Sport

Jose Mourinho menyemprot wartawan yang mempermasalahkan dimasukkannya Fellaini, sementara Liverpool yang sempat unggul 2-0 dan 3-1, kalah 3-4 dari Bournemouth

Dalam pertandingan Liga Primer di kandang Everton, Manchester United unggul 0-1 lewat gol lambung jarak jauh dari Zlatan Ibrahimovic di menit ke 42.

Untuk mengamankan tiga angka, di menit ke 85 pelatih Jose Mourinho menarik Henrikh Mkhitaryan, menggantinya dengan Marwan Fellaini. Dan dua menit kemudian, praktis dalam sentuhan pertamanya dengan bola, Fellaini menjatuhkan Idrissa Gueye di kotak penalti, dan wasit Michael Oliver tak ragu menjatuhkan hukumannya.

Leighton Baines tak menyia-nyiakan tugasnya sebagai algojo penalti. Kedudukan 1-1, dan Manchester United yang menguasai pertandingan, unggul hingga semenit menjalang bubaran waktu normal, harus puas dengan hasil imbang.

Wartawan bertanya saat jumpa pers tentang keputusannya memasukkan Fellaini, yang ternyata jadi biang hukuman penalti, Mourinho naik pitam.

"Saya pikir Anda menguasai (pengetahuan) sepakbola lebih dari ini," katanya dengan nada tinggi, sambil menegaskan, bahwa sudah jelas karena Fellaini yang bertumbuh tinggi diperlukan menghadapi bola-bola mati dan permainan langsung Everton di saat-saat akhir pertandingan.

"Everton bukan lagi tim yang mengandalkan pada permainan mengumpan. Everton kini adalah tim yang bermain langsung: kiper bermain langsung, Ashley Williams bermain langsung, Ramiro Funes Mori bermain langsung. Semuanya mengandalkan permainan langsung ke depan." kata Mourinho.

Jadi, "kalau di bangku cadangan ada pemain setinggi dua meter, Anda memainkannya di depan garis pertahanan untuk membantu tim memenangkan pertandingan."

Ini hasil seri yang keenam bagi United sejak Oktober, dan bagi Mourinho ia kini hanya mencatatkan sembilan kemenangan dalam 30 pertandingan terakhir bersama MU, dan sebelumnya Chelsea.

Liverpool membuang kemenangan di tangan

Nasib lebih sial dialami Liverpool. Mereka unggul 2-0, lalu 3-1 hingga 15 menit menjelang bubar dalam pertandingan di kandang Bournemouth. Kemenangan seakan sudah di tangan.

Namun Bournemouth membalikkan keadaan dengan mencetak tiga gol dalam 14 menit terakhir, untuk mencetak kemenangan sensasional 4-3.

Liverpool unggul 2-0 lewat dua gol yang dicetak dalam dua menit: Sadio Mane menjebol gawang Bournemouth di menit ke 20 dan Divock Origi di menit ke 22.

Bournemouth memasukan Ryan Fraser di menit ke 55 yang mengubah permainan mereka.

Sesaat setelah masuk, Fraser dijatuhkan James Milner di kawasan gawang Liverpool, dam Callum Wilson mengeksekusi penalti dengan baik, membuat kedudukan menjadi 1-3.

Gol Emre Can di menit ke 64 memulihkan keunggulan dua gol Liverpool.

Namun sejak menit ke 75, Liverpool bagaikan dilanda badai: Bournemouth berhasil membalikkan keadaan melalui gol Ryan Fraser (menit ke 76), Steve Cook (menit ke 78), dan akhirnya, tiga menit lewat waktu normal, Nathan Aké meruntuhkan Liverpool dan mencatatkan kemenangan sensasional ini.

Manajer Liverpool, Juergen Klopp tak menyembunyikan kekecewaannya. "Kami ibaratnya membuka gerbang (di 15 menit terakhir) dan mereka pun berlarian masuk dan mencetak sejumlah gol yang menakjubkan. Jadi itu hasil yang pantas juga," katanya.

"Sekarang ini rasanya menyesakkan, namun terkadang kita memerlukan (hasil seperti ini)."

"Kita bukan bermain seluncur es. Ini bukan tentang bagaimana kelihatannya. Kita bisa bermain bagus. Tak ada yang pasti saat kedudukan masih 2-0. Anak-anak tahu bahwa kami membuang kemenangan itu -kami sendiri yang membuat Bournemouth bisa membalikkan keadaan. Kesalahan kami sendiri yang membuat mereka bisa kembali bangkit."

Dalam pertandingan-pertandingan lain sebelumnya, Manchester City kalah 1-3 dari Chelsea, Arsenal menang besar 5-1 di West Ham. (bbcindonesia.com)

Teka-teki pelatih baru timnas Inggris akhirnya terjawab. Rabu (30/11) waktu setempat, FA selaku otoritas tertinggi sepakbola Inggris telah menunjuk Gareth Southgate sebagai pelatih tetap.

Penunjukan Southgate sejatinya sudah bukan kabar yang mengejutkan lagi. Sejak dipilih menjadi pelatih sementara menggantikan Sam Allardyce, nama Southgate memang sudah digadang-gadang akan jadi pelatih timnas Inggris.

"Saya sangat bangga ditunjuk sebagai manajer Inggris," buka Southgate dalam keterangan pers pertamanya.

"Namun, saya menyadari satu hal begitu mendapatkan pekerjaan ini, saat ini saya harus menjalankan pekerjaan ini dengan sukses. Saya benar-benar menikmati bekerja bersama para pemain dalam empat pertandingan terakhir dan saya pikir ada potensi besar," sambung Southgate.

"Saya bertekad untuk memberikan semua yang harus saya berikan kepada negara sebuah tim yang bisa mereka banggakan dan salah satu yang bisa mereka nikmati saat menonton dan berkembang. Bagi saya, kerja keras dimulai sekarang," tandasnya.

Southgate akan diplot untuk membawa Inggris lolos ke Piala Dunia 2018 di Rusia. Ia juga akan bertanggung jawab atas timnas Inggris hingga tahun Euro 2020. Southgate mendapatkan kontrak selama empat tahun.  (bola.net)

Setelah melalui pemeriksaan di National Dope Testing Laboratory di New Delhi, India, sebanyak 12 sampel urine atlet peserta Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Barat 2016 diindikasi mengandung zat doping.

 

 

Jumlah kasus kali ini meningkat dibandingkan dengan temuan PON Riau 2012.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas dari pihak-pihak yang berwenang dalam tes doping PON 2016, ke-12 atlet dengan sampel urine positif doping itu tampil di cabang berkuda, menembak, serta angkat besi dan binaraga.

Hasil tersebut sudah diserahkan kepada para pihak yang berkepentingan, yaitu Kementerian Pemuda dan Olahraga, Ketua Panitia Besar PON Jabar 2016, dan Ketua Umum KONI.

Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S Dewa Broto, yang dihubungi saat berada di Madrid, Spanyol, Senin (28/11), mengatakan, ada sejumlah atlet PON Jabar 2016 yang tersangkut kasus doping.

"Informasi itu betul. Jumlah atlet yang tersangkut kasus doping meningkat daripada jumlah atlet di PON Riau 2012," katanya.

Gatot mengatakan, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi juga sudah mengetahui temuan terkait kasus doping itu.

Konfirmasi mengenai hasil laporan itu juga dikatakan Ahmad Heryawan, Ketua Umum PB PON Jabar 2016, yang juga Gubernur Jawa Barat.

"Secara pribadi saya sudah mengetahui hasil laboratoriumnya. Saya sudah menerima laporan dari Sub-Bidang Kesehatan PB PON," kata Ahmad di Bandung, Jawa Barat, kemarin.

Walaupun demikian, Ahmad menilai jumlah atlet yang terbukti positif doping relatif kecil dibandingkan dengan total jumlah medali emas yang diperebutkan, sebanyak 765 medali.

"Pelanggarannya relatif kecil karena jumlahnya bisa dihitung dengan jari atau masih dalam batas kewajaran," kata pria yang kerap disapa Aher itu.

"Itu bisa dilihat dari sampel urine yang diperiksa, hasil yang positif doping jauh di bawah 50 persen. Jangankan di PON, dalam ajang Olimpiade saja juga terjadi pelanggaran penggunaan doping."

Dibandingkan dengan temuan pada PON sebelumnya, jumlah temuan kali ini merupakan temuan terbanyak, yaitu 12 sampel urine yang terindikasi positif.

Pada PON Kalimantan Timur 2008 terdapat lima sampel yang positif mengandung zat doping. Sementara pada PON Riau 2012 terdapat delapan sampel urine yang positif mengandung zat doping. "Meningkat dalam arti yang tidak baik," ujar Gatot. (kompas.com)

SEMARANG - Atlet renang difabel Indonesia Syuci Indriani meraih pengharagaan sebagai perenang muda terbaik pada ajang Asian Paralympic Committee (APC) 2016 karena prestasi yang diraih pada saat tampil di ajang INAS Asian Championship beberapa waktu lalu.

Ketua Umum Pengurus Pusat National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Senny Marbun, Selasa , (28/11/2016) mengatakan, pemberian penghargaan sebagai perenang muda terbaik ini dilaksanakan di Bangkok, Thailand, Senin (28/11) malam.

Menurut dia, pemberian penghargaan ini tak lepas dari kesuksesan perenenang berusia 15 tahun tersebut saat tamnpil pada INAS Championship 2016 pada Januari. "Saat itu Syuci berhasil meraih tujuh medali emas dari kategori difabel kelas 14," katanya.

Ia menambahkan, penghargaan ini merupakan yang pertama bagi atlet difabel Indonesia. "Tentunya kami sangat senang dan bangga dengan pemberian penghargaan ini karena merupakan pertama bagi atlet NPC Indonesia dan mudah-mudah bisa berlanjut di kemudian hari," katanya.

Di samping itu, kata dia, penghargaan yang diraih Syuci ini bisa menular ke atlet difabel lainnya dari cabang olahraga yang lain juga. "Tentunya ini diharapkan bisa memotivasi bagi atlet lain untuk bisa meraih prestasi yang baik di ajang internasional," katanya.

Kemudian, lanjut dia, untuk Syuci sendiri diharapkan penghargaan ini bisa memotivasi yang bersangkutan untuk mencatat prestasi lebih dari yang dicapai sekarang ini. Masih banyak even-even internasional yang akan dihadapi Syuci.

"Saya kira Syuci harus mempersiapkan diri lebih baik untuk meraih prestasi pada event internasional lainnya karena setelah ini ada ajang bergengsi yang akan diikuti atlet yang bersangkutan," katanya menegaskan.

Ia menyebutkan, ada tiga event internasional yang akan dihadapi atlet difabel Indonesia termasuk Syuci Indriani yaitu ASEAN Paragmaes 2017 di Malaysia, Asian Paragames 2018 di Indonesia, dan Paralympic Games di Jepang 2020.

"Syuci diharapklan bisa mengukir prestasi pada tiga event tersebut apalagi sekarang ini usia yang bersangkutan masih sangat muda," katanya menegaskan. (kompas.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net