News

You are here:Home NEWS DELTA FM - 100% Lagu Enak - Displaying items by tag: Rusia


Cina dan Rusia bergabung dengan para anggota Dewan Keamanan PBB lain yang dengan suara bulat memberlakukan sanksi baru terhadap Korea Utara untuk uji coba nuklir keenam dan terbesarnya.
Pemungutan suara DK PBB menghasilkan keputusan dengan dukungan 15-0 terhadap resolusi sanksi rancangan AS yang melarang ekspor batubara, timbal dan makanan laut.
Pyongyang mengaku telah mengembangkan bom hidrogen dan terus mengancam untuk menyerang AS.

Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut bahwa sanksi baru bagi Korea Utara akan percuma saja, karena menurutnya rakyat Korut akan lebih suka makan rumput ketimbang menghentikan program nuklir.
Sanksi baru ini disepakati pada hari Senin setelah AS menghapus beberapa ketentuan ketat yang diumumkannya pekan lalu, antara lain embargo minyak menyeluruh dan langkah-langkah untuk membekukan aset pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Langkah-langkah tersebut, antara lain larangan ekspor tekstil, dimaksudkan untuk menghentikan kemampuan Pyongyang dalam mendanai dan bahan bakar program nuklirnya.
Ini merupakan resolusi kesembilan sejak 2006 yang secara bulat disahkan oleh PBB.
Utusan Cina untuk PBB, Liu Jieyi, mendesak Korea Utara untuk 'menanggapi dengan serius' resolusi terbaru ini dan meminta semua pihak untuk tetap 'berkepala dingin.'

Sementara itu, duta besar Rusia untuk PBB, Vasily Nebenzya, mengatakan bahwa merupakan 'sebuah kesalahan besar meremehkan' sebuah prakarsa yang diajukan oleh Cina dan Rusia.
Kedua negara telah mengusulkan penghentian sementara pengujian rudal nuklir dan balistik Pyongyang dan latihan militer AS dan Korea Selatan di wilayah tersebut.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah memperingatkan bahwa AS dapat melarang perdagangan dengan negara-negara yang melakukan bisnis dengan Korea Utara.
Pada bulan Agustus, sebuah babak baru sanksi AS melarang berbagai ekspor, termasuk batu bara, yang diperkirakan membuat Korea Utara kehilangan sekitar $1 miliar (sekitar Rp13 triliun) - yang merupakan sekitar sepertiga dari seluruh pendapatan ekspornya. (bbcindonesia.com)

Saat ini nilai total perdagangan Indonesia Rusia tercatat sebesar US$2,11 miliar. Jumlah itu ditargetkan mencapai US$5 miliar atau sekitar Rp66 triliun pada 2020 mendatang.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita kepada wartawan pada Kamis (10/08) setelah kembali dari kunjungan kerja di Rusia.
Salah satu komoditas yang akan digenjot oleh Kemendag adalah minyak sawit, yang regulasinya lebih longgar dibandingkan Uni Eropa.

Sanksi ekonomi AS 'mempercepat' ekspansi
Menteri Enggartiasto mengatakan kerja sama dengan Rusia telah ditargetkan lama oleh pemerintahan Presiden Jokowi sebagai upaya mencari pasar baru.
Namun, sanksi ekonomi AS terhadap Rusia, menurutnya, 'akan mempercepat, tapi tanpa itu pun akan jadi prioritas'.
"Di tengah kondisi dimusuhi, Iran misalnya, itu responsnya bagus sekali dan peningkatannya pasti jauh lebih tajam," papar Enggartiasto.

Namun pengamat perdagangan internasional dari INDEF, Sugiyono, mengatakan hal itu akan lebih menguntungkan pihak Rusia dibandingkan Indonesia.
"Sangat membantu Rusia tapi belum tentu hal itu ekonomis untuk kita karena biasanya produk yang dipertukarkan dari sini maupun dari sini di tempat yang jauh itu ada biaya logistiknya. Itu harus dihitung, itu ekonomis atau tidak," kata Sugiyono.
Peneliti INDEF itu juga mempertanyakan optimisme Enggartiasto akan target volume perdagangan dengan Rusia.
"Masalahnya Kementerian Perdagangan sering kali membuat program yang optimistis. Secara umum, bagi kedua negara mendapat manfaat. Tapi rinciannya kepada produsen paling awal itu harus dijelaskan, termasuk juga komoditinya dari Rusia itu apa saja," kata Sugiyono merujuk kesepakatan barter komoditas pertanian Indonesia dengan pesawat tempur Sukhoi buatan Rusia baru-baru ini.
Pasar baru yang menjadi prioritas pemerintah saat ini adalah negara-negara besar Afrika, Timur Tengah, Eurasia dan Asia Selatan, seperti Pakistan, Bangladesh dan India.
Negara-negara ini menjadi prioritas karena jumlah populasi yang cukup besar, di atas 60 juta jiwa sehingga menjadi pasar yang potensial.
Dampak hubungan kepala negara
Menteri Enggartiasto juga mengatakan bahwa minat investasi pengusaha Rusia di Indonesia sangat tinggi.
"Investasi di bidang energi, infrastruktur, mereka sangat tertarik dan pengolahan mineral. Dan jumlahnya cukup signifikan untuk investasi," kata Enggartiasto.

Hal ini, menurutnya, karena pemerintah Rusia menyokong para pengusaha untuk berinvestasi di Indonesia.
"Kepercayaan itu kelihatan sekali dengan disampaikan 'kita lihat pemerintah sekarang dan hubungan antara Bapak Jokowi dengan Presiden kami, Putin, juga baik sehingga kami pasti akan menindaklanjuti.' Dan mereka sangat melihat itu, bagaimana hubungan kepala negara memberi dampak ke bawah."
Bagaimanapun, realisasi peningkatan perdagangan dan investasi itu masih harus ditunggu mengingat saat ini volume perdagangan baru mencapai US$2,11 miliar, suatu volume perdagangan yang dianggap terlalu kecil untuk dua negara besar seperti Indonesia dan Rusia. (bbcindonesia.com)

Pemerintah Indonesia mendapat kesepakatan perdagangan dari pemerintah Rusia berupa pertukaran hasil perkebunan Indonesia dengan 11 pesawat tempur jenis Sukhoi SU-35 yang diproduksi Rusia.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menjelaskan, kesepakatan tersebut tertuang dalam penandatangan nota kesepahaman (Memorandum of Understandings/MoU) antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia, yaitu PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) atau PII dengan BUMN Rusia, Rostec pada lawatan Indonesia ke Rusia pada Kamis kemarin (3/8).

"Diharapkan dapat segera direalisasikan melalui pertukaran 11 Sukhoi SU-35 dengan sejumlah produk ekspor Indonesia, mulai dari kopi, teh, minyak kelapa sawit, dan produk industri strategis pertahanan," ucap Enggar dalam keterangan tertulis, Jumat (4/8).

Menurut Enggar, Indonesia perlu melakukan pertukaran ini agar volume ekspor hasil perkebunan Indonesia kian meningkat dan penetrasi pasar bertambah luas. Di sisi lain, untuk pertukaran dengan pesawat Sukhoi, Indonesia memang membutuhkan untuk menggantikan armada F-5 Indonesia yang sudah usang.

Bersamaan dengan kesepakatan ini, Enggar berharap Indonesia-Rusia mampu memperluas kerja sama perdagangan ke hasil produksi sektor lain, sehingga lebih banyak produk Indonesia yang dapat dikenalkan ke Rusia dan sebaliknya.

Adapun kesempatan Indonesia memperbesar penetrasi pasar di Rusia, dilihat Enggar memang sangat besar. Sebab, Indonesia memiliki keuntungan lebih dari embargo perdagangan yang tengah dihadapi Rusia dari negara-negara, seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, dan beberapa negara pengikutnya.

Embargo tersebut dilakukan negara-negara itu karena berkaitan dengan isu keamanan dan teritorial. Di sisi lain, Rusia, sambung Enggar, turut melakukan mengenakan sanksi pembatasan impor dari negara-negara tersebut sebagai tindak lanjut embargo yang dikenakan kepada Rusia.

Sehingga, untuk memenuhi kebutuhan pangannya, seperti buah-buahan tropis dan produk esensial lainnya, Rusia mengambil impor dari negara lain, seperti Indonesia.

"Ini peluang yang tidak boleh hilang dari genggaman kita. Potensi hubungan ekonomi yang memanfaatkan situasi embargo dan kontra embargo ini melampaui isu-isu perdagangan dan investasi," terang Enggar.

Selain itu, di luar sektor perdagangan, potensi kerja sama kedua negara dapat pula terjadi di bidang pariwisata, pertukaran pelajar, pengembangan teknologi, sektor energi, kedirgantaraan, dan lainnya.

Kementerian Perdagangan sendiri mencatat, Indonesia mengalami surplus perdagangan dengan Rusia sejak 2015 lalu, dengan nilai sebesar US$1,1 juta dan kemudian meningkat menjadi US$411 juta di 2016. Sementara, di tahun sebelumnya, Indonesia masih mengalami defisit perdagangan sekitar US$1,6 miliar di 2012. (cnnindonesia.com)

Senat Amerika Serikat sepakat menjatuhkan rangkaian sanksi terhadap Rusia, Iran, dan Korut, walaupun Gedung Putih menolak.
Melalui pemungutan suara, dengan 98 anggota sepakat dan dua menentang, Senat AS resmi menyetujui rangkaian sanksi ekonomi tersebut.

Persetujuan ini sejalan dengan sikap Dewan Perwakilan Rakyat yang telah memberikan lampu hijau awal pekan ini, juga dengan suara mayoritas.
Menurut politisi Partai Republik, Paul Ryan, sanksi-sanksi tersebut "mengencangkan baut musuh-musuh kita yang paling berbahaya demi membuat warga Amerika tetap aman."
Kini, setelah Senat dan DPR meloloskan rangkaian sanksi, Presiden Donald Trump tinggal membubuhkan tanda tangannya agar berbagai sanksi itu bisa diterapkan.
Namun, lantaran Trump punya hubungan dekat dengan Rusia, dia memiliki kewenangan untuk memveto sanksi-sanksi tersebut.
"Dia bisa menandatangani sanksi-sanksi itu sebagaimana adanya atau dia bisa memveto sanksi-sanksi dan menegosiasikan kesepakatan yang lebih keras rterhadap Rusia," kata direktur komunikasi Gedung Putih, Anthony Scaramucci, kepada CNN.
Jika Trump mengeluarkan veto, diperlukan dua-pertiga suara Senat dan DPR guna menolaknya.
Sanksi ekonomi
Rangkaian sanksi terhadap Rusia dirancang sewaktu Barack Obama masih menjabat presiden AS. Kala itu, sanksi-sanksi tersebut didesain sebagai hukuman atas aksi Rusia menganeksasi Krimea dari Ukraina pada 2014.
Wujud sanksi beragam, antara lain pembekuan aset sejumlah petinggi pemerintah Rusia serta pembatasan pada industri minyak Rusia, sektor keuangan, teknologi, dan persenjataan.
Sanksi-sanksi itu mengemuka di tengah investigasi terhadap dugaan campur tangan Rusia pada pemilihan presiden 2016.
Trump telah berulang kali membantah adanya keterlibatan Rusia dalam pilpres untuk membantu kampanyenya. (bbcindonesia.com)

Page 1 of 6

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM