News

You are here:Home NEWS DELTA FM - Relax dengan 100% Lagu Enak - Displaying items by tag: Trump

Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif, hari Selasa (28/03), untuk membatalkan sejumlah kebijakan yang diterapkan pendahulunya, Barack Obama, untuk mengatasi pemanasan global.

Perintah eksekutif yang diberi nama Kemandirian Energi tersebut mencabut perlindungan lingkungan, termasuk pembatasan emisi gas rumah kaca dari pembangkit listrik bertenaga batu bara.

Presiden Trump mengatakan perintah ini menandai apa yang ia sebut 'akhir perang terhadap batu bara'.

"Dengan perintah eksekutif ini saya mengambil tindakan bersejarah mencabut pembatasan atas energi Amerika, membatalkan campur tangan pemerintah dan mencabut regulasi yang tidak mendorong penciptaan lapangan kerja," kata Presiden Trump yang didampingi para pekerja pertambangan batu bara.

Industri pertambangan menyambut baik langkah Presiden Trump namun para pegiat lingkungan mengecamnya dengan keras, beberapa di antaranya mengancam akan menggugat perintah eksekutif ini ke pengadilan.

"Perintah eksekutif ini mengabaikan undang-undang dan realitas ilmiah," kata Trip Van Noppen, presiden organisasi lingkungan Earthjustice.

Miliarder yang juga pegiat lingkungan, Tom Steyer, mengatakan langkah Presiden Trump sama dengan serangan terhadap nilai-nilai Amerika.

"Ini mengancam kesehatan, keselamatan dan kesejahteraan rakyat Amerika," kata Steyer.

Presiden Trump mengatakan perintah eksekutif akan membantu menciptakan jutaan lapangan kerja di sektor energi dan meningkatkan ekonomi.

Perintah ini tidak menghapus kewajiban pemerintah AS mengatasi perubahan iklim seperti disepakati dalam Perjanjian Paris pada 2015.

Dalam kampanye pemilihan presiden tahun lalu Trump berjanji akan menarik Amerika dari Kesepakatan Paris. (bbcindonesia.com)

WASHINGTON DC - Presiden AS Donald Trump bersiap untuk menandatangani perintah eksekutif hasil revisi, yang mengatur larangan sementara masuknya warga asing dari negara-negara Muslim tertentu dan menghentikan program suaka nasional.

 

 

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan, rencana untuk penandatangan naskah perintah eksekutif – mirip instruksi presiden – itu dilakukan pada Senin (6/3/2017) atau Selasa WIB.

Pejabat tersebut bersikeras tak mau mengungkapkan secara detail sebelum pengumuman resmi disampaikan, seperti dilaporkan Associated Press.

Perintah eksekutif, yang juga disebut sebagai kebijakan anti-imigran Trump, hasil revisi itu disampaikan kembali setelah pengadilan federal membokir upaya awal Trump, Januari lalu.

Pemerintah Trump telah berulang kali mendorong penandatanganannya karena memang telah melakukan koordinasi dengan instansi yang akan menerapkan peraturan tersebut.

Beberapa pejabat pemerintah Trump mengatakan, tujuan pertama dari peraturan baru adalah mengatasi permasalahan dan hambatan hukum.

Tujuannya akan sama, yakni menjaga agar para terduga teroris keluar dari AS sementara pemerintah mengkaji sistem pemeriksaan untuk pengungsi dan pemohon visa dari negara-negara tertentu di dunia.

Pemerintah Trump sebelumnya telah melarang sementara warga dari Iran, Irak, Somalia, Sudan, Yaman, Suriah, dan Libya untuk masuk AS dan menunda program pengungsi AS.

Perintah eksekutif hasil revisi diharapkan tidak memasukkan Irak dalam daftar negara-negara yang warganya menghadapi larangan perjalanan sementara ke AS dalam waktu 90 hari, yang dikenal juga dengan sebutan "Muslim Ban".

Pentagon dan Deplu AS mengingat peran kunci Irak dalam memerangi kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), sehingga kedua instansi itu meminta Gedung Putih agar mengecualikan Irak.

Menurut draft peraturan baru, yang dibahas di parlemen akhir pekan lalu, warga dari enam negara lain -  Iran, Somalia, Sudan, Yaman, Suriah, dan Libya - akan dilarang masuk AS selama 90 hari ke depan.

 

Proses permohonan visa masih terus dikaji, termasuk bagaimana mekanisme yang aman bagi pemeriksaan visa dari enam negara tersebut. (kompas.com)

Aksi Alec Baldwin sebagai Donald Trump di acara Saturday Night Live mengecoh sebuah koran nasional sehingga mereka memasang foto yang salah.

Harian El Nacional di Republik Dominika sudah minta maaf karena secara tak sengaja menerbitkan foto Alec Baldwin dengan keterangan foto 'Presiden AS' di sebelah foto PM Israel, Benjamin Netanyahu.

Foto ini mendampingi artikel tentang permukiman Israel.

Harian tersebut juga telah meminta maaf pada pembaca dan "siapapun yang terdampak".

Foto tersebut dikirimkan ke harian dengan informasi soal Saturday Night Live, program satire AS yang sudah berjalan lama.

Tak ada yang menyadari kesalahan itu, kata El Nacional.

Saturday Night Live bukanlah acara televisi favorit Trump. Menurutnya, gaya Baldwin menirukannya "busuk".

"Tidak lucu, aktornya buruk, selalu menyerang. Acara televisi yang buruk!" dia pernah mencuit. (bbcindonesia.com)

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Donald Trump merasa telah ikut memperjuangkan Los Angeles dalam bursa calon tuan rumah perhelatan Olimpiade musim panas tahun 2024.

 

 

Namun, Trump kemudian mengaku tak bisa memastikan, apakah perintah eksekutif terkait keimigrasian yang ditandatanganinya beberapa waktu lalu akan berdampak buruk terhadap Los Angeles.

Trump mengungkapkan komentarnya ini saat berbicara dalam wawancara di the Westwood One Sports Radio Network, Minggu atau Senin WIB kemarin. 

Seperti diberitakan AFP, Trump yang diharapkan memberi dukungan atas pencalonan itu merasa pembicaraannya dengan para pemangku jabatan di Komite Olimpiade telah berjalan baik.

"Anggota komite dari AS sudah meminta saya untuk berbicara tentang pencalonan Los Angeles ini dan saya sudah melakukannya," kata Trump.

"Saya pun akan tetap membantu mereka untuk itu," ujar Trump.

"Selanjutnya, mari kita lihat apa yang akan terjadi. Namun, saya akan sangat bahagia dan merasa terhormat jika mereka mau memilih Los Angeles dan mendukungnya," ujar Trump.

Selain Los Angeles, ada Paris, dan Budapest yang terpilih masih babak "final" dalam bursa pemilihan tuan rumah Olimpiade 2024.

Komite Olimpiade Internasional (IOC) menjadwalkan pemilihan akhir akan digelar dalam pemungutan suara yang digelar di Lima, Peru, bulan September 2017 mendatang.

"Saya pun sebenarnya sudah membuat pembicaraan dengan Komite Olimpiade Eropa, dan mereka, saya pikir, sangat senang bisa berbicara dengan saya," kata Trump.

"Mereka lalu menginginkan dukungan dari saya dan saya pasti akan memberikan itu dengan tegas dan jelas," kata dia.

"Saya akan sangat senang menyaksikan perhelatan Olimpiade bisa digelar di Los Angeles. Saya pikir itu akan luar biasa," kata Trump.

Ketika ditanya apakah kebijakan anti-imigran yang diambil Trump berpengaruh terhadap nasib Los Angeles di Olimpiade, Trump tak bisa memastikannya.

Menurut Trump, keamanan nasional menjadi prioritas utamanya saat ini. 

"Ya, saya tidak tahu ya. Namun, yang pasti kita harus menjamin keamanan di negara kita. Kita harus mengenali benar siapa yang datang ke sini," katanya.

"Kita harus memastikan bahwa mereka yang datang ke sini adalah orang baik. Jika ada orang yang datang dengan intensi buruk, saya ingin mencegahnya sebelum dia masuk ke AS," kata Trump.

"Selain itu, kita pun perlu membangun perbatasan yang kuat. Kami ingin kita memiliki pemeriksaan ekstrem, dan terus terang, kita tahu apa yang kita lakukan," ujar dia. (kompas.com)

Page 1 of 5

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net