News

You are here:Home NEWS DELTA FM - 100% Lagu Enak - Displaying items by tag: international


Sejak beberapa hari yang lalu, Agnez Mo sudah memberikan kode-kode melalui video “AGNEZ x MO intro: NOISES” yang nampaknya akan menjadi permulaan kembalinya Agnez Mo setelah melejit dengan “Coke Bottle” tiga tahun yang lalu. Eh? Sudah tiga tahun ya?

Namun sepertinya waktu yang panjang ini memang sengaja untuk mempersiapkan sesuatu yang besar. Seperti sebuah single baru yang dirilis tadi malam berjudul “Long As I Get Paid”. Video untuk lagu ini dirilis melalui channel Agnez Mo Vevo, dan yang penasaran seperti apa bisa nonton di sini:

Di lima detik pertama, memang wajar bila sekelebat kita teringat pada video milik Lady Gaga “Paparazzi” karena lokasi syutingnya memang sama. Agnez Mo memilih sebuah mansion mewah di Los Angeles, Amerika Serikat bernama Chateau d’Or. Kalau dilihat lebih teliti, ini juga lokasi yang sama di mana Beyonce membuat video klip untuk single “Haunted” yang menjadi original soundtrack film Fifty Shades of Grey.

Agnez Mo menggandeng aktor Amerika Brian White sebagai model video clip “Long As I Get Paid”. Tapi sayang tidak ada narasi jelas yang ditampilkan dalam video ini, setidaknya berbentuk sebuah cerita singkat. Jadinya sulit ditangkap apa maksud dari Agnez membawa sebilah belati, padahal Agnez sudah berada di lokasi syuting yang mewah.

Tapi terlepas dari itu semua, kita bisa menikmati indahnya jubah batik yang dikenakan Agnez. Seperti gaun yang dipakai dalam video clip “Coke Bottle”, kali ini Agnez juga mengenakan hasil karya desainer Anne Avantie. Nampaknya Agnez Mo memang selalu ingin menunjukkan kebesaran negara asalnya, Indonesia, dengan memamerkan budaya melalui karya-karyanya. Selain jubah batik yang mewah, Agnez pun sekilas menampilkan gerakan tari jari-jari. (creativedisc.com)

Sinema adaptasi novel karya Stephen King, IT telah melewati rekor The Exorcist sebagai film horor berpendapatan tertinggi dalam basis domestik.

Rekor IT ini ditembus dengan beberapa peringatan. Melansir Variety, sinema klasik karya William Friedkin, The Exorcist masih menjadi film horor dengan penghasilan tertinggi dalam basis internasional sepanjang sejarah.

The Exorcist mengantongi total US$441,3 juta (Rp5,9 triliun) secara global, sedangkan IT sejauh ini telah menghasilkan US$404,3 juta (Rp5,4 triliun). Namun, The Exorcist dirilis pada 1973 silam, sehingga rekor pendapatannya itu belum dihitung dengan akumulasi inflasi saat ini.

Meski demikian, capaian IT tentu masih layak untuk dirayakan oleh Warner Bros. dan New Line, studio yang bertanggungjawab atas kembalinya badut pemakan bocah, Pennywise ke layar lebar.

IT telah menghasilkan US$236,3 juta (Rp3,14 triliun) secara domestik, sementara di masanya, The Exorcist meraih US$232,9 juta (Rp3 triliun). Untuk menambah ‘teror’ kepada pecinta horor ’70-an, The Exorcist merilis ulang dua klip potongan sutradara.

IT disutradarai Andres Muschietti dan dibintangi oleh Bill Skarsgard yang memerankan Pennywise, bersama para aktor cilik berbakat, Jaeden Lieberher, Jeremy Ray Taylor, Sophia Lillis dan Finn Wolfhard. Film ini mengikuti segerombolan remaja yang tengah berjuang melawan sebuah kekuatan jahat yang meneror kota mereka.

Film ini diproduksi dengan total bujet US$35 juta (Rp465,5 miliar) dan melewati rekor The Exorcist hanya dua pekan setelah tayang perdana. Dengan pendapatan raksasa ini, tak mengherankan jika Warner Bros. dan New Line tengah berencana untuk membuat sekuel IT, IT: Chapter Two.

IT diperkirakan akan segera mencetak rekor-rekor lainnya, mengingat posisinya yang hingga kini masih belum tergoyahkan di daftar film box-office. Film ini kini menjadi sinema berkategori-R dengan pendapatan tertinggi ke-9 sepanjang sejarah dan tertinggi di antara film yang dirilis pada September 2017. (cnnindonesia.com)

Nusa Dua - Federasi Sepakbola Asia Tenggara (AFF) akan mengadakan pemilihan pemain terbaik besok. Ada lima pemain Indonesia masuk nominasi. Siapa saja?

Awarding night merupakan kegiatan yang memberikan apresiasi kepada pesepakbola yang memiliki prestasi di Asia Tenggara. Ada lima pemain Indonesia masuk di dalamnya, yaitu Kurnia Mega Hermansyah (Arema FC), Rizki Rizaldi Pora (Barito Putera), Stefano Lilipaly (Bali United), Boaz Theofilus Erwin Solossa (Persipura Jayapura), dan Andik Vermansyah (Selangor FA).

Acara penghargaan akan dilaksanakan di sela-sela forum meeting AFF di Nusa Dua Bali pada hari Sabtu (23/9/2017) malam besok.

"Saat kita kita sedang dalam proses membangun kembali kekuatan sepak bola Indonesia. Adanya apresiasi terhadap pemain Indonesia dari komunitas sepak bola internasional, tentu menjadi suntikan motivasi yang bagus buat kita," kata Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria dalam rilis kepada detikSport.

Selain nominasi permain terbaik, awarding night tersebut juga akan memberikan penghargaan kepada wasit dan pelatih terbaik.

Pada acara malam penganugrahan AFF, PSSI juga mengundang para legenda sepak bola Indonesia dan beberapa pelatih. Beberapa legenda sepak bola nasional yang sudah memastikan hadir. Selain Firman, ada Marzuki Nyakmad, Risdianto, Rully Rudolf Nere, Heri Kiswanto, dan Danurwindo.

Pada pertemuan AFF 12th Council tersebut, tak hanya menggelar awarding night tetapi juga membahas isu-isu sepakbola di Asia Tenggara, termasuk membahas pencalonan tuan rumah Piala Dunia 2034.

"Yang benar lima, mbak. Itu (dalam pemberitaan sebelumnya) mungkin data lama. Data yang baru diterima hari ini cuma lima pemain," ujar Direktur Media PSSI Gatot Widakdo kepada detikSport. (detiksport.com)

Setelah sempat disebut enggan untuk dikait-kaitkan lagi dengan One Direction, ternyata Harry Styles tidak benar-benar lupa dengan boyband yang membesarkan namanya tersebut. Setidaknya ini terbukti saat ia memulai konser pertama dari rangkaian world tour-nya yang berlangsung di San Fransisco, pada Selasa, 19 September lalu.

Harry tampaknya ingin memulai tur dengan benar-benar istimewa dan menyajikan malam yang tak akan terlupakan bagi para penonton yang memadati auditorium Masonic. Dan salah satu caranya tentunya adalah juga membawakan lagu-lagu One Direction, dengan ‘Stockholm Syndrome’ yang diambil dari album “Four” (2014) menjadi yang pertama.

Menyusul sesi nostalgia tersebut, Harry kemudian menghadirkan materi dari album debut solonya, seperti ‘Sweet Creature’, ‘Only Angel’, ‘Woman’ dan ‘Meet Me in the Hallway’. Ia kemudian menghadirkan lagu dari katalog One Direction lain, kali ini mega hit ‘That’s What Makes You Beautiful’.

Selain lagu-lagu klasik One Direction, Harry juga meng-cover lagu milik band legendaris Fleetwood Mac, ‘The Chain’, yang diniatkan sebagai tribut atau penghargaan kepada band yang telah menginspirasi dirinya tersebut. Sang penyanyi berusia 23 tahun kemudian menutup konser dengan single hit-nya sendiri sebagai penyanyi solo, ‘Sign of the Times’.

San Fransisco adalah kota pertama di Amerika Utara yang disinggahi Harry dari 13 kota yang telah dijadwalkan di bulan September dan Oktober, di mana akan berakhir di kota Phoenix, Arizona, pada tanggal 14 Oktober. Selepasnya ia akan menyebrang ke Eropa, Australia dan Jepang di bulan Desember. (creativedisc.com)

Page 1 of 189

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM