News

You are here:Home NEWS DELTA FM - 100% Lagu Enak - Displaying items by tag: Polisi


Kepolisian Inggris sudah mengumumkan nama dua dari tiga pria yang melakukan serangan teror di London, Sabtu (03/06) pekan lalu, yang menewaskan tujuh orang.

Ketiganya ditembak mati polisi setelah menabrak para pejalan kaki dengan mobil barang di London Bridge dan kemudian menikam secara serampangan di Borough Market.

Salah seorang yang berusia 27 tahun, Khuram Butt, sudah dikenal oleh aparat keamanan Inggris dan dinas intelijen MI5 namun tidak ada informasi intelijen tentang serangan tersebut.

Pria kelahiran Pakistan itu pernah tampil dalam sebuah program dokumenter TV tahun lalu tentang satu kelompok radikal Al Muhajiroun, yang mendukung para jihadis yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.

Dalam satu kesempatan di acara dokumenter itu, kelompok bersangkutan membentang bendera ISIS.

Program dokumenter yang ditayangkan Stasiun TV Channel 4 itu menayangkan para ekstrimis Islam yang memiliki kaitan dengan ulama yang dipenjara, Anjem Choudary.

Butt -yang punya sudara kandung dan menikah dengan sedikitnya seorang anak- tampak bertengkar dengan seorang polisi di jalanan dalam program TV tersebut.

Dua orang mengaku sudah memperingatkan pihak berwenang tentang Butt dalam waktu dua tahun. Seorang pria menelepon saluran khusus antiterorisme tahun 2015 dan seorang perempuan datang ke kantor polisi setempat karena khawatir Butt sedang berupaya membuat anak-anaknya menjadi radikal.

Adapun pria kedua adalah Rachid Redouane, berusia 30 tahun keturunan Maroko dan Libya. Redouane yang bekerja sebagai koki juga menggunakan nama Rachid Elkhdar dan tidak sebelumnya tidak pernah diketahui polisi.

Butt dan Redouane tinggal di Barking, London timur.

Asisten Komisioner Kepolisian Metropolitan, Mark Rowley, mengatakan penyelidikan terus berlanjut untuk mengukuhkan identitas dari kaki tangan mereka.

"Pekerjaan sedang berlangsung untuk memahami lebih banyak tentang mereka, hubungan-hubungan mereka, dan apakah mereka mendapat bantuan atau dukungan dari orang lain."

Polisi juga sudah membebaskan tanpa dakwaan 12 orang -terdiri tujuh perempuan dan lima pria- yang sempat ditangkap saat penggerebekan di Barking, London timur, pada Minggu (04/06) pagi. (bbcindonesia.com)

Kepolisian Jepang mengatakan mereka mewaspadai kemungkinan terjadinya kekerasan setelah salah satu geng penjahat pecah menjadi dua kelompok yang bermusuhan.

Sebagian anggota geng mafia Jepang, Kobe Yamaguchi-gumi, salah satu kelompok penjahat terkenal di Jepang, menyatakan keluar dan membentuk grup sempalan di prefektur Hyogo, Jepang bagian tengah. Demikian dilaporkan oleh media Jepang.

Seorang anggota geng mengatakan sebagian anggota kelompok itu tidak senang dengan cara pentolan geng menarik uang.

Kepada para wartawan, sempalan geng tersebut mengatakan kelompoknya akan diberi nama Ninkyo Daintai Yamaguchi-gumi. Meskipun tidak akan memiliki bos, geng baru ini akan diwakili oleh Yoshinori Oda, 50, seorang mantan pentolan geng lama.

Geng Kobe Yamaguchi-gumi dibentuk dua tahun lalu setelah faksi-faksi berpengaruh memisahkan diri dari kelompok utama Yamaguchi-gumi.

Dengan perpecahan terbaru itu, kepolisian menyatakan dalam keadaan siaga jika sewaktu-waktu pecah kekerasan. Kepolisian Jepang diberi wewenang tambahan untuk memburu geng-geng yang dalam bahasa setempat disebut yakuza.

Kelompok penjahat Yamaguchi-gumi merupakan sindikat kejahatan terorganisir terbesar di Jepang. Menurut kepolisian, anggota geng itu mencapai 23.000 orang.

Yakuza sudah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jepang dan secara nasional jumlah anggota berbagai kelompok itu mencapai 60.000 orang.

Geng-geng tidak digolongkan sebagai kelompok gelap, walaupun sebagian besar pemasukan mereka didapat secara gelap melalui perjudian, prostitusi, perdagangan narkoba dan belakangan dari kegiatan peretasan maya. (bbcindonesia.com)

Dua polisi Prancis berhasil 'menghidupkan kembali' seorang perempuan yang satu jam sebelumnya dinyatakan meninggal dunia oleh tenaga medis.

Perempuan tersebut ditemukan di rumahnya oleh seorang putrinya yang berusia 18 tahun dalam kondisi tak sadarkan diri akibat serangan jantung.

Tenaga medis kemudian dihubungi dan langsung meluncur ke rumah sang perempuan di Distrik 13, Kota Paris. Namun, mereka tidak bisa membangunkan perempuan berusia 49 tahun itu.

Surat kabar Le Parisien melaporkan bahwa tenaga medis menyatakan perempuan tersebut meninggal dunia pada pukul 18.10. Mereka kemudian menandatangani surat kematian yang bersangkutan.

Akan tetapi, ketika dua polisi datang satu jam kemudian untuk menuliskan laporan mengenai penyebab kematian, mereka melihat suatu kejanggalan saat selimut penutup jasad diangkat.

Menurut mereka, ada gerakan pada perut perempuan itu. Salah seorang polisi pun memeriksa nadinya dan menemukan bahwa jantungnya masih berdenyut.

Kedua polisi itu pun terkejut. Seorang dari mereka memegang tangannya dan berbincang dengannya, sedangkan seorang lainnya menelpon pemadam kebakaran dan diberi instruksi cara melakukan CPR atau resusitasi jantung paru-paru.

Setelah mencoba meresusitasi selama 30 menit, perempuan itu kembali bernapas.

Dia lalu dipindahkan ke Rumah Sakit Necker-Enfants Malades dan menjalani perawatan selama hampir satu pekan.

Yvan Assioma, sekretaris regional perhimpunan kepolisian Alliance, menyebut peristiwa itu 'kisah gila' dan 'skenario yang tak terbayangkan'.

"Rekan-rekan kami mengira mereka tampil dalam salah satu episode The Walking Dead!" selorohnya, merujuk televisi tentang zombie.

Komisaris kepolisian setempat kemudian memberikan penghargaan kepada kedua polisi itu atas tindakan mereka. (bbcindonesia.com)

ST PETERBURG - Sebuah bom yang belum meledak ditemukan di stasiun kereta bawah tanah kedua di kota St Petersburg, Rusia.

Komite anti-terorisme nasional (NAK) dalam pernyataannya menyebut petugasnya menemukan bahan peledak yang bisa dijinakkan di stasiun Vosstaniya Square.

Sebelumnya, dikabarkan 10 orang tewas, media Rusia menyebut sembilan orang tewas, akibat ledakan di stasiun bawah tanah di Kota St. Petersburg, Rusia, Senin (3/4/2017) petang waktu setempat.

Kantor berita Tass dan Interfax melaporkan ledakan terjadi di wilayah Sennaya Ploschad, dekat dengan stasiun Tekhnologichesky Institut yang berada di pusat kota.

Gambar-gambar yang bertebaran di media sosial menggambarkan sebuah kereta di Stasiun Sennaya dengan pintu-pintu yang lepas, dan sejumlah korban berserakan di sekitarnya.

Presiden Vladimir Putin, yang sedang berada di kota itu mengatakan, semua penyebab ledakan, termasuk kemungkinan serangan teror kini masih dalam penyelidikan. 

Interfax pun menyebutkan, setidaknya 20 orang terluka dalam peristiwa ini. Salah satu ledakan diketahui menggunakan peledak yang diisi dengan pelor. 

Tekhnologichesky Institut melayani jaringan kereta satu dan dua, dan pertama kali dibuka pada tahun 1955, dan kedua pada tahun 1961. 

Sementara, Sennaya Ploschad -stasiun berikutnya di jalur dua, dibuka dua tahun kemudian pada tahun 1963. 

Akibat insiden ini, seperti dilaporkan Associated Press, layanan kereta di wilayah utara Rusia untuk sementara ditutup. (kompas.com)

Page 1 of 5

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net