News

You are here:Home News DELTA FM - Relax dengan 100% Lagu Enak - Displaying items by tag: News

MOSKWA -  Ratusan pesepeda di Kota Moskwa, Rusia menggelar aksi parade bersepeda musim dingin pada Minggu (8/1/2017). Sekilas, terdengar tidak ada yang istimewa dari aksi itu.

 

Namun, setelah mengetahui berapa temperatur udara ketika mereka bersepeda, pendapat itu seketika sirna.

Ya, dengan kostum ala sinterklas atau yang di Rusia dikenal pula dengan sebutan Ded Moroz, warga bersepeda menembus suhu minus 27 derajat celcius.

Tentu aksi ini menjadi istimewa, sebab menjadi acara bersepeda komunal terbaru di tengah suhu udara ekstrim.

Para peserta menggenjot sepeda mereka di sisi Sungai Moskwa yang membeku, sejajar dengan tembok Istana Kremlin. Rombongan ini bersepeda sejauh 15 kilometer.

Otoritas terkait di Moskwa menyebut aksi ini digelar sebagai bagian dari promosi penggunaan sepeda sebagai sarana transportasi di kota besar.

Seperti diberitakan AFP, penyelenggara acara ini menolak untuk membatalkan aksi, meski sempat muncul peringatan dari pemerintah terkait buruknya udara di Moskwa. 

"Tidak ada satu pun peserta aksi bersepeda musim salju ini yang harus pergi ke dokter setelah acara ini," tegas otoritas di Moskwa dalam pernyataan tertulisnya. 

"Saya merasa lebih baik ketimbang saat saya bermalas-malasan di atas sofa ketika musim liburan lalu," ungkap Mikhail.

Mikhail adalah seorang warga berusia 42 tahun yang bekerja sebagai mekanik dan ambil bagian dalam aksi tersebut. 

"Aksi ini memberikan kekuatan bagi saya, ini bagus dan luar biasa. Saya bersepeda setiap hari ke tempat kerja, tapi kesempatan hari ini berbeda, ini memberikan kenikmatan yang nyata," ungkap dia lagi.

Seperti kota-kota lain di Eropa, Ibu Kota Rusia ini pun sedang dilanda musim dingin ekstrim. 

Di wilayah Eropa dalam beberapa waktu terakhir dikabarkan tak kurang dari 23 orang tewas akibat deraan udara dingin tersebut. 

Jumat malam lalu menjadi malam Natal bagi pemeluk Kristen ortodok di Rusia.

 

 

Media setempat melaporkan, malam Natal tersebut menjadi yang paling dingin dalam 120 tahun terakhir. 

Suhu yang tercatat pada malam Jumat menuju Sabtu lalu mencapai minus 30 derajat celcius. 

Namun, suhu udara di Moskwa diperkirakan akan mengalami kenaikan dalam beberapa hari ke depan. Pada Selasa besok, diprediksi suhu akan menyentuh angka minus tujuh derajat celcius. (kompas.com)

PORT-AU-PRINCE - Korban tewas akibat amukan badai Matius di Haiti terus bertambah dan pada Kamis (7/10/2016) sudah mencapai 264 orang. Demikian dikabarkan Radio Television Caraibes.

Kehancuran terparah di negeri termiskin di benua Amerika itu terpusat di wilayah barat daya yang sudah terputus dari dunia luar selama dua hari.

 

 

Salah satu kota yang luluh lantak adalah Jeremie di wilayah selatan negeri itu seperti dikabarkan badan amal CARE.

"Jeremie benar-benar hancur. Sekitar 80 persen bangunan di kota itu hilang. Semua jaringan telepon dan listrik musnah," kata Direktur Care Haiti, Jean-Michel Vigreux.

"Akses menuju kota itu terputus serta semua orang tak punya makanan dan uang," tambah Vigreux lewat akun Twitter-nya.

Lebih jauh ke selatan, tepatnya di kota Les Cayes yang juga merupakan salah satu pelabuhan besar di Haiti, jurnalis AFP  menyaksikan atap sebuah katedral yang sama sekali hikang,

Pusat kota Les Cayes mampu bertahan dari kehancuran total karena konstruksi bangunan yang kokoh, tetapi banjir dan angin kencang yang dibawa badai itu meluluhlantakkan perkampungan Croix-Marche a Terre yang berada di pesisir.

Pohon-pohon kelapa yang tumbang menghancurkan puluhan bangunan terutama atap rumah-rumah sederhana yang dibuat dari seng.

Badai Matius itu juga menghancurkan perkebunan pisang dan mangga yang berada di sekitar kawasan tersebut.

Hingga Kamis, jumlah korban tewas akibat badai terdahsyat di Karibia selama satu dekade terakhir itu telah mengakibatkan 108 warga Haiti tewas.

Setelah menghancurkan Haiti, pada Kamis malam badai Matius menuju ke Florida, AS. Akibatnya lebih dari 1,5 juta orang dievakuasi dan Presiden Barack Obama menetapkan situasi darurat federal. (kompas.com)

JERUSALEM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Palestina Mahmud Abbas berjabat tangan dan berbicara sejenak saat pemakaman Shimon Peres, Jumat (30/9/2016).

 

 

Pertemuan publik seperti itu sangat jarang terjadi di antara mereka berdua, yang selama ini memiliki hukungan yang tidak harmonis karena okupasi Israel atas beberapa wilayah Palestina di Tepi Barat.

Mereka berjabat tangan saat keduanya bertemu di tengah kerumunan massa perkabunan sebelum pemakaman Peres dimulai, seperti dilaporkan Agence France-Presse.

Pertemuan itu merupakan momen yang pertama sejak keduanya berjabat tangan pada pertemuan tingkat tinggi iklim di Paris, Perancis,  November 2015.

"Senang bertemu dengan Anda. Sudah cukup lama," kata Abbas dalam bahasa Inggris, sebagaimana dapat disimak publik lewat video yang diunggah oleh juru bicara Netanyahu.

Netanyahu dan istrinya mengucapkan terima kasih atas kedatangan Abbas.

Pertemuan publik yang berskala besar terakhir antara Abbas dan Netanyahu terjadi pada tahun 2010, meski ada laporan yang belum dikonfirmasi dari pertemuan rahasia sejak saat itu.

Abbas membuat perjalanan langka ke Jerusalem dari markasnya di Ramallah, Tepi Barat.

Ia bergabung bersama puluhan pemimpin dunia memberikan penghormatan terakhir pada pemakaman mantan Presiden Israel dan pemenang Hadiah Nobel Perdamaian, Shimon Peres.

Pada Rabu lalu, begitu mendengar kematian Peres, Abbas mengirim pesan turut berbelasungkawa kepada keluarga berdua.

Ketika itu Abbas memuji “Peres sebagai mitra yang berani memperjuangkan perdamaian bagi Palestina dan Israel bersama mendiang Yasser Arafat dan Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin”.

“Ia melakukan usaha tak henti-hentinya untuk menciptakan perdamaian abadi sejak Perjanjian Oslo (1994) sampai menjelang akhir hayatnya," kata Wafa mengutip Abbas.

Namun, kematian Peres disambut gembira oleh kelompok Hamas yang menguasai Jalur Gaza. Kelompok Hamas juga menyebut Peres sebagai seorang penjahat. (kompas.com)

Wi-Fi gratis di ruang publik pasti menggoda untuk digunakan. Mayoritas wisatawan dunia menggunakan fasilitas Wi-Fi gratis yang tersedia di hotel, bandara, hingga restoran dan tempat wisata.

Beberapa kota besar seperti Seoul, New York, Helsinki, Makau, Paris, Taipei, Hongkong, dan Perth punya banyak Wi-Fi gratis yang tersebar di berbagai sudut. Namun, tak banyak wisatawan yang tahu bahwa mengakses Wi-Fi gratis bisa berisiko tinggi.

Hal ini diungkapkan oleh situs perjalanan Skyscanner Australia. Dalam artikelnya yang dikutip KompasTravel, Anda harus berhati-hati karena kebanyakan koneksi publik ini tidak aman, terutama terkait passworddan informasi saat log in.

Saat mengakses Wi-Fi gratis, Anda wajib mewaspadai hacker yang akan mencuri informasi dan data diri. Wi-Fi gratis cukup mudah diretas menggunakan perangkat lunak Sniffer. Perangkat ini punya kemampuan untuk memindai dan memindahkan data dari gadget Anda ke gadget lainnya.

Dengan kata lain, hacker alias orang lain bisa log in dengan data diri Anda, dan menggunakan data Anda untuk mengakses laman lainnya.

Bahkan, bukan hal yang mustahil hacker bisa melihat login history pada perangkat yang Anda gunakan. Ini memudahkan mereka untuk mengakses situs dengan data diri Anda, kemudian meretasnya. Hal ini tentu berbahaya, bagaimana jika hacker tersebut mengakses situs pembelian barang dan menggunakan data kartu kredit Anda? 

Lalu, bagaimana cara mengakses Wi-Fi gratis yang aman?

Matikan fitur file sharing pada gadget Anda. Sebisa mungkin jangan ketik nama atau username serta password dan berbagai informasi sensitif lainnya. Jangan gunakan kartu kredit sebagai alat transaksi secara online.

Jika Anda sudah telanjur membuka aplikasi atau situs tertentu menggunakan password, ada baiknya langsung mengubah passwordtersebut. Sedikit banyak, hal ini akan membantu Anda agar terjauh dari para hacker. (kompas.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net