News

You are here:Home News DELTA FM - Relax dengan 100% Lagu Enak - Displaying items by tag: Polisi

Polda Metro Jaya telah menerima pemberitahuan perihal aksi demo Bela Rakyat 121 yang akan digelar hari ini, Kamis (12/1/2017).

 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan massa pengunjuk rasa berasal dari kalangan mahasiswa yang mencapai 1.000 orang.

"Massa sekitar 1.000 orang," ujar Argo ketika dikonfirmasi, Kamis.

Mereka rencananya akan bergerak menuju Bundaran HI, dari masing-masing kampus, lalu mengutarakan aspirasinya di depan Istana Negara. Argo mengimbau agar para pengunjuk rasa tetap tertib dan tidak mengganggu pengguna jalan.

Massa dibatasi berunjuk rasa hingga pukul 18.00 WIB. Personel kepolisian rencananya akan mengawal aksi agar tetap kondusif.

"Personel yang dilibatkan disesuaikan dengan kondisi massa di lapangan. Semoga kondusif ya," ujarnya.

Aksi Bela Rakyat 121 ini direncanakan digelar serentak seluruh Indonesia. Mereka memprotes sejumlah kenaikan harga yang terjadi di awal 2017 seperti cabai, sayur, tarif dasar listrik (TDL), STNK, dan BPKB. (kompas.com)

Kepolisian di Brasil bagian utara kini mengejar puluhan narapidana yang melarikan diri usai insiden kerusuhan di kompleks penjara sehingga menyebabkan 56 orang meninggal dunia.

Aparat Brasil mengklaim telah berhasil menangkap 40 dari 87 narapidana yang kabur di kawasan Manaus, Negara Bagian Amazonas. Mereka diduga memanfaatkan keadaan ketika kerusuhan berlangsung.

Dalam insiden tersebut, sebanyak enam jenazah tanpa kepala dilemparkan ke pagar batas penjara. Kericuhan yang dimulai pada Minggu (01/01) itu baru berakhir 17 jam kemudian manakala para narapidana menyerahkan senjata mereka dan membebaskan 12 sipir yang dijadikan sandera.

Kini, para keluarga narapidana yang tewas berkumpul di luar kamar jenazah untuk mengidentifikasi korban.

Pejabat pemerintah Brasil mengatakan aksi kekerasan di Penjara Anisio Jobim dipicu oleh perkelahian antargeng yang memperebutkan kendali di penjara dan perdagangan narkoba.

"Inilah bab terbaru dalam perang keji dan tersembunyi dari penyelundupan narkoba," kata Menteri Keamanan Publik, Sergio Fontes.

Brasil memiliki populasi narapidana di penjara yang terbesar keempat di dunia, dengan mencakup 600.000 tahanan. Namun, kondisi ini tidak disokong dengan infrastruktur memadai.

Kapasitas Penjara Anisio Jobim, misalnya, hanya untuk 454 narapidana. Pada kenyataannya, penjara ini dihuni 1.224 napi.

Kericuhan penjara terbesar di Brasil terjadi pada 1992 tatkala 111 narapidana dibunuh di Penjara Carandiru, São Paulo. Sebagian besar napi tewas akibat aksi polisi yang berupaya menguasai kembali penjara tersebut. (bbcindonesia.com)

Mulai Jumat (16/12/2016), polisi akan memberlakukan sistem tilang online atau e-tilang. Proses penilangan yang dulunya rumit dan menyita banyak waktu lewat persidangan, kini tidak akan ada lagi.

 

 

Seperti apa proses e-tilang?

Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto, menjelaskan alih-alih ditilang menggunakan blanko/surat tilang, pengendara yang melanggar akan dicatat melalui aplikasi yang dimiliki personel kepolisian.

Setelah terekam, pengendara dalam waktu singkat akan mendapat notifikasi berupa kode yang isinya persis seperti surat tilang, disertai kode untuk melakukan pembayaran denda melalui BRI.

"E-tilang memberikan suatu kesempatan kepada pelanggar untuk menitipkan denda langsung ke bank dengan fasilitas yang dia miliki, mungkin dengan e-banking, ATM, atau datang sendiri ke teller," kata Budiyanto kepada Kompas.com, Rabu (14/12/2016).

Pengendara diwajibkan untuk membayar denda maksimal sesuai pasal yang dilanggar. Jika sudah lunas, petugas yang menilang akan menerima notifikasi juga di ponselnya. Pelanggar bisa menebus surat yang disitanya langsung dengan cukup menyerahkan tanda bukti bayar, maupun mengambilnya di tempat yang disebut dalam notifikasi.

Untuk tilang yang saat ini kita kenal dengan slip merah yang pelanggarnya ingin mengikuti sidang, prosesnya juga sama.

Aplikasi e-tilang terintegrasi dengan pengadilan dan kejaksaan. Hakim akan memberi putusan, dan jaksa akan mengeksekusi putusan itu, biasanya dalam waktu seminggu hingga dua minggu.

"Kalau sidang, hakim kan biasanya menetapkan denda jauh lebih rendah dari denda maksimum, nah nanti sisa pembayaran kita akan ditransfer kembali, atau diminta mengambilnya lewat kejaksaan bagi yang tidak memiliki fasilitas pembayaran," kata Budiyanto.

Kata Budiyanto, untuk saat ini e-tilang masih memiliki keterbatasan. Mulai besok, aplikasi baru bisa melayani slip tilang biru. Tilang biru yang selama ini bisa dilakukan dengan menitipkan uang tunai ke petugas, kini memimalisir terjadinya pungutan liar karena tak ada transaksi tunai antara pelanggar dengan petugas.

 

 

Dengan berjalannya waktu, tilang merah dipastikan dapat dilayani dengan aplikasi ini sehingga tidak akan ada lagi sidang tilang. Fasilitas pembayaran melalui bank lainnya juga rencananya akan ditambah untuk memudahkan pembayaran.

"Pak Presiden menekankan reformasi hukum karena selama ini penegakan terkesan lamban, kurang transparan, birokratis, kemudian masih ada penyimpangan, semoga dengan adanya ini bisa meningkatkan pelayanan bagi masyarakat yang transparan, akuntabel, modern, dan terpercaya," kata Budiyanto. (kompas.com)

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, polisi saat ini telah menetapkan lima tersangka dalam kasus pengeboman gereja Oikumene Sengkotek di Samarinda.

 

 

Selain Juhanda (32) sebagai pelaku pelemparan bom molotov, ada empat tersangka lain yang dianggap terlibat dalam aksi tersebut.

"Informasi terakhir, lima termasuk Juhanda, itu sudah positif tersangka," ujar Boy di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Kamis (17/11/2016).

Boy mengatakan, dalam kasus ini, mulanya polisi mengamankan 21 orang selain Juhanda yang diduga terkait dalam peledakan bom. Namun, baru empat di antaranya yang punya bukti kuat.

Menurut dia, masih ada sisa waktu beberapa hari lagi sebelum batas akhir waktu pemeriksaan untuk menetapkan tersangka lain.

Boy menjelaskan, motif para pelaku melakukan aksi tersebut yakni sengaja meneror keamanan masyarakat.

"Ada orang-orang atau pihak tertentu yang menginginkan adanya semacam ketidaknyamanan dalam masyarakat," kata Boy.

Polisi tak ingin kecolongan lagi. Oleh karena itu, tindakan preventif semakin ketat dilakukan. Ia meminta masyarakat lebih waspada dengan gerakan kelompok radikal.

Jika menemukan orang yang mencurigakan, Boy meminta masyarakat tak segan-segan melaporkannya ke petugas kepolisian setempat.

"Kalau ancaman-ancaman yang menganggu masyarakat satu per satu semua diupayakan dan dibereskan oleh pihak kepolisian," kata Boy.

Para tersangka kini ditahan di rumah tahanan Polresta Samarinda Ledakan terjadi di Gereja Oikumene Sengkotek Samarinda, Minggu (13/11/2016) pukul 10.10 Wita.

 

 

Juhanda langsung diamankan dan dibawa ke Mapolresta Samarinda untuk dilakukan pemeriksaan.

Akibat kejadian ini, empat anak kecil mengalami luka bakar, salah satunya kemudian tewas. Mereka berada di area parkir sepeda motor saat bom molotov dilempar ke area parkir itu. (kompas.com)

Page 1 of 3

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net