Sport



Odense - Indonesia meloloskan dua wakil ganda putra ke babak kedua Denmark Terbuka Super Series Premier. Mereka adalah Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi.

Kevin/Marcus melewati babak pertama setelah mengalahkan pasangan Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, di Odense Sports Park, Rabu (18/10/2017). Unggulan kedua di nomor ganda putra itu menang rubber-game dengan skor 21-16, 19-21, dan 21-10.

Kevin/Marcus selanjutnya akan menghadapi wakil tuan rumah, Mathias Christiansen/David Daugaard. Kedua pasangan tercatat belum pernah bertemu.

Pada pertandingan lainnya, Angga/Ricky mengatasi perlawanan pasangan China, He Jiting/Tan Qiang, dua game langsung dengan skor 21-14, 21-18. Unggulan kedelapan itu akan ditantang Chen Hung Ling/Wang Chi-Lin (Taiwan) di babak kedua.

Dari nomor tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting langsung kandas di babak pertama. Anthony dikalahkan unggulan teratas asal Korea Selatan, Son Wan Ho, dengan skor 23-21, 17-21, dan 17-21.

"Saya memang sempat leading dan terkejar lawan, karena saat unggul itu saya selalu berinisiatif untuk menyerang dan tidak mengangkat shuttlecock. Tetapi Son sudah membaca hal ini. Secara keseluruhan, saya sebetulnya tidak terlalu kecewa dengan penampilan saya hari ini, karena kemampuan saya lumayan bisa keluar semua, sedikit kecewanya saat sudah memimpin tetapi malah kehilangan poin beruntun," ujar Anthony kepada badmintonindonesia.org.

Saat ditanya soal evaluasi penampilannya, Anthony mengatakan bahwa ia harus lebih siap dari segi mental dan pikiran.

"Di beberapa turnamen terakhir, yang saya lakukan adalah lebih disiapin mentalnya. Kalau teknik main itu tergantung kondisi di lapangan. Tetapi persiapan mental pikiran bisa dari malam sebelum bertanding. Kalau sudah siap, mau capek, mau usaha, istilahnya waktu masuk lapangan, lawan mau main apa saja ya saya ladeni," jelas pemain jebolan klub SGS PLN Bandung ini.

Ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu juga tak bisa melangkah jauh. Greysia/Apriyani kalah dari Shiho Tanaka/Koharu Yonemoto (Jepang) dengan skor 14-21, 21-18, dan 20-22. (detik.com)

Ganda putera utama Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menggeser pasangan Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen dan bertengger di peringkat utama dunia.

Lewat kemenangan mereka di turnamen Japan Open Superseries, pekan lalu, Kevin/Marcus menempati peringkat atas dengan mengumpulkan 86.507 poin. Sementara Boe/Mogensen tergeser ke peringkat dua dengan 84.224 poin.

Di tempat ketiga bertengger pasangan Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dan berada di atas dua pasangan China, Li Junhui/Liu Yuchen dan juara dunia Liu Cheng/Zhang Nan di tempat empat dan lima.

Dalam daftar yang dikeluarkan BWF, Kamis (28/09/2017), ganda putera Indonesia lainnya, Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi bertahan di peringkat sembilan dengan mengumpulkan 55.062 poin. Pasangan lainnya, Fajar Alfian/Muhammad Rian turun satu tingkat ke peringkat 17, sementara Berry Angriawan/Hardianto justru naik tiga tingkat ke peringkat 19.

Di nomor ganda campuran, Praveen Jordan/Debby Susanto menjadi pasangan Indonesia dengan peringkat tertinggi (70.405 poin) Di nomor yaitu peringkat tiga berkat keberhasilan menjuarai Korea Open Superseries. Sementara pasangan senior, Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad berada satu tingkat di bawah mereka, yaitu peringkat empat dengan 70.030 poin.

Di nomor tunggal putera, dua pemain utama, Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting masih berkutat di luar 10 besar. Jonatan berada di peringkat 13 dengan 49.507 poin, semnetara Anthony di peringkat 18 dengan 48.298 poin.

Di tunggal putera, pemain Denmark, Viktor Axelsen naik ke peringkat puncak berkat keberhasilannya menjuarai Japan Open Superseries, pekan lalu. Axelsen kini mengumpulkan 76.200 poin dan menggeser peringkat puncak sebvelumnya, Son Wan Ho dari Korea ke posisi dua.

Finalis kejuaraan dunia, Lin Dan asal China berada di peringkat tiga dan memimpin tiga pemain negeri tersebut yang bertengger di sepuluh besar, termasuk Shi Yuqi (peringkat 4) dan Chen Long (peringkat 6). (kompas.com)

Indonesia tak bisa menurunkan kekuatan penuh pada Kejuaraan Asia Bulutangkis 2017. Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon masuk daftar pemain absen. 

Selain Kevin/Marcus, PBSI tak bisa menurunkan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani dalam kejuaraan yang dihelat Wuhan, China, 25-30 April 2017. Cedera menjadi alasannya. 

Menurut ketua Sub Bidang pelatnas PBSI, Lius Pongoh, Marcus dibekap cedera punggung. Liliyana tengah menjalani pemulihan cedera lutut kanan. Adapun Anggia kalah dari cedera hamstring paha kanan. 

"Peta kekuatan Indonesia ke Kejuaraan Asia berkurang. Liliyana masih cedera lutut kanan makanya memilih untuk mundur ketimbang performa tidak bagus," kata Lius yang dihubungi detikSport, Jumat (21/4/2017). 

"Gideon sudah diingatkan untuk istirahat setelah Malaysia karena ada Kejuaraan Asia ini. Tapi, ternyata anaknya bersikukuh untuk lanjut ke Singapura. Dari observasi dokter pelatnas PBSI, dokter Michael Trianto, Gideon ketarik (otot) punggungnya. Anggia juga cedera," tutur Lius. 

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti dalam rilis kepada detikSport menyadari kekuatan sangat berkurang tanpa, utamanya, Kevin/Marcus dan Tontowi/Liliyana. Makanya, dia menyebut tak mematok target khusus dalam kejuaraan tersebut. 

"Kalau kami memberangkatkan atlet, tentunya kami mau hasil yang terbaik buat mereka. Jangan dipaksakan, jangan mentang-mentang rangking sepuluh besar dunia, tidak siap tetap berangkat. Mereka akan menjadi incaran lawan-lawannya, tentunya akan mempengaruhi kepercayaan diri mereka," ungkap Susy.

"Sebetulnya Kejuaraan Asia ini turnamen perantara ya, fokusnya lebih ke Piala Sudirman. Kami tidak bisa menuntut atlet untuk juara terus di tiap pertandingan, tetapi sebaiknya sih setiap turnamen ada gelar untuk Indonesia ya, setidaknya satu gelar lah, dari sektor apapun," tambah Susy.

"Tidak usah disebut, ganda putra dan ganda campuran memang masih jadi andalan hingga saat ini, termasuk di Kejuaraan Asia ini. Kan masih ada Praveen Jordan/Debby Susanto dan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi. Siapa tahu juga ada kejutan dari Jonatan Christie atau tim tunggal putra," beber Susy.

Berikut daftar pemain Indonesia ke Kejuaraan Asia 2017 :

Tunggal putra: Jonatan Christie, Ihsan Maulana Mustofa, Anthony Sinisuka Ginting, Tommy Sugiarto

Tunggal putri: Dinar Dyah Ayustine, Fitriani, Hanna Ramadini

Ganda putra: Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Mohammad Ahsan/Rian Agung Saputro

Ganda putri: Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari, Tiara Rosalia Nuraidah/Rizki Amelia Pradipta, Nisak Puji Lestari/Meirisa Cindy Sahputri

Ganda campuran: Praveen Jordan/Debby Susanto, Ronald Alexander/Melati Daeva Oktavianti, Alfian Eko Prasetya/Annisa Saufika  (detik.com)

Pasangan Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon secara gemilang menjuarai ganda putra All England 2017 setelah di babak final mengalahkan Li Junhui/Liu Chen.

Dalam laga di Birmingham, Inggris, Minggu (12/03) petang Kevin/Marcus menang meyakinkan dua set langsung 21-19 21-14.

"Tentu senang bisa juara All England secepat ini. Saya pribadi tak menyangka. Ini mimpi yang menjadi kenyataan," kata Kevin.

Soal kemenangan yang relatif mudah, bila dibandingkan dengan laga semifinal sehari sebelumnya melawan duo Denmark, Mads Conrad Petersen/Mads Pieler Kolding, Kevin mengatakan mungkin pasangan dari Cina tampil tegang.

"Akibatnya serangan kami efektif meraih poin, mereka banyak melakukan kesalahan sendiri. Mungkin mereka tegang," kata Kevin, pemain yang berusia 21 tahun ini.

"Saya sebenarnya juga tegang tapi lama-lama mainnya enak," kata Marcus.

"Di luar itu, strategi terus menyerang membuahkan hasil," tambah Kevin.

Pelatih ganda putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi, mengungkapkan ujian terberat bagi Kevin/Marcus di All England 2017 sebenarnya adalah laga semifinal melawan Petersen/Kolding.

"Pertandingan itu sangat ketat bahkan hingga poin-poin akhir di set ketiga ... dari situ mereka lebih siap secara mental," kata Herry.

Strategi di babak final

Di babak final, Hery meminta Kevin/Marcus meraih poin dari service dan juga permainan net, strategi yang terbukti efektif mengalahkan Li/Liu.

Hasil-hasil lain, Lee Chong Wei dari Malaysia menjuarai tunggal putra setelah menang atas Shi Yuqi dari Cina, 21-12 21-10.

Bagi Chong Wei ini adalah gelar juara All England yang keempat dan pada 2017 ini, gelar diraih ketika usianya tak lagi muda, 34 tahun.

Namun Chong Wei menengaskan umur tak menjadi masalah.

"Saya masih akan bermain, tahun depan saya akan datang lagi di sini, juga akan turun di Malaysia Open, Indonesia Open dan kejuaraan dunia Agustus mendatang di Glasgow," katanya.

Ditanya sampai kapan akan bermain, Chong Wei berseloroh, "Mungkin sampai usia 40 tahun."

Di ganda campuran, sektor ini dimenangkan oleh Lu Kai/Huang Yaqiong yang di babak final mengalahkan Peng Soon Chan/Liu Ying Goh, 18-21 21-19 21-16.

Pasangan Korea Selatan, Chang Ye Na/Lee So Hee juara di ganda putri dengan mengalahkan Kamilla Rytter Juhl/Christinna Pedersen dari Denmark 21-18 21-13.

Dan di tunggal putri, gelar juara diraih pebulu tangkis Taiwan, Tai Tzu Ying yang di partai puncak menundukkan pemain Thailand, Ratchanok Intanon, 21-16 22-20. (bbcindonesia.com)

Page 1 of 2

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM