatasan sementara mobil berdasarkan nomor polisi ganjil-genap. Enam tahun lalu muncul pula gagasan pembatasan berdasarkan warna kendaraan.
Tanpa program pembatasan mobil yang tegas, setiap tahun Jakarta akan dijejali satu juta unit kendaraan tambahan, 200 ribu di antaranya adalah mobil.
Saat ini, di Jakarta setidaknya ada 3,6 juta mobil dan 13,7 juta motor beredar.
'Tidak berdampak'
Taksiran Danang Parikesit diamini para calon pebeli dan pelaku bisnis otomotif.
Ibnu Najib yang berniat membeli mobil baru, mengatakan: "Kenaikan jadi dua puluh persen tidak akan mengubah keputusan saya untuk membeli. Saya sudah yakin akan membutuhkan mobil jadi tetap akan saya bayar dan saya tetap beli," aku Najib.
"Mungkin batas saya untuk mengubah dari yakin beli menjadi tidak jadi beli di 50%. Jika saya sudah sangat yakin, saya sudah mempertimbangkan faktor bahwa kendaraan pribadi itu bukan mekanisme transportasi yang ideal. Artinya jika saya memutuskan membeli, saya benar-benar membutuhkannya," tambahnya.

Aris Widodo yang berprofesi sebagai penjual mobil sejak hampir tujuh tahun yang lalu juga mengatakan hal serupa.
"Kalau menurut pengalaman yang sudah-sudah, nggak ngefek. Soalnya mereka kan juga butuh kendaraana" papar Aris.
"Faktanya, menurut data Gaikindo kan penjualan mobil naik terus. Meskipun ekonominya bisa dibilang sekarang sedang kurang bagus, daya beli masyarakatnya juga biasa."
Di sisi lain, jumlah kendaraan di kota-kota besar seperti Jakarta menuntut penanganan cepat: bahkan hingga larut malam tetap sering terjadi kemacetan di berbagai ruas jalan.
Di berbagai negara lain, pembatasan melalui tarif pajak terbukti efektif menekan pertumbuhan kendaraan pribadi. (bbcindonesia.com)

Jakarta, 24 Mei 2017 – Grab, platform aplikasi pemesanan kendaraan dan pembayaran mobile terkemuka di Asia Tenggara, hari ini meluncurkan layanan carpooling sosial roda empat pertamanya di Indonesia, GrabHitch (Nebeng) Mobil. Layanan ini dirancang untuk para komuter reguler – mulai dari kalangan Profesional, Manajer, Eksekutif, hingga Engineer – yang memiliki tempat duduk ekstra di mobilnya untuk menjemput teman seperjalanan yang memiliki rute/tujuan yang sama, seraya mengurangi biaya operasional untuk pergi bekerja setiap harinya dan perjalanan antar kota, seperti dengan rute Jakarta – Bandung dan Surabaya – Malang. GrabHitch (Nebeng) Mobil akan menjadi cara baru dan asyik untuk bertemu dengan teman baru, di mana para komuter dapat memiliki teman seperjalanan menuju dan dari tempat bekerja. 

Grab berkomitmen untuk senantiasa berinovasi agar dapat membantu memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat Indonesia, serta menyediakan layanan baru guna membuat pengalaman pengguna aplikasi Grab makin mulus. Peluncuran GrabHitch (Nebeng) Mobil di Indonesia didorong oleh proyeksi kepemilikan mobil di Tanah Air yang diperkirakan meningkat 10,5% per tahun hingga 20201. Sementara itu, sebagian pemilik sepeda motor di negara ini juga diperkirakan akan beralih ke kendaraan roda empat yang mencerminkan besarnya kelompok pembeli mobil kali pertama. GrabHitch (Nebeng) Mobil merupakan pilihan perjalanan antar kota point-to-point yang terjangkau sekaligus alternatif perjalanan harian yang nyaman bagi pengguna transportasi umum atau mereka yang mengemudikan kendaraan sendiri. Layanan ini akan membantu mengurangi jumlah mobil berpenumpang tunggal yang melakukan perjalanan menuju dan dari pusat kota setiap harinya dengan mendorong semakin banyak orang untuk bepergian bersama dalam satu kendaraan. 

“Jumlah kendaraan, khususnya di kota-kota besar di Indonesia, terbilang cukup tinggi. Sebagai contoh, di Jakarta terdapat lebih dari 3 juta mobil penumpang pada 20142 dengan pertumbuhan sekitar 8,75% per tahun. Bayangkan betapa signifikannya jumlah kendaraan dengan tempat duduk ekstra yang dapat digabungkan untuk memuat lebih banyak teman seperjalanan. Setiap mobil berpotensi untuk turut serta dalam upaya mengurangi masalah kemacetan dan polusi udara di kotakota besar di Indonesia, serta memenuhi permintaan akan tumpangan yang terus meningkat setiap harinya. Kami memperkenalkan GrabHitch (Nebeng) Mobil sebagai tindaklanjut atas kesuksesan dari peluncuran GrabShare dan GrabHitch (Nebeng) Motor, serta dipacu oleh kenyataan bahwa semakin banyak masyarakat Indonesia yang menggunakan layanan carpool seiring dengan upaya bersama untuk saling membantu mengurangi jumlah kendaraan yang melintasi jalan,” ungkap Ridzki Kramadibrata, Managing Director, Grab Indonesia.

Bepergian menjadi salah satu kegiatan yang paling tidak menyenangkan dalam kehidupan masyarakat, terutama karena waktu tempuh terus meningkat di kota-kota besar dan permasalahan yang timbul akibat kemacetan hanya menambah jumlah waktu, uang, dan bahan bakar yang terbuang. Menurut INRIX dalam Global Traffic Scorecard yang terbaru, Jakarta, Bandung, Malang, dan Surabaya merupakan kota-kota dengan tingkat kemacetan tertinggi di Indonesia dan Asia pada umumnya3. 

“Bepergian memiliki dampak psikologis dan sosial. Hal ini dapat menjadi penyebab utama stres akibat dari ketidakpastian dan perasaan kehilangan kendali yang ditimbulkannya. Para komuter dapat mengalami kebosanan, isolasi sosial, kemarahan, bahkan frustasi karena kemacetan atau keterlambatan. Oleh karena itu, kami di Grab berpikir bagaimana kami dapat memberikan solusi yang lebih baik kepada para komuter. Seiring dengan konsep ekonomi berbagi yang semakin akrab di masyarakat, Grab yakin ada ruang bagi komuter untuk berkembang, di mana bagi mereka transportasi tak lagi sekedar transaksi, namun juga peluang untuk membangun hubungan dengan sesama komuter. GrabHitch (Nebeng) Mobil mengajak para komuter untuk beralih ke komunitas carpooling dengan beragam manfaat menarik, baik bagi pengemudi maupun teman seperjalanannya” kata Mediko Azwar, Marketing Director Grab Indonesia. 

GraHitch (Nebeng) Mobil 

GrabHitch (Nebeng) Mobil membutuhkan pemesanan di muka, dan Grab akan memasangkan permintaan teman seperjalanan dengan pengemudi yang memiliki rute perjalanan yang sama. Teman seperjalanan dan pengemudi dapat menjadwalkan perjalanannya mulai dari 15 menit hingga 7 hari sebelumnya. Lebih lanjut, pengemudi hanya diperbolehkan untuk menerima maksimal 2 kali perjalanan per hari.  Layanan ini tidak ditujukan untuk memperoleh keuntungan dimana pengemudi dapat berbagi biaya perjalanan hariannya dengan teman komuternya. 

Berbagai manfaat GrabHitch (Nebeng) Mobil untuk pengemudi antara lain: 

- Teman Seperjalanan: GrabHitch (Nebeng) Mobil memberikan kesempatan bagi para pengemudi untuk menemukan hal-hal baru dan memperluas jejaring mereka dengan bersosialisasi dengan calon mitra bisnis, teman baru atau berbagi topik menarik sepanjang perjalanan sehingga membuat pengalaman bepergian menjadi lebih menyenangkan.  Penghematan biaya: GrabHitch (Nebeng) Mobil mengurangi biaya operasional pengemudi untuk perjalanan, seperti biaya bahan bakar, tol, dan parkir dengan memberikan tumpangan bagi mereka yang memiliki rute yang sama menuju kantor, rumah, atau bepergian ke luar kota pada akhir pekan.  Kontrol penuh: Pengemudi dapat memilih teman seperjalanan yang ingin mereka jemput, melihat metode pembayaran sebelum menerima pemesanan dan memilih metode pencairan dana yang mereka inginkan, serta mengatur jadwal mengemudi mereka sendiri.  Keamanan: Untuk membantu menciptakan komunitas ridesharing yang terhubung di Indonesia, pengemudi GrabHitch (Nebeng) Mobil dan teman seperjalanannya melakukan log in dengan Facebook untuk dapat menggunakan layanan ini. Hal ini memungkinkan mereka untuk melihat profil satu sama lain dan mengetahui apakah mereka memiliki teman yang sama. Kedua pihak juga dapat mengindikasikan bahwa mereka hanya ingin melakukan perjalanan dengan teman seperjalanan berjenis kelamin sama.  Ramah lingkungan: Dengan GrabHitch (Nebeng) Mobil, mitra pengemudi dapat memberikan tumpangan sehingga dapat berpartisipasi dalam upaya untuk mengurangi jumlah mobil dengan pengemudi tunggal yang melintasi jalanan, guna mengatasi kemacetan dan mendorong gaya hidup yang ramah lingkungan.

Sedangkan manfaat GrabHitch (Nebeng) Mobil bagi teman seperjalanan di antaranya: 

Keandalan: Pemesanan di muka memungkinkan teman seperjalanan untuk mengatur jadwal hariannya sehingga membuat kehidupannya lebih efisien.  Keterjangkauan & kenyamanan: GrabHitch (Nebeng) Mobil menawarkan biaya yang lebih rendah – dibandingkan GrabCar – dengan sistem berbagi biaya untuk perjalanan harian dan antar kota dengan kenyamanan yang sama, serta memungkinkan teman seperjalanan untuk menemukan teman dan pengalaman baru, serta berbagi cerita.  Transaksi non-tunai tanpa ribet: teman seperjalanan dapat membayar perjalanannya dengan GrabPay yang bebas ribet – semudah naik dan turun kendaraan.  Jejaring sosial: GrabHitch (Nebeng) Mobil memungkinkan teman seperjalanan untuk memperluas jejaring sosialnya dengan pengemudi dari kalangan Profesional, Manajer, Eksekutif, dan Engineer. Hal ini menjadi suatu nilai yang mengintegrasikan esensi bepergian dengan jejaring sosial. 

“Melalui kampanye bertema „Semua Berawal dari Nebeng‟, kami mencetuskan ide bahwa segala sesuatu dapat terjadi dari sebuah tebengan dimana layanan ini memberikan kesempatan bagi pengguna untuk bersosialisasi dan menemukan hal-hal baru bersama teman baru dan calon mitra bisnisnya, sehingga memperluas jejaring sosial mereka. Fase pertama dari kampanye ini mengusung ide „Asyiknya Barengan‟: Banyak hal yang lebih baik dilakukan bersama dan tentunya lebih menyenangkan ketika seseorang dapat berbagi dengan teman terutama saat terjebak kemacetan, seperti mendengarkan musik atau bernyanyi bersama; terlibat percakapan; melakukan permainan; berbagi makanan; dan bersosialisasi. Dengan teman baru, pengguna memiliki teman untuk mengobrol dan bersenang-senang bersama, yang dimungkinkan dengan adanya GrabHitch (Nebeng) Mobil,” ujar Mediko.

Coba GrabHitch (Nebeng) Mobil sekarang! 

GrabHitch (Nebeng) Mobil kini membuka pendaftaran bagi mitra pengemudi. Mitra pengemudi dapat mengunduh ataupun memperbarui aplikasi Grab miliknya ke versi terbaru yang tersedia secara gratis di Google Play atau App Store. Untuk mendaftar, klik ikon GrabHitch (Nebeng) Mobil, pilih tombol the „Be a GrabHitch Driver Now‟ dan ikuti instruksi yang tertera. GrabHitch (Nebeng) Mobil akan diluncurkan bagi pengguna dalam dua minggu ke depan.

Kepolisian Swedia melakukan penyelidikan atas kerusuhan yang terjadi di Rinkbey, kawasan pinggiran ibu kota Stockholm.

Sekitar 10 anak muda yang menutup wajahnya, Senin (20/02) malam, melempari polisi dengan batu setelah seorang tersangka pengedar narkotika ditangkap.

Para perusuh juga memecahkan jendela sejumlah toko dan membakar beberapa mobil di sekitar tempat kejadian sementara seorang wartawan foto dilaporkan dipukuli.

"Situasi seperti ini tidak sering terjadi, namun disayangkan ketika terjadi," jelas juru bicara polisi, Lars Bystrom.

Insiden kekerasan ini terjadi setelah kehebohan yang diakibatkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyebut Swedia dalam pidatonya, Sabtu (18/02) pekan lalu.

Dalam pidatonya di hadapan pendukungnya di Florida, Presiden Trump menyebut Jerman -yang tahun lalu dilanda serangan teroris- dan Swedia, yang tidak pernah menderita serangan teroris besar.

Presiden Trump belakangan mengatakan dia merujuk pada tayangan dokumentasi di Stasiun TV Fox News, yang melaporkan peningkatan kriminalitas setelah negara itu menerima 200.000 pengungsi sejak tahun 2013.

Namun para pejabat Swedia menegaskan tidak ada bukti-bukti yang mendukung komentar Presiden Trump tersebut.

"Tidak ada dasar untuk mengambil kesimpulan bahwa kejahatan meningkat di Swedia dan bahwa hal itu terkait dengan imigrasi," tegas Stina Holmberg dari Dewan Nasional Pencegahan Kejahatan Swedia, kepada kantor berita Reuters.

Dugaan bahwa bertambahnya jumlah pengungsi dan pendatang memicu peningkatan kriminalitas lebih didasarkan pada laporan-laporan media karena polisi Swedia tidak mencatat etnis dari tersangka pelaku, selain jenis kelamin dan usia. (bbcindonesia.com)

ROMA - Mobil bertenaga baterai listrik karya sekelompok mahasiswa Indonesia menjadi kendaraan pertama di luar Ferrari dan Fiat yang melaju di sirkuit Fiorano di Maranello, Italia, untuk uji coba mobil hemat energi.

 

 

Mobil produksi mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung yang dinamakan Turangga Cheta Evolution 4 itu mendapatkan kesempatan menguji kehematan bahan bakar dalam tujuh putaran.

Tim mahasiswa yang menamakan diri Bumi Siliwangi itu mendapat hadiah pergi ke Maranello pada pekan pertama November untuk melihat pengembangan teknologi dan produksi tim Formula 1, Ferrari, serta menguji lintasannya.

Hadiah itu diperoleh setelah kelompok Bumi Siliwangi menjadi juara dunia dalam lomba mobil buatan mahasiswa yang paling cepat dan paling irit bahan bakar.

Ajang Shell Eco Marathon Drivers' World Championship di London pada Juli lalu itu diikuti puluhan tim pelajar dan mahasiswa dari seluruh dunia.

Empat tim mahasiswa dari Italia, Perancis, Jerman, dan Swiss yang menjadi finalis dalam kejuaraan mobil hemat energi Eropa juga berkesempatan menguji lintasan sirkuit yang selama ini hanya digunakan untuk menguji mobil produksi Ferrari dan Fiat.

Test driver Ferrari, Marc Gene, yang mendampingi para mahasiswa dalam demo lintasan memuji Ramdani, pengemudi mobil Turangga Cheta yang dia sebut memiliki banyak pengetahuan dalam usia yang sangat muda.

"Dia senang sekali dan saya bisa melihat dari matanya yang bersinar. Dia menikmati setiap momen (di sirkuit Fiorano). Saya beri masukan terkait efisiensi, termasuk cara melewati tikungan, mengerem," kata Marc usai uji lintasan Rabu sore (7/12/2016).

"Mereka berusaha keras mendorong (perkembangan teknologi). Mungkin satu saat teknologi seperti ini akan digunakan, Mereka memiliki banyak pengetahuan pada usia yang sangat muda. Mereka tentu bisa menjadi insinyur di Ferrari satu waktu nanti."

Ramdani, pengemudi Bumi Siliwangi mengatakan, ia masih tak percaya akan menjadi pengemudi di sirkuit milik Ferrari itu dan duduk di samping Gene.

"Bahagia dan kaget juga saya, karena, kerennya, dia yang menjadi penumpangnya," kata Ramdani.

Sirkuit Fiorano digunakan untuk pengembangan dan uji lintasan sejumlah pembalap besar  Formula 1, termasuk Nikki Lauda, Michael Schumacher sampai pembalap saat ini Kimi Raikonen dan Sebastian Vettel.

Tim Bumi Siliwangi, juara bertahan untuk lomba mobil buatan mahasiswa urban concept atau konsep perkotaan, tampil dengan 48 kilometer per kwh (kilowatt hour) lebih rendah dari capaian di London sejauh 68 km/kwh.

Mahasiswa Perancis, dari Lycee Saint Joseph La Joliverie, dengan mobil prototipe berbahan bakar bensin menjadi yang paling efisien, dengan hanya menggunakan satu liter BBM untuk 1.400 kilometer perjalanan. (kompas.com)

Page 1 of 2

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net