Sport

Tiga cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Asian Games masih bermasalah. OCA (Olympic Council of Asia) pun menunggu penyelesaiannya hingga Agustus 2017.

Demikian hal itu disampaikan Wakil Ketua Dewan Kehormatan OCA Wei Jizhong di Hotel Fairmont, Senayan, pada Senin (6/3/2017). Wei menyebut tiga cabor itu adalah kriket, paragliding, dan jetski. 

Ketiganya bermasalah karena dianggap belum memenuhi standar OCA dan mempunyai masalah yang berbeda-beda. 

"Kami meminta federasi internasional untuk memastikan negara peserta mengirimkan pemain-pemain profesional bukan amatir. Semua negara peserta sudah setuju, tapi justru dari federasinya yang belum ada tanggapan," kata Wei. 

Sementara untuk paragliding, federasi internasionalnya mengalami dualisme. "Mereka itu punya dua federasi internasional. Kami tentu ingin keduanya bekerja sama menjadi satu," lanjut dia.

"Kami sudah meminta mereka untuk bersatu. Sementara untuk jetski permasalahannya lebih kepada alat transportasi (jetski) ke Indonesia. Kami ingin mereka (federasi internasional jetski) membantu untuk memfasilitasi, " kata dia. 

Wei memberi waktu kepada federasi dan cabor yang bermasalah untuk menyelesaikan persoalan dalam waktu dekat ini. Jika tidak, OCA akan mengambil alih sehingga cabor bisa dipertandingkan. 

"Target kami persoalan ini selesai sebelum Agustus, atau sebelum technical handbook sudah terbentuk. Jika memang tidak selesai juga, kami akan ambil alih agar ketiga cabor ini bisa dipertandingkan," imbuh dia. 

Sementara untuk lokasi pertandingan cabor, Wei menambahkan, tidak mengalami perubahan. Sebanyak 10 cabor akan dipertandingkan di Palembang, termasuk voli pantai. 

Sedangkan beberapa cabor yang dipertandingkan di Jakarta, antara lain adalah basket, layar, jetski, dan bulu tangkis. (detik.com)

Palembang - "Saya tak mau sombong. Tapi Anda lihat sendiri sudah seperti apa kami mempersiapkan diri menjadi tuan rumah Asian Games 2018."

Kalimat itu diucapkan Alex Noerdin, gubernur Sumatera Selatan, saat menerima detikcom di tempat kerjanya di Griya Agung, Palembang, Sumatera Selatan, baru-baru ini. Ia menatap kami dengan penuh kepercayaan diri, "memaksa" kami untuk memercayai setiap ucapan dia saat memaparkan "masterpan" gawean Asian Games tahun depan.

Alex tahu, dan oleh sebab itu menantang kami untuk membuktikan omongannya di atas, karena sebelum bertemu kami menyempatkan waktu untuk keliling kota dan melihat-lihat sudah sejauh mana Palembang bersolek untuk menyambut event olahraga terbesar di Asia itu.

Dibandingkan dengan Jakarta, Palembang seperti kurang kedengaran gaungnya sebagai sama-sama kota penyelenggara Asian Games 2018. Lucunya, sejauh ini kesiapan Jakarta malahan acapkali dipertanyakan. Sebab, untuk hajatan sebesar ini, mereka tampak "adem ayem". Ironisnya, sejumlah masalah (sempat) muncul seperti tarik-ulur soal wisma atlet di Kemayoran dan dugaan penyelewengan dana sosialiasi. Renovasi sejumlah venue pun kongkretnya baru dikebut di pengujung 2016.

Sementara di seberang Selat Sunda sana, Palembang terus melenggang relatif tanpa "kegaduhan".

"Itulah, kadang-kadang media nasional kurang berimbang memberitakan persiapan Asian Games di sini. Untuk Palembang, dapat saya katakan persiapan kami sudah hampir 90 persen," ujar Alex.

Harus diakui, konsep Jakabaring Sport City (JSC) yang mulai berdiri sejak tahun 2010 menjadikan Palembang selalu siap untuk menggelar event-event besar khususnya di dunia olahraga. Sebab – dan ini yang sangat penting – mereka mampu memelihara aset dan propertinya dengan baik, sehingga tak terbengkalai – seperti misalnya Samarinda pasca menggelar PON 2008 atau Pekanbaru usai PON 2014.

Sebagai bukti, sepanjang tahun 2011 sampai 2016 kemarin JSC sudah menggelar sedikitnya 36 event olahraga bertaraf internasional. 

JSC memang satu-satunya komplek olahraga terintegrasi yang ada di Indonesia. Belasan venue berstandar internasional bercokol di lahan seluas lebih dari 300 hektar, yang dulunya adalah rawa-rawa. Dari pengamatan detikcom, venue-venue tersebut tinggal dipoles sedikit, dicat lagi, diperbaiki beberapa bagian saja, supaya kembali terlihat lebih bagus.

Tak cuma venue, komplek ini juga dilengkapi dengan wisma atlet yang dapat menampung sedikitnya 2.000 orang – terdiri dari tiga gedung --, plus aula khusus untuk bersantap para olahragawan yang sedang bertanding di sana.

"Di sini para atlet bisa saling berkenalan dengan atlet-atlet dari cabang olahraga lain. Dining hall kami bisa memuat 3.000 orang dalam satu sesi makan" ujar Mansyur, sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Provinsi Sumsel.

Alex berani membandingkan efisiensi JSC dengan Jakarta. Ilustrasi dia, jika atlet menginap di hotel di tengah kota, sedangkan venue cabang-cabang olahraga terpencar-pencar, mereka harus bangun tidur lebih awal untuk sarapan dan menembus kemacetan menuju tempat pertandingan yang terjadwal pagi. Pun ketika harus kembali ke hotel dari venue yang akan memakan waktu lebih lama.

"Di sini, dari wisma mereka hanya perlu 5-10 menit untuk sampai di venue. Sarapan tak perlu tergesa-gesa, plus mereka masih punya waktu banyak untuk melakukan persiapan sebelum bertanding," cetus sang gubernur. (detik.com)

Tujuh paket renovasi kawasan Gelora Bung Karno (GBK) tengah dikerjakan. Stadion Utama menjadi PR terbesar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). 

GBK menjadi venue utama Asian Games 2018 mulai 18 Agustus sampai 2 September. Kondisi GBK yang sudah tua memaksa pemerintah untuk merenovasi kompleks olahraga tinggalan Asian Games 1662 itu. 

Agar memudahkan proses lelang dan pengerjaannya, Kementerian PUPR memisahkan menjadi tujuh paket pengerjaan renovasi GBK. AG 1 meliputi Stadion Utama, AG 2 pada Training Facility, AG 3 pada Stadion Renang, AG 4 meliputi Lapangan Hoki, Panahan, dan Sepakbola A/B/C, AG 5 (Istora), AG 6 (Stadion Tenis Indoor dan Centercourt) dan AG 7 (Stadion Madya, Stadion Softball, Baseball dan Gedung Basket).

Berikut penjelasan Kementerian PUPR soal sudah sejauh mana renovasi yang mereka lakukan seperti disampaikan dalam rilsi kepada detikSport, Rabu (7/12/2016). 

Paket AG 1 atau Stadion Utama menjadi pekerjaan konstruksi terbesar Kementerian PUPR. Sampai saat ini renovasi telah menyelesaikan pembongkaran kursi tribun. 

Selain itu, GBK tengah dalam tahap perbaikan lantai tribun serta pembuatan drainase lapangan. Di samping itu tengah digarap pembongkaran area venue, pengelupasan cat dinding stadion dan pembongkaran instalasi ME.

Pekerjaan lapangan untuk AG 2 atau venue Training Facility tengah dalam tahap pembongkaran eksisting, pembongkaran atap, tribun, dan penyimpanan material bongkaran atau aset untuk gedung latihan bulutangkis.

Paket AG 3 telah menyelesaikan pemasangan saluran air untuk kolam polo air. Saat ini renovasi paket 3 dalam tahap pembesian lantai dasar kolam. Pekerjaan pelebaran galian dan pembuatan shotcreate kolam utama, pengecoran plat lantai area sekitar kolam polo air dan perbaikan lantai tribun. Untuk kolom struktur atap dan kolom struktur tribun dibuat baru.

Pekerjaan Paket AG 4 sedang dalam tahap penggalian dan pemasangan pipa HDPE untuk lapangan sepakbola A dan B, serta pipa Rcpipe untuk lapangan sepakbola C. 

Untuk lapangan Hoki sedang dalam pekerjaan pemasangan pipa Rcpipe. Adpaun untuk lapangan panahan tengah dalam proses pemasangan pondasi tribun dan pemasangan pipa HDPE.

Untuk pekerjaan Istora (AG 5) sedang dalam proses pengelupasan cat bangunan dan pembongkaran ruang pompa, scoring board, dan keramik lantai tribun. Serta pekerjaan pembuatan pondasi bangunan pemanasan dan pembongkaran atap bangunan.

Selanjutnya untuk pekerjaan Stadion Tennis Indoor (AG 6) dalam tahap pemasangan rangka atap, pemasangan dinding bata ringan, instalasasi listrik dan penambahan struktur tangga. Pada Stadion Tennis Centercourt sedang dalam tahap pembesian pondasi lift, pemasangan dinding bata ringan, perbaikan tribun dan instalasi listrik.

PR besar Kementerian PUPR ada pada pembangunan Stadion Madya, Stadion Softball, Baseball dan Gedung Basket atau paket AG 7. Sebab, proses pelelangan belum selesai. 

Paket AG 7 itu telah menetapkan dan mengumumkan pemenang tender pada 29 November 2016. Saat ini tengah dalam tahap masa sanggah hasil lelang. Penandatangan kontrak baru dapat dilakukan 8 Desember 2016.

Terkait penataan kawasan Wisma Atlet Kemayoran dan GBK Senayan dalam tahap penyusunan draft Detail Engineering Design (DED), dengan target penyelesaian pada pekan kedua Desember 2016. 

Adapun untuk progres pelelangan kontraktor pelaksana dijadwalkan pada pekan ketiga Desember 2016 dan pelaksanaan fisik untuk penataan kawasan GBK dijadwalkan pada Januari 2017. Jadwal untuk kawasan Wisma Atlet Kemayoran pada Maret 2017. (detik.com)

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk membahas persiapan venue Asian Games 2018 di Jakarta.

Dalam pertemuan di Balai Kota, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat pada Rabu (14/9/2016), Ahok meminta agar pelaksanaan Asian Games 2018 di Jakarta nanti dapat menggunakan Gelanggang Olah Raga (GOR) yang ada saat ini.

"Pak Erick datang untuk membahas Asian Games. Daripada menyewa temporary venue, lebih baik pakai GOR GOR yang ada dan Pak Gubernur setuju," ujar Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Pariwisata dan Kebudayaan, Sylviana Murni.

Sylviana yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Indonesia Asian Games Organizing Committee (INASGOC) menambahkan, nantinya dana APBN untuk pelaksanaan Asian Games di Jakarta akan digunakan untuk biaya perawatan GOR yang telah ada saat ini.

"Untuk maintenance kan kita ada dana dari APBN. Daripada dipakai sewa convention hall, mending dana untuk maintenance GOR. Pak Gubernur setuju. Yang terpenting bagaimana menyukseskan Asian Games," tutur Sylviana.

Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018 yang akan diselenggarakan pada 18-28 Agustus 2018 di Jakarta dan Palembang.

Dalam rapat koordinasi yang digelar oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) beberapa waktu lalu, pemerintah sudah mulai menyiapkan sejumlah sarana dan prasarana untuk perhelatan pesta olahraga antar negara Asia itu.

"Untuk sukses peneyelenggaraan, kami juga telah meminta dan medorong kepada INASGOC (Indonesia Asian Games Organizing Committee) untuk segera melakukan persiapan-persiapan. Kami akan terus berkoordinasi, sehingga tidak ada masalah dalam peneyelenggaraan nantinya, " kata Menko PMK Puan Maharani.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nachrawi menargetkan persiapan untuk Asian Games bakal rampung pada Juli 2017.

"Semuanya diharapkan selesai pada Juli 2017 mendatang. Nanti akan kita evaluasi apa yang perlu disempurnakan dan dilengkapi sesuai dengan standar masing-masing cabang olahraga. Dan juga terkait dengan pembukaan dan penutupan, yang akan dilaksanakan di Jakarta," ujar Imam Nachrawi. (detiksport.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net