News

You are here:Home News DELTA FM - Relax dengan 100% Lagu Enak - Displaying items by tag: Versi

“Beauty and the Beast” (1991) adalah salah satu film animasi legendaris Disney yang mendapat treatment untuk diadaptasi menjadi film live-action, mengikuti “Cinderella” atau “The Jungle Book” misalnya. Film animasi tersebut juga memiliki soundtrack atau lagu tema yang tak kalah terkenal yang dinyanyikan oleh Céline Dion dan Peabo Bryson.

Kita tahu kalau Emma Watson, pemeran Beauty atau Belle, akan bernyanyi pula dalam filmnya. Namun tugas menyanyi ulang lagu temanya untuk versi kredit akhir dan single jatuh ke tangan Ariana Grande dan John Legend. ‘Beauty and the Beast’ versi Grande dan Legend ini akan dirilis pada tanggal 10 Maret mendatang. Sebuah video musik pun sudah dikerjakan oleh Dave Meyers dan akan dirilis dalam beberapa waktu mendatang. Lagu balada cantik yang ditulis oleh Alan Menken dan Howard Ashman ini telah sukses mendapatkan Grammy, Oscar, dan Golden Globe sekaligus.

Album soundtrack “Beauty and the Beast” akan menampilkan musik skoring yang digubah oleh Alan Menken, mengulang tugasnya di film animasi yang lalu, serta menampilkan tiga lagu baru yang ditulis oleh Menken dan Tim Rice.

Kabar serunya, Céline Dion mengkonfirmasi jika ia akan kembali berpartisipasi dalam soundtrack “Beauty and the Beast” dengan menyanyikan sebuah lagu orisinal baru yang berjudul ‘How Does a Moment Last Forever’ yang akan diperdengarkan di akhir film. (creativedisc.com)

Pemblokiran 11 situs yang dianggap melanggar Undang-undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) oleh pemerintah menjadi polemik di masyarakat. Pro dan kontra muncul.

 

 

Salah satunya, pemerintah dituduh menghilangkan kebebasan berpendapat karena memblokir 11 situs tersebut.

Menyikapi hal itu, staf ahli Menteri Komunikasi dan Informatika, Henri Subiakto, menyatakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) tidak asal dalam memblokir situs yang dianggap melanggar UU ITE.

"Selama ini kami memang mendapat masukan dari masyarakat terlebih dahulu lewat lembaga yang kompeten yang menyampaikan ke Kemenkominfo," tulis Henri kepada Kompas.com, Senin (9/1/2017) malam.

Setelah mendapat laporan dari masyarakat atau aparat penegak hukum, Kemenkominfo lantas menyelidiki keberadaan situs yang dilaporkan.

 

 

Setelah itu, pihaknya mengecek pelanggaran yang telah dilakukan. Biasanya, papar Henri, dalam pengambilan keputusan untuk pemblokiran, Kemenkominfo melibatkan beberapa tokoh masyarakat yang kompeten dan mengumpulkannya dalam sebuah tim panel.

Namun, saat ini Surat Keputusan (SK) pembentukan tim panel telah habis masa waktunya. Sehingga pemblokiran 11 situs kemarin sementara melibatkan unsur-unsur pemerintahan saja.

"Unsur-unsur pemerintah yang terlibat, yakni dari penegak hukum seperti Kepolisian, BNPT (Badan Nasional Penanggukangan Terorisme), BIN (Badan Intelijen Negara), Kejaksaan, Kemenkominfo, dan Kemenko Polhukam (Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan)," tutur Henri.

 

 

Ia menambahkan, pengelola 11 situs yang diblokir itu diberi kesempatan untuk memperbaiki diri dengan menghilangkan konten yang melanggar UU ITE.

Mereka juga dipersilakan menjadi pers online sehingga nantinya bisa berlaku mekanisme UU Pers bukan UU ITE, yaitu dengan penyelesaian hak jawab kepada pihak yang merasa dirugikan oleh pemberitaan.

 

 

"Sayangnya tidak semua yang diblokir itu bersedia datang ke Kemenkominfo untuk berdialog. Dari 11 terakhir yang diblokir, hanya datang separuh. Hari Rabu lalu ada pertemuan dengan pihak Kemenkominfo, yang datang hanya enam media," lanjut Henri.

Pemerintah kembali memblokir 11 situs yang dianggap mengandung konten negatif.

 

Kominfo sudah meminta agar penyedia jasa layanan internet (internet service provider) untuk memblokir 11 situs tersebut sehingga tidak bisa diakses oleh masyarakat.

"Sebelas situs yang diblokir ini merupakan hasil pantauan dari sekitar 200 situs maupun media online yang diyakini bermuatan negatif," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Humas Kominfo Noor Iza, saat dihubungi, Selasa (3/1/2017).

Noor Iza mengatakan, sembilan situs pertama diblokir karena mengandung konten negatif seperti ujaran kebencian, fitnah, provokasi, SARA, hingga penghinaan simbol negara.

Sementara itu, dua lainnya karena mengandung phising dan malware. (kompas.com)

Majalah mode Glamour setiap tahun memberikan penghargaan untuk wanita yang dianggap berprestasi sejak 1990. Sederet artis pernah meraih sebutan Women of the Year, di antaranya Christina Aguilera (2004), Rachel Stevens (2005), Somaly Mam (2006), Victoria Beckham (2007), Kylie Minogue (2009), Cheryl Cole (2010), Selena Gomez (2012) hingga Lady Gaga (2013).

Kini Glamour Magazine membuat titel baru untuk pria berprestasi. Bono, personel U2, dianggap layak mendapatkan penghargaan membanggakan ini karena berbagai kegiatan sosial yang dilakukannya, diwartakan Fox News, Selasa (1/11/2016).

Bono diketahui membantu kemiskinan hingga mencegah AIDS. Selain itu, Bono rupanya gencar melakukan kampanye persamaan hak untuk wanita di negara miskin. Hal itu membuat sosok Bono menjadi terlihat lebih bersinar. Bono menjadi pria pertama yang mendapatkan titel dari majalah mode ternama tersebut.

"Aku sangat senang dengan penghargaan ini. Pria pertama yang meraih titel ini," sebut Bono sambil tertawa.

 

Bono menambahkan, "Ini adalah bukti persamaan gender. Tak hanya wanita yang melakukannya, tapi juga pria ingin membantu adanya perubahan. Ini semua tak akan terjadi tanpa adanya kerja sama dari kita semua."

Cindi Leive selaku Pemimpin Redaksi Glamour bangga melihat hasil kerja Bono. Ia menyebut tak percaya seorang pria dengan keras melakukan gerakan itu untuk membantu kaum wanita.

"Pemikir di era modern tampaknya salah mengartikan mengenai gerakan feminis sesungguhnya. Hanya wanita yang bisa membantu kaumnya ternyata dibantahkan oleh kegiatan yang dilakukan Bono. Ternyata kami memang harus bersatu," ujar Cindi Leive. (liputan6.com)

Awal bulan ini DJ Snake merilis album debutnya, “Encore”, yang menampilkan Justin Bieber dalam track berjudul ‘Let Me Love You’. Tapi menurut rumor, sebenarnya Selena Gomez juga seharusnya hadir dalam track tersebut dan kini sepertinya DJ Snake seolah membenarkan rumor tersebut.

Sesaat sebelum “Encore” rilis, Gomez memposting sebuah klip di Snapchat yang menampilkan dirinya menyanyikan lagunya. Fans berspekulasi jika ‘Let Me Love You’ bisa jadi merupakan duet antara mantan kekasih ini, meski kemudian untuk versi resmi hanya Bieber yang hadir dalam lagunya. (creativdisc.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net