News

You are here:Home News DELTA FM - Relax dengan 100% Lagu Enak - Displaying items by tag: Pemerintah Indonesia

Pemerintah berjanji memberikan kepastian tentang kebijakan ekspor mineral, Rabu 11 Januari, setelah bertahun-tahun memberikan kelonggaran kepada perusahaan tambang untuk mengekspor mineral mentah.

Kebijakan tersebut akan memengaruhi perusahaan seperti PT Freeport Indonesia, yang selama ini mengekspor hasil tambang dalam bentuk konsentrat tembaga.

"Kita akan finalisasi (keputusannya) paling cepat (11/01)," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan, kepada wartawan usai rapat kabinet terbatas, Selasa (10/01).

Tanggal 11 Januari 2017 adalah hari terakhir pemerintah membolehkan perusahaan tambang melakukan ekspor mineral mentah, berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No.1/2014. Jenis mineral yang dibatasi ialah tembaga, pasir besi, bijih besi, mangan, timbal, dan seng.

Jika tidak ada revisi terhadap aturan tersebut, maka ke depannya perusahaan tambang hanya boleh mengekspor mineral yang telah melalui pengolahan dan pemurnian di dalam negeri sesuai standar yang ditetapkan Kementerian ESDM.

Selama ini, pemerintah memberikan kelonggaran ekspor dengan harapan perusahaan tambang pemegang kontrak karya dan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi bisa membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian, atau smelter.

Freeport telah berencana membangun smelter seluas 100 hektar di Gresik, Jawa Timur. Namun proyek tersebut tak kunjung selesai. Oleh karena itu mulai 12 Januari 2017, perusahaan Amerika Serikat itu seharusnya tidak dapat menjual hasil tambangnya ke luar negeri.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Pandjaitan, mengatakan pemerintah sedang mencari solusi yang terbaik dan menyiapkan jalan tengah untuk persoalan ini. Ia menekankan apapun yang akan diputuskan oleh pemerintah tidak boleh melanggar Undang-Undang (UU).

Undang-undang yang dimaksud Luhut antara lain UU No. 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, yang mewajibkan pemegang kontrak karya untuk mengolah dan memurnikan mineral di dalam negeri.

Bagaimanapun, Presiden Joko Widodo pada rapat terbatas menekankan bahwa pemanfaatan sumber daya alam harus dilakukan dengan cermat.

"Prinsip yang harus dipegang adalah bahwa sumber daya alam harus dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat dan pengelolaannya harus memperhatikan kemanfaatan, keberlanjutan, juga aspek lingkungan hidup dan yang lebih penting, keberpihakan kepada kepentingan nasional kita," kata Presiden.

Pihak Freeport telah menyatakan kepada media bahwa mereka tidak akan mengajukan rekomendasi apapun dan sepenuhnya menunggu keputusan pemerintah. (bbcindonesia.com)

Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) kembali melepas keberangkatan 265 TKI yang akan bekerja ke Jepang. Dari jumlah itu, 33 akan bekerja khusus sebagai perawat dan selebihnya 323 sebagai careworker (perawat lanjut usia).

Sebelum resmi bekerja di sejumlah rumah sakit, total ke-265 TKI tersebut akan dilatih penguasaan bahasa Jepang secara intensif selama 6 bulan di Negeri Sakura.

Kepala BNP2TKI Nusron Wahid mengatakan, keberangkatan para TKI tersebut sejalan dengan perjanjian kemitraan ekonomi (EPA) Jepang-Indonesia yang telah berlaku sejak Juli 2008. Total 1.513 perawat dan caregiver diberangkatkan ke Jepang sejak 2008.

"Kami berharap Jepang dan Indonesia bisa terus meningkatkan kerja sama semacam ini. Tidak hanya perawat dan caregiver saja, ke depan Indonesia juga bisa berpartisipasi dalam penempatan housing services yang baru dimulai di Jepang," ujar Nusron dalam keteranngannya, seperti dikutip Rabu (15/6/2016).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Jepang untuk Republik Indonesia Kozo Honsei, perwakilan Kementerian Kesehatan, dan para calon perawat serta caregiver yang akan diberangkatkan.

Dijelaskan prosedur seleksi dan pemberangkatan TKI ke Jepang terus mengalami perubahan dan perbaikan dari tahun ke tahun. Sejak  2013, para TKI diberikan pelatihan bahasa Jepang dan dilatih di sejumlah rumah sakit di Indonesia sebelum berangkat.

"Selama 6 bulan mereka dilatih di Indonesia. Di Jepang, mereka juga akan dilatih selama 6 bulan lagi untuk meningkatkan kemampuan bahasa mereka dan mulai Desember tahun ini akan bekerja magang di institusi penerima dengan target lulus ujian nasional perawat dan ujian nasional caregiver," dia menjelaskan.

Lebih jauh, Nusron menyayangkan terdapat 17 TKI yang tidak bisa diberangkatkan tahun ini karena pengalaman kerja yang tidak sesuai dengan persyaratan. Untuk menjadi perawat dan caregiver di Jepang minimal dibutuhkan dua tahun pengalaman bekerja. "Terkait ini, kami minta dukungan dari Kedubes Jepang agar para TKI ini bisa diberangkatkan," lanjut dia.

Dalam kesempatan itu, Nusron juga memberikan sejumlah usul agar rekrutmen dan pengiriman TKI ke Jepang bisa lebih mudah. Pertama, persyaratan pengalaman kerja dua tahun diubah menjadi satu tahun. Kedua, kuota TKI dari Indonesia ditingkatkan. Dan terakhir, ujian nasional bagi TKI dilakukan secara online.

"Dengan begitu, pasti akan semakin banyak tenaga kerja Indonesia yang tertarik untuk bekerja di Jepang. Apalagi ini juga sesuai dengan testimoni institusi penerima yang merasa senang dengan tenaga kerja dari Indonesia," tutur dia.

Deputi Penempatan BNP2TKI Agusdin Subiantoro mengatakan, para TKI yang diberangkatkan ke Jepang telah dilindungi sejumlah asuransi, baik itu asuransi kesehatan maupun asuransi kesehatan. Selama pelatihan di Indonesia dan di Jepang, mereka juga diberikan uang saku sebesar US$ 10 per hari.

"Ketika  lulus ujian nasional, dan resmi diterima bekerja gaji mereka bisa sampai Rp 14-Rp 18 juta. Cukup besar," kata Agusdin.

Ditambahkan Agusdin, perlindungan hukum juga akan diberikan kepada para TKI yang tersangkut masalah hukum. "Namun demikian, hingga kini belum ada satu TKI pun yang terkendala masalah hukum di Jepang," ujar dia.

Kuasa Usaha Ad Interim Kedubes Jepang Kozo Honsei menegaskan, pemerintah Jepang berkeinginan untuk terus memperdalam kerja sama pengiriman TKI ke Jepang. Mekanisme rekrutmen para TKI pun akan terus diperbaiki.

"Calon perawat dan caregiver adalah jembatan yang penting antara Jepang dan Indonesia. Mohon menjaga kesehatan dan semoga lebih sukses lagi di masa depan," kata Honsei di hadapan para TKI. (liputan6.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net