Sport



Indonesia tak bisa menurunkan kekuatan penuh pada Kejuaraan Asia Bulutangkis 2017. Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon masuk daftar pemain absen. 

Selain Kevin/Marcus, PBSI tak bisa menurunkan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani dalam kejuaraan yang dihelat Wuhan, China, 25-30 April 2017. Cedera menjadi alasannya. 

Menurut ketua Sub Bidang pelatnas PBSI, Lius Pongoh, Marcus dibekap cedera punggung. Liliyana tengah menjalani pemulihan cedera lutut kanan. Adapun Anggia kalah dari cedera hamstring paha kanan. 

"Peta kekuatan Indonesia ke Kejuaraan Asia berkurang. Liliyana masih cedera lutut kanan makanya memilih untuk mundur ketimbang performa tidak bagus," kata Lius yang dihubungi detikSport, Jumat (21/4/2017). 

"Gideon sudah diingatkan untuk istirahat setelah Malaysia karena ada Kejuaraan Asia ini. Tapi, ternyata anaknya bersikukuh untuk lanjut ke Singapura. Dari observasi dokter pelatnas PBSI, dokter Michael Trianto, Gideon ketarik (otot) punggungnya. Anggia juga cedera," tutur Lius. 

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti dalam rilis kepada detikSport menyadari kekuatan sangat berkurang tanpa, utamanya, Kevin/Marcus dan Tontowi/Liliyana. Makanya, dia menyebut tak mematok target khusus dalam kejuaraan tersebut. 

"Kalau kami memberangkatkan atlet, tentunya kami mau hasil yang terbaik buat mereka. Jangan dipaksakan, jangan mentang-mentang rangking sepuluh besar dunia, tidak siap tetap berangkat. Mereka akan menjadi incaran lawan-lawannya, tentunya akan mempengaruhi kepercayaan diri mereka," ungkap Susy.

"Sebetulnya Kejuaraan Asia ini turnamen perantara ya, fokusnya lebih ke Piala Sudirman. Kami tidak bisa menuntut atlet untuk juara terus di tiap pertandingan, tetapi sebaiknya sih setiap turnamen ada gelar untuk Indonesia ya, setidaknya satu gelar lah, dari sektor apapun," tambah Susy.

"Tidak usah disebut, ganda putra dan ganda campuran memang masih jadi andalan hingga saat ini, termasuk di Kejuaraan Asia ini. Kan masih ada Praveen Jordan/Debby Susanto dan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi. Siapa tahu juga ada kejutan dari Jonatan Christie atau tim tunggal putra," beber Susy.

Berikut daftar pemain Indonesia ke Kejuaraan Asia 2017 :

Tunggal putra: Jonatan Christie, Ihsan Maulana Mustofa, Anthony Sinisuka Ginting, Tommy Sugiarto

Tunggal putri: Dinar Dyah Ayustine, Fitriani, Hanna Ramadini

Ganda putra: Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Mohammad Ahsan/Rian Agung Saputro

Ganda putri: Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari, Tiara Rosalia Nuraidah/Rizki Amelia Pradipta, Nisak Puji Lestari/Meirisa Cindy Sahputri

Ganda campuran: Praveen Jordan/Debby Susanto, Ronald Alexander/Melati Daeva Oktavianti, Alfian Eko Prasetya/Annisa Saufika  (detik.com)

Pasangan Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon secara gemilang menjuarai ganda putra All England 2017 setelah di babak final mengalahkan Li Junhui/Liu Chen.

Dalam laga di Birmingham, Inggris, Minggu (12/03) petang Kevin/Marcus menang meyakinkan dua set langsung 21-19 21-14.

"Tentu senang bisa juara All England secepat ini. Saya pribadi tak menyangka. Ini mimpi yang menjadi kenyataan," kata Kevin.

Soal kemenangan yang relatif mudah, bila dibandingkan dengan laga semifinal sehari sebelumnya melawan duo Denmark, Mads Conrad Petersen/Mads Pieler Kolding, Kevin mengatakan mungkin pasangan dari Cina tampil tegang.

"Akibatnya serangan kami efektif meraih poin, mereka banyak melakukan kesalahan sendiri. Mungkin mereka tegang," kata Kevin, pemain yang berusia 21 tahun ini.

"Saya sebenarnya juga tegang tapi lama-lama mainnya enak," kata Marcus.

"Di luar itu, strategi terus menyerang membuahkan hasil," tambah Kevin.

Pelatih ganda putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi, mengungkapkan ujian terberat bagi Kevin/Marcus di All England 2017 sebenarnya adalah laga semifinal melawan Petersen/Kolding.

"Pertandingan itu sangat ketat bahkan hingga poin-poin akhir di set ketiga ... dari situ mereka lebih siap secara mental," kata Herry.

Strategi di babak final

Di babak final, Hery meminta Kevin/Marcus meraih poin dari service dan juga permainan net, strategi yang terbukti efektif mengalahkan Li/Liu.

Hasil-hasil lain, Lee Chong Wei dari Malaysia menjuarai tunggal putra setelah menang atas Shi Yuqi dari Cina, 21-12 21-10.

Bagi Chong Wei ini adalah gelar juara All England yang keempat dan pada 2017 ini, gelar diraih ketika usianya tak lagi muda, 34 tahun.

Namun Chong Wei menengaskan umur tak menjadi masalah.

"Saya masih akan bermain, tahun depan saya akan datang lagi di sini, juga akan turun di Malaysia Open, Indonesia Open dan kejuaraan dunia Agustus mendatang di Glasgow," katanya.

Ditanya sampai kapan akan bermain, Chong Wei berseloroh, "Mungkin sampai usia 40 tahun."

Di ganda campuran, sektor ini dimenangkan oleh Lu Kai/Huang Yaqiong yang di babak final mengalahkan Peng Soon Chan/Liu Ying Goh, 18-21 21-19 21-16.

Pasangan Korea Selatan, Chang Ye Na/Lee So Hee juara di ganda putri dengan mengalahkan Kamilla Rytter Juhl/Christinna Pedersen dari Denmark 21-18 21-13.

Dan di tunggal putri, gelar juara diraih pebulu tangkis Taiwan, Tai Tzu Ying yang di partai puncak menundukkan pemain Thailand, Ratchanok Intanon, 21-16 22-20. (bbcindonesia.com)

FUZHOU - Ganda Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon mengaku menikmati permainan saat mereka mengalahkan pasangan Denamrk, Mathias Boe/Carsten Mogensen untuk menjadi juara  China Open Super Series Premier 2016.

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon sukses merebut podium utama setelah  mengalahkan Mathias Boe/Carsten Mogensen dari Denmark, dua gim langsung, 21-18 dan 22-20.

Sukses dapatkan gelar, Kevin/Marcus pun berbagi kunci kesuksesan mereka kali ini. Mereka mengatakan berusaha tampil sebaik mungkin dan menikmati jalannya pertandingan.

“Kuncinya lakukan yang terbaik aja pokoknya. Walaupun tertinggal dicoba aja lagi, kan belum gim. Buktinya kemarin juga sudah mau kalah, tapi ternyata masih bisa menang. Jadi coba aja dulu. Kita belum tau kedepannya ada apa, yang penting berani di lapangan,” kata Marcus. 

“Selalu berusaha melakukan yang terbaik dan menikmati permainan. Kalau terlalu dipikir terlalu jauh kayanya susah banget buat menang, tapi ternyata bisa,” ujar Kevin menambahkan.

Kevin/Marcus mengaku sempat tegang di poin-poin akhir gim kedua. Sudah unggul 20-16, mereka malah tersusul lawan, menjadi 20-20. Beruntung akhirnya dua poin berikutnya berhasil diamankan pasangan Indonesia.

“Pas udah mau gim saya malah tegang. Takut tidak jadi menang. Karena ini merupakan pengalaman pertama saya juga di premier,” pungkas Kevin.

“Kami sempat ingin buru-buru selesai karena takut kesusul lawan. Malah jadi bumerang buat kami. Untungnya kami kemudian bisa tenang lagi dan menang,” tambah Marcus. (kompas.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net