Sport

Aktivitas harian, baik di kantor atau di rumah, membuat hidup berpacu dengan waktu dan agenda. Kondisi yang demikian otomatis menciptakan tekanan dan stres.

Solusi menjadikan hidup kembali segar dan bersemangat adalah liburan.

Liburan bersama keluarga atau sahabat, menurut temuan studi terbaru, ditemukan mujarab dalam menciptakan kenangan bahagia yang memberikan dampak baik pada tubuh serta pikiran Anda.

Namun, liburan bisa menjadi mimpi buruk dan sama sekali tidak meninggalkan kesan bahagia apabila Anda tetap membawa pekerjaan sepanjang waktu berlibur.

Perusahaan penyewaan kamar dan rumah, Home Away, melakukan studi bersama dengan Art Markman, seorang psikolog dari University of Texas.

Studi itu menyimpulkan bahwa liburan yang tidak bermakna dan tidak membuat pikiran lebih segar adalah liburan yang sarat dengan intervensi pekerjaan.

Studi ini melibatkan 713 orang dewasa dari Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Jerman, Spanyol, dan Italia.

Seluruh responden diminta untuk mendokumentasikan kegiatan dan kondisi pikiran sebelum dan sesudah liburan.

Mereka juga diminta untuk menuliskan pengalaman, kenangan, dan kebiasaan kala menjalani liburan.

Hasil studi menemukan bahwa liburan di sebuah kota besar kurang menciptakan kebahagiaan saat berlibur.

Lalu, responden yang aktif bermain media sosial selama berlibur juga ditemukan kembali pulang dalam kondisi tidak rileks dan segar.

Selain itu, studi juga menemukan bahwa membawa pekerjaan selama berlibur merupakan pilihan paling salah.

Sebab, responden yang mengaku, sesekali bekerja selama liburan ditemukan tidak bahagia, semakin stres, dan tidak dapat mengingat memori yang terjadi selama menjalani liburan

"Bekerja satu jam atau lebih pada liburan membuat 43 persen responden lebih mungkin mengalami masalah dalam mengingat perjalanan mereka daripada mereka yang bekerja satu jam atau kurang," tulis hasil HomeAway.

Studi juga menemukan semakin banyak Anda bekerja, semakin sedikit yang Anda ingat.

Membawa laptop, menurut studi, menciptakan tekanan pikiran bahkan di hari pertama liburan.

Studi juga mengungkapkan bahwa tekanan pikiran lebih ringan ketika Anda hanya membawa tablet atau ponsel pintar. (kompas.com)

Tidur siang selama 45 menit tidak terdengar sebagai sebuah latihan serius yang dilaksanakan di gym. Tapi sebuah gym di Inggris menyatakan kelas tidur siang menjadi salah satu hal yang penting untuk para pesertanya, seperti yang diberitakan odditycentral.com, Rabu (1/5/2017).

Ternyata kelas tidur siang menjadi pelajaran utama untuk menghindari epidemic kelelahan yang mewabah di Inggris. Menurut penelitian, sekitar 86 persen orangtua menyatakan mereka menderita karena kelelahan, dan 26 persen menyatakan mereka tidur kurang dari lima jam sehari. Karena itulah, David Llyod Club yang memiliki gym di seantero Eropa memperkenalkan kelas ini.

Dimulai dengan 15 menit pemanasan ringan dan dilanjutkan dengan 45 menit tidur siang, akan membuat para peserta menikmati waktu istirahat. Mereka juga mendapatkan tempat tidur khusus dan penyesuaian suhu ruangan, agar tidur siang dapat mengurangi kalori ketika tidur.

“Tidur sangat penting daripada apa yang disadari oleh orang-orang. Kekurangan tidur akan membawa tingkat stres menjadi lebih tinggi dan gangguan mental. Tentu saja kekurangan energi akan terjadi bila kurang tidur,” ungkap praktisi mimpi dan tidur, Kathryn Pinkham yang mendesain kelas tidur siang ini.

Nantinya kelas tidur siang ini akan dipraktikkan di beberapa cabang David Llyod Clubs sebagai percobaan. Tentunya kelas ini akan menjadi favorit baru bagi para pecinta gym di masa depan. Apakah Anda ingin mencobanya? (liputan6.com)

BIRMINGHAM - Anthony Sinisuka Ginting akhirnya lolos ke babak utama All England Open 2017.

 

 

Ini dipastikan setelah ia berhasil memenangi “perang saudara” dengan rekannya, Ihsan Maulana Mustofa di babak final kualifikasi. Anthony menang dua game langsung dengan skor 21-17 dan 21-16.

Di gim pertama, Anthony sempat tertinggal 0-4 dari Ihsan. Kemudian secara perlahan ia mampu menyamakan kedudukan dan balik memimpin perolehan angka.

Memasuki gim kedua, Anthony kembali berada di bawah tekanan Ihsan. Ia terus tertinggal mulai 0-6, 8-13 dan 10-14. Namun akhirnya Anthony kembali membalikkan keadaan hingga menang dua gim langsung.

“Di awal gim pertama dan kedua saya sempat ketinggalan terus dari Ihsan. Saya juga pertama-tama mungkin kurang siap di lapangan. Setelah itu saya genjot terus, lebih inisiatif buat menyerang. Kami kan sudah sering latihan bareng, jadi tadi saya juga banyak mengingat-ingat kebiasaan Ihsan di lapangan, apa kelemahan dia. Di samping itu Ihsan juga banyak buang-buang bola dan mati sendiri pas poin-poin terakhir. Jadi saya mendapat keuntungan,” jelas Anthony kepada badmintonindonesia.org.

Sebelumnya di babak pertama kualifikasi, Anthony sudah mengalahkan Sourabh Verma dari India, dengan skor  21-10, 14-21 dan 22-20. Sementara Ihsan menghentikan langkah pemain Jepang, Kenta Nishimoto dengan skor 21-19, 13-21 dan 21-17. Ini merupakan kemenangan kedua Ihsan atas Nishimoto, setelah sebelumnya juga menang di Chinese Taipei Open 2014 lalu.

Di babak pertama, Rabu (8/3), Anthony akan berhadapan dengan Chou Tien Chen, Taiwan. Anthony tercatat memiliki sejarah pertemuan yang baik dari Chou. Dua kali bertemu, Anthony selalu bisa memenangkan pertandingan. Terakhir di Australian Open 2016, Anthony menang dengan 21-8 dan 21-12.

“Pastinya sudah banyak perubahan dari permainan lawan, sejak pertemuan terakhir. Jadi saya tidak boleh lengah. Saya harus bisa lebih siap lagi secara fisik dan mental. Saya juga sudah mempelajari kembali, permainan dia seperti apa. Apalagi kemarin dia baru juara di Jerman(German Open 2017), jadi rasa percaya dirinya pasti lebih meningkat,” ungkap Anthony. (kompas.com)

Bek andalan Liverpool, Dejan Lovren menjajal kemampuan aktingnya dengan membintangi sebuah film dokumenter bertemakan perang saudara.

Film dokumenter berjudul 'Lovren: My Life as a Refugee' ini akan fokus menceritakan masa kecil Lovren yang terjadi di saat perang Bosnia bergejolak antara 1992 hingga 1995 silam.

Sebagai informasi, Lovren lahir di negara Republik Yugoslavia, akan tetapi ia dan keluarganya terpaksa meninggalkan negaranya menyusul pecahnya perang saudara ketika dirinya masih berusia tiga tahun.

"Ketika saya melihat apa yang terjadi saat ini saya mengingat (pengalaman) saya," ujar Lovren dalam video trailer film ini.

"Saya tumbuh di kota bernama Kraljeva Sutjeska. Itu nyata. Sejujurnya (keluarga) kami memiliki semuanya. Dan kemudian perang itu terjadi." lanjutnya.

"Orang masih tidak mau membicarakannya. Ibu saya berkata, 'Jangan ceritakan pada mereka' tapi saya berkata, 'Saya akan menceritakan pada mereka'," tutupnya.

Film dokumenter 'Lovren: My Life as a Refugee' ini bisa ditonton secara gratis di kanal LFC TV pada Rabu (8/2) besok. (bola.net)

Page 1 of 2

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net