News

You are here:Home NEWS DELTA FM - 100% Lagu Enak - Displaying items by tag: Trump


ONTARIO – Bernd Zabel (69), hakim di Ontario, Kanada, diskors selama 30 hari tanpa gaji setelah ia memaki topi “Make America Great Again” di dalam ruangan sidang.

Topi tersebut tidak lain bertuliskan slogan kampanye Donald Trump pada kampanye Pilpres Amerika Serikat tahun lalu dan kadang dipake Trump di kesempatan tertentu hingga kini.

The Washington Post melaporkan, Zabel diskors selama sebulan sejak Selasa (12/9/201). Ia telah "melanggar standar perilaku peradilan" menurut panel peninjauan perilaku peradilan.

Zabel yang telah menjadi hakim di Hamilton selama 27 tahun, melangkah ke ruang sidang pada 9 November 2016 dengan mengenakan jubah hakimnya pada sidang hari itu.

Orang-orang di ruang sidang tertawa dan mencibirnya karena pilihan headwear-nya itu: topi merah cerah, ikon Trump selama kampanye dan Pilres AS dengan slogan "Buat Amerika Besar Lagi."

Pada akhir pidato pelantikannya pada 20 Januari 2017, Trump kembali mengingatkan warga AS akan tagline kampanyenya yakni Make America Great Again.

"Bersama kita akan membuat Amerika kuat lagi. Bersama kita akan membuat Amerika besar lagi," tutupnya.

Panel Dewan Hakim Ontario bertemu pada Agustus lalu untuk membahas kemungkinan sanksi terhadap hakim itu, termasuk merekomendasikan kepada jaksa agung agar memberhentikan Zabel, seperti dilaporkan kantor berita Perancis, AFP.

Sekalipun mengecam perilaku Zabel "menyimpang dan tidak dapat dijelaskan", panel menyimpulkan catatannya sebagai hakim dan reputasinya di kalangan kolega peradilan dan rekan-rekannya "menunjukkan bahwa dia sepenuhnya hakim yang adil dan tidak memihak".

Zabel mengakui tindakannya, yang memicu 81 laporan keluhan dari asosiasi hukum, profesor hukum, pengacara dan publik, merupakan sebuah kesalahan dalam penilaian.

Bedasarkan berbagai keluhan yang masuk, Zabel meminta maaf atas apa yang dia sebut sebagai "upaya yang salah arah untuk menandai momen dalam sejarah dengan humor di ruang sidang setelah hasil Pilpres AS yang mengejutkan". (kompas.com)

Sebuah pernyataan dari Gedung Putih dikeluarkan dengan kesalahan yang mendasar karena mencampurkan Cina dan Taiwan.

Pernyataan pers setelah pertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping di pertemuan puncak G20 di Hamburg, Jerman, menyebutnya sebagai presiden 'Republik Cina'.

Padahal nama tu adalah nama Taiwan, yang masih dianggap Cina sebagai provinsinya yang membangkang ,sedangkan Presiden Xi adalah pemimpin 'Republik Rakyat Cina'.

Sebelumnya terbit foto di Instagram yang memperlihatkan pertemuan Presiden Trump dengan PM Singapura, Lee Hsien Loong, namun keterangannya menulis Presiden Indonesia, Joko Widodo.

Masih ada satu kesalahan lagi, yaitu Shinzo Abe disebut sebagai Presiden Jepang, padahal -Anda pun mungkin tahu- dia adalah Perdana Menteri Jepang.

Versi internet dari konferensi pers Trump dan Xi itu kini hanya merujuk sebagai 'Presiden Xi dari Cina' dan pernyataan Jepang juga sudah diperbaiki.

Kesalahan tentang pertemuan dengan PM Singapura juga sudah diganti walau beberapa komentar jelas menunjukkan sempat terjadi kesalahan dan beberapa pengguna Indonesia tampak 'kecewa' karena tidak bisa lagi melihat kesalahan tersebut.

Seseorang dengan identitas pratiwi6898 menulis: "Yah Om Trump, baru aku mau liat captionnya yg lagi rame itu, ternyata sudah diedit huft.." sementara mrafly13 berkomentar: "Diganti dahhh."

Sementara dalam kekeliruan terkait Cina, Chris Lu -seorang mantan pejabat Sekretaris Kabinet di masa pemerintahan Presiden Barack Obama- menulis pesan, "Ups. Gedung Putih merujuk Xi Jinping sebagai pemimpin Republik Cina, yang merupakan Taiwan' sambil menaruh tagar #AmateurHour.

Kesalahaan dalam menyebut nama resmi Cina dan Taiwan sebenarnya amat penting karena hubungan kedua negara yang sensitif. (bbcindonesia.com)

Menantu Donald Trump, Jared Kushner, diperiksa oleh Badan Investigasi Federal (FBI) terkait penyelidikan mengenai hubungan tim kampanye sang presiden Amerika Serikat tersebut dengan Rusia.

Seorang sumber mengatakan, Kushner diperiksa terkait sejumlah pertemuan pada Desember lalu, juga kemungkinan interaksinya dengan Duta Besar Rusia untuk AS, Sergei Kislyak, dan seorang bankir asal Moskow.

"Kushner sebelumnya secara sukarela memberi informasi kepada Kongres mengenai yang ia ketahui mengenai pertemuan-pertemuan ini. Dia akan melakukan hal yang sama jika dihubungi terkait urusan lain," ujar pengacara Kushner, Jamie Gorelick.

Dengan restu dari Kementerian Kehakiman, FBI dan sejumlah komite dalam Kongres AS memang sudah membentuk dewan khusus untuk menyelidiki dugaan kedekatan tim kampanye Trump dengan Rusia yang disebut ingin mencampuri pemilu tahun lalu.

Trump sendiri sudah berulang kali membantah tuduhan kolusi tim kampanyenya dengan Rusia. Namun, sejumlah langkah Trump dianggap sangat mengejutkan.

Sebut saja ketika memecat James Comey dari jabatannya sebagai Direktur FBI pada 10 Mei lalu, ketika badan investigasi itu sedang gencar-gencarnya menyelidiki kasus dugaan hubungan tim kampanye Trump dan Rusia.

Sebelumnya, pada Januari lalu, penasihat keamanan Trump, Michael Flyyn, tiba-tiba mengundurkan diri setelah pemberitaan mengenai pertemuannya dengan Dubes Rusia kian santer terdengar.

Trump mengatakan, Flynn mengundurkan diri atas kemauan pribadi. Namun, sejumlah sumber mengatakan, Flynn didesak Gedung Putih untuk mundur. (cnnindonesia.com)

Para menteri perdagangan dari 11 negara anggota Kemitraan Trans Pasifik (TPP) setuju melanjutkan kesepakatan perdagangan itu meski Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memilih keluar.

Persetujuan para menteri perdagangan diberikan dalam pertemuan di Vietnam. Mereka juga sepakat akan membantu kapanpun AS memutuskan bergabung kembali dengan TPP.

Kesepakatan untuk membangkitkan TPP dipimpin oleh menteri perdagangan Jepang, Australia, dan Selandia Baru.

Menteri Perdagangan Selandia Baru, Todd McClay, mengatakan para 11 anggota TPP "berkomitmen mencari cara untuk mewujudkan" kesepakatan dagang itu.

Meski TPP membuka peluang bagi AS untuk bergabung kembali, perwakilan dagang AS, Robert Lighthizer, mengatakan negaranya tidak akan menempuh jalan itu.

"Amerika Serikat telah menarik diri dari TPP dan tidak akan mengubah keputusan itu. Presiden telah membuat keputusan dan saya sepakat bahwa negosiasi bilateral lebih dari bagi AS ketimbang negosiasi multilateral," kata Lighthizer.

Pada Januari lalu, Donald Trump menandai hari pertamanya sebagai presiden Amerika Serikat dengan mengambil keputusan untuk mundur dari perjanjian TPP.

Keputusan mundur dari TPP ini sebenarnya langkah simbolik karena kesepakatan TPP yang dirudingkan oleh pemerintahan Barack Obama tak pernah diratifikasi oleh Kongres.

TPP yang mencakup 40% ekonomi dunia beranggotakan Jepang, Australia, Brunei Darusalam, Kanada, Cile, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Peru, Singapura, dan Vietnam.

Kesepakatan dagang itu ditujukan untuk memperkuat hubungan ekonomi dan memicu pertumbuhan, termasuk dengan memangkas tarif.

Beberapa langkah yang disepakati negara-negara anggota TPP antara lain adalah standardisasi ketenagakerjaan, lingkungan, hak cipta, paten, dan proteksi-proteksi hukum lain.

Bagi Indonesia, kesepakatan ini antara lain akan mempengaruhi masuknya produk Indonesia ke pasar-pasar negara anggota TPP. (bbcindonesia.com)

Page 1 of 7

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM