News

You are here:Home News

Ashley Young memberikan pujian atas taktik yang diterapkan oleh Jose Mourinho ketika Manchester United mengalahkan Chelsea pekan lalu.

Setan Merah mampu menundukkan tim pemuncak klasemen Premier League dengan skor 2-0 di Old Trafford. Kubu Antonio Conte bahkan tercatat tak melepaskan satu pun tembakan ke arah gawang.

Gol kemenangan tuan rumah dibuat oleh Marcus Rashford dan Ander Herrera.

Young kemudian memuji penampilan United, yang menurutnya amat layak merebuat tiga angka dari rivalnya itu.

"Saya kira tidak banyak orang mengira kami akan mengakhiri laga dengan skor seperti itu. Namun kami melakukannya, kami percaya pada diri sendiri," tutur Young menurut Express.

"Kami tidak punya banyak waktu untuk mengasah taktik, namun tiap pemain tampil fantastis dari awal hingga akhir. Kami mampu meredam ancaman Chelsea. Valencia dan Darmian bermain bagus. Dan dua bek kami mampu meredam Costa."

"Kami tahu jika kami bisa mencetak gol cepat kami akan memberikan diri kami sendiri modal yang bagus. Kami sangat layak meraih tiga poin." (bola.net)

Amerika Serikat dan Cina sedang bekerja untuk 'serangkaian pilihan' atas Korea Utara, seperti dijelaskan penasehat keamanan nasional Presiden Donald Trump, Letnan Jenderal, H R McMaster.

Komentar ini muncul setelah gagalnya peluncuran uji coba rudal oleh Korea Utara dan parade militer besar-besaran di Pyongyang.

Kepada stasiun berita ABC News, Letjen McMaster mengatakan bahwa ada konsensus dengan Cina bahwa situasi yang disebut sebagai 'perilaku mengancam dari Korea Utara' tidak bisa berlanjut.

Presiden Trump sudah lebih dulu mengatakan bahwa Cina 'sedang bekerja dengan kami' dalam masalah tersebut.

Pemerintah Beijing, yang merupakan sekutu terdekat Pyongyang, didesak Washington agar memberi tekanan lebih besar kepada sekutunya.

Komentar yang disampaikan Letjen McMaster, Minggu (16/04), tampaknya merupakan pengukuhan pertama bahwa kedua negara bekerja sama untuk menangani masalah Korea Utara.

Menurut McMaster -yang sedang berada di ibukota Afghanistan, Kabul- uji coba rudal terbaru Korea Utara 'sesuai dengan pola perilaku provokasi dan destabilisasi dan mengancam'.

"Presiden sudah membuat jelas bahwa dia tidak bisa menerima Amerika Serikat serta sekutu dan mitranya di wilayah berada di bawah tekanan dari rezim yang bersikap bermusuhan dengan senjata nuklir."

"Saya kira ada konsensus internasional saat ini, termasuk Cina dan kepemimpinan Cina, bahwa situasi seperti ini tidak bisa berlanjut," tambahnya.

Presiden Donald Trump dan Presiden Cina, Xi Jinping, antara lain membahas tentang Korea Utara dalam pertemuan di Amerika Serikat pekan lalu.

Sebelumnya, masih pada Minggu (16/04), pejabat militer Korea Selatan mengatakan sebuah rudal Korea Utara meledak tak lama setelah diluncurkan.

Penyelidikan atas uji coba rudal tersebut masih berlangsung namun seorang pejabat AS yang tidak disebut namanya mengatakan kecil kemungkinannya berupa rudal antarbenua ICBM.

Tujuan Korut lewat berbagai uji cobanya selama ini diperkirakan untuk menempatkan hulu ledak nuklir di ICBM yang bisa menjangkau berbagai sasaran di dunia. (bbcindonesia.com)

Pada Februari lalu, firma humas yang berbasis di Tokyo, Sunny Side Up, mengumumkan bahwa para pegawai boleh pulang lebih awal pada Jumat terakhir setiap bulan.

Masalahnya? Tidak ada yang mau pergi. Sekalipun perusahaan telah memberikan keringanan, tampaknya semua orang tetap enggan beranjak dari mejanya.

"Ini bukan kebiasaan Jepang," kata Ryuta Hattori, kepala departemen komunikasi global Sunny Side Up. "Dalam budaya kerja Jepang, kami bekerja sangat keras dan sangat lama dan tidak seorang pun pulang lebih dulu. Pokoknya tidak."

Konsep Premium Friday atau "Jumat Premium" merupakan bagian dari prakarsa terbaru pemerintah Jepang yang dimulai pada 24 Februari. Prakarsa ini dimaksudkan untuk mengatasi masalah yang ditimbulkan budaya kerja keras di negara itu. Sebulan sekali pada Jumat Premium, para pegawai diimbau untuk pulang kantor pada pukul 15:00, dengan harapan stres di tempat kerja bakal berkurang. Namun, kenyataannya lebih sulit dari yang dibayangkan.

Di perusahaan Hattori, yang punya slogan 'mari bersenang-senang', insentif diperlukan demi mendorong para pekerja keluar kantor. "Kami harus memberi mereka bonus," kata dia.

Setiap pegawai yang meninggalkan mejanya pada 15:00 pada hari Jumat Premium akan menerima amplop berisi uang tunai 3.200 yen (hampir Rp400 ribu). Beberapa dari mereka pergi ke izakaya, tempat minum-minum ala Jepang yang juga menjual makanan ringan, sedangkan yang lainnya pergi bermain sepak bola.

Tetap saja, banyak orang di perusahaan lain tetap merasa kurang yakin untuk pulang lebih awal. Meskipun pulang duluan mungkin terdengar bagus bagi para pekerja di negara lain, di Jepang, prakarsa Jumat Premium ditanggapi dengan keragu-raguan. Harapan pemerintah untuk meringankan beban masyarakat yang bekerja terlalu keras tampaknya malah menyoroti apa yang bisa terjadi ketika para pekerja ditekan terlalu keras.

Pertama-tama, sang bos

Pada Selasa siang-menjelang sore, Gian Nomachi mendorong troli yang dipenuhi kotak bento di taman depan badan riset kesehatan di Prefektur Hyōgo. Perempuan itu bertugas mengantarkan makan siang kepada para pekerja.

"Saya ingin menikmati Jumat P"Saya ingin menikmati Jumat Premium, tapi tidak mungkin bisa," kata Nomachi, 26 tahun, sambil menumpuk kotak bento berwarna-warni di belakang mobil van. "Mustahil saya bisa pulang kerja lebih awal."

Mungkin dia akan melakukannya jika sang bos juga melakukannya, kata Nomachi. Tapi sampai hal itu terjadi, tidak ada satu pun pegawai yang berani pulang terlebih dahulu.

"Itu pemandangan khas di Jepang, negara tempat para pekerja bekerja sepanjang hari dengan atau tanpa uang lembur, kata Parissa Haghirian, profesor manajemen Jepang di Universitas Sophia, Tokyo.

Sebagian alasannya karena kekurangan pekerja, sehingga beban pekerjaan semua orang bertambah. "Orang Jepang bekerja begitu lama karena suatu alasan yang sangat praktis... tidak ada cukup orang untuk melakukan semua pekerjaan," kata Haghirian. "Dalam perusahaan yang tidak mempunyai cukup pegawai, Anda tidak bisa mengatakan beberapa pekerja bisa pulang lebih awal karena tidak ada cukup orang untuk menyelesaikan tugas."

Namun budaya kerja keras Jepang juga telah mencapai level krisis, dan mendorong pemerintah untuk bertindak. Rangkaian kematian yang dikaitkan dengan kebiasaan bekerja terlalu keras, disebut karōshi dalam bahasa Jepang, menyoroti obsesi orang Jepang pada pekerjaan.

Salah satu contoh yang terkenal ialah kasus bunuh diri Matsuri Takahashi, seorang eksekutif di perusahaan iklan berusia 24 tahun yang melompat dari gedung pada Hari Natal 2015. Perempuan itu telah bekerja lembur selama lebih dari 100 jam setiap bulan dan meninggalkan sepucuk surat untuk dibaca oleh ibunya. Surat itu berbunyi, "Kenapa hidup harus sesusah ini?"

Takahashi merupakan satu dari 2.159 pegawai tahun itu yang disimpulkan mati karena bekerja terlalu keras. Pada Oktober tahun lalu, pemerintah merilis laporan yang menunjukkan 25% perusahaan mempekerjakan pegawai yang lembur selama 80 jam atau lebih sebulan. Dengan etos kerja tersebut, temuan pemerintah mengisyaratkan bahwa para pegawai itu dalam bahaya karōshi.

Menanggapi hal tersebut, Perdana Menteri Shinzo Abe mencari cara untuk meringankan beban kerja warganya. Salah satunya yaitu dengan mendorong para pekerja untuk ikut serta dalam Jumat Premium, yang dimulai pada Februari.

Dua bulan kemudian, hanya sedikit perusahaan yang ikut serta. Bulan lalu, Jumat Premium tepat berada di tengah-tengah musim sakura, ritual musim semi ketika warga lokal maupun wisatawan pergi ke taman dan kuil untuk melihat pohon dengan bunga berwarna merah muda itu. Namun, hari itu juga merupakan hari terakhir tahun fiskal Jepang, yang berarti banyak perusahaan terlalu sibuk untuk membolehkan pegawainya pulang.

Waralaba pizza Domino's bahkan membuat lelucon tentang minimnya partisipasi di Jumat Premium. Mereka memulai kampanye iklan yang disebut Senin Lesu, mengacu kepada para pekerja yang merasa lesu karena harus kembali bekerja pada Senin pagi setelah melewatkan Jumat Premium.

Tidak ada yang pulang duluan

Tekanan sosial untuk tidak pulang ketika kolega masih di kantor, berarti orang-orang sering bertahan di kantor sampai larut malam. Dan itu kecil kemungkinannya untuk berubah meskipun dengan prakarsa seperti Jumat Premium ini.

Ini bisa jadi lebih sulit bagi para ekspatriat, yang bisa jadi kewalahan menghadapi norma budaya dan profesional Jepang. Kebanyakan ekspat akhirnya bekerja berjam-jam di perusahaan Jepang, kata Haghirian. Perusahaan Barat seringkali memulai aktivitas harian mereka lebih awal, sekitar jam 6 pagi, dengan 10 sampai 12 jam kerja.

"Tapi setidaknya mereka tidak bertahan di meja mereka sampai malam, seperti para pekerja Jepang," kata Haghirian.

Kendati telah ada inisiatif sang perdana menteri, Jumat Premium belum begitu populer, bahkan di kantor pemerintahan. Seperti kebanyakan pekerja di Jepang, para pegawai negeri di Balai Kota Kobe memulai pekerjaan mereka pada pagi hari dengan bel pukul 09:00 yang menandakan saatnya mereka berada di meja. Bel berbunyi lagi pada siang hari dan pukul 13:00, menandakan waktu makan siang, meski begitu kebanyakan pegawai makan dengan cepat di meja mereka.

Pada pukul 17:00 bel kembali berbunyi, menandakan akhir hari kerja itu. Tapi Anda tidak akan melihat cukup banyak pegawai beranjak dari meja. Pada pukul 21:00, bel terakhir benar-benar meminta para pegawai untuk pulang. Tapi tetap saja, banyak dari mereka yang bertahan.

Wali Kota Kobe Kizō Hisamoto mengatakan ia berharap dapat mengubah kebiasaan itu. Ia mengatakan bahwa dirinya mendukung konsep Jumat Premium dan upaya untuk mengurangi beban kerja. Namun para pegawainya di Balai Kota tidak mau ikut serta.

"Kami bertanggung jawab untuk memenuhi permintaan publik," kata Hisamoto. Sebagai gantinya, ia berkata bahwa pihaknya telah mulai berusaha mengurangi waktu lembur para pegawai.

Sampai saat ini, 130 perusahaan telah menyatakan akan berpartisipasi, menurut Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang. Namun pemerintah belum mengumpulkan informasi tentang bagaimana perusahaan tersebut berpartisipasi dan apakah mereka akan mengizinkan semua karyawan mereka pulang lebih awal.

Di firma Humas Hattori, pekerjaan tidak melambat hanya karena para karyawan pulang duluan. Sebaliknya, Hattori sendiri menerima banyak panggilan telepon pada Jumat Premium pertama. Jadi sementara para koleganya pergi ke lapangan sepak bola atau bar, Hattori bertahan di mejanya. "Ya," ia mengakui, "saya harus bekerja."

Namun pada Maret, seluruh kantor tutup pada Jumat Premium. Kali ini, perusahaan tidak perlu memberi bonus untuk mendorong semua pegawai untuk pulang, meskipun pegawai tetap dan honorer tetap dibayar seakan-akan mereka masih bekerja pada jam itu. Hattori berkata ia dan kawan-kawannya pergi minum-minum, menonton film di bioskop, atau pergi ke salon kecantikan.

Hattori juga tidak sendirian pada Jumat Premium bulan ini. Berdasarkan lansiran sejumlah media lokal, Perdana Menteri meninggalkan kantor pada jam 15:00 tepat untuk berlibur di akhir pekan. Ini pertama kalinya ia melakukan itu sejak waktu mengambil cuti pada Agustus lalu. (bbcindonesia.com)

Manchester United berhasil mencatat kemenangan 2-0 atas tim tamu Chelsea, yang saat ini menduduki peringkat satu Liga Primer Inggris,

Kedua gol dicetak oleh Marcus Rashford ketika pertandingan baru berjalan sekitar tujuh menit dan Ander Herrera pada menit ke-49 di Stadion Old Trafford, Minggu (16/04).

Kemenangan ini menempatkan tim asuhan Jose Mourinho kembali ke posisi lima klasemen sementara dengan selisih 15 angka dari Chelsea, namun United memiliki satu pertandingan lebih banyak.

"Saya amat gembira dengan para pemain. Saya senang, bukan karena melawan Chelsea, tapi karena kami butuh tiga angka ini," kata Mourinho, yang dipecat Chelsea pada Desember 2015 lalu.

Sebelumnya, Liverpool menang atas tuan rumah West Bromwich lewat satu-satunya gol dari Roberto Firmino, yang menempatkan klub asuhan Jürgen Klopp duduk di peringkat tiga.

Bagi Chelsea, kekalahan dari United membuat selisih mereka mengecil menjadi empat angka dari peringkat dua, Tottenham Hotspur, yang mencatat kemenangan telak atas Bournemouth dengan angka 4-0 sehari sebelumnya.

"Jadi Spurs memiliki momentum, tapi Chelsea tetap memimpin empat angka, yang terhitung banyak dengan hanya enam pertandingan sisa," kata Phil McNulty, pimpinan penulis sepak bola BBC yang menyaksikan pertandingan United lawan Chelsea di Old Trafford.

Chelsea kini membutuhkan lima kemenangan dari enam pertandingan sisa untuk memastikan gelar juara Liga Primer.

Manajer Chelsea, Antonio Conte, mengakui persaingan menjadi terbuka namun tetap yakin bisa meraih juara Liga Primer.

"Tottenham main dalam bentuk baik dan dengan semangat tinggi namun kami memiliki musim yang baik dan kami harus berupaya untuk mencapai sasaran."

Klasemen sementara Liga Primer saat ini membuat peluang klub papan atas -seperti Spurs, Liverpool, Manchester City, dan Manchester United- menjadi lebih terbuka untuk menyusul Chelsea.

Bagaimanapun Chelsea tidak harus berhadapan lagi dengan klub lima besar Liga Primer, sedangkan Manchester City masih akan derby dengan Manchester United dan Tottenham Hotspur masih harus menjamu Manchester United serta Arsenal. (bbcindonesia.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net