News

You are here:Home NEWS DELTA FM - 100% Lagu Enak - Displaying items by tag: Polisi

Kepolisian Jepang mengatakan mereka mewaspadai kemungkinan terjadinya kekerasan setelah salah satu geng penjahat pecah menjadi dua kelompok yang bermusuhan.

Sebagian anggota geng mafia Jepang, Kobe Yamaguchi-gumi, salah satu kelompok penjahat terkenal di Jepang, menyatakan keluar dan membentuk grup sempalan di prefektur Hyogo, Jepang bagian tengah. Demikian dilaporkan oleh media Jepang.

Seorang anggota geng mengatakan sebagian anggota kelompok itu tidak senang dengan cara pentolan geng menarik uang.

Kepada para wartawan, sempalan geng tersebut mengatakan kelompoknya akan diberi nama Ninkyo Daintai Yamaguchi-gumi. Meskipun tidak akan memiliki bos, geng baru ini akan diwakili oleh Yoshinori Oda, 50, seorang mantan pentolan geng lama.

Geng Kobe Yamaguchi-gumi dibentuk dua tahun lalu setelah faksi-faksi berpengaruh memisahkan diri dari kelompok utama Yamaguchi-gumi.

Dengan perpecahan terbaru itu, kepolisian menyatakan dalam keadaan siaga jika sewaktu-waktu pecah kekerasan. Kepolisian Jepang diberi wewenang tambahan untuk memburu geng-geng yang dalam bahasa setempat disebut yakuza.

Kelompok penjahat Yamaguchi-gumi merupakan sindikat kejahatan terorganisir terbesar di Jepang. Menurut kepolisian, anggota geng itu mencapai 23.000 orang.

Yakuza sudah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jepang dan secara nasional jumlah anggota berbagai kelompok itu mencapai 60.000 orang.

Geng-geng tidak digolongkan sebagai kelompok gelap, walaupun sebagian besar pemasukan mereka didapat secara gelap melalui perjudian, prostitusi, perdagangan narkoba dan belakangan dari kegiatan peretasan maya. (bbcindonesia.com)

Dua polisi Prancis berhasil 'menghidupkan kembali' seorang perempuan yang satu jam sebelumnya dinyatakan meninggal dunia oleh tenaga medis.

Perempuan tersebut ditemukan di rumahnya oleh seorang putrinya yang berusia 18 tahun dalam kondisi tak sadarkan diri akibat serangan jantung.

Tenaga medis kemudian dihubungi dan langsung meluncur ke rumah sang perempuan di Distrik 13, Kota Paris. Namun, mereka tidak bisa membangunkan perempuan berusia 49 tahun itu.

Surat kabar Le Parisien melaporkan bahwa tenaga medis menyatakan perempuan tersebut meninggal dunia pada pukul 18.10. Mereka kemudian menandatangani surat kematian yang bersangkutan.

Akan tetapi, ketika dua polisi datang satu jam kemudian untuk menuliskan laporan mengenai penyebab kematian, mereka melihat suatu kejanggalan saat selimut penutup jasad diangkat.

Menurut mereka, ada gerakan pada perut perempuan itu. Salah seorang polisi pun memeriksa nadinya dan menemukan bahwa jantungnya masih berdenyut.

Kedua polisi itu pun terkejut. Seorang dari mereka memegang tangannya dan berbincang dengannya, sedangkan seorang lainnya menelpon pemadam kebakaran dan diberi instruksi cara melakukan CPR atau resusitasi jantung paru-paru.

Setelah mencoba meresusitasi selama 30 menit, perempuan itu kembali bernapas.

Dia lalu dipindahkan ke Rumah Sakit Necker-Enfants Malades dan menjalani perawatan selama hampir satu pekan.

Yvan Assioma, sekretaris regional perhimpunan kepolisian Alliance, menyebut peristiwa itu 'kisah gila' dan 'skenario yang tak terbayangkan'.

"Rekan-rekan kami mengira mereka tampil dalam salah satu episode The Walking Dead!" selorohnya, merujuk televisi tentang zombie.

Komisaris kepolisian setempat kemudian memberikan penghargaan kepada kedua polisi itu atas tindakan mereka. (bbcindonesia.com)

ST PETERBURG - Sebuah bom yang belum meledak ditemukan di stasiun kereta bawah tanah kedua di kota St Petersburg, Rusia.

Komite anti-terorisme nasional (NAK) dalam pernyataannya menyebut petugasnya menemukan bahan peledak yang bisa dijinakkan di stasiun Vosstaniya Square.

Sebelumnya, dikabarkan 10 orang tewas, media Rusia menyebut sembilan orang tewas, akibat ledakan di stasiun bawah tanah di Kota St. Petersburg, Rusia, Senin (3/4/2017) petang waktu setempat.

Kantor berita Tass dan Interfax melaporkan ledakan terjadi di wilayah Sennaya Ploschad, dekat dengan stasiun Tekhnologichesky Institut yang berada di pusat kota.

Gambar-gambar yang bertebaran di media sosial menggambarkan sebuah kereta di Stasiun Sennaya dengan pintu-pintu yang lepas, dan sejumlah korban berserakan di sekitarnya.

Presiden Vladimir Putin, yang sedang berada di kota itu mengatakan, semua penyebab ledakan, termasuk kemungkinan serangan teror kini masih dalam penyelidikan. 

Interfax pun menyebutkan, setidaknya 20 orang terluka dalam peristiwa ini. Salah satu ledakan diketahui menggunakan peledak yang diisi dengan pelor. 

Tekhnologichesky Institut melayani jaringan kereta satu dan dua, dan pertama kali dibuka pada tahun 1955, dan kedua pada tahun 1961. 

Sementara, Sennaya Ploschad -stasiun berikutnya di jalur dua, dibuka dua tahun kemudian pada tahun 1963. 

Akibat insiden ini, seperti dilaporkan Associated Press, layanan kereta di wilayah utara Rusia untuk sementara ditutup. (kompas.com)

Bentrokan terjadi antara pemrotes Israel dan polisi yang berupaya mengevakuasi permukiman yang tidak sah di wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel.

Mahkamah Agung Israel telah memerintahkan bahwa Amona harus dihancurkan karena dibangun di atas tanah milik pribadi warga Palestina.

Ratusan orang aktivis melempar batu batu pada polisi dan melakukan perlawanan ketika polisi ingin melaksanakan perintah pengadilan. Sejumlah orang aktivis dan polisi dilaporkan mengalami cedera.

Penggusuran yang dimulai pada Rabu dan masih berlanjut sampai malam.

Amona berlokasi di atas bukit dekat dengan permukiman Ora, yang terletak di bagian timur laut Ramallah, dibangun pada 1996 di atas lahan yang terdaftar sebagai milik pribadi warga Palestina.

Pada 2006, menyusul keputusan Mahkamah Agung Israel, sembilan bangunan permanen yang berada di lokasi itu dihancurkan. Tindakan itu menimbulkan bentrokan antara pasukan keamanan dan warga.

Pada Desember 2014, pengadilan memerintahkan pemerintah Israel untuk sepenuhnya memindahkan warga Amona dalam waktu dua tahun. Tetapi batas waktu itu diperpanjang sampai 8 Februari.

Wartawan BBC Yolande Knell, yang berada di lokasi, mengatakan sekitar 50 atau lebih keluarga Israel yang telah tinggal di sana masih bertahan kerika rumah mereka dihancurkan pada Rabu (01/02).

"Kami tidak ingin meninggalkan rumah milik kami sendiri. Tarik kami keluar, dan kami akan pergi." kata seorang warga seperti dikutip dari Kantor Berita Reuters. "Ini merupakan hari yang kelam bagi Zionisme."

Pemukim didukung oleh ratusan orang, yang sebagian besar bentrok dengan polisi yang menjalankan perintah Mahkamah Agung.

Tujuh orang pemrotes ditahan. Dua puluh empat polisi dan 18 warga sipil terluka, tambah polisi, tetapi tidak ada yang mengalami luka serius.

Beberapa jam sebelumnya, pemerintah Israel menyetujui rencana untuk membangun 3.000 rumah baru di permukiman di Tepi Barat. Pengumuman sejenis ini merupakan yang ketiga sejak Donald Trump dilantik sebagai Presiden AS 12 hari yang lalu, yang mengisyaratkan dia akan lebih simpati terhadap pembangunan permukiman dibandingkan dengan pendahulunya.

Seorang pejabat Palestina, Hanan Ashrawi, mengecam persetujuan terakhir dan memperingatkan bahwa peluang untuk perdamaian telah dihancurkan.

Lebih dari 600.000 orang Yahudi tinggal di 140 permukiman yang dibangun sejak pendudukan Israel pada 1967 di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Permukiman itu dianggap ilegal dalam hukum internasional, meski Israel membantahnya.

Lebih dari 95 permukiman yang dibangun tanpa persetujuan resmi dari pemerintah Israel - di wilayah Tepi Barat. (bbcindonesia.com)

Page 1 of 4

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net