News

You are here:Home News DELTA FM - Relax dengan 100% Lagu Enak - Displaying items by tag: Versi

Jika pernah menyaksikan sebuah video musik dan berangan-angan jika bisa berada di dalamnya, maka harapan tersebut sepertinya bisa diwujudkan. Bisa dimulai dengan video untuk single terbaru The Chainsmokers misalnya, ‘Paris’.

Sony telah berkolaborasi bersama The Chainsmokers untuk proyek Virtual Reality terbaru mereka, “Lost in Music”. Oleh karenanya Sony dan The Chainsmokers telah memfilmkan video versi VR khusus untuk ‘Paris’, sehingga kita bisa menikmati pengalaman menjelajah dunia ‘Paris’, seolah-olah kamulah bintang video musiknya.

Namun ada tapinya. Yang perlu dilakukan untuk mengalami sensasi menjadi bintang video ‘Paris’ adalah dengan membeli tiket pesawat ke Austin, Texas, dan menghadiri acara SXSW, yang premiere pada tanggal 15 Maret mendatang. Atau jika sudah memiliki headset PlayStationVR, kemungkinan besar pengalaman virtual ini akhirnya juga bisa dinikmati. Dan videonya hanya tersedia untuk PlayStationVR, jadi jika benar-benar menggemari The Chainsmokers dan ingin mengalami VR video ‘Paris’, mungkin sudah saatnya memasukkan PlayStationVR ke dalam daftar belanjaan.

Kalau kurang begitu berminat, tapi tetap ingin menyaksikan video ‘Paris’, jangan cemas, karena The Chainsmokers baru saja memposting video “konvensional” untuk ‘Paris’ yang bisa disaksikan di bawah ini:

(creativedisc.com)

Dibintangi oleh Meryl Streep, Anne Hathaway dan Emily Blunt, “The Devil Wears Prada” (2006), yang diangkat dari novel tulisan Lauren Weisberger, sukses menjadi salah satu film ikonik masa kini. Dan novel tersebut kini tengah diadaptasi menjadi drama panggung musikal, sebagaimana yang dilaporkan oleh NME.

Fox Stage Productions, yang akan mengangkat novel Weisberger tersebut menjadi sebuah drama panggung, mengumumkan jika telah mengajak penyanyi kenamaan Elton John untuk terlibat dalam produksinya. Adapun tugas bintang berusia 69 tahun tersebut adalah menulis naskah untuk drama panggungnya bersama dengan Paul Rudnick, yang selama ini memang dikenal sebagai penulis naskah drama panggung.

Belum ada pengumuman tentang siapa saja aktor atau aktris yang akan terlibat. Bahkan informasi detil tentang produksinya pun masih belum terungkap, kecuali keterlibatan John dan Rudnick. Namun produksi “The Devil Wears Prada” pastinya akan mendapat keuntungan dari pengalaman John di ranah musikal.

Elton John sebelumnya telah menulis untuk adaptasi drama panggung untuk film animasi “The Lion King”, menyusul keterlibatannya untuk versi film rilisan Disney di tahun 1994. John juga terlibat dalam versi drama panggung untuk film “Billy Elliot” dan “Aida”. (creativedisc.com)

“Beauty and the Beast” (1991) adalah salah satu film animasi legendaris Disney yang mendapat treatment untuk diadaptasi menjadi film live-action, mengikuti “Cinderella” atau “The Jungle Book” misalnya. Film animasi tersebut juga memiliki soundtrack atau lagu tema yang tak kalah terkenal yang dinyanyikan oleh Céline Dion dan Peabo Bryson.

Kita tahu kalau Emma Watson, pemeran Beauty atau Belle, akan bernyanyi pula dalam filmnya. Namun tugas menyanyi ulang lagu temanya untuk versi kredit akhir dan single jatuh ke tangan Ariana Grande dan John Legend. ‘Beauty and the Beast’ versi Grande dan Legend ini akan dirilis pada tanggal 10 Maret mendatang. Sebuah video musik pun sudah dikerjakan oleh Dave Meyers dan akan dirilis dalam beberapa waktu mendatang. Lagu balada cantik yang ditulis oleh Alan Menken dan Howard Ashman ini telah sukses mendapatkan Grammy, Oscar, dan Golden Globe sekaligus.

Album soundtrack “Beauty and the Beast” akan menampilkan musik skoring yang digubah oleh Alan Menken, mengulang tugasnya di film animasi yang lalu, serta menampilkan tiga lagu baru yang ditulis oleh Menken dan Tim Rice.

Kabar serunya, Céline Dion mengkonfirmasi jika ia akan kembali berpartisipasi dalam soundtrack “Beauty and the Beast” dengan menyanyikan sebuah lagu orisinal baru yang berjudul ‘How Does a Moment Last Forever’ yang akan diperdengarkan di akhir film. (creativedisc.com)

Pemblokiran 11 situs yang dianggap melanggar Undang-undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) oleh pemerintah menjadi polemik di masyarakat. Pro dan kontra muncul.

 

 

Salah satunya, pemerintah dituduh menghilangkan kebebasan berpendapat karena memblokir 11 situs tersebut.

Menyikapi hal itu, staf ahli Menteri Komunikasi dan Informatika, Henri Subiakto, menyatakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) tidak asal dalam memblokir situs yang dianggap melanggar UU ITE.

"Selama ini kami memang mendapat masukan dari masyarakat terlebih dahulu lewat lembaga yang kompeten yang menyampaikan ke Kemenkominfo," tulis Henri kepada Kompas.com, Senin (9/1/2017) malam.

Setelah mendapat laporan dari masyarakat atau aparat penegak hukum, Kemenkominfo lantas menyelidiki keberadaan situs yang dilaporkan.

 

 

Setelah itu, pihaknya mengecek pelanggaran yang telah dilakukan. Biasanya, papar Henri, dalam pengambilan keputusan untuk pemblokiran, Kemenkominfo melibatkan beberapa tokoh masyarakat yang kompeten dan mengumpulkannya dalam sebuah tim panel.

Namun, saat ini Surat Keputusan (SK) pembentukan tim panel telah habis masa waktunya. Sehingga pemblokiran 11 situs kemarin sementara melibatkan unsur-unsur pemerintahan saja.

"Unsur-unsur pemerintah yang terlibat, yakni dari penegak hukum seperti Kepolisian, BNPT (Badan Nasional Penanggukangan Terorisme), BIN (Badan Intelijen Negara), Kejaksaan, Kemenkominfo, dan Kemenko Polhukam (Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan)," tutur Henri.

 

 

Ia menambahkan, pengelola 11 situs yang diblokir itu diberi kesempatan untuk memperbaiki diri dengan menghilangkan konten yang melanggar UU ITE.

Mereka juga dipersilakan menjadi pers online sehingga nantinya bisa berlaku mekanisme UU Pers bukan UU ITE, yaitu dengan penyelesaian hak jawab kepada pihak yang merasa dirugikan oleh pemberitaan.

 

 

"Sayangnya tidak semua yang diblokir itu bersedia datang ke Kemenkominfo untuk berdialog. Dari 11 terakhir yang diblokir, hanya datang separuh. Hari Rabu lalu ada pertemuan dengan pihak Kemenkominfo, yang datang hanya enam media," lanjut Henri.

Pemerintah kembali memblokir 11 situs yang dianggap mengandung konten negatif.

 

Kominfo sudah meminta agar penyedia jasa layanan internet (internet service provider) untuk memblokir 11 situs tersebut sehingga tidak bisa diakses oleh masyarakat.

"Sebelas situs yang diblokir ini merupakan hasil pantauan dari sekitar 200 situs maupun media online yang diyakini bermuatan negatif," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Humas Kominfo Noor Iza, saat dihubungi, Selasa (3/1/2017).

Noor Iza mengatakan, sembilan situs pertama diblokir karena mengandung konten negatif seperti ujaran kebencian, fitnah, provokasi, SARA, hingga penghinaan simbol negara.

Sementara itu, dua lainnya karena mengandung phising dan malware. (kompas.com)

Page 1 of 2

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net