News

You are here:Home NEWS DELTA FM - 100% Lagu Enak - Displaying items by tag: Obama


Mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, menikmati makan malam sembari berbincang empat mata dengan Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, di sebuah restoran di Kota Montreal.

Kedua sosok itu makan malam di restoran trendi, Liverpool House, ketika Obama sedang berada di kota tersebut untuk menyampaikan pidato dalam sebuah acara.

Mereka mulai menjalin 'bromance' -yang merujuk pada keakraban dua orang pria- saat Trudeau berkunjung ke Gedung Putih untuk jamuan makan malam kenegaraan tahun lalu.

Trudeau, yang pernah mengatakan Obama sebagai 'saudaranya', menulis pesan di Instagram bahwa mereka membahas agar para pemimpin muda 'mengambil tindakan di komunitasnya'.

 

Sementara Yayasan Obama menulis bahwa keduanya membicarakan 'komitmen bersama' mereka untuk kepemimpinan kaum muda.

Obama berada di Montreal untuk menyampaikan pidato dalam acara Kamar Dagang Montreal, yang tiketnya terjual habis dan laporan-laporan menyebutkan ada tiket yang dijual kembali dengan harga sampai ratusan dolar.

Dalam pidatonya, Obama memuji Kesepakatan Iklim Paris dan mengungkapkan kekecewaan atas mundurnya Amerika Serikat dari kesepakatan itu.

"Di Paris kita datang bersama untuk kesepakatan yang paling ambisius di sepanjang sejarah untuk menangani perubahan iklim."

"Kesepakatan yang bahkan tanpa adanya kepemimpinan Amerika untuk sementara waktu akan tetap memberi kesempatan bagi anak-anak kita untuk memeranginya," tambah Obama.

Namun bukan hanya urusan bisnis saja yang diurus mantan presiden yang sibuk itu. Dia juga menyediakan waktu untuk makan malam dengan Perdana Menteri Kanada.

Perkawanan Trudeau dan Obama dilihat sebagai 'bromance' terhebat pada masa kini dan menginspirasi banyak hal, mulai dari meme di Twiter maupun para penggemar fiksi.

Pemilik restoran, David McMillan, mengatakan kepada stasiun televisi CBC bahwa kedua pria tampak santai saat makan malam, antara lain dengan suguhan kerang, udang, ikan, daging, spaghetti serta kue strawberry. Restoran Liverpool House merupakan kegemaran Trudeau, yang berasal dari Montreal.

Namun, ketika pasangan 'bro' itu sedang santai di dalam restoran, terjadi sedikit kehebohan karena 200 pengawal sibuk bertugas di luar dan di jalan seberang restoran penuh dengan orang-orang yang ingin melihat 'bromance' terhebat itu. (bbcindonesia.com)

Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif, hari Selasa (28/03), untuk membatalkan sejumlah kebijakan yang diterapkan pendahulunya, Barack Obama, untuk mengatasi pemanasan global.

Perintah eksekutif yang diberi nama Kemandirian Energi tersebut mencabut perlindungan lingkungan, termasuk pembatasan emisi gas rumah kaca dari pembangkit listrik bertenaga batu bara.

Presiden Trump mengatakan perintah ini menandai apa yang ia sebut 'akhir perang terhadap batu bara'.

"Dengan perintah eksekutif ini saya mengambil tindakan bersejarah mencabut pembatasan atas energi Amerika, membatalkan campur tangan pemerintah dan mencabut regulasi yang tidak mendorong penciptaan lapangan kerja," kata Presiden Trump yang didampingi para pekerja pertambangan batu bara.

Industri pertambangan menyambut baik langkah Presiden Trump namun para pegiat lingkungan mengecamnya dengan keras, beberapa di antaranya mengancam akan menggugat perintah eksekutif ini ke pengadilan.

"Perintah eksekutif ini mengabaikan undang-undang dan realitas ilmiah," kata Trip Van Noppen, presiden organisasi lingkungan Earthjustice.

Miliarder yang juga pegiat lingkungan, Tom Steyer, mengatakan langkah Presiden Trump sama dengan serangan terhadap nilai-nilai Amerika.

"Ini mengancam kesehatan, keselamatan dan kesejahteraan rakyat Amerika," kata Steyer.

Presiden Trump mengatakan perintah eksekutif akan membantu menciptakan jutaan lapangan kerja di sektor energi dan meningkatkan ekonomi.

Perintah ini tidak menghapus kewajiban pemerintah AS mengatasi perubahan iklim seperti disepakati dalam Perjanjian Paris pada 2015.

Dalam kampanye pemilihan presiden tahun lalu Trump berjanji akan menarik Amerika dari Kesepakatan Paris. (bbcindonesia.com)

Presiden AS Barack Obama menyampaikan pidato perpisahan di Chicago, merefleksikan masa jabatannya selama dua periode.

"Dari setiap sisi, Amerika merupakan yang terbaik, menjadi tempat yang lebih kuat,"dibandingkan delapan tahun lalu, kata Obama.

Dia memohon warga Amerika dari segala latar belakang untuk mempertimbangkan sesuatu dari pandangan masing-masing, dan mengatakan "Kita harus memberikan perhatian dan mendengar".

Presiden kulit hitam pertama di AS ini, yang sekarang berusia 55 tahun, terpilih pada 2008 dengan pesan untuk memberikan harapan dan perubahan.

Penggantinya, Presiden terpilih Donald Trump, telah berjanji untuk mencabut beberapa kebijakan Obama.

Trump akan dilantik pada 20 Januari mendatang.

Dengan nada suara yang lebih tinggi, Obama mengatakan peralihan kekuasaan yang damai antar presiden merupakan sebuah "tanda" dari demokrasi Amerika.

Tetapi dia mengatakan, "Demokrasi kita tidak akan bekerja tanpa sebuah kesadaran bahwa setiap orang memiliki kesempatan ekonomis".

'Kembali ke tempat semua dimulai'

Kembali ke Chicago, ketika dia pertama kali mendeklarasikan kemenangannya pada 2008, Obama menyampaikan pesan terakhir kepada warga Amerika setelah masa kampanye yang memecah belah warga selama pemilu yang memenangkan Donald Trump dari Hillary Clinton.

Dia mengatakan dia ingin kembali "di mana semua di mulai" bagi dia dan ibu negara Michelle Obama, dibandingkan menyampaikan pidato dari Gedung Putih.

Pidato yang ditujukan bagi semua warga Amerika, termasuk pendukung Trump, seperti disampaikan oleh Gedung Putih.

Perjalanan Obama ke Chicago merupakan yang terakhir sebagai presiden, dan yang ke 445 kali dengan menggunakan pesawat kepresidenan Air Force One.

Dia mengatakan pernah tinggal di kota itu sebagai anak muda, "masih berupaya untuk mencari siapa saya, mencari tujuan hidup saya,," bahwa dia "menyaksikan kekuatan keyakinan a dan harga diri orang-orang dalam menghadapi kesulitan dan kehilangan".

Lebih dari 20.000 orang diperkirakan hadir dalam acara yang berlangsung di McCormick Place, yang merupakan pusat konferensi yang terbesar di Amerika Utara dan merupakan lokasi pidato Obama kerika mengalahkan Mitt Romney dalam pemilu 2012 lalu.

Tiket diberikan secara gratis, tetapi dijual secara online lebih dari $1.000 atau sekitar Rp13 juta beberapa jam sebelum pidato.

Ibu negara Michelle Obama, Wakil Presiden Joe Biden dan istrinya Jill Biden hadir dalam acara tersebut. (bbcindonesia.com)

Presiden AS Barack Obama, Kamis (15/12/2016), mengatakan Amerika Serikat akan membalas aksi Rusia yang mengintervensi pemilihan presiden AS.

 

 

"Saya kira tak ada lagi keraguan saat pemerintah asing mencoba mengganggu integritas pemilihan negeri ini maka kami harus bertindak," kata Obama kepada radio NPR.

"Dan kami akan (membalas), di saat dan tempat yang kami anggap tepat," tambah Obama.

Sebelumnya, Gedung Putih secara "resmi" menuding Presiden Rusia Vladimir Putin terlibat langsung serangan siber untuk memengaruhi pilpres AS.

"Semua yang kami tahu tentang bagaimana Rusia bekerja dan bagaimanan Putin mengendalikan pemerintahannya akan memperkuat dugaan ini," tambah Rhodes.

"Sekali lagi, saat Anda berbicara soal intrusi siber yang signifikan seperti ini maka kita berbicara terkait level pemerintahan tertinggi," tambah Rhodes kepada stasiun televisi MSNBC.

"Dan pastinya, Vladimir Putin secara resmi bertanggung jawab atas tindakan pemerintah Rusia," Rhodes menegaskan.

Komentar Rhhodes ini diperkuat juru bicara Gedung Putih Josh Earnest, yang mengatakan, keputusan intelijen AS pada Oktober lalu yang menuding seorang pejabat tinggi Rusia terlibat dalam peretasan ini sudah benar.

Selain menimbulkan masalah baru dengan Rusia, tudingan Gedung Putih ini juga memicu gesekan dengan presiden terpilih Donald Trump.

"Jika Rusia, atau entitas lain, meretas (pilpres), lalu mengapa Gedung Putih menunggu begitu lama untuk bertindak? Mengapa mereka mengeluh setelah kekalahan Hillary?" ujar Trump lewat akun Twitter-nya.

Tudingan terhadap Rusia ini langsung dibantah Kremlin yang menyebutnya sebagai tuduhan tak berdasar dan tak masuk akal.

"Sebuah omong kosong tak masuk akal ini tak memiliki dasar apapun," kata juru bicara Putin, Dmitry Peskov. (kompas.com)

Page 1 of 2

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net