News

You are here:Home News


Pertemuan puncak ASEAN di Manila, Filipina, berakhir hari Minggu (06/08), dengan komunike bersama yang sepertinya mengecam Cina karena membangun pulau-pulau buatan di perairan yang dipersengketakan di Laut Cina Selatan.
Dengan tanpa menyebut nama Cina, sepuluh negara anggota ASEAN mengatakan reklamasi untuk membangun pulau di wilayah sengketa di Laut Cina Selatan menggerus kepercayaan dan meningkatkan ketegangan.
"Setelah melalui diskusi yang intensif, kekhawatiran diutarakan oleh beberapa negara anggota terkait dengan reklamasi dan aktivitas di kawasan tersebut yang telah menggerus rasa saling percaya, meningkatkan ketegangan, dan mungkin akan berakibat buruk terhadap perdamaian, keamanan, dan stabilitas," demikian pernyataan ASEAN.

Menurut kantor berita Reuters yang mengutip beberapa diplomat ASEAN, negara-negara anggota yang menginginkan komunike yang mencantumkan 'masalah-masalah sensitif' antara lain adalah Vietnam, yang bersama Cina sama-sama mengklaim sebagai pemilik Kepulauan Paracel dan Spratly.
Juga pada hari Minggu, para menteri luar negeri ASEAN dan Cina mengadopsi kerangka kerja perundingan tentang kode etik di Laut Cina Selatan, yang dianggap sebagai kemajuan, namun beberapa pihak menyebut 'ini adalah strategi Cina untuk mengulur waktu guna melakukan konsolidasi'.
Beijing bersikukuh pulau-pulau buatan tersebut semata-mata untuk kepentingan damai, namun negara-negara tetangga Cina khawatir kepulauan ini akan dimanfaatkan pemerintah di Beijing untuk mengklaim kepemilikan wilayah di Laut Cina Selatan. (bbcindonesia.com)

Pemerintah Indonesia mendapat kesepakatan perdagangan dari pemerintah Rusia berupa pertukaran hasil perkebunan Indonesia dengan 11 pesawat tempur jenis Sukhoi SU-35 yang diproduksi Rusia.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menjelaskan, kesepakatan tersebut tertuang dalam penandatangan nota kesepahaman (Memorandum of Understandings/MoU) antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia, yaitu PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) atau PII dengan BUMN Rusia, Rostec pada lawatan Indonesia ke Rusia pada Kamis kemarin (3/8).

"Diharapkan dapat segera direalisasikan melalui pertukaran 11 Sukhoi SU-35 dengan sejumlah produk ekspor Indonesia, mulai dari kopi, teh, minyak kelapa sawit, dan produk industri strategis pertahanan," ucap Enggar dalam keterangan tertulis, Jumat (4/8).

Menurut Enggar, Indonesia perlu melakukan pertukaran ini agar volume ekspor hasil perkebunan Indonesia kian meningkat dan penetrasi pasar bertambah luas. Di sisi lain, untuk pertukaran dengan pesawat Sukhoi, Indonesia memang membutuhkan untuk menggantikan armada F-5 Indonesia yang sudah usang.

Bersamaan dengan kesepakatan ini, Enggar berharap Indonesia-Rusia mampu memperluas kerja sama perdagangan ke hasil produksi sektor lain, sehingga lebih banyak produk Indonesia yang dapat dikenalkan ke Rusia dan sebaliknya.

Adapun kesempatan Indonesia memperbesar penetrasi pasar di Rusia, dilihat Enggar memang sangat besar. Sebab, Indonesia memiliki keuntungan lebih dari embargo perdagangan yang tengah dihadapi Rusia dari negara-negara, seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, dan beberapa negara pengikutnya.

Embargo tersebut dilakukan negara-negara itu karena berkaitan dengan isu keamanan dan teritorial. Di sisi lain, Rusia, sambung Enggar, turut melakukan mengenakan sanksi pembatasan impor dari negara-negara tersebut sebagai tindak lanjut embargo yang dikenakan kepada Rusia.

Sehingga, untuk memenuhi kebutuhan pangannya, seperti buah-buahan tropis dan produk esensial lainnya, Rusia mengambil impor dari negara lain, seperti Indonesia.

"Ini peluang yang tidak boleh hilang dari genggaman kita. Potensi hubungan ekonomi yang memanfaatkan situasi embargo dan kontra embargo ini melampaui isu-isu perdagangan dan investasi," terang Enggar.

Selain itu, di luar sektor perdagangan, potensi kerja sama kedua negara dapat pula terjadi di bidang pariwisata, pertukaran pelajar, pengembangan teknologi, sektor energi, kedirgantaraan, dan lainnya.

Kementerian Perdagangan sendiri mencatat, Indonesia mengalami surplus perdagangan dengan Rusia sejak 2015 lalu, dengan nilai sebesar US$1,1 juta dan kemudian meningkat menjadi US$411 juta di 2016. Sementara, di tahun sebelumnya, Indonesia masih mengalami defisit perdagangan sekitar US$1,6 miliar di 2012. (cnnindonesia.com)

Jose Mourinho menjadi pelatih pertama dalam sejarah yang telah menghabiskan dana melebihi 1 juta milyar untuk belanja pemain. Ia memecahkan rekor tersebut ketika mendatangkan Romelu Lukaku seharga 75 juta pounds ke Manchester United pada bursa transfer musim panas ini.

Dikutip dari Daily Mail, sekarang Mourinho terhitung menghabiskan dana sekitar 1,1 milyar pounds untuk belanja pemain selama 17 tahun sebagai pelatih.

Pelatih asal Portugal tersebut pernah menangani sejumlah klub besar dalam karirnya. Setelah membesarkan namanya di Porto, Mourinho pernah menangani Chelsea dua periode antara tahun 2004 hingga 2007. Setelah melatih Real Madrid, ia kembali melatih Chelsea pada tahun 2013 hingga 2015. Ia pernah memberikan gelar treble winner untuk Inter Milan pada tahun 2010.

Ditunjuk sebagai pelatih Manchester United menggantikan Louis van Gaal tahun lalu, Mourinho langsung memecahkan rekor transfer di dunia dengan mendatangkan Paul Pogba dari Juventus seharga 89 juta pounds.

Setelah musim lalu menjuarai Liga Europa namun hanya mampu finis di peringkat enam di Premier League, pelatih 54 tahun tersebut memboyong Lukaku dari Everton dengan harga 75 juta pounds dan Nemanja Matic dari Chelsea seharga 40 juta pounds. Ia juga membeli Victor Lindelof dari Benfica.

Pelatih Manchester City, Josep Guardiola, sangat berpotensi memecahkan rekor Mourinho tahun depan. Pelatih asal Spanyol yang pernah menangani Barcelona dan Bayern Munchen ini terhitung telah menghabiskan 859 juta pounds untuk belanja pemain. Ia baru memulai karirnya sebagai kepala pelatih sejak 2008.

Pada bursa transfer tahun ini, Guardiola menghabiskan dana sekitar 200 juta pounds untuk membenahi skuatnya yang musim lalu tak meraih gelar apapun. Beberapa pemain yang telah dibeli City tahun ini adalah, Bernardo Silva, Danilo, Benjamin Mendy dan Kyle Walker.

Carlo Ancelotti masuk dalam daftar pelatih paling banyak menghabiskan dana untuk belanja pemain. Sebab, selama 22 tahun melatih sembilan klub di Eropa, pelatih asal Italia yang saat ini menangani Bayern Munchen tersebut terhitung telah menghabiskan 970 juta pounds. (bola.net)

Rahma, seorang ibu rumah tangga di kawasan Pasar Rumput, Jakarta Selatan, mengaku harus mengeluarkan Rp3.000 untuk sebungkus garam. Padahal, sebelum perayaan Idul Fitri, harga garam merek yang sama hanya mencapai Rp1.000.
Dia tidak habis pikir mengapa garam begitu mahal dan langka. "Indonesia kan negara maritim, negara kepulauan. Kok bisa garam mahal?"

"Garam aja mahal, pak. Bingung saya," timpal Sunarto, tetangganya.

Kenaikan harga garam dirasakan hingga ke Pontianak, Kalimantan Barat.
"Di Pontianak itu garam Rp1.000 per kilogram, sekarang Rp4.500 sampai Rp5.000 per kilogram. Kalau kita jual dengan harga Rp4.500 ke pengasinan ikan, harganya nggak masuk. Mau jual berapa ikan asin ke konsumen?" kata Haji Sulaiman, pengusaha garam.
Apa solusi pemerintah?
Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, mengatakan pemerintah memutuskan untuk mengimpor garam sebanyak 75.000 ton dari Australia demi mengatasi kelangkaan garam di sejumlah daerah.
Keputusan itu ditempuh secara hati-hati mengingat pada Juni lalu kepolisian menangkap direktur utama PT Garam dalam kasus dugaan penyalahgunaan izin impor dan distribusi garam industri sebanyak 75.000 ton.
"Supaya tidak ada sesuatu, maka direksi PT Garam kita undang, 'Anda impor 75.000 ton'. Agar hati-hati, ada aturannya. Jelaskan ke KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan), jelaskan ke Daglu (Direktorat Perdagangan Luar Negeri), dan ada Bareskrimnya supaya jangan ada kekhawatiran impor ada sesuatu lagi," kata Enggartiasto kepada wartawan.
Proses impor garam, menurutnya, sedang berjalan.
"Dalam minggu ini, Insya Allah, diharapkan sudah mulai masuk dan terisi."

Mengapa harus impor garam?
Keputusan pemerintah untuk mengimpor garam dari Australia dipandang kalangan industri sebagai sesuatu yang wajar lantaran adanya ketimpangan antara produksi dan konsumsi garam nasional.
Sekjen Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia, Cucu Sutara, mengatakan produksi garam nasional pada 2016 hanya mencapai 144.000 ton dari kebutuhan sebanyak 4,1 juta ton. Adapun dari kebutuhan 4,1 juta ton, 780.000 ton untuk konsumsi publik, sedangkan sisanya untuk keperluan industri.
Jika cuaca mendukung, produksi garam Indonesia bisa mencapai 1,9 juta ton per tahun.
Apa penyebab produksi garam nasional minim?
Faktor cuaca adalah penyebab utama produksi garam nasional begitu minim selama setahun terakhir, menurut Sekjen Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia, Cucu Sutara.
"Hujan terus-menerus karena La Nina menghambat produksi," ujar Cucu.
Selain cuaca, hal lainnya yang membuat jumlah produksi garam di Indonesia relatif sedikit ialah proses pembuatan garam secara tradisional.
"Kita masih mengandalkan matahari dan masih memakai alat sederhana, yaitu pengeruk kayu dan kincir angin. Jangankan bicara kualitas, bicara peningkatan kapasitas juga sulit," tambahnya.
Dia mencontohkan bahwa satu hektare tambak hanya bisa menghasilkan 70 ton garam. "Itu pun dengan cuaca bagus, apalagi sekarang cuacanya tidak bagus."

Bukankah Indonesia negara maritim sehingga garam berlimpah?
Indonesia memang merupakan negara dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia dengan panjang 99.093 kilometer. Faktanya, hanya segelintir di antara puluhan ribu kilometer pantai itu yang bisa dijadikan lokasi tambak garam.
"Lahan yang cocok dijadikan lokasi tambak garam hanya 26.024 hektare. Bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan garis pantai terpanjang di dunia sehingga produksi garamnya berlimpah, itu mitos," kata Sekjen Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia, Cucu Sutara.
Dia menambahkan, lokasi tambak garam sangat dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain air laut dan tanah lokasi.
Bagaimana solusi ideal?
Pengamat dari lembaga Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudistira, mendorong pemerintah untuk berpihak kepada petambak garam. Menurutnya, impor tidak bisa terus dijadikan jalan pintas tanpa solusi jangka panjang.
"Keberpihakan pemerintah kepada petani garam kelihatannya belum menjadi prioritas utama," ujar Bhima.
Dia mengakui pemerintah memiliki Pugar, program untuk garam rakyat.
"Sangat disayangkan bahwa, dari jumlah peningkatan produksi, Pugar ini hanya mencapai target sebesar 50%. Realisasi bantuan kepada petambak garam juga tidak pernah mencapai 100%. Lalu tidak ada bantuan teknologi," katanya.

Bhima menyoroti rantai penyediaan garam begitu panjang sehingga petambak garam tidak pernah merasakan keuntungan besar ketika harga garam naik.
Dia lalu merujuk data KIARA (koalisi rakyat untuk keadilan perikanan) dalam lima tahun terakhir.
Data itu menyebutkan jumlah petani tambak garam di Indonesia menurun drastis, yakni dari 30.668 jiwa pada tahun 2012 menjadi 21.050 jiwa di 2016. Artinya, ada sekitar 8.400 petani garam yang alih profesi.
Sebagian besar menjadi buruh kasar atau pekerjaan informal lainnya dan berkontribusi terhadap fenomena migrasi kemiskinan dari desa ke kota.
"Dari perspektif industri, lebih baik impor garam karena rantai pasokannya ringkas. Kalau membeli produk garam lokal, ada tujuh mata rantai dan tiap mata rantai ada biayanya sehingga ketika sampai ke level konsumen jadi lebih mahal," katanya.
Karena itu, menurut Bhima, pemerintah harus punya skema yang jelas agar swasembada garam dapat terwujud.
"Anomali cuaca itu bukan tahun ini saja kok, sudah lima tahun cuaca tidak begitu bagus. Jadi ada banyak hal yang harus direncanakan jauh hari, harus ada roadmap yang jelas soal garam. Bagaimanapun juga garam tetap penting," tutup Bhima. (bbcindonesia.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net