News

You are here:Home NEWS DELTA FM - 100% Lagu Enak - Displaying items by tag: Polisi


Mantan pemain Barcelona, Fabio Rochemback dilaporkan harus berurusan dengan pihak kepolisian di Brasil. Rochemback tercyduk polisi lantaran terlibat dalam aktifitas sabung ayam. Ini adalah kali kedua Rochemback tercyduk polisi.

Rochemback adalah mantan pemain sepakbola asal Brasil. Ia pernah membela tim Samba pada tujuh pertandingan internasional. Pada tahun 2000, ia memulai karir di klub Eropa, dan memutuskan pindah dari klub Internacional.

Tak tangung-tanggung, klub pertama di Eropa yang dibela oleh Rochemback yakni Barcelona. Rochemback menjadi pemain Barca hingga tahun 2005, tapi sempat dipinjamkan ke Sporting Lisbon sejak tahun 2013.

Setelah pindah dari Barca, Rochemback bermain untuk Middlesbrough, Gremio dan Dalian Aerbin.

Menurut Globoesporte, Rochemback ditangkap di kota Palmer das Missoes dan harus menanggapi tuduhan 'kejahatan lingkungan'. Sabung ayam memang termasuk kegiatan ilegal di wilayah tersebut.

Dalam penggerebekan lokasi sabung ayam, pihak kepolisian mengamankan 89 ayam jantan yang dijadikan subyek pertarungan. Polisi juga menyita senapan angin dan uang taruhan yang bernilai 26 ribu euro. Penggerebekan ini dilakukan atas laporan dari warga.

Bagi Rochemback, ini bukan kali pertama ia harus berurusan dengan polisi lantaran kasus sabung ayam. Pada tahun 2011 lalu, polisi juga mencyduk Rochemback karena kepemilikan ayam petarung dirumahnya di kota Soledad, Brasil. (bola.net)

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menangkap pelaku penjualan data nasabah melalui internet berinisial C (27). Data tersebut dijual C secara paket, mulai dari Rp350 ribu hingga jutaan rupiah.

Untuk data 1.000 nasabah, misalnya, dia jual dengan harga RP350 ribu sedangkan data 100.000 nasabah dijual senilai Rp1,1 juta.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Brigadir Jenderal Agung Setya mengatakan, penangkapan C dilakukan setelah polisi menerima laporan dari masyarakat terkait keresahan penawaran pembuatan kartu kredit atau asuransi melalui telepon. Padahal, kata Agung, pemilik nomor telepon tidak pernah memberikan nomornya kepada pihak-pihak itu.

"Subdirektorat Tindak Pidana Pencucian Dittipideksus Bareskrim menangkap C. Tersangka ditangkap karena diduga terlibat dalam jaringan penjualan data nasabah," kata Agung dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (23/8).

Agung tidak menjelaskan lokasi penangkapan C. Dia hanya mengatakan, pelaku ditangkap Sabtu (12/8).

Menurutnya, berdasarkan hasil penyidikan sementara, tersangka mengumpulkan data nasabah dari bagian pemasaran sejumlah bank sejak 2010.

Kemudian, lanjutnya, tersangka mulai mengiklankan penjualan data nasabah yang dimiliki sejak 2014, melalui sejumlah situs serta akun media sosial dan situs jual beli online.

"Pembeli yang tertarik akan menghubungi nomor telepon yang tertera pada situs atau akun tersangka, kemudian dilakukan proses transaksi," katanya.

Menurutnya, pembeli akan diminta untuk mengirimkan sejumlah uang ke rekening tersangka setelah terjalin kesepakatan.

"Tersangka memberikan link (tautan) untuk mengunduh file database nasabah yang telah tersangka simpan dalam cloud storage," ujar jenderal polisi bintang satu itu.

Menurut Agung, tersangka menggunakan uang hasil penjualan data nasabah untuk keperluan pribadi.

Dia menuturkan, penyidik menyita sejumlah barang bukti antara lain empat unit telepon genggam, bukti transfer bank, satu buah buku tabungan, satu buah kartu debit, dan sejumlah bukti pengiriman barang.

Penyidik menjerat tersangka dengan Pasal 47 ayat (2) jo Pasal 40 Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan dan atau Pasal 48 juncto Pasal 32 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau PAsal 378 KUHP dan atau Pasal 379a KUHP dan atau Pasal 3 dan atau Pasal 4 dan atau Pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara. (cnnindonesia.com)

Kepolisian Inggris sudah mengumumkan nama dua dari tiga pria yang melakukan serangan teror di London, Sabtu (03/06) pekan lalu, yang menewaskan tujuh orang.

Ketiganya ditembak mati polisi setelah menabrak para pejalan kaki dengan mobil barang di London Bridge dan kemudian menikam secara serampangan di Borough Market.

Salah seorang yang berusia 27 tahun, Khuram Butt, sudah dikenal oleh aparat keamanan Inggris dan dinas intelijen MI5 namun tidak ada informasi intelijen tentang serangan tersebut.

Pria kelahiran Pakistan itu pernah tampil dalam sebuah program dokumenter TV tahun lalu tentang satu kelompok radikal Al Muhajiroun, yang mendukung para jihadis yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.

Dalam satu kesempatan di acara dokumenter itu, kelompok bersangkutan membentang bendera ISIS.

Program dokumenter yang ditayangkan Stasiun TV Channel 4 itu menayangkan para ekstrimis Islam yang memiliki kaitan dengan ulama yang dipenjara, Anjem Choudary.

Butt -yang punya sudara kandung dan menikah dengan sedikitnya seorang anak- tampak bertengkar dengan seorang polisi di jalanan dalam program TV tersebut.

Dua orang mengaku sudah memperingatkan pihak berwenang tentang Butt dalam waktu dua tahun. Seorang pria menelepon saluran khusus antiterorisme tahun 2015 dan seorang perempuan datang ke kantor polisi setempat karena khawatir Butt sedang berupaya membuat anak-anaknya menjadi radikal.

Adapun pria kedua adalah Rachid Redouane, berusia 30 tahun keturunan Maroko dan Libya. Redouane yang bekerja sebagai koki juga menggunakan nama Rachid Elkhdar dan tidak sebelumnya tidak pernah diketahui polisi.

Butt dan Redouane tinggal di Barking, London timur.

Asisten Komisioner Kepolisian Metropolitan, Mark Rowley, mengatakan penyelidikan terus berlanjut untuk mengukuhkan identitas dari kaki tangan mereka.

"Pekerjaan sedang berlangsung untuk memahami lebih banyak tentang mereka, hubungan-hubungan mereka, dan apakah mereka mendapat bantuan atau dukungan dari orang lain."

Polisi juga sudah membebaskan tanpa dakwaan 12 orang -terdiri tujuh perempuan dan lima pria- yang sempat ditangkap saat penggerebekan di Barking, London timur, pada Minggu (04/06) pagi. (bbcindonesia.com)

Kepolisian Jepang mengatakan mereka mewaspadai kemungkinan terjadinya kekerasan setelah salah satu geng penjahat pecah menjadi dua kelompok yang bermusuhan.

Sebagian anggota geng mafia Jepang, Kobe Yamaguchi-gumi, salah satu kelompok penjahat terkenal di Jepang, menyatakan keluar dan membentuk grup sempalan di prefektur Hyogo, Jepang bagian tengah. Demikian dilaporkan oleh media Jepang.

Seorang anggota geng mengatakan sebagian anggota kelompok itu tidak senang dengan cara pentolan geng menarik uang.

Kepada para wartawan, sempalan geng tersebut mengatakan kelompoknya akan diberi nama Ninkyo Daintai Yamaguchi-gumi. Meskipun tidak akan memiliki bos, geng baru ini akan diwakili oleh Yoshinori Oda, 50, seorang mantan pentolan geng lama.

Geng Kobe Yamaguchi-gumi dibentuk dua tahun lalu setelah faksi-faksi berpengaruh memisahkan diri dari kelompok utama Yamaguchi-gumi.

Dengan perpecahan terbaru itu, kepolisian menyatakan dalam keadaan siaga jika sewaktu-waktu pecah kekerasan. Kepolisian Jepang diberi wewenang tambahan untuk memburu geng-geng yang dalam bahasa setempat disebut yakuza.

Kelompok penjahat Yamaguchi-gumi merupakan sindikat kejahatan terorganisir terbesar di Jepang. Menurut kepolisian, anggota geng itu mencapai 23.000 orang.

Yakuza sudah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jepang dan secara nasional jumlah anggota berbagai kelompok itu mencapai 60.000 orang.

Geng-geng tidak digolongkan sebagai kelompok gelap, walaupun sebagian besar pemasukan mereka didapat secara gelap melalui perjudian, prostitusi, perdagangan narkoba dan belakangan dari kegiatan peretasan maya. (bbcindonesia.com)

Page 1 of 5

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM