Sport

Cristiano Ronaldo diharapkan mampu memimpin Portugal dalam ajang Euro 2016. Namun kenyataannya, pemain Real Madrid tersebut tak satu pun bisa mencetak gol.
Bukan hanya tak bisa mencetak gol, pemain 31 tahun tersebut bahkan dinilai tampil jeblok. Di laga terakhir lawan Austria, Ronaldo tak bisa mencetak gol dari titik penalti. Mengecewakan.

Tentu saja ia akan banyak menerima kritik dalam beberapa hari ke depan. Master Photoshop punya cara sendiri menyampaikan 'kritik' pada CR7 menggunakan bahasa tubuhnya yang tampak ketakutan di atas lapangan. Berikut 11 foto Ronaldo yang sudah di-edit just for fun!  (bola.net)

Saint-Denis - Format baru Piala Eropa kali ini membuat munculnya beberapa tim debutan. Kedatangan tim-tim tersebut dinilai membuat persaingan lebih ketat.

Tidak seperti edisi sebelumnya yang mana Piala Eropa diikuti 16 tim, mulai edisi 2016 ini UEFA mengubah jumlah peserta jadi 24 tim yang artinya ada tambahan delapan tim.

Ke-24 tim itu dibagi dalam enam grup dan akan diambil dua tim teratas di setiap grup plus empat peringkat ketiga terbaik untuk tampil di babak 16 besar. Durasi Piala Eropa kali ini mirip-mirip dengan Piala Dunia.

Makin membengkaknya jumlah peserta membuat ada empat tim debutan yang tampil di turnamen ini seperti Albania, Wales, Irlandia Utara, dan Islandia. Lalu tim-tim seperti Ukraina, Republik Irlandia, Polandia, Rumania, Hungaria, dan Austria, yang biasanya kesulitan melewati sesi kualifikasi bisa mendapat kesempatan tampil.

Meski kehadiran tim-tim tersebut awalnya dipertanyakan karena biasanya hanya akan jadi "lumbung gol" bagi tim-tim besar, namun nyatanya sampai fase grup berjalan dua pertandingan, boleh dibilang jarak antara setiap tim tak berbeda jauh dan tim kecil pun bisa merepotkan para raksasa.

Contoh saja Jerman yang diimbangi Polandia 0-0 dinihari WIB tadi, Irlandia Utara yang menang 2-0 dan hanya kalah 0-1 dari Polandia. Inggris pun harus susah payah mengalahkan Wales setelah sempat tertinggal.

Lalu, Albania pun berhasil memaksa Prancis untuk mencetak dua gol kemenangan di menit-menit akhir. Sementara Hungaria menang 2-0 atas Austria serta Islandia yang berhasil mengimbangi Portugal 1-1.

 

"Saya tidak tahu apakah ini adalah hasil dari adanya 24 tim peserta tapi kita bisa lihat hasil-hasilnya memang ketat. Banyak gol yang tercipta menjelang akhir laga. Prancis dan juga Irlandia Utara," ujar pelatih Jerman Joachim Loew seperti dikutip Soccerway.

"Hasilnya sangat tipis karena tim-tim yang baru pertama kali tampil jelas menganggap ini sebagai satu-satunya turnamen dalam hidup mereka," sambungnya.

"Mereka berkorban banyak dan menggunakan kelebihan mereka. Mereka bertahan dan menunggu kesempatan lewat serangan balik."

"Itulah yang Anda akan dapatkan, tim yang mau bertarung dan mengorbankan segalanya. Inggris hari ini menang lewat gol di menit-menit akhir dan itu sudah saya perkirakan, bertarunglah seperti itu, dan tim yang bertahan dengan 10 pemain," tutupnya. (detik.com)

Moskow - Kedutaan Prancis di Moskow telah dituntut oleh Kementerian Luar Negeri Rusia setelah memberikan kritik tajam atas kebijakan di turnamen Euro 2016.

"Kerusuhan antar penggemar memicu sentimen anti-Rusia lebih lanjut... secara signifikan dapat memperburuk hubungan antara Rusia-Prancis," kata kementerian itu, seperti dilansir dari BBC, Kamis (16/6/2016)

Pernyataan menteri luar negeri Rusia itu merujuk dengan penahanan 43 orang fans warganya di sebuah bus setelah kericuhan pecah.

Namun, kedutaan Prancis bersikeras bahwa penangkapan pendukung Rusia "benar-benar sesuai dengan hukum".

Sementara itu, 4 warga Rusia ditangkap di kota Prancis Lille harus dideportasi. Kendati demikian pertandingan antara Rusia dan Slovakia pada Rabu 16 Juni berlangsung damai.

Tindakan keras Perancis pada hooliganisme antara pendukung berkaitan dengan insiden di luar stadion.

UEFA, badan sepak bola Eropa, sebelumnya mendenda Rusia dan memberikan diskualifikasi berupa penangguhan pertandingan setelah terjadi aksi kekerasan di dalam stadium di Marseille ketika Rusia melawan Inggris pada Sabtu 11 Juni lalu.

Kementerian Luar Negeri Rusia menuntut Duta Besar Jean-Maurice Ripert setelah pidato Menlu Sergei Lavrov di majelis rendah di Moskow.

Lavrov mengatakan justru penggemar Rusia yang telah diprovokasi. Ia juga mengkritik cara polisi Prancis memperlakukan mereka dengan serangkaian pengecekan yang ketat.

"Ini insiden yang jelas tak dapat diterima, di mana lebih dari 40 pendukung Rusia di bus dihentikan oleh polisi. Dan mereka diminta tetap tinggal di bus, dengan alasan pengecekan dokumen serta tanda pengenal."

Lavrov menuduh Prancis telah melanggar konvensi internasional karena telah menahan pendukung Rusia.

"Ini jelas fakta kalau kelakuan Prancis sangat berbeda dengan kewajiban mereka di bawah Konvensi Wina. Dan saya telah menuliskan keberatan kami kepada Menteri Luar Negeri Prancis, meminta ia menjamin tak akan ada lagi insiden serupa."

Kendati demikian, Lavrov mengakui kalau ada kelakuan pendukung Rusia yang buruk, namun membela dengan mengatakan, "Kami tidak menutup mata kalau ada aksi provokatif sehingga fans kami berlaku seperti itu."

"Kedutaan Prancis di Moskow akan berkerja sama dengan UEFA untuk menghentikan aksi perusuh ya mengingingkan Euro 2016 kacau," tulis kedutaan Prancis untuk Rusia melalui sebuah pernyataan.

Sementara itu, polisi Prancis menyalahkan 150 hooligans Rusia yang 'terlatih' yang telah membuat kerusuhan sebelum pertandingan Inggris lawan Rusia berlangsung.

Bus yang membawa 43 pendukung Rusia dihentikan oleh polisi di dekat Cannes, pada Selasa 14 Juni lalu. Dan berapa di antara mereka dideportasi.

Polisi Prancis mengerahkan lebih dari 2.400 aparat. Mereka juga memberikan larangan ketat selama pertandingan berlangsung, seperti dilarang minum alkohol di jalanan. (liputan6.com)

Argentina tutup fase grup dengan raihan sembilan poin berkat kemenangan 3-0 atas Bolivia, dalam laga terakhir Grup D Copa America Centenario di CenturyLink Field, Seattle, Amerika Serikat, pada Rabu (15/6/2016) pagi WIB.

Sejak awal laga, Argentina terlihat begitu perkasa bagi Bolivia. Statistik ca2016.com mencatat penguasaan bola Argentina hingga angka 82 persen.

Tim asuhan Gerardo Martino juga unggul telak dalam hal peluang. Sepanjang 90 menit, mereka tercatat melepaskan 10 tembakan, sedangkan Bolivia hanya diberi kesempatan dua kali menendang.

Seluruh gol Argentina dalam laga ini tercipta pada babak pertama. Gol pertama lahir dari tendangan bebas Lamela.

Tendangan gelandang Tottenham Hotspur itu sempat membentur pagar betis Bolivia, sehingga bola berubah arah dan masuk ke gawang Carlos Lampe.

Dua menit berselang, publik Argentina kembali bersukacita berkat gol Lavezzi. Ia menggandakan keunggulan timnya setelah memanfaatkan bola rebound.

Unggul 2-0, Tim Tango, julukan timnas Argentina, semakin percaya diri. Mereka sukses menutup babak pertama dengan kedudukan 3-0 lewat gol Cuesta pada menit ke-32.

Memasuki babak kedua, sang megabintang Argentina, Lionel Messi, tampil menggantikan Gonzalo Higuain. Para pendukungArgentina pun antusias menyambut kehadiran pemain FCBarcelona itu.

Pada menit ke-60, Messi nyaris mencetak gol melalui tendangan bebas. Namun, sepakannya masih menyamping tipis di sisi gawang Bolivia.

Memasuki interval ketiga, situasi laga masih belum berubah signifikan. Argentina masih sangat mendominasi jalannya pertandingan.

Meski begitu, pertahanan Bolivia kali ini bermain lebih baik ketimbang saat babak pertama. Tusukan-tusukan yang dilakukanArgentina sanggup dimentahkan oleh lini belakang Bolivia.

Alhasil, hingga wasit meniup peluit panjang, tak ada lagi gol tambahan yang tercipta. Kedudukan 3-0 untuk Messi dkk menjadi hasil akhir pada laga ini.

Kemenangan ini memantapkan posisi Argentina di urutan pertama klasemen Grup D, dengan memperoleh sembilan poin. Adapun posisi kedua diduduki oleh Cile dengan raihan enam poin.

Pada perempat final nanti, Argentina akan berhadapan dengan Venezuela, yang merupakan runner-up dari Grup C. Laga tersebut akan digelar di Gillette Stadium, Foxborough, pada Minggu (19/6/2016) pukul 06.00 WIB.

Argentina 3-0 Bolivia (Erik Lamela 13', Ezequiel Lavezzi 15', Victor Cuesta 32')

Susunan Pemain

Argentina: 1-Sergio Romero; 3-Facundo Roncaglia, 17-Nicolas Otamendi (2-Jonathan Maidana 75'), 15-Victor Cuesta, 13-Ramiro Funes Mori; 19-Ever Banega (6-Lucas Biglia 46'), 5-Matias Kranevitter, 18-Erik Lamela; 22-Ezequiel Lavezzi, 9-Gonzalo Higuain (10-Lionel Messi 46'), 11-Sergio Aguero
Pelatih: Gerardo Martino

Bolivia: 1-Carlos Lampe; 5-Nelson Cabrera, 22-Edward Zenteno, 3-Luis Gutierrez; 10-Jhasmani Campos, 15-Pedro Azogue, 8-Martin Smedberg-Dalence (19-Carmelo Algaranaz 85'), 13-Alejandro Melean, 2-Erwin Saavedra; 9-Yasmani Duk (4-Diego Bejarano 24'), 7-Juan Arce (16-Cristhian Machado 46')
Pelatih: Julio Baldivieso

Wasit: Victor Carrillo (Peru) (kompas.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net