Sport

Palembang - "Saya tak mau sombong. Tapi Anda lihat sendiri sudah seperti apa kami mempersiapkan diri menjadi tuan rumah Asian Games 2018."

Kalimat itu diucapkan Alex Noerdin, gubernur Sumatera Selatan, saat menerima detikcom di tempat kerjanya di Griya Agung, Palembang, Sumatera Selatan, baru-baru ini. Ia menatap kami dengan penuh kepercayaan diri, "memaksa" kami untuk memercayai setiap ucapan dia saat memaparkan "masterpan" gawean Asian Games tahun depan.

Alex tahu, dan oleh sebab itu menantang kami untuk membuktikan omongannya di atas, karena sebelum bertemu kami menyempatkan waktu untuk keliling kota dan melihat-lihat sudah sejauh mana Palembang bersolek untuk menyambut event olahraga terbesar di Asia itu.

Dibandingkan dengan Jakarta, Palembang seperti kurang kedengaran gaungnya sebagai sama-sama kota penyelenggara Asian Games 2018. Lucunya, sejauh ini kesiapan Jakarta malahan acapkali dipertanyakan. Sebab, untuk hajatan sebesar ini, mereka tampak "adem ayem". Ironisnya, sejumlah masalah (sempat) muncul seperti tarik-ulur soal wisma atlet di Kemayoran dan dugaan penyelewengan dana sosialiasi. Renovasi sejumlah venue pun kongkretnya baru dikebut di pengujung 2016.

Sementara di seberang Selat Sunda sana, Palembang terus melenggang relatif tanpa "kegaduhan".

"Itulah, kadang-kadang media nasional kurang berimbang memberitakan persiapan Asian Games di sini. Untuk Palembang, dapat saya katakan persiapan kami sudah hampir 90 persen," ujar Alex.

Harus diakui, konsep Jakabaring Sport City (JSC) yang mulai berdiri sejak tahun 2010 menjadikan Palembang selalu siap untuk menggelar event-event besar khususnya di dunia olahraga. Sebab – dan ini yang sangat penting – mereka mampu memelihara aset dan propertinya dengan baik, sehingga tak terbengkalai – seperti misalnya Samarinda pasca menggelar PON 2008 atau Pekanbaru usai PON 2014.

Sebagai bukti, sepanjang tahun 2011 sampai 2016 kemarin JSC sudah menggelar sedikitnya 36 event olahraga bertaraf internasional. 

JSC memang satu-satunya komplek olahraga terintegrasi yang ada di Indonesia. Belasan venue berstandar internasional bercokol di lahan seluas lebih dari 300 hektar, yang dulunya adalah rawa-rawa. Dari pengamatan detikcom, venue-venue tersebut tinggal dipoles sedikit, dicat lagi, diperbaiki beberapa bagian saja, supaya kembali terlihat lebih bagus.

Tak cuma venue, komplek ini juga dilengkapi dengan wisma atlet yang dapat menampung sedikitnya 2.000 orang – terdiri dari tiga gedung --, plus aula khusus untuk bersantap para olahragawan yang sedang bertanding di sana.

"Di sini para atlet bisa saling berkenalan dengan atlet-atlet dari cabang olahraga lain. Dining hall kami bisa memuat 3.000 orang dalam satu sesi makan" ujar Mansyur, sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Provinsi Sumsel.

Alex berani membandingkan efisiensi JSC dengan Jakarta. Ilustrasi dia, jika atlet menginap di hotel di tengah kota, sedangkan venue cabang-cabang olahraga terpencar-pencar, mereka harus bangun tidur lebih awal untuk sarapan dan menembus kemacetan menuju tempat pertandingan yang terjadwal pagi. Pun ketika harus kembali ke hotel dari venue yang akan memakan waktu lebih lama.

"Di sini, dari wisma mereka hanya perlu 5-10 menit untuk sampai di venue. Sarapan tak perlu tergesa-gesa, plus mereka masih punya waktu banyak untuk melakukan persiapan sebelum bertanding," cetus sang gubernur. (detik.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net